Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Buta Hati karena Cinta


__ADS_3

"Nana mau ice cream?"Tanya Rayna.


"Mau. . .tapi kata ibu tidak boleh banyak-banyak."Ujarnya.


"Ok. Ayo kita pergi cari ice cream."Ujar Rayna.


"Oma boleh ikut?"Tanya Mamah.


"Oma Oma boleh ikut . . "Ujar Alina.


"Anak baik. . sebentar ya, Oma pamit dulu sama Aunty."Ujar Mamah.


"Nana ikut"Ujar Alina.


"Hmm ayo kita pamit sama Aunty."Mamah menggendong Alina dan membawanya ke Kinan.


"Kinan sayang, Mamah boleh ajak Nana beli ice cream kan?"Tanya Mamah.


"Aunty, Nana mau ice cream. Tapi tidak banyak, kata ibu boleh tapi tidak banyak."Ujar Nana.


"Kamu lucu sekali sayang. Boleh. . Tapi tidak boleh nangis ya."Ujar Kinan.


"Horee!! Boleh.."Ujar Alina dengan senangnya..


"Kamu tidak apa-apa kami tinggal.?"Tanya Bunda.


"Tidak apa Bun, ada Maya dan Revan disini. Pergilah. Papah dan Ayah juga. Kalian harus makan siang. "Ujar Kinan.


"Kalau ada apa-apa hubungi Mamah Ya Nak."Ujar Mamah mencium kening Kinan.


"Iya Mah."Jawab Kinan.


"Nana mau. . "Ujar Alina.


"Mmuach."Mamah mencium kening Kinan.


"Bukan. . ."Ujar Alina menggelengkan kepalanya.


Alina segera turun dari gendongan Mamah dan menghampiri Kinan. Alina ternyata ingin mencium kening Kinan seperti yang Mamah lakukan tadi. Semua tertawa melihat tingkah Alina yang menggemaskan.


"Aunty cepat sembuh ya."Ujar Alina.


"Terimakasih sayang."Ucap Kinan mengecup kedua Pipi Alina.


"Oma, Nana mau pamit Ibu." Ujar Alina.


"Nanti biar Tante saja yang bilang sama Ibu ya Nak. Ibunya masih Bobok. Nana anak pintar kan."Tanya Maya.


"Terimakasih Tante. Mmuach."Mencium pipi Maya dengan gemas.


Semua pergi mengantar Alina beli ice cream. Kinan dan Maya hanya tersenyum melihat Alina yang diam saja dalam gendongan Mamah.


"Setidaknya sekarang Nana merasakan kasih sayang Oma Opa yang lengkap darimu dan Pak Randy Kin. ."Ujar Maya.


"Hmm... Nana beberapa kali menanyakan Oma dan Opanya, tapi Lia tidak bisa menjawab apa-apa. Umur 3 tahun ingatannya sedang tajam, dia pasti ingat masih memiliki Oma dan Opa tapi sudah lama tidak menjenguknya. Kau sudah dapat kabar dari Sofi atau mas Randy?"Tanya Kinan pada Maya.


"Belum, aku sejak pagi menunggu Lia. Mungkin Revan tahu."Ujar Maya.

__ADS_1


"A...aku tidak tahu. . aku hanya tahu tadi pagi Bu Sofi dan Pak Randy pergi terburu-buru meninggalkan kantor. Dan Bu Sofi menyuruhku menjemput Alina."Ujar Revan dengan jujur.


"Hmmm... mungkin mereka sedang meeting. Sebaiknya kau makan Kin, lalu minum obatmu. . "Ujar Maya.


"Dan kalian berdua. . makanlah sana. Kapan lagi bisa makan berdua. "Ujar Kinan menggoda Maya dan Revan.


"Lebih baik kita makan ramai-ramai Kin, daripada makan berdua tapi kalian seperti ini."Ujar Maya.


"Hei. aku baik-baik saja. Lia akan sedih jika melihatmu seperti ini."Ujar Kinan.


"Nanti sore Lila, Haris dan Devi akan datang kemari."Ujar Revan.


