
Sudah pukul 8 pagi, tapi Randy masih bermalas-malasan di bawah selimut. Saat melihat jam di ponsel Randy begitu kaget karena takut isterinya akan mengomel lagi kalau bangun telat. Randy segera turun dari kasur tanpa melihat disekitarnya.
Astaga. . .Sudah jam 8 dan aku baru bangun .. . aku akan kena marah isteriku. . Tapi kemana dia? Tidak terlihat batang hidungnya. . - Batin Randy yang mencari-cari Kinan.
"Kemana dia? Di kamar mandi tidak ada, di balkon juga tidak ada. . Apa jangan-jangan dia pergi sendiri karena aku tidak bangun-bangun?. . Astaga. . baiklah. . aku akan mandi sekarang dan menyusulnya. . " Ujar Randy segera berlari masuk kamar mandi.
Tidak sampai sepuluh menit, Randy sudak keluar dari kamar mandi dan memakai pakaiannya. Saat hendak keluar dari ruang ganti, dia tak sengaja melihat ponsel Kinan masih ada di atas meja riasnya. Randy semakin bingung karena Kinan pergi tanpa membawa ponsel, kemana dia akan mencarinya kalau Kinan tidak membawa ponselnya.
Saat dia mau keluar dari pintu tiba-tiba Randy mendengar suara isterinya dari atas kasur. Randy segera membalikkan badannya untuk memastikan kalau telinganya tidak bermasalah.
"Hoamm. . . Mas kamu mau kemana?" Tanya Kinan keluar dari bawah selimut.
"Astaga sayang. . . kamu dari tadi di bawah selimut? Aku mencarimu kemana-mana, kenapa kamu diam saja?" Ujar Randy dengan khawatir.
"Aku kan lagi tidur. Mana aku tahu kalau kamu mencariku Mas. . Kamu menyalahkan aku?" Ujar Kinan sedikit kesal.
"Ti. . tidak sayang aku tidak menyalahkanmu, aku hanya khawatir." Ujar Randy menghela nafasnya.
"Kalau tidak menyalahkanku, kenapa kamu tidak senyum saat berbicara denganku?" Tanya Kinan memonyongkan bibirnya.
"Maaf sayang, aku salah. . .Aku terlalu khawatir sayang . . Maafkan aku ya." Ujar Randy.
"Hmm. . sekarang jam berapa Mas?"Tanya Kinan.
"Jam 8.30 sayang. . "Jawab Randy.
"Apa? Kenapa Mas tidak membangunkan aku? Ini kan hari terakhir kita berada disini Mas. . . Apa kita tidak jadi jalan-jalan?" Tanya Kinan dengan mata beekaca-kaca hampir menangis.
"Bu. . bukan begitu sayang. . mas juga baru bangun jam 8. . ya sudah sekarang kamu mandi ya. .Kita sarapan di hotel saja supaya lebih cepat, Mas akan pesan sarapan sekarang juga." Ujar Randy.
"Terserah Mas saja." Jawab Kinan sembari turun dari kasur dan pergi ke kamar mandi.
"Livrez le petit déjeuner dans notre chambre maintenant (Antarkan sarapan ke kamar kami sekarang)." Ujar Randy menghubungi bagian dapur hotel.
" Oui monsieur, le petit déjeuner arrivera dans dix minutes (Baik tuan, sarapan akan sampai dalam waktu sepuluh menit)." Jawab seorang Koki dari dapur Hotel.
Kenapa isteriku jadi suka marah sekarang. . apa karena dia kangen dengan Nana? Baiklah nanti aku akan menghubungi Nana supaya Maminya tidak marah lagi. -Batin Randy.
__ADS_1
Tokk. .Tokkk. . Tokk. .
"Bonjour...." Ucap seorang pelayan dari balik pintu.
Setelah makanan di siapkan diatas meja, pelayan kembali ke dapur. Randy segera melakukan panggilann video ke Rayna.
"Hallo Kak. . .ada apa?" Tanya Rayna.
"Dimana Nana?" Tanya Randy.
"Hari ini jadwalnya Nana bersama Oma Bunda Kak." Jawab Rayna yang sedang sibuk di depan laptopnya.
