
"Pagi semuanya. . " Ucap Keanu dengan dua kantong plastik di tangannya.
"Pagii. . . " Jawabnya serentak.
"Sudah kembali. . . Kapan adikmu keluar dari Rumah Sakit bang?" Tanya Ayah.
"2 jam lagi Yah." Jawab Keanu.
"Apa benar mereka tidak mau kita jemput? Apa tidak repot mereka pulang berempat saja tanpa ada yang membantunya." Ujar Papah.
"Iya Om, Kinan dan Randy sudah berpesan seperti itu padaku kemarin. Mungkin mereka ingin belajar mandiri." Jawab Keanu.
"Hmm. . Mereka benar-benar menjalani kehidupan rumah tangganya tanpa campur tangan orang lain. Kamu kapan akan menyusul adikmu?" Tanya Papah.
"Sedang diusahakan Om, belum bertemu dengan yang pas. Doakan saja supaya secepatnya bisa bertemu dan segera menikah tanpa harus pacaran terlebih dahulu." Ujar Keanu.
"Tak perlu jauh-jauh. . . Kamu pilih saja salah satu dari mereka yang disana Ke. . Mereka sudah tidak perlu di ragukan lagi hati dan karakternya." Ujar Papah Ardhana.
"Iya Om. . . kalau memang jodoh pasti akan bersatu entah dengan yang mana." Ujar Keanu tersenyum malu.
"Adikmu sudah memberikan dua cucu untuk Bunda dan Ayah, sekarang Ayah tinggal menunggu cucu darimu Ke." Ujar Ayah menambah Keanu merasa canggung.
"Hmm. . Iya Yah, doakan supaya Kea bertemu dengan wanita yang baik." Ujar Keanu.
Keanu segera membawakan minum untuk Sofi dan yang lainnya yang masih sibuk dengan pekerjaannya. Terlihat Rayna dan Devi sedang meniup balon berwarna biru dan juga karakter bayi.
"Sepertinya kalau kita punya usaha sampingan CI cocok juga. . . Tak perlu bayar orang untuk pasang ini itu. Kita sendiri yang mengerjakan. ." Ujar Rayna.
"Lalu siapa yang akan memakai jasa kita Ray? Di luar sana sudah banyak CI yang lebih handal dan populer kan. Pasti mereka memilih yang sudah profesional." Ujar Devi.
"Kita juga bisa seperti mereka Kak Dev. . " Ujar Rayna lagi dengan semangatnya.
"Selesaikan dulu kuliahmu anak kecil." Ucap Keanu mengacak-acak rambut Rayna dengan gemasnya.
"Haiihh Kakak Dokter, aku kan hanya beranda-andai, tidak ada salahnya kan?" Tanya Rayna.
"Memang tidak salah, tapi sebaiknya kamu fokus pada kuliahmu. Setelah itu baru kamu boelh mau melakukan apa saja." Ujar Keanu.
"Hmm. . .Kakak Dokter. . Rayna sayang Kakak, Andai saja Kakak Ray ada dua, kan Rayna jadi senang. . " Ucap Rayna memeluk Keanu dengan manja.
__ADS_1
"Sekarang kakak-kakakmu malah lebih banyak Ray. . " Ucap Keanu.
"Iya Kak. . Ray juga punya adik. . . " Ujar Rayna melirik Clara yang hanya diam sejak tadi karena masih merasa malu.
"Dan kau sudah menjadi tante Ray. . . " Ujar Keanu yang lagi-lagi mengacak-acak rambu Rayna tak beraturan.
"Hmm iya Kaka Dokter. . .Tapi mereka memanggilku Nena. . hihi lucu ya Kak. Lalu kapan Kakak Dokter akan memberiku keponakan?" Tanya Rayna.
"Aku tidak bisa hamil dan melahirkan, jadi aku harus mencari seorang wanita yang mau menjadi ibu dari anak-anakku. . " Ujar Keanu.
"Iya Kakak Dokter iya. . .Ya sudah aku mau jadi kang balon lagi. . " Ujar Rayna.
Keanu mendekati Sofi dan yang lainnya, Revan sedang menaikkan tulisan WELCOME HOME, sedangkan Sofi sedang mengarahkan posisinya agar tidak miring dan terlihat lebih rapih.
"Sedikit lagi Re. . . geser ke bawah sedikit saja. . ." Ujar Sofi dengan menggerakkan tangannya untuk mengiayaratkan pada Revan.
"Seperti ini?" Tanya Revan mengubah sedikit posisinya sesuai arahan dari Sofi.
"Sedikiiiit lagi. . . ." Ucap Sofi.
"Seperti ini?" Ujar Revan kembali menggeser sedikit.
