Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Banyak Harapan


__ADS_3

Keesokan harinya. .


Tokk tokk tokk..


"Permisi. . Selamat pagi. . " Uajr dokter Lani yang diikuti oleh seorang perawat demgan sebuah box bayi yang di dorong.


"Pagi Dokter. . ." Ujar Kinan.


"Pagi Ibu Kinan. . bagaimana kabarnya hari ini?" Tanya Dokter Lani.


"Sudah lebih baik dokter. . Apakah putraku sudah boleh keluar dari sana?" Tanya Kinan dengan mata berbinar.


"Tentu saja. . .Selama observasi tidka ada gejala yang serius. . dia anak yang kuat . . seperti Mami nya. .. " Ujar dokter Lani mengangkat Adik Vin dari Box dan menyerahkannya pada gendongan Kinan.


"Terimakasih Dokter. . . akhirnya aku bisa melihat dan menggendongnya. . .Dia benar-benar anak yang kuat. . ." Ucap Kinan terharu saat melihat tatapan mata adik Vin yang sangat tajam dan menggemaskan.


"Kalau begitu saya permisi dulu Ibu Kinan. . mau lanjut visit. . Jika butuh sesuatu tekan bell saja." Ujar Dokter Lani dengan ramah.


"Iya Dok . . terimakasih. . . " Ucap Kinan.


Dokter Lani dan perawat keljar dari ruang rawat meninggalkan Kinan dan Adik Vin berdua. Randy dan Alina sedang keluar membeli sarapan untuknya.


"Halo sayang. . . Ini Mami Nak. . . Maaf selama dua hari ini Mami tidak menjengukmu karena belum di perbolehkan. Tapi hari ini kamu sudah boleh keluar dari sana, Terimakasih sudah memilih rahim Mami. Maaf jika Mami sudah membuatmu berada dalam keadaan yang kritis. Semoga kedepannya keluarga kita akan baik-baik saja." Ucap Kinan membelai Adik Vin dengan lembut.


Seolah paham dengan keberadaan Kinan, Adik Vin tersenyum dan emmbuat Kinan kembali meneteskan air matanya karena terharu. Tangan mungilnya berada dalam genggaman Kinan.


Terimakasih sudah memberiku hadiah yang begitu sempurna Tuhan. . Memberiku keluarga yang utuh, suami yang baik, anak-anak yang menggemaskan. Semoga aku dan Mas Randy bisa menjaga amanah-Mu dengan baik. . Jagalah keluarga kami Tuhan. . .


*Nak, suatu saat kau akan tahu. . .saat kamu dan Mami sama-sama berjuang untuk bisa tetap berada di dunia ini. Mami yakin kamu akan tumbuh menjadi pria tampan yang di segani. .


Kamu tahu? Oma, Opa dan yang lainnya menyayingimu jauh sebelum kamu lahir Nak. Apalagi setelah kamu lahir, mereka sangat menyayangimu. . .Dan satu lagi. .


Kakakmu yang cantik. . Kakak Nana. Dia selalu mengajakmu cerita hampir setiap malam. . mengelus perut Mami supaya kamu bergerak di dalam perut Mami. . .


Tumbuhlah menjadi anak baik, rendah hati. . .


Menghormati satu sama lain. . .

__ADS_1


Dan bisa menjaga nama baik keluarga kecil kita Nak. . .


Hmm. . Mami tahu, kamu baru dua hari di sunia ini, tapi Mami sudah emnaruh banyak harapan untukmu. . .


Maafkan Mami, karena Mami sudah memiliki banyak harapan dan angan untukmu, kau tak perlu mendengar ucapan Mamimu sekarang. . .Ini hanya bentuk syukur dan bahagia Mami setelah melihatmu dan memelukmu.


Bantu Mami dan Papi ya Nak, kita sama-sama belajar merawatmu. . .


Mami tidak ingin memperkerjakan baby sitter, karena Mami ingin 24 jam bersamamu, Kaka Nana dan Papi*. . .


Kinan memeluk Adik Vin dengan erat seolah tidak rela melepasnya meski hanya terpisah box. Kinan terus menciumi wajah adik Vin dan tangan mungilnya secara bergantian.


Tanpa di sadari, Randy dan Alina telah kembali. Randy terdiam melihat pemandangan indah di depannya. Kinan sedang menggendong Adik Vin yang tertidur di dalam pelukannya.


Kinan dan Adik Vin



Dia terlihat sangat bahagia, tentu saja. Keluarga kami sudah lengkap sekarang. Semoga aku bisa menjaga keutuhan rumah tanggaku sampai aku menutup mata. Mereka adalah alasanku bertahan hidup.


