
Randy membawa Kinan pulang ke rumah barunya yang jaraknya tepat berada di tengah-tengah antara rumah Bunda dan juga Mamah. Randy sengaja membeki rumah itu supaya adil, dan mereka bisa main kerumah Randy kapan saja yang mereka mau.
Saat memasuki gerbang rumahnya, Kinan terkesima dengan halaman rumahnya yang sangat luas. Dan ada sebuah rumah terpisah yang Kinan tidak tahu rumah untu apa lagi, mungkin untuk kantor Randy..
"Selamat siang Pak. . ." Ucap seseorang yang membukakan gerbang rumahnya tadi.
"Selamat siang, Pak Agus ya?" Tanya Randy.
"Iya Pak, saya Agus. " Ujarnya.
"Rumah Bapak dimana?" Tanyanya Kinan.
"Rumah saya di kampung Bu." Jawabnya.
"Hmm. . .Bapak tinggal saja di bangunan yang terpisah. Rumah itu akan menjadi rumah singgah para pekerja di rumah ini, besok mereka baru akan datang."Ujar Randy.
"Terimakasih Pak. . ."Ucap Pak Agus.
"Semoga Bapak betah bekerja dengan kami ya Pak." Ujar Kinan.
"Iya Bu. . ."Ujar Pak Agus dengan senangnya.
Setelah berbincang dnwgan Pak Agus, Kinan dan zrandy segera masuk ke dalam rumah yang dari luar sudha terlihat sangat besar.
Ceklekk. . .
"welcome home, honey. " Ucap Randy saat membuka pintu rumahnya untuk pertama kalinya.
"Wah. . .besar sekali Mas, ini dua lantai?" Tanya Kinan.
"Tiga. . " Ujar Randy.
"Tidak. .diatas hanya ada satu lantai mas." Ujar Kinan melihat ke atas.
" Yang satu lagi tidak terlihat." Ujar Randy.
"Astaga. . seram sekali." Ujar Kinan lagi.
"Kau mau lihat semua ruangan disini? Ayo aku antarkan." Ujar Randy pada Kinan.
"Memang Mas sudah pernah lihat?" Tanya Kinan.
__ADS_1
"Lihat secara virtual. Karena Sofi yang mengurusnya." Ujar Randy.
"Hmm. . .Kau harus menaikan gajinya Mas." Ujar Kinan.
"Bukankah tadi siang sudah aku naikkan gajinya. Kalau aku naikkan terus dia sudah jadi orang kaya sekarang dan tidak mau lagi kerja di Perusahaanku." Ujar Randy. " Ayo kita lihat semua ruangan di kantor ini." Ujar Randy lagi.
Setelah di lantai satu mereka masuki semua ruangan, Randy membawa Kinan masuk ke dalam lift dan memencet tombol angka 1, ternyata satu ruangan lagi di lantai dasar. Kinan benar-benar meras terkejut dibuatnya.
"Disini akan jadi ruang kerjaku nanti, supaya aku bisa fokus kerja di rumah kalau kau sedang ingin bermanja-manja denganku sayang." Ujar Randy.
"Tidak sebaliknya Mas?" Tanya Kinan.
"Kan kita saling melengkali sayang. Kalau kamu tidak manja aku yang akan manja. . begitu seterusnya. . . " Ujar Randy tak mau kalah.
"Terserah kamu saja deh Mas, asal kamu bahagia." Ujar Kinan.
"Nah gitu dong. . .sekarang ayo ke lantai tiga." Ujar Randy menggandeng tangan Kinan dan membawanya kembali masuk ke dalam lift.
Di lantai tiga mereka kembali memasuki ruang demi ruangan. Sofi juga telah menyiapkan kamar untuk Alina. Randy membawanya ke kamar yang sangat luas, membuat Kinan semakin terharu dengan semuanya. Dia membuka balkon di kamarnya dan ternyata ada taman kecil disana.
"Aku tahu kamu suka sekali dengan bunga. Akunharap kamu suka dengan taman kecil ini." Ujar Randy meemluk Kinan dadi belakang.
"Terimakasih Mas, aku suka." Ujar Kinan.
"Iya Mas." Kinan segera masuk ke kamar dan pergi mandi.
Sedangkan Randy turun ke lantai dasar untuk ke ruang kerjanya. Disana dia segera menghubungi seorang pengawal yang berjaga di gudang dimana Harun berada saat ini. Randy tisaa ingin Harun lolos begitu saja.
