
Hari senin telah tiba, Kinan bersiap-siap karena hari ini dia tetap masuk kerja seperti biasanya. Tepat pukul 6.30 Kinan turun untuk sarapan, disana semua keluarga sudah menunggunya dan Nenek masih disini. Kinan sangat senang, karena semnejak dia bekerja jadi jarang pergi berkunjung ke rumah Nenek.
"Selamat pagi..."Sapa Kinan.
"Selamat pagi....Calon pengantin ceria sekali pagi ini."Ujar Nenek.
"Hmm.. Nenek.. Aku setiap hari memang seperti ini."Ujar Kinan tersipu malu.
"Dia lagi semangat-semangatnya Nek, hari ini hari pertamanya dia satu kantor dengan calon suaminya."Keanu menggoda adiknya.
"Abang.. tidak seperti itu, apa aku harus memakai daster saja agar kalian tidak menggodaku?"Ujar Kinan lagi.
"Kinan jangan galak-galak sama calon suami ya."Ujar Ayah.
"Ayah... mas Randy itu bohong, aku tidak pernah galak padanya. Justru dia yang kaku kaya kanebo kering."Ujar Kinan.
"Kaku tapi kamu sayang kan?"Goda Keanu lagi.
"Abang kepo deh..."Kinan memeletkan lidahnya.
Bunda dan Nenek hanya tersenyum dan sesekali menggelangkan kepakanya dengan pelan melihat kelakuan Keanu dan Kinan yang tetap sama seperti dulu waktu masih kecil. Sudah lama Bunda tidak melihat wajah ceria kedua anaknya setelah Keanu harus pergi jauh demi profesinya.
"Nenek tinggal disini saja agar ada gang menjaga Nenek."Ucap Kinan.
"Lalu siapa yang akan menempati rumah di Bogor?"Ujar Nenek.
"Nanti biar Ayah suruh orang saja untuk datangs eminggu sekali membersihkan rumah Nenek. Iya kan Yah?"Ujar Kinan lagi.
"Iya Bu, disini saja agar aku bisa menjaga Ibu."Ujar Ayah.
"Ibu pikir-pikir dulu ya."Ujar Nenek.
Nenek tinggal seorang diri di Bogor semenjak kepergian Kakek 4 tahun yang lalu, Ayah sudah mengajak Nenek untuk tinggal bersamanya agar Nenek tidak sendirian, tapi Nenek menolaknya karena tidak bisa meninggalkan rumahnya. Ayah adalah anak tunggal, jadi dialah yang bertanggungjawab atas Nenek dan juga usaha di bidang kuliner milik keluarganya.
Sebulan sekali Ayah dan Bunda pasti pergibkeluar kota untuk urusan bisnis cabangnya. Dan setiap kunjungan bisnis Bunda dan Ayah pasti mampir mengunjungi Nenek dan juga makam Kakek. Dan di setiap kunjungannya Bunda selalu mengajak Nenek untuk ikut bersamanya tapi hasilnya tetap nihil. Bunda berharap jika Kinan yang mengajaknya, Nenek akan mau.
"Baiklah, Kinan sudah selesai sarapan. Kinan berangakt dulu ya."Bangun dan mencium tangan kedua orangtuanya, Nenek dan juga Keanu.
"Hati-hati ya Nak."Ujar Bunda.
"Siap Bun."Jawab Kinan.
"Jangan godain adik iparku ya Dek."Ujar Keanu.
"Apa tidak kebalik bang? Yang ada dia yang menggodaku."Ujar Kinan.
Kinan segera keluar dari rumah, dan Lia sudah berdiri di samping mobil untuk menunggu Kinan.
"Selamat pagi Kinan."Ucap Lia.
"Pagi Lia...Maaf ya kalau aku lama."Ujar Kinan.
"Tidak apa... silakan..."Lia membukakan pintu mobil.
__ADS_1
"Terimakasih."Kinan masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengaman.
"Langsung ke kantor atau mamoir dulu Kin?"Tanya Lia.
"Mampir dulu deh, aku ingin membeli makanan untuk teman-temanku."Ujar Kinan.
"Baik."Jawab Lia.
"Nanti berhenti di xx ya Lia."Ujar Kinan.
"Baik Kiaan."Jawab Lia lagi.
Kinan membeli jajanan pasar untuk teman-temannya karena mereka menyukainya. Kinan membeli dwngan wadahnya agar tidaa terlalu lama membungkus. Sesampainya di kantor, Lia membawakan jajanan yang Kinan beli ke dalam ruangannya.
"Lia, kamu disini saja. Itu ada meja dan kursi kosong. Duduklah disana agar kau ada teman. Dan kita bisa makan bersama disini, Oh iya jangan bilang kepada siapapun kalau aku dan Mas Randy sudah tunangan ya. Bjar mereka tahu sendiri saja."Ucap Kinan pada Lia.
"Baiklah."Lia duduk di kursi dekat Kinan.
"Selamat Pagi..." Sapa Maya dengan wajah ceria.
"Pagi May.... tumben datang lebih awal?"Tanya Kinan.