"Oh . . Baiklah. . Bagaimana di kantor? Apakah semua baik-baik saja?"Tanya Maya.


"Hmm. hanya saja terasa beda. . tidak ada kalian bertiga." Jawab Revan.


"Sebentar lagi kita akan kembali lengkap."Ujar Maya.


Di Tempat Lain.. . .


"Erika. . kau sepertinya sedang bahagia hari ini?"Ujar Clara.


"Iya, bukanya kemarin kau sangat kesal. Kenapa hari ini kau beda lagi?"Ujar Fira.


"Hmmm. . setidaknya kemarin adalah hari terburuk untukku dan sekarang sampai seterusnya akan menjadi hari yang membuatku bahagia."Ujar Erika.


"Apa maksudnya?"Tanya Fira.


"Tanteku sudah membuatnya mereka celaka. Walaupun sasaran meleset setidaknya sekarang tidak ada lagi yang membantunya." Ujar Erika.


"Hmmm otak kalian memang di bawah rata-rata.. untung hari ini mood ku sesang baik jadi aku mau menjelaskan berdasarkan otak kalian saja." Ujar Erika.


"Ya sudah cepat jelaskan."Ujar Fira kesal.


"Sekarang wanita itu dan pembantunya sudah diambang kematian. Aku menyuruh Tante kesayanganku untuk menabrak mobil mereka." Ujar Erika.


"Kau jahat sekali Er. . Tidak seharusnya kau berbuat seperti itu, biar bagaimanapun juga kau tidak berhak membuatnya seperti itu. Apa kau tidak kasihan dengan keluarganya?Bagaimana kalau itu terjadi pada keluargamu, dan kau kehilangan orang yang paling kau sayang Er."Ujar Clara tak mampu menahan tangisnya.


"Heh. . kau kenapa? Apa urusannya kau dengan dia?Berani sekali kau marah padaku. kau kira kau itu siapa?" Ujar Erika.


"Susah sudah Er. . Kau memang salah. Clara kehilangan kedua orangtuanya karena kecelakaan. " Ujar Fira merangkul Clara.


"Tapi bukan aku yang membuat kedua orangtuanya kecelakaan, itu takdir mereka." Teriak Erika.


"Dasar tidak punya hati." Ujar Clara yang teringat dengan kejadian hampir 4 tahun silam.


"Tapi kau salah, kau sudah membuat Kak Jingga dan temannya kecelakaan Er. Kau harus bertanggungjawab." Ujar Fira.


"Hahahah hanya orang bodoh yang mau bertanggungjawab dengan rencananya yang sudah berhasil. Sama saja aku masuk ke kandang buaya." Ujar Erika.


Dari sisi lain. . .


"Kau sudah merekamnya Sofi?Tanpa kita bekerja dia sudah mengungkapkan dengan sendirinya. Kita harus memberikan imbalan untuk kedua temannya itu."Ujar Randy.


Sofi tak mendengarkan Randy, setelah selesai merekam Erika dan kedua temannya dia segera menghampiri Erika dan menamparnya hingga Erika kehilangan kendali dan tersungkur.


"Plak. . Plak....ini untuk temanku yang sudah kau tampar dan kau buat masuk rumah sakit. .. Plak. . plak. . ini untuk temanku yang sudah kau buat tak sadarkan diri hingga masuk ICU... plakk...plakk.... ini untuk putri temanku yang harus merelakan ibunya tak berdaya di ruang ICU. . plakkk... plaakkk.. dan ini untuk aku dan juga kelima temanku yang lain harus merasakan sakit melihat kedua teman kami masuk RS." Ujar Sofi yang terus menghajar Erika tanpa ampun.

__ADS_1


"Hahhh.... Sofi. . kenapa dia sudah ada disana? Bukankah tadi dia masih di belakangku. . Astaga. . .bisa-bisa dia membunuh anak kecil itu... " Ujar Randy yang tersadar Sofi sudah berada disana dan segera mengejarnya.


