Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Mendadak


__ADS_3

Pagi harinya, Randy masih diam di kamar. Kinan heran karena tidak biasanya Randy masih bersantai ria duduk di atas kasur padahal jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi.


"Mas memang kamu tidak berangkat ke kantor?" Tanya Kinan.


"Aku ingin di rumah pagi ini samlai siang. . " Ucap Randy.


"Terus sorenya kemana?" Tanya Kinan.


"Bisnisku dengan Gerry dan Frans ada masalah sayang, jadi mas harus harus terbang ke LA. Bolehkan?" Tanya Randy.


"Kenapa mas baru bilang? Aku larangpun Mas tidaa akan membatalkannya kan?" Tanya Kinan cemberut.


"Maaf sayang, ini mendadak sekali. Mas baru tahu semalam. Dan setelah ngobrol dengan Frans, jalan satu-satunya ya Mas harus kesana. Mas janji, akan secepatnya mengurus masalah ini." Ujar Randy.


" Terserah mas sajalah. . ." Ucap langsung peegi keluar dari kamar.


Maafin Mas sayang, tapi mas harus menyelesaikan maslaah ini secepatnya. Mas melakukan ini buat kamu dan anak-kita juga. -Batin Randy.


Tuuuttt. . . .tuuutttt. . . .tuuttt. . .


"Halo Bunda. . . " Ucap Randy


"Halo Nak? Bagaimana kabar kalian? Sudah lama kalian tidak main ke rumah. . . " Ucap Bunda.


"Kami bai-baik saja Bun. Maaf akhir-akhir ini aku sibuk, jadi belum sempat main ke rumah. Rencananya nanti siang aku akan mengantar Kinan dan Nana ke rumah Bun, aku titip mereka ya Bun, karena aku harus pergi ke LA sore ini." Ujar Randy dengan sopan.


"Iya Nak, tidak apa. Yang penting kalian baik-baik saja. Oh baiklah, nanti Bunda akan siapkan kamar untuk Kinan dan Nana. Kenapa mendadak sekali Nak?" Tanya Bunda.


"Iya Bun, aku juga baru tahu semalam. Maaf ya Bun kalo merepotkan Bunda dan Ayah." Ujar Randy merasa tidak enak.


"Kami tidak merasa di repotkan sayang. . kebetulan kami juga sudah rindu dengan kalian. Kami malah sngat senang kalau Kinan dan Alina tinggal disini walaupun hanya beberapa hari." Ujar Bunda.


"Terimakasih Bunda, kalau begitu Randy mau bicara dengan Kinan dulu ya Bin, karena sepertinya dia marah Randy baru kasih tahu tadi." Ujar Randy.


"Iya Nak. . .kamu yang sabar ya hadapi isterimu." Ujar Bunda.


"Iya Bun. . " Randy mematikan ponselnya daa segera keluar dari kamar mencari isterinya.

__ADS_1


Kinan dan Alina sedang memakan jajan di bawah, Randy mendekatinya dan ikut bergabung dengan mereka untuk memberitahukan kalau siang ini dia akan mengantarnya ke rumah Ayah dan Bunda.


"Papi mau?" Tanya Alina menawarkan sebungkus ciki padanya.


"Tidak sayang. . untuk Nana saja ya. . Papi ingin bicara deegan Mami dulu." Ucap Randy mengusap pipi Alina dengan lembut.


Alina kembali memakan ciki di tangannya dan duduk di delan TV dengan serius. Sedangkan Kinan masih dian dan terus mengunyak makanan.


"Sayang. . mas mau bicara. . . " Ujar Randy.


"Ya sudah katakan saja." Ujar Kinan.


"Mas sudah telepon Bunda, nanti aiang Mas antar kalian ke sana ya. Selama Mas tidak ada, kalian menginap di rumah Bunda. Kamu sudah lama tidak menginap di rumah Bunda kan." Ujar Randy dengan sabar dan hati-hati.


"Iya. " Jawab Kinan.


"Kamu masih marah?" Tanya Randy.


"Tidak." Jawab Kinan.


"Sudah sana. aku sedang makan. Jangan ganggu." Ujar Kinan..


"Sayang. . .maafin Mas. . ." Ujar Randy.


"Iya sudah aku maafin." Ujar Kinan.


"Kok masih cemberut? Nanti Baby lahirnya tidak mau senyum loh." Ujar Randy.