"Bukankan itu sudah biasa, harusnya aku yang bertanya padamu. Karena kepala divisi biasanya datang lebih siang."Ujar Maya.
"Itu tidak berlaku untukku. Lagian Lia pagi-pagi sekali sudaa tiba di rumahku."Ujar Kinan.
"Hai Lia..."Sapa Maya.
"Hai Maya..."Lia tersenyum pada Maya.
"Tidak ada. Tiba -tiba ingat wajahmu jadi aku beli saja."Uaar Kinan.
"Kalau begitu setiap pagi saja mengingatku."Ujar Maya sambil mengambil makanan.
"Hmm.. tapi kau tiap pagi harus setor uang padaku ya."Uaar Kinan.
"Jadi ini aku harus bayar juga?"Ujar Maya yang sudah menggigit makanannya.
"Tidak, aku hanya becanda."Ujar Kinan.
"Selamat pagi semua..... Kalian tahu tidak kalau Pak Randy yang tampan sudah bertunangan?"Ujar Lila.
"Pagi.... Benarkah?"Tanya Kinan pura-pura tidak tahu.
"Iya, tapi sayangnya aku tidak tahu siapa tunangannya itu."Ujar Lila kecewa.
"Kalau kau sudah tahu siapa orangnya mau kau apakan Lila?"Tanya Maya.
"Mau aku peluk dan aku bisikan.....sabar ya...."Ujar Lila dengan imut.
"Sabat kenapa?"Tanya Haris yang sudah berdiri di belakang.
"Sabar karena sudah bertunangan dengan Pria tampan berwajah dingin...hihihii..."Lila terkekeh.
__ADS_1
"Wajah boleh dingin tapi hati jangan..."Ujar Maya menambahi.
"Tapi aku penasaran... siapa wanita itu."Ujar Lila.
"Sudah...sudah pagi pagi jangan ghibah. Lihat Kinan membawakan kita makanan, ayo kita serbu."Ujar Maya mengambil makanan lagi.
"Wah... kebetulan sekali, aku belum sarapan. Lia ayo kita makan."Ujar Lila mengajak Lia.
Andai kalian tahu, akulah yang menjadi tunangan Mas Randy.... Aku memang harus bersabar menghadapinya, dia sangat sulit kutebak jalan pikirnya....-Batin Kinan.
"Selamat Pagi.."Sapa Devi.
"Pagi Devi, mari kita makan."Ujar Lila.
"Wah... banyak sekali, siapa yangbsedang ulangtahun?"Tanya Devi.
""Tidak ada.... Makan saja, rezeki tidak boleh ditolak kan."Ujar Maya.
Devi ijut bergabung dengan yang lain, Lia pun tampak akrab dengan teman-teman Kinan. Tiba-tiba ponselnya berdering dan masuk sebuah pesan dari Pria tampan berwajah dingin.
•• Selamat pagi sayang... Bisakah kau bawakan aku segelas kopi ke dalam ruanganku? Cari Sofi untuk mengajarimu bagaimana cara membuat kopi sesuai seleraku... Aku menunggumu...kopi. ••
Kinan memijit keningnya yang tidak sakit setelah membaca pesan dari lantai atas. Dia segera membisikkan sesuatu pada Lia dan menyuruh Lia untuk tetap berada di ruangan saja. Kinan segera pergi mencari keberadaan Sofibdi lantai atas sesuai permintaan sang Baginda.
"Dia mau kemana?"Tanya Lila.
"Dipanggil Bu Sofi."Jawab Lia.
"Apakah ada masalah?"Tanya Maya membuat ketiga temannya yang menghentikan kegiatannya.
"Tidak... Ada pekerjaan yang harus mereka kerjakan berdua. tenang saja."Ujar Lia.
"Huhhh. untunglah..."Maya merasa lega.
"Lia, ngomong-ngomong kaubbekerja sebagai asisten Kinan atau bagaimana?"Tanya Lila ingin tahun
"Lebih tepatnya Aspri sekaligus Sopri."Jawab Lia.
"Sopri siapa?"Tanya Devi.
"ckkk.....Sopir pribadi..."Jawab Lia terkekeh.
"Sejak kapan Kinan memiliki aspri dan si sopri?"Tanya Lila.
"Sejak kekasihnya memberikan pekerjaan untukku. Dan dia tidak ingin kalau Kinan sampai dekat-dekat dengan Pria lain."Ujar Lia.
"Apakah dia orang kaya?"Tanya Lila lagi.
"Tentu saja, mana mungkin dia memberikan Aspri pada Kinan kalau tidak Kaya La."Ujar Maya.
"hm... sangat kaya dan tampan tentunya."Ujar Lia semakin membuat penasaran teman-temannya.
"Wah.. Kinan sangat beruntung sekali. Dia cantik, cerdas, multitalent, dapat kekasih tampan+kaya...Perfect sekali. Nikmat manakah yang kau dustakan?"Ujar Maya.
__ADS_1
Satu sainganku telah berkurang... Aku doakan semoga Kinan segera menikah dengan pria itu agar Revan tidak ada kesempatan untuk mendekati Kinan...-Batin Devi.