"Kenapa kau diam? Sakit yang kau rasakan belum seberapa dari apa yang Kinan dan Lia rasakan. . Aku tak perduli harus berurusan dengan polisi, setidaknya aku sudah melampiaskan semua kesedihanku dan juga teman-teman yang lain. . ingat ini belum seberapa. . ." Ujar Sofi dengan garang.


"Sofi. . .tenanglah. . . Kau bisa menambahnya nanti. . .tapi jangan sekarang setidaknya biarkan dia mengumpulkan tenaganya sebelum aku hajar. . " Ujar Randy.


"Ka... kak Randy. . "Ujar Erika dengan wajah pucat pasinya.


"Kau memang keterlaluan Erika. . aku sudah tahu semuanya tanpa aku korek sendiri. Temanmu benar. . kau tidak punya hati. . bukan hanya kau. . tapi Papahmu dan juga Tante Dona. . Kasihan sekali Tante Hesty harus memiliki anak semata wayang sepertimu." Ujar Randy.


"Kak dengarkan aku. . .aku hanya ingin kau bersamaku kak. aku mencintaimu. . aku tidak akan membiarkan wanita ja*ang itu merebutmu dariku." Ujar Erika.


"DIAMMMM!!! Plakk....." Teriak Randy membuat Sofi dan kedua teman Erika terdiam menahan nafasnya.


"Kau menamparku hanya karena wanita itu? Aku yang lebih lama mengenal Kakak, tapi wanita itu datang merebut kakak dariku. Apa aku salah mempertahankan pria yang aku cintai?" Teriak Erika.


"Rupanya urat kemaluanmu benar-benar sudah putus. . Aku hanya menganggapmu seperti adikku sendiri. .tidak lebih." Ujar Randy


"Tapi aku mencintaimu Kak." Teriak Erika.


"Bawa dia. . ."Ujar Randy.


Dua orang pria berbadan tegap keluar dari persembunyian dan segera membawa Erika.


"Lepaskan aku. . . lepaskan. . .Kak. . . aku mencintaimu. . . ." Teriak Erika.


"Kamu kenapa?" Tanya Randy pada Clara.


"Tidak apa-apa Pak. . " Jawab Clara masih terisak.


"Dia adik Maya Pak. Kedua orangtuanya meninggal kurang lebih hampir 4 tahun yang lalu karena kecelakaan. Sampai sekarang dia masih trauma dengan kejadian itu." Ujar Sofi menjelaskan.


"Baiklah. .Ajak dia ke Rumah Sakit. Dan panggilkan psikolog terbaik untuknya." Ujar Randy.


"Kalau begitu saya pulang dulu ya Cla. . Kamu jangan sedih lagi." Ujar Fira.


"Terimakasih Fir."Ujar Clara.


"Kau, berikan nomor rekeningmu pada Sofi." Ujar Randy.


"U...untuk apa Pak?"Tanya Fira.


"Karena kalian sudah membantu kami mendapatkan informasi." Ujar Randy.


"Ti..tidak usah Pak. Lagian kami juga tidak sengaja. Kami yang berterimakasih pada Bapak dan Ibu. Setidaknya Erika sudah dibawa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya." Ujar Fira.


"Tidak apa. . ini tidak seberapa daripada informasi yang bisa kami jadikan bukti untuk persidangan nanti. Dan kalian tidak perlu khawatir, selama persidangan belum berakhir kalian akan mendapatkan pengawalan dari orang suruhanku untuk menjamin keamanan kalian. Karena kami tidak ingin kalian celaka karena orang suruhan keluarga Erika." Ujar Randy.


"Oh. ba..baiklah."Ujar Fira.


"Tulis nomor rekeningmu . ." Sofi memberikan ponselnya pada Fira.


"Sudah Bu." Jawab Fira.


"Terimakasih ya. . kau pulang diantar oleh dia sampai rumah dan nanti dia yang akan menjelaskan kepada keluargamu." Ujar Sofi dengan ramah.


"Baik Bu. Terimakasih." Ucap Fira.

__ADS_1


__ADS_2