"Iyalah, Baby lahir itu langsung menangis karena baru beradaptasi dengan dengan lingkungannya. Kalau senyum nanti dokternya bingung." Ujar Kinan.


"Pinter banget si isteri Mas. . ." Ujar Randy merayu.


"Bari tahu apa." Ujar Kinan.


"Huuhhh. . Ya sudah, Mas mau beresin baju buat nanti sore. kamu tidak usah membantu Mas. . . Mas tidak mau Baby yang di perut capek." Ujar Randy segera berlalu.


Hanya itu dia merayuku? Menyebalkan. . -Batin Kinan.

__ADS_1


Randy segera kembali ke kamar untuk menyiapkan beberapa pakaian untuknya selama disana.


Sekitar pukul 1 siang, Randy bersiap untuk mengantarkan Kinan ke rumah Bunda dan Ayah karena 3 jam lagi dia harus bernagkat ke LA.


"Mas. . .mas disana ketemu wanita itu lagi?" Tanya Kinan.


"Febby?" Tanya Randy.


"Iyalah, siapa lagi, kan hanha dia yang masih berambisi buat deketin kamu mas." Ujar Kinan.


"Kamu cemburu sama dia?" Tanya Randy lagi.


"Memang aku salah kalau aku cemburu? Cemburu kan tandanya sayang. . Mas tidak mau kau cemburu? Mas risih?" Tanya Kinan.


"Sayang. . buat apa kamu cemburu? Mas sudha biaang berapa kali sa kamu? Di hati Mas cuma ada kamu dan Nana untuk saat ini. Nanti kalau Baby sudah lahir tambah lagi yang di hati Mas, adiknya Nana." Ujar Randy.


"Mas ga bohongkan sama aku? Mas janji disana tidak macam-macam sama wanita lain apalagi dia?" Tanya Kinan.


"Iya sayang. . mas janji. . .lagian mas disana akan aman katena ada Frans." Ujar Randy.


" Memang kenapa? Sepertinya wanita itu takut sekali dengan Frans?" Tanya Kinan.


Randy menceritakan semuanya tentang masalalu Febby dan Frans hingga ketakutan Febby pada Frans dan sekarang di tambah Gerry juga sudah tidak saja ketika Febby berbuat ulah. Kinan menjadi pendengar yang baik dan terus mengorek cerita Febby dan Frans sampai tuntas dan membuatnya cekikikan sepertinya dia sudah mulai lupa kalau dia sedang marah apda Randy..


"Ternyata Frans dan Febby ada masa lalu. Tapi sepertinya Frans pria baik-baik Mas." Ujar Kinan.


"Namanya juga pria sayang, ibaratnya kucing tidak akan mendekat kalau tidak di kasih tulang. . .Dan Frans juga awalnya memang suka pada Febby saat oertama melihat, tapi semakin kesini tabiat Febby semakin jelas dan emmbuat Frans jengah hingga tidak mau kagi kenal dengan Febby." Ujar Randy.


"Baiklah. . kalau gitu aku merasa lebih tenang kalau mas dengan Frans dan juga Gerry. Setidaknya dia bisa lebih keras sama wanita." Ujar Kinan.


"Lagian masalah ini muncul juga karena ulahnya sayang, dugaan sementara dia menjual informasi kepada saingan Gerry yang iri pada Gerry. Dan Frans sekarang sudah menyelediki dan mencari mencari bukti yang akurat. Sebelum dia masuk ke penjara, kita bakal kasih pelajaran dulu buat dia. Anggap saja sebagai kenang-kenangan sebelum dia menghabiskan masa tuanya di dalam penjara." Ujar Randy.


"Tapi Mas jangan ikut-ikutan main tangan ya Mas. Ingat mas punya anak cewek. Mas harus jaga sikap dan emosi jangan sampai mas memukul atau berbuat yang melanggar hukum." Ujar Kinan.


"Iya sayang, mas selalu ingat dengan pesan kamu. Mas hanya ingin melihat saja, bagaimana prosesnga dan juga merampungkan semua masalah disana." Ujar Randy.


Mereka telah sampai di kediaman orangtua Kinan, Bunda dan Ayah sudah menunggunya di teras depan sejak tadi. Randy segera menggendong Alina yang tertidur selama perjalanan.

__ADS_1


__ADS_2