•• Jangan sampai dia lepas begitu saja, aku besok akan menemuinya. Berikan dia makan. . . ••
•• Baik Pak. ••
•• Kirim beberapa pengawal ke rumahku untuk berjaga disini. ••
•• Siap Pak. ••
Aku harap setelah ini tidak ada lagi yang mengganggu keluargaku apapun alasannya.. .. Dan aku harus mencari pengasuh untuk Nana walaupaun dia sudah besar setidaknya ada yang menjaga dan membantunya. . .Aku tidak ingin anakku kenapa-kenapa. .Karena dia adalah amanah dari Lia. -Batin Randy.
Sementara itu Kinan masih berada di dalam kamar mandi sejak 40 menit yang lalu, ternyata dia tertidur di dalam bath up saat berendam dengan air hangat. Setelah terbangun dari tidurnya, Kinan segera menyudahi mandinya dan berganti pakaian.
"Astaga aku ketiduran di kamar mandi. . . Aku harus segera keluar dari sini. . .Mas Randy belum makan. . .nanti dia kelaparan. . .astaga. .. " Ujar Kinan saat terbangun dari tidurnya di dalam kamar mandi.
__ADS_1
Setelah keluar dari kamar mandi Kinan segera mengganti pakiannya, dan berhias seperlunya. Selesai bercermin Kinan segera keluar dari kamar dan turun ke bawah untuk ke dapur untuk menyiapkan makan siang.
Saat membuka kulkas, dia tidak melihat ada bahan makanan yang bisa dia masak. Tanpa berpikir panjang Kinan memesan Go Food saja supaya cepat sampai.
•• *Mas dimana? Sudah jam makan siang, aku menunggu Mas di meja makan. ••
•• Mas kesitu sayang.••
Ting. .Tong. . .
GO Food* datang, Kinan bergegas membuka pintunya untuk menerima pesanan. Setelah pintu di tutup kembali Kinan segera menyiapkannya diatas meja. Sekitar 5 menit kemudian Randy datang entah dari mana Kinan tidak melihatnya karena sedang fokus mempersiapkan makan siangnya.
"Kau memesan Go Food? " Ujar Randy.
"Astaga. . Mas mengagetkanku. . .Di kulkas masih kosong Mas, apa aku harus membuat soup es batu untukmu?" Ujar Kinan.
"Benar juga. . .Baiklah nanti aku suruh art di rumah Mamah belanja." Ujar Randy.
"Kenapa tidak kita saja yang keluar Mas?" Tanya Kinan.
"Kita istirahat saja sayang. .. besok sepulang dari kerja baru kita belanja." Ujar Randy lagi.
"Hmm baiklah. .Aku besok ikut ke kantor ya Mas. . Aku kan masih kerja, belum resign. ..." Ujar Kinan.
"Hmm. . ." Ujar Randy sambil menyuapi makanan ke dalam mulutnya.
"Tidak ada kata-kata lain selain itu Mas?" Ujar Kinan.
"Tadi kan mulutku penuh dengan makanan sayang, bagaimana aku bisa bicara. Iya kamu besok ikut aku ke kantor dan bekerja seperti biasanya. Apa kau tidak mau jadi HRD saja? Kebetulan HRD akan habis masa kerjanya. Sebentar lagi kan kamu sudah dapat gelar S2nya." Ujar Randy.
"Akan aku pikirkan Mas. Memang sampai kapan masa kerjanya?" Tanya Kinan.
"6 bulan lagi sayang, tapi paling tidak 5 bulan lagi sudah ada anak baru untuk belajar dengannya selama satu bulan." Ujar Randy.
"Kenapa tidak Ray saja Mas?" Tanya Kinan.
"Dia kekeh ingin jadi psikolog di RS, aku tidak bisa memaksanya, toh memang dia harus bisa mandiri sayang." Ujar Randy.
" Hmmm. . .baiklah. . .setidaknya biarkan aku menghabiskan waktu dengan teman-temanku dulu sebelum aku pindah ruangan." Ujar Kinan.
"Baiklah. . .Aku sudah meminta beberapa pengawal untuk berjaga di rumah, jadi Nana akan aman selama kita tingga ke kantor." Ujar Randy lagi.
__ADS_1
"Terimakasih Mas." Ujar Kinan.