Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Siapa Bagus?


__ADS_3

Tokk...tokk..tokk..


"Iya sebentar...." Suara Kinan dari dalam kamar.


"Hai Kin." Ujar Maya, Sofi dan Lia bersamaan.


"Ka...kalian.... darimana kalian tahu rumah Eyang? Lalu ada apa kalian datang kesini? Masuklah." Ujar Kinan kaget melihat ketiga temannya yang sudah berdiri di depan pintu kamarny.


"Kami menyusulmu, kami tahu alamat ini dari Bunda peri." Jawab Maya.


"Lalu ada perlu apa kalian menyusulku? Kau juga Sofi, bukankah seharusnya kau menemani Pak Randy." Ujar Kinan.


"Kami juga cuti sepertimu, lalu Lia aku ajak saja dia." Ujar Sofi.


"Kin, kenapa keluar dari Ardhana Group?Lalu bagaimana dengan nasib Divisi kita?" Tanya Maya.


"Kau sudah tahu semuanya?" Tanya Kinan melihat ketiga sahabatnya satu-persatu dan mereka secara bersamaan menganggukan kepalanya.


"hmm... Lebih baik kalian mandi dulu. Nanti aku ceritakan setelah kalian wangi." Ujar Kinan.


"Janji ya." Ujar Maya.


"Iya Maya." Jawab Kinan.


"Apakah kalian bawa baju ganti?" Tanya Kinan.


"Nih...." Lia mengangkat papper bag menunjukkan pada Kinan bahwa mereka bawa baju ganti.


"Hanya itu?" Tanya Kinan.


"Iya karena Pa...." Ujar Maya yang kangsung di hentikan Sofi.


"Karena panas di Jakarta jadi kita malas untuk pulang ke rumah dan mengambil baju ganti." Ujar Sofi beralasan.


"Benarkah?" Tanya Kinan dengan curiga.


"Aku tidak bisa berbohong padamu Kin." Jawab Lia beralasan meski dia ikut berbohong.


"Hmmm...Baiklah... Sana pergi mandi, besok aku ajak kalian beli pakaian." Ujar Kinan.


Sofi, Lia dan Maya mandi secara bergantian, sedangkan Kinan masih bingung kenapa ketiga sahabatnya bisa menyusulnya dan tahu rumah Eyang. Tapi di sisi lain Kinan senang karena dia punya teman untuk berlibur meski hanya beberapa hari sebelum dia mengantarkan surat pengunduran dirinya.

__ADS_1


"Kin... kami sudah selesai mandi. Sekarang ayo cerita sama kami." Ujar Maya membuyarkan lamunan Kinan.


"Eh kalian sudah selesai....Astaga... kenapa kalian kompak sekali." Ujar Kinan kaget melihat ketiga temannya memakai pakaian yang sama hanya beda warna.


"Hanya ini yang menarik untuk kami." Jawab Sofi.


"Ayo Kin cerita." Pinta Maya yang sudah duduk dan siap mendengarkan.


"Aku bingung.... Padahal aku tahu, kami hubungan kami hanya sebatas kontak saja tidak lebih. Tapi hatiku saat saat melihat Pak Randy di peluk wanita itu. Dan Pak Randy tidak menolaknya, aku hanya takut jatuh hati pada Pak Randy kalau kontrak ini terus berlanjut. Baru kali ini aku merasakan jatuh cinta, tapi rasanya sakit sekali. Aku tidak ingin perasaan ini terus berlanjut jika kenyataannya Pak Randy sudah memiliki yang lain. Dan aku juga sadar, dia jauh lebih cantik dariku." Ujar Kinan.


"Tapi apa harus kamu mengundurkan diri?" Tanya Sofi.


"Bukankah itu sudah menjadi kesepakatan kalau aku tidak bisa melanjutkan kontrak ini aku harus mengundurkan diri." Jawab Kinan dengan tatapan kosong.


"Tapi Kin, bagaimana kalau wanita itu bukan siapa-siapa Pak Randy?" Tanya Lia.


"Tapi aku bisa melihat dari gesturnya dia menyukai Randy dan ingin memilikinya. Dan aku emndengar sendiri kalau dia ke Indoseia untuk menemui Pak Randy. Tujuan dia ke Indonesia cuma Pak Randy bukan yang lain, itu sudah cukup jelas."Uhar Kinan lagi.


"Kenapa kau tidka bertanya langsung pada Pak Randy siapa wanita itu?" Tanya Maya.