Batin Randy, langsung mencium pipi Alina yang sedang tersenyum melihat Kinan sedang bersama Adik Vin. Randy segera mendekati istrinya yang seda duduk di atas bed.


"Ssstt. . Jangan berisik Mas. . dia sedang tidur. " Ujar Kinan.


"Aku tidak berisik. . Lihat Nana. . Mami menyuruh Papi untuk diam. . " Ujar Randy mengadu pada Alina dengan manjanya.


"Papi. . jangan berisik. . Adik sedang tidur. . " Ucap Alina membuat Kinan tertawa karena Alina membelanya.


"Haiihhh. . Rayna benar. . jagoan kita menjadi sainganku sekarang." Ujar Randy.


Kinan menaruh Adik Vin ke dalam box bayi agar bisa tidur dengan nyenyak. Dan mereka bisa sarapan bersama, Kinan menyuapi Alina dan menyuapi dirinya sendiri.


"Besok kamu sudah boleh pulang. . ." Ujar Randy pada Kinan setelah selesai makan.


"Hmm. . syukurlah. . .Bunda dan Mamah biar menunggu kita di rumah saja ya Mas. Kita pulang berempat saja." Ujar Kinan pada Randy.


"Hmm bisa di atur. Kita habiskan malam ini berempat ya. Kapan lagi kita bisa seperti ini, anggap saja kita sedang liburan berempat tanpa melibatkan yang lain." Ucap Randy.

__ADS_1


"Hmm. . Lalu bagaimana dengan Tuan Patrick dan wanita itu?" Tanya Kinan membuat seketika menjadi hening.


"Aku hampir lupa jika masih ada dua manusia itu. Kita selesaikan besok. . Kita bawa Nana dan juga seorang pengacara. Kita benar-benar buat Nana terlepas dari keluarga mendiang Ayahnya." Ujar Randy membelai rambut Nana yang saat ini sedang fokus menonton animasi di ponsel Kinan.


"Iya Mas, aku tidak mau putriku kenapa-kenapa. Lia akan marah oadaku jika aku tidak bisa menjaganya mas." Ucap Kinan.


"Hmm. . .Mas akan melakukan yang terbaik untuk Nana sayang. . Untuk kebaikan keluarga kecil kita nantinya." Ujar Randy.


"Terimakasih Mas." Ujar Kinan dengan mata yang berkaca-kaca.


Tiba-tiba adik Vin menangis, membuat Kinan segera bangun dan menghampirinya. Alina segera meletakan ponsel Kinan dan turun dari pangkuan Randy untuk melihat Adik Vin.


Kinan mengangkat Adik Vin, dan memindahkannya diatas bed. Kinan mengganti diaper Adik Vin karena sudah penuh. Alina memperhatikan secara seksama seolah sedang memperhatikan step by step nya.


"Adik Vin kenapa Mami??" Tanya Alina.


"Adik Vin merasa tidak nyaman karena diapernya sudah penuh sayang. . ." Ucap Kinan dengan lembut sembari tangannya mengganti diaper Adik Vin dengan cekatan.


"Nana mau bantu Mami. . " Ujar Alina.


"Baiklah. . ambilkan tissue basah ya kakak. . ." Ucap Alina.


"Baik Mami. . " Ujar Alina dengan semangatnya segera mengambilkan tissue basah di meja dekat bed.


Randy terharu melihat Alina yang begitu semangat membantu Maminya mengganti diaper adiknya. Randy merasa beruntung, karena Lia menitipkan seorang malaikat kecil yang cantik pada keluarganya.


Belum genap satu tahun dia hadir dalam keluarga kecilku, tapi aku merasakan ikatan batin yang teramat kuat dengannya.


Tidak perlu ada hubungan darah, tidak perduli dia dari mana. . Tapi saat ini dia adalah putriku, putri kecil yang selalu membawa kebahagiaan dalam keluargaku.


Sampai Kapanpun dia akan tetap menjadi putri kecilku. Aku tidak akan membiarkan putriku mendapatkan pasangan yang tidak menyayanginya, jika aku tahu ada pria yang membuatnya marah sekalipun akan aku pastikan dia tidak bisa hidup dengan tenang.


Batin Randy yang sudah membayangkan jika Alina sudah besar nanti dan menjadi rebutan banyak pria yang hanya modal wajah dan gombalan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Maaf kemarin tidak jadi Up eps selanjutnya hehehe 😄😄

__ADS_1


Sekarang tidak mau janji, tapi akan aku usahakan. . .


🌹DIRGAHAYU 75th 🇮🇩🇮🇩 MERDEKA!!🌹


__ADS_2