Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Trap Plan


__ADS_3

Pagi harinya, setelah selesai sarapan, Randy dan Sofi segera pergi menemui Gerry dan Frans yang sudah menunggunya di perusahaan Gerry. Seperti biasa William sudah menunggunya di Lobby Hotel.


Perjalanan dari Hotel ke Perusahaan Gerry memakan waktu kira-kira 30 menit dengan kecepatan sedang. Sofi tampak sibuk memeriksa beberapa agenda dan juga laporan yang masuk dari beberapa staff nya di Jakarta.


"Selamat datang kawan . . .Akhirnya kau sudah tiba. . " Ujar Gerry yang sudah berdiri menunggu kedatangan Randy. " Hai Sofi. . ." Sapa Gerry yang sudah mengenal Sofi.


"Selamat pagi Tuan Gerry. . ." Ujar Sofi dengan sopan dan Gerry membalasnya dengan sebuah senyuman.


"Dimana Frans?" Tanya Randy pada Gerry.


"Hai aku disini kawan. . . ." Teriak Frans dari arah parkiran.


"Kau baru datang rupanya. . ." Ujar Randy.


"Kau tak bersama isterimu?" Tanya Frans.


" Bulan depan baby akan lahir, jadi dia tidak bisa kemana-mana." Ujar Randy.


"Wahh . .. kalau begitu bulan depan aku akan datang untuk melihatnya" Ujar Frans.


"Datanglah. . ." Ujar Randy.


Mereka segera masuk ke dalam dan mengikuti Gerry menuju lift dan langsung ke ruang kerjanya. Mereka melanjutkan obrolan tapi lebih serius lagi membahas rencana mereka untuk mengatasi masalah yang saat ini sedang terjadi.


"Bagaimana bisa dia memiliki akses untuk mendapat semua informasi tentang bisnis kita? Bukankah dia hanya ambrassador dan tidak seharusnya dia mendapatkan itu." Ujar Randy.


"Ada orang dalam yang bekerja sama dengannya. Orang itu telah kami tengkap, sekarang kita hanya butuh bukti dari pengakuannya secara langsung." Ujar Frans.


"Ma. . .maksud kamu?" Tanya Randy.


"Satu-satunya orang yang masih ia kejar-kejar hanya kamu Ran, jadi dengan terpaksa kami mohon. . .ajak dia makan malam, aku akan memberikan obat di minumannya dan membuatnya hilang kendali dan membuatnya mau mengakui perbuatannya." Ujar Gerry.


" Kau yakin rencananya akan berhasil?" Tanya Randy dengan ragu.


"Harus. .. hanya ini satu-satunya cara yang masih tersisa. . ." Ujar Frans.

__ADS_1


Randy terdiam sejenak, dia takut ada pers yang mengambil gambarnya dan Kinan melihatnya. Randy tidak ingin isterinya salah paham dan membayakan bayi yang masih dalam kandungannya. Sofi seolah tahu apa yang sedang Randy pikirkan, tanpa berpikir panjang Sofi menyampaikan pendapat yang setidaknya lebih aman.


"Maaf Tuan jika saya ikut campur, tapi apa tidak sebaiknya jika pertemuan Pak Randy dengan Nona model itu tidak di tempat umum. Mungkin bisa bertemu di sini dengan alasan Pak Gerry ingin mengajak bisnis lainnya. Untuk makan malam bisa saya siapkan di salah satu ruangan dan akan saya setting sebagus mungkin." Ujar Sofi.


"Aku setuju. . . itu lebih baik. . .setidaknya tidak akan ada orang asing atau mungkin wartawan yang melihatnya. Secara dia kan seorang model dan pernah membintangi beberapa sinetron meski tidak terlalu terkenal." Ujar Randy.


"Ide bagus. . . setidaknya kalian masih bisa bertemu dan ada kesempatan untuk mencari informasi." Ujar Frans.


"Ok, tak salah Randy mengajakmu kesini Sofi. Segera siapkan, kau akan di bantu oleh sekretarisku." Ujar Gerry.


Sofi dan Celline segera mempersiapkan semuanya mulai dari berbelanja peralatan untuk dekor seperti sebuah kejutan sepasang kekasih yang ingin melamar pasangannya. Sedangkan Gerry berusaha menghubungi Febby yang sudah lama tidak berkomunikasi dengannya.


"Ada apa Gerry? Aku sedang sibuk." Ujar Febby dengan sombongnya.


"Aku ada tawaran kerjasama yang baru denganmu. Apa kau bisa?" Tanya Gerry datar.