"Bagaimana aku mau bertanya, wanita itu selalu menempel pada Pak Randy. Kau lihat sendiri kan Fi?" Tanya Kinan melirik Sofi.


Mulutku sangat gatal ingin memberitahukan pada Kinan kalau Pak Randy mencintainya, tapi dia tidak akan percaya kecuaki kata-kata itu keluar sendiri dari mulut Pak Randy...Semoga rencana Pak Randy berjalan dengan lancar. -Batin Sofi.


"Sofi, kamu kenapa?"Tanya Maya yang melihat Sofi melamun.


"Hmmm. tidak aku hanya sedang mencari cara supaya keduanya bisa bertemu di satu tempat tanpa peperangan. Dan satu lagi tidak ada set*n yang mengganggu." Ujar Sofi.


Di ruang tanu....


"Jadi Nak bagus ini yang akan menjadi suami Kinan?" Ucap Eyang Kung.


"Siapa itu Bagus?Maaf Eyang saya Randy bukan Bagus." Jawab Randy.


"Ran, kamu diam saja, nanti saya jelaskan." Ucap Keanu menatap Randy.


"Oh baiklah." Ujar Randy begumam.


"Le, dia teman sekolahmu juga?" Tanya Eyang Kung pada Keanu.


"Iya Eyang, Randy ini teman sekolah Keanu dulu. Dan sekarang dia sudah memiliki perusahaan sendiri yang dia bangun dari nol." Jawab Keanu.

__ADS_1


Sejak kapan Adrian ganti nama jadi Le? -Batin Randy.


"Nak bagus, apa yang membuatmu tertarik pada cucuku?" Tanya Eyang Kung.


"Maksud Eyang cucu yang mana?" Tanya Randy.


"Lho, cucu saya hanya Kinan dan Kea. Jadi kamu tertarik dengan yang mana to nak bagus?" Tanya Eyang Ti.


"Oh maaf Eyang, saya kira cucu Eyang banyak. Saya suka Kinan karena dia gadis baik dan cerdas, selain itu dia tertutup dalam berpakaian. Saya menyukai gadis yang berpakaian tertutup dan sopan Eyang." Ujar Randy.


"Jadi kamu serius dengan cucuku?" Tanya Eyang Kung lagi.


"Iya saya serius Eyang, kalau tidak serius mana mungkin saya menyusulnya sampai kesini." Ujar Randy.


"Baiklah, jaga cucu perempuanku satu-satunya. Dia dari kecil kami besarkan dengan kasih sayang. Kalau ada yang menyakitinya akan berurusan denganku." Ujar Eyang Kung memegang tongkatnya membuat Randy tergidik.


"I...iya Eyang. Saya tidak akan menyakiti cucu Eyang. Saya mencintainya Eyang, sungguh." Ujar Randy mengangkat tangan dan mengangkat dua jarinya.


"Apa maksud dua jari itu?" Tanya Eyang Ti tak mengerti.


"Peace Eyang." Jawab Randy.


"Pis apa? Kea temanmu ini kok aneh... " Ujar Eyang Ti berbisik pada Kea.


"Maaf Eyang, sebaiknya saya membawanya ke kamar dulu agar dia mandi. Mungkin dia masih mabok perjalanan Eyang, Maafkan Randy ya Eyang " Ujar Keanu pada Eyang.


"Ya sudah, ajak dia ke kamarmu. Kita bertemu lagi makan malam nanti ya." Ucap Eyang Ti.


"Iya Eyang, kami permisi dulu." Ujar Keanu dengan sopan.


Keanu memberikan isyarat agar Randy mengikutinya, tanpa bertanya lagi Randy segera berdiri dan mengikuti Keanu yang pergi menjauh dari ruang tamu.


"Pak, bagaiamana menurut Bapak?" Tanya Eyang Ti pada Eyang Kung.


"Bapak setuju saja Bu, tapi dia kok sedikit aneh ya Bu." Ujar Eyang Kung.


"Iya Pak, Ibu juga berpikir seperti itu. Tapi dia pria yang baik Pak, Rianti juga berkata seperti itu Pak, dari keluarga besarnya sangat baik pada cucu kita. Semoga saja Kinan bisa hidup bahagia dengan Nak Bagus yan Pak." Ujar Eyang Ti.


"Iya Bu, Bapak juga berharap seperti itu. Ya sudah sebaiknya kita mandi juga Bu sebelum maghrib." Ujar Eyang Kung.


Eyang Kung dan Eyang Ti kembali ke kamarnya dan bergantian untuk mandi karena jam sudah menunjukkan pukul 16.30

__ADS_1


__ADS_2