"Oh Baiklah. . aku akan menghubungi Bunda." Randy segera menutup teleponnya.
"Hallo Bun. . bagaimana kabar Bunda?"Tanya Randy setelah melihat wajah Bunda di layar ponselnya.
"Iya Nak? Bunda sedang masak untuk makan siang. Kamu ingin bicara dengan Nana?" Tanya Bunda yang sedang berjalan meninggalkan dapur.
"Hehee iya Bun, maaf merepotkan." Ujar Randy.
"Tidak apa Nak, dimana isterimu?" Tanya Bunda.
"Nana. . . Papi ingin bicara dengan denganmu Nak. . " Ujar Bunda memanggil Alina. "Bunda lanjut masak dulu ya Nak, kamu ngobrol dengan Nana dan Ayah dulu." Ujar Bunda.
"Iya Bun, terimakasih ya Bun." Ujar Randy.
"Papi. . . "Ujar Alina dengan senang.
"Hallo sayang, Nana sedang apa?" Tanya Randy.
"Main dengan Opa. . "Jawab Nana.
"Bagaimana kabar kalian disana Nak?" Tanya Ayah.
"Baik Yah. Ayah bagimana kabarnya? Maaf ya Yah kalau menitipkan Nana terlalu lama, kemungkinan dari sini kami lanjut ke US karena ada pekerjaan disana." Ujar Randy.
"Tidak apa. . Nana anak yang baik. Dia tidak rewel." Ujar Ayah.
__ADS_1
"Mas. . .Siapa?" Tanya Kinan keluar dari ruang ganti.
"Anak kita sayang. . .Kemarilah. . ." Ujar Randy.
"Mana? Nana sayang . . ." Ujar Kinan dengan semangatnya.
"Mami. . . ." Ujar Nana saat melihat Kinan.
"Mami kangen Nak. . ."Ujar Kinan.
"Nana juga kangen. . kapan Mami pulang?" Tanya Alina.
"Besok ya Nak. . .Mami mau menemani Papi dulu untuk urusan kerja. Nana kapan berangkat ke Bali?" Tanya Kinan.
"Kapan Opa?" Tanya Alina pada Ayah.
"Besok lusa Nak. Tapi Ayah dan Bunda tidak bisa ikut, karena ada Nenek di rumah, kasihan kalau Nenek diajak pergi kesana." Ujar Ayah.
"Oh iya. . tidak apa-apa Yah. . "Ujar Kinan.
"Ya sudah. . .kamu sarapan dulu. . sepertinya belum sarapan. . Nana sedang fokus dengan puzzlenya. . " Ujar Ayah yang melihat ada makanan di meja belakang Kinan.
"Iya Ayah. . salam untuk Bunda dan Nenek ya Yah. .. " Ujar Kinan.
"Iya sayang. . pulang-pulang bawa adik untuk Nana ya Nak." Ujar Ayah
"Iya Yah, kalau di kasih cepat ya . . hehe.." Kinan mengakhiri teleponnya.
"Ayo kita makan. . setelah ini kita pergi." Ujar Randy.
"Iya ayo. . " Jawab Kinan. "Mas apa tidak sebaiknya Mas kirim pengawal untuk menjaga Nana Mas. Walaupun sudah ada Mamah dan Papah akan lebih baik kalau ada pengawal. Aku takut kalau ada Oma dan Opa kandung Nana disana Mas. Aku tidak ingin mereka menyentuh Nana sedikitpun" Ujar Kinan dengan khawatir.
"Hmm. .benar juga. . ya sudah nanti Mas minta Sofi untuk mengirim pengawal ke Bali." Ujar Randy membuat Kinan merasa lebih tenang.
"Terimakasih ya Mas." Ujar Kinan.
"Iya Sayang. . sekarang makanlah. . " Ujar Randy.
__ADS_1
"Hmmm.. .. " Kinan melanjutkan makannya.
Setelah selesai sarapan, Kinan kembali masuk ee ruang aanti unruk mengambil cardigan, dan tidak lupa sedikit memoles sedikit bibirnya dengan liptint. Setelah memutar-mutar badannya di depan cermin untuk memastikan penampilannya, Kinan keluar dari ruang ganti dan mengajak suaminya untuk segera pergi.