"Berapa kau akan membayarku?" Tanyanya.


"5x lipat dari yang kemarin." Ujar Gerry tanpa berpikir lagi.


"Kalau kau mau, datanglah kemari nanti malam pukul 8. Setelah Randy pergi dari sini." Ujar Gerry sengaja memperjelas suaranya saat menyebut nama Randy.


"Randy disini? Kapan dia datang?" Tanya Febby dengan semangatnya.


"Tadi pagi, rencananya dia juga akan menjadi brand ambassador, tapi aku masih mencari model wanita untuk jadi pasangannya." Ujar Gerry.


"Oh. . .Baiklah. . .aku akan datang sebelum dia pergi." Ujarnya mematikan ponselnya.


Gerry segera menyusul Randy dan Frans yang sedang bermain bilyard di lantai 4. Melihat kedatangan Gerry dengan wajah berbinar membuat Randy dan Frans segera mengakhiri permainan dan mendekati Gerry yang menjatuhkan badannya di sofa.


"Bagaimana?" Tanya Frans.


"Kau tidak melihat seperti apa wajahku sekarang?" Tanya Gerry menyunggingkan senyuman di bibirnya.


"Sudah kuduga. . .sebenarnya apa si yang dia sukai darimu Ran? Padahal dia sudah mendekati banyak sekali pengusaha besar di negara ini." Ujar Frans.

__ADS_1


"Mana aku tahu. . Lalu apa yang harus akau lakukan nanti malam?" Tanya Randy.


"Kau cukup menemaninya makan malam, mendengarkan celotehannya yang seperti anak kecil. . . menuruti kemauannya supaya dia percaya kau mulai membuka hati untuknya." Ujar Randy.


"Apakah tidak ada cara yang lain saja? Bukankah dia akan lebih membahayakan isteriku juga anak-anakku?" Uaar Randy.


"Dia tidak akan bisa melakukannya. . .percayalah." Ujar Gerry menepuk pundak Randy.


"issshh. . terserah kalian saja. . . Aku hanya ingin masalah ini cepat selesai dan aku bisa secepatnya kembali. Itu saja yang aku inginkan sekarang." Uajr Randy.


"Astaga. . .apa kau sudah merindukan isterimu yang cantik itu. . baru sehari. " Ucap Frans terkekeh.


"Jangankan sehari Frans, satu jam saja aku sudah merindukannya. Kau akan merasakannya setelah kau menikah." Ujar Randy.


"Hillliih. . .terlalu berlebihan. . . " Ucap Frans tak percaya.


"Lihat Ger. . .Pantas saja dia betah jomblo." Ujar Randy terkekeh.


"Cihh. . .Tunggu tanggal mainnya. . .aku akan menikah dengam wanita yang lebih cantik dari isteri kalian berdua." Ujar Frans.


Sementara itu. . .


Sofi dan Celline sibuk berbelanja peralatan untuk setting ruangan. Tak lupa mereka mencari koki untuk menyiapkannya, meski Sofi melakukannya dengan setengah hati karena tidak suka dengan Febby dan tidak ingin dia berulah lagi.


"Are you OK Sofi? (Kau baik-baik saja Sofi?)" Tanya Celline.


"I am fine. It's just that I half-heartedly did it. . She is a cunning woman. (Aku baik-baik saja. Hanya saja aku setengah hati melakukannya. . Dia perempuan yang licik)" Ujar Sofi.


"Yes. . I've heard that too. There were also many scandalous issues circulating about Miss Febby. (Ya. . aku juga sudah mendengarnya. Banyak juga skandal isu yang beredar tentang Nona Febby)" Ujar Celline.


" Is it true? (Benarkah?)" Tanya Sofi.


" Hmmm. . right now she is close to young entrepreneurs. His name is Mr. Erick. But it looks like Mr. Erick is only using him as a spy. . No more. Because Mr. Erick is reportedly also going to get married but not with her. (Hmm. . saat ini dia sedang dekat dengan pengusaha muda. Namanya Tuan Erick. Tapi sepertinya Tuan Erick hanya memanfaatkannya sebagai mata-mata. . Tidak lebih. Karena Tuan Erick kabarnya juga akan segera menikah tapi bukan dengannya)" Ujar Celline.


" I hope she will hit the stone. I really want to claw her assets which she has been proud of all this time. (Aku harap dia akan kena batunya. Aku ingin sekali mencakar asetnya yang selama ini ia banggakan.)" Ujar Sofi lagi.

__ADS_1


__ADS_2