
Tok...tokk...tokkk
"Iya sebentar.." Jawab Bunda dari dalam.
"Selamat pagi Bun." Ucap Randy.
"Pagi, Oh Nak Randy. Silakan masuk, ayo duduk dulu." Ucap Bunda mempersilakan.
"Terimakasih Bun."Jawab Randy.
"Sebentar ya, Bunda buatkan minum dulu."Ucap Bunda.
"Tidak usah Bun, kami hanya ingin bertemu dwngan Kinan."Ujar Randy.
"Pamali kalau ada tamu tidak Bunda kasih minum. Sebentar ya."Ujar Bunda berlalu ke dapur.
Bunda di rumah sendiri, karena hari ini Ayah mengantar Nenek ke Bogor untuk mengunjungi makam Kakek. Nenek sudah memutuskan untuk tinggal bersama anaknya di Jakarta, ia mengunjungi makam suaminya untuk berpamitan karena tidak bisa mengunjunginya seminggu sekali untuk membersihkan makam suaminya.
"Ayo Nak diminun duku tehnya." Ucap Bunda.
"Terimakasih Bunda." Jawab Randy.
"Kinan dan Kea pagi ini pergi Jogja mengunjungi Eyangnya. Sejak Kea dan Kinan bekerja mereka tudak sempat mengunjungi Eyang, makanya selagi Kea pulang Kinan mengambil cuti agar bisa mengunjungi Eyangnya disana." Ucap Bunda.
"Ke Jogja?" Ucap Randy dan yang lainnya secara bersamaan.
"Kinan tidak pamit sama Nak Randy? Sama Nak Lia juga tidak bilang?" Tanya Bunda.
"Tidak Bun, Kinan hanya bikang mengambil cuti 2 hari." Jawab Lia.
"Oh begitu, Bunda juga baru tahu kemarin dari Kea. Mereka janjian mau ke Jogja mengunjungi Eyangnya disana." Ujar Bunda.
"Maaf Bunda, apakah Randy boleh tahu alamat Eyang?" Tanya Randy.
"Tentu saja boleh, kamu juga harus berkenalan dengan Eyang sebelum kamu menikah dengan Kinan." Ujar Bunda.
Bunda memberitahukan alamat Eyang di Jogja, Sofi mencatatnya dalam note di ponselnya. Setelah mendapatkan alamat, Randy dan yang lainnya segera berpamitan sebelum siang datang. Setelah keluar dari rumah Kinan, Randy meminta Sofi untuk menghubungi pilot pribadinya untuk mengantarnya ke Jogja.
"Maya, Lia kalian juga ikut." Ujar Randy.
"Baik Pak." Jawab Maya tanpa bertanya lagi.
__ADS_1
Maya dan Lia satu mobil, sedangkan Sofi dengan Pak Randy. Maya dan Lia masih bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya, kenapa mereka harus ikut Pak Randy menyusul Kinan di Jogja. Tak lupa Maya mengabari teman-temannya yang saat ini sedang bekerja di kantor.
•• *Guys, aku hari ini tidak kembali ke kantor. Aku ada perjalanan bisnis bersama Pak Randy, Sofi dan juga Lia ke Jogja. Berhubung Kinan sedang mengambil cuti jadi aku yang mewakilinya. Tolong untuk beberapa hari kedepan handle pekerjaan ya, kerja samalah kalian. ••
•• Jangan lupa oleh-oleh ya May•• Balas Lila.
•• Iya kalau sempat, ini saja aku tidak membawa pakaian, hanya yang melekat di badanku. Hehee ••
•• Hati-hati May, semkga lancar semuanya.••
•• Thankyou.... See you on Monday*. ••
Sesampainya di Bandara pribadi keluarga Ardhana, mereka segera diarahkan untuk memasuki pintu masuk dan melewati lorong sebelum sampai di pesawat yang sudah terparkir dengan cantik di sana. Maya dan Lia hanya mengikuti Sofi dan juga Pak Randy tanpa banyak bertanya.
Di rumah Eyang..
"Sudah sore, waktunya kalian mandi." Ujar Eyang Ti.
"Iya Eyang, Kinan mau mandi dulu ya." Ujar Kinan.
"Mandi daa beristirahatlah sebelum makan malam tiba Ndok" Ujar Eyang Ti.
"Iya Eyang."Kinan segera berlalu melewati lorong menuju kamarnya.
"Keanu mau cari angin dulu ya Eyang."Ucap Keanu.
"Jangan jauh-jauh Le."Ujar Eyang Ti.