Tanpa sengaja Sofi menabrak seseorang hingga membuatnya hampir terjatuh karena kehilangan keseimbangan. Namun seseorang langsung mennagkap tubuh Sofi dan menariknya ke dalam pelukannya.
Semua mata yang disana mengalihkn pandangannya pada keduanya karena masih terdiam dengan posisi berpelukan. Maya hanya tersenyum dan merasa gemas melihat sahabatnya diam mematung.
Inikah yang dinamakan jodoh? Akhirnya kau sahabatku yang jomblo bertemu dengan pangerannya. . .Mereka serasi, semoga saja berjodoh.. .
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Keanu pada Sofi.
"Ah. . . tidak. . tidak. . . maaf Bang. . .terimakasih karena sudah membuatku tidak jadi jatuh." Ujar Soficyang belum melepaskan pelukannya apda Keanu.
"Hmm. . .sampai kapan kau akan terus memelukku? Mereka melihat kita." Ujar Keanu berbisik pada Sofi.
"Ah. . .Astaga. . .maafkan aku. . ." Ujar Sofi segera melepaskan pelukannya dan menjauh dari Keanu. Sofi segera mendekati Maya yang sejak tadi tersenyum kearahnya.
"Dihh. . . kenapa di lepas? Tidak usah sungkan. . anggap saja kami tidak ada." Ujar Maya menggoda Sofi hingga membuat wajahnya merah merona menahan malu.
"Apaan si May, Bang Kea hanya membantuku saja. Coba kalau dia tidak menangkapku, mungkin aku sudah jatuh." Ujar Sofi.
__ADS_1
"Sikat Sof sikat. . .Sebelum ada wanita kain yang mendekatinya." Ujar Maya.
"Aiihhh. . .Apaan sih, lagian kita tidak tahu kan Bang Kea masih single atau sudah ada kekasih. Bisa saja diam-diam dia backstreet. . " Ujar Sofi pada Maya.
"Mau aku carikan informasi mengenai dia? Satu sampai dua hari kedepan ya hasilnya." Ujar Maya menepuk pundak Sofi.
" Astaga. . .Sampai kapan aku harus menempel di tembok seperti cicak. . ." Ujar Bagas yang masih di atas memegangi balon yang akan di pasang.
"Oh. . .Astaga. . . .aku lupa. Maafkan aku, jiwa rumpiku bergejolak dengan sendirinya." Ujar Maya yang teringat jika Bagas dan dirinya belum selesai memasang Balon.
"Haiih. . .dasar calon emak-emak. . . " Ujar Bagas.
"Sudah pas kok. . .tinggal pasang saja disitu." Ujar Maya.
Sedangkan Sofi duduk melamun tanpa menghiraukan Maya dan Bagas yang sejak tadi berdebat. Sofi merasa jantungnya berdebar sangat kencang, ia takut memiliki penyakit jantung karena tidaa bkasanya jantungnya terus saja berdebar meski kejadian sudah lewat beberppa menit.
Apa kau benar-benar memiliki sakit jantung? Aku tidak ingin mati muda, aku ingin menikmati indahnya pernikahan dan menjadi seorang Ibi seperti Kinan. Mungjin aku jarang olahraga jadi seperti ini. . .
Batin Sofi berusaha untuk menenangkan dirinya agar tidak panik daa membuat jantungnya semakin berdetak dengan sangat cepat. Melihat sahabatnya yang sejak tadi diam, membuat Maya ingin mendekatinya dan menanyakan apa yang terjadi padanya.
" Kau kenapa? Apa kau sakit? Minum dulu." Tanya Maya duduk di samping Sofi dan menyerahkan sebotol minuman dingin yang di bawa Keanu tadi.
"Thank's. . Aku tidak apa-apa. . .Aku hanya takut saja jika aku memiliki sakit janyung dan tiba-tiba kena serangan jantung. Aku tidak jngin meninggal terlalu cepat May." Ujar Sofi.
"Memang apa yang kau rasakan sekarang? Kalau begitu aku panggilkan Bang Kea untuk memeriksamu." Ujar Maya.
"Ja. . .jangan. . . . " Ujar Sofi menahan Maya.
" Kenapa? Kau kan sakit. . . " Ujar Maya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**Ditunggu Kritik dan Sarannya Kak ๐๐
Jangan lupa like dan komen. . rate5 dam Vote seikhlasnya juga boleh, biar lebih semangat ngetiknya . heheh.
Terimakasih yang masih setia membaca karyaku. . ๐๐
๐น๐นSelamat Tahun Baru Hijriyah
__ADS_1
1 Muharram 1442 H๐น๐น**