"Tidak Eyang, Kea hanya di pendopo taman." Ujar Keanu.
Kea melewati lorong yang bertolak belakang dnegan arah kamar Kinan. Suara burung saling bersautan membuat suasana semakin damai. Kea menjatuhkan badannya di pendopo kecil yang ada di taman rumah Eyang. Di pendopo sudah ada bantal-bantal kecil yang biasa eyang pakai ketika sedang berisitirahat di taman menikmati sore hari yang sejuk.
Sudah lama aku tidak kesini, dan banyak sekali oerubahan yang aku lihat disini. Sudah banyak pohon buah-buahan, dan juga beberapa pohon yang dulu hanya setinggi pendopo ini sekarang sudah menjulang keatas. Pantas saja Eyang lebih suka duduk di pendopo ini kalau sedang suntuk. Dulu waktu aku kecil, aku berlarian di sana, main bola dengan Ayah dan Kakek. Sedangkan Kinan lari kejar-kejaran dengan kupu. Pantas saja Ayah dan Bunda betah kalau sedang mengunjungi Eyang, semoga suatu saat kita bisa berkumpul kembali disini dengan Ayah, Bunda juga Nenek. -Batin Kea duduk bersandar.
Saat Kea sedang menikmati angin sepoi-sepoi di sore hari, tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah mobil yang sedang di hentikan pengawal di gerbang depan. Keanu mengenali salah satu orang yang di dalam mobil. Dia adalah Randy, yang baru tiba di rumah Eyang.
Kea segera berjalan menyusuri lorong untuk mendekati mereka. Keanu juga tidak tahu kalau Randy menyusulnya ke Jogja, dan dia tidak sendiri. Ada tiga wanita yang bersamanya, Kea hanya mengenali Lia karena dia sering mengantar adiknya.
"Pak saya mau ketemu sama Eyang." Ucap Randy.
"Tamu saking pundi Mas?" Tanya seorang penjaga.
__ADS_1
"Iya saya tamu nya dia." Ujar Randy menunjuk Keanu yang sedang berjalan kearahnya.
"Oh, tamunya Mas Kea to. Monggo mas...mba..." Ujar Penjaga.
"Sofi apa kalian membawa mangga?" Tanya Randy pada Sofi.
"Tidak Pak, apakah Pak Randy ingin mangga?" Tanya Sofi.
"Dia meminta mangga Sof, kalau kita tidak membawa mangga kita tidak boleh masuk." Ujar Randy.
"Monggo Pak..." Ujar Penjaga mempersilakan mereka masuk dengan menggerakkan tangannya yang sudah menggenggam dan hanya ibu jari yang terlihat.
"Tuh kan mereka meminta mangga." Ujar Randy lagi.
"Pak biarkan mereka masuk." Ujar Keanu pada kedua penjaganya.
"Sampun Mas, nanging mboten purun." Ujarnya.
"Randy, masuk saja. Mereka sudah menyuruhmu masuk." Panggil Keanu pada temannya.
Randy dan yang lainnya segera menghampiri Keanu yang berdiri di ujung lorong.
"Apakah tamu yang datang harus membawa mangga ya Dri?" Tanya Randy.
"Monggo itu artinya silakan Ran, disini tidak sama dengan di Jakarta. Eyang memang membiasakan pekerja di rumahnya untuk berbahasa jawa." Ujar Keanu.
"Oh, aku kira harus bawa mangga. Boleh aku bertemu dengan calon isteriku?" Tanya Randy.
"Temui dulu Eyang, nanti baru menemui Kinan" Ujar Keanu.
"Hmmm... Baiklah. Ayo antar aku ke Eyang." Ujar Randy dengan semangat.
Keanu segera melangkahkan kakinya untuk membawa Randy menemui Eyang. Saat di persimpangan lorong Keanu menghentikan langkahnya dan berbalik badan menyuruh Lia membawa kedua temannya ke kamar Kinan.
"Kenapa berhenti?" Tanya Randy
"Lia, ajak kedua temanmu ke kamar Kinan saja. Dia sedang mandi di kamar. Dari sini kamu lurus, lalu belok kanan lalu ada pintu besar, kamu ketuk saja pintunya." Ujar Keanu.
"Baik bang." Jawab Lia.
"Ayo Ran." Keanu melanjutkan mengantar Randy untuk menemui Eyang.
__ADS_1
Sesampainya di ruang tamu, Keanu menyuruh Randy untuk duduk dan menunggu karena Keanu akan masuk ke dalam untuk memanggil eyang dan memberitahukan kedatangan calon cucunya datang.