
Sekembalinya dari berbelanja Sofi dan Celline pergi makan dulu karena hari sudah siang. Mereka mampir di sebuah restaurant, dan tanpa sengaja mereka melihat Febby sedang bersama seorang pria dan tampak mesra, Sofi tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil gambar mereka.
" What are you doing? (Apa yang kamu lakukan?)" Tanya Celline pada Sofi setengah berbisik.
" You will find out later Celline. . .(Kau akan tahu nanti Celline. . .)" Ujar Sofi mengedipkan sebelah matanya.
" It seems like there will be an interesting show. . I want to see Sofi right away. (Sepertinya akan ada pertunjukan yang menarik. . aku ingin segera melihatnya Sofi.)" Ujar Celline.
"Just wait later. . . is he named Mr. Erick? (Tunggu saja Nanti. . . .apakah dia yang bernama Tuan Erick?)" Tanya Sofi.
"Yes, he is the one (Ya, dia orangnya)." Ujar Celline.
" Is the prospective wife not jealous seeing them? so disgusting (Apakah calon isterinya tidak cemburu melihat mereka? menjijikan sekali)" Ujar Sofi menyebikkan bibirnya.
" I think Sofi is free here, it's just that some people are not used to it. And I think Mr. Erick has permission from his future wife. (Aku rasa di sini bebas Sofi, hanya saja beberapa orang memang tidak terbiasa. Dan aku rasa Tuan Erick sudah ijin lebih dulu dengan calon isterinya).
" Fortunately I'm not a prospective wife. Maybe if I already finished the two of them (Untung bukan aku calon isterinya. Mungkin kalau aku sudah habis mereka berdua)." Ujar Sofi menghela nafas.
Celline hanya tersenyum masam, tak lama kemudian makanan yang mereka pesan telah datang. Sofi dan Celline segera meelahap makanan karena mereka harus segera kembali ke Perusahaan untuk mendekor ruangan. Saat mereka hendak berdiri, Febby dan Erick lewat depan mereka, tampaknya Febby sedikit membuang muka pura-pura tidak melihat Sofi.
" Cih. . .You see Cell, she pretends not to see me. Even though she was caught red-handed he looked at me**. (Kau lihat Cell, dia berpura-pura tidak melihatku. Padahal sudah tertangkap basah dia menatapku)." Ujar Sofi dengan geram.
" But it seems like she's afraid of you, Fi. . or just my feeling? (Tapi sepertinya dia takut padamu Fi. . .atau hanya perasaanku saja?)" Tanya Celline yang masih menatap Febby dan Erick sampai menghilang dari pandangannya.
" Sh**e was really scared of me, because I once taught him a lesson. But she still hasn't given up on approaching Mr. Randy who is married. (Dia memang taku padaku, karena pernah aku berikan pelajaran padanya. Tapi dia masih belum menyerah untuk mendekati Pak Randy yang sudah menikah.)" Ujar Sofi menjelaskan pada Celline.
" It turns out that she has always been like that since long ago. . just shameless. (Ternyata memang tabiat dia sudah seperti itu sejak dulu. . .pantas saja tidak tahu malu)" Ujar Celline.
" We better get back soon, before they march us (Sebaiknya kita segera kembali, sebelum mereka memarahi kita.)" Ujar Sofi yang teringat dengan Pak Randy dan yang lainnya.
Sofi dan Celline segera keluar meninggalkan restaurant dan menuju mobil yang sudah menunggunya. William tidak ikut makan siang dengan Sofi dan Celline, dia memilih untuk akan di tempat lain karena lebih cocok dengan lidahnya.
__ADS_1
Sesampainya di Perusahaan, Sofi dan Celline segera pergi menentuakan ruangan yang akan mereka pakai, sedangkan William membawakan beberapa barang yang sudah mereka beli dan mengangkutnya ke dalam ruangan yang sudah Sofi dan Celline pilih.
Sementara itu. . .
Di Indonesia sudah jam 04.00 subuh, Kinan sudah bangun dan tidak bisa tidur lagi. Dia memilih untuk turun ke lantai bawah, karena Alina tidur dengan Bunda dan Ayah di kamar bawah.
Hmm. apakah mereka belum bangun? Masih sepi. . .Sebaiknya aku ambil minum. . .-Batin Kinan.
Setelah mengambik minuman dingin dari lemari pendingin, Kinan mengambil beberapa potong roti karena merasa lapar. Semenjak hamil, Kinan selalu makan tanpa mengenal waktu. Dan alasan utama Kinan bangun karena perutnya keroncongan.
"Kamu lapar nak?" Tanya Bunda setelah menutup pintu kamarnya.
"Hmm. . Iya Bun, sejak tadi Baby aktif sekali." Ujar Kinan mengelus perutnya.
"Syukurlah kalau aktif, daripada diam terus justru harus di curigai." Ujar Bunda.
"Hmm. .. Apakah Nana tidur dengan nyenyak Bun?" Tanga Kinan.
"Hmm mungkin Nana senang tidurnya ada teman. Karena kalau di rumah di tidur sendiri." Ujar Kinan.
"Sebaiknya pindahkan kamar dia diatas. Kasihan kalau tengah makam bangun." Ujar Bunda.
"Iya Bun, sedang Kinan siapkan sekaligus kamar adiknya besok." Ujar Kinan.
"Mau Bunda masakkan apa Nak?" Tanya Bunda.
"Terserah Bunda saja. Aku ingin menghubungi Mas Randy dulu ya Bun." Ujar Kinan pergi ke ruang tamu.
Tuuuuttt.. .. tuuuuttt.. ... tuutttt
"Hallo sayang? Kamu sudah bangun*?" Tanya Randy dari seberang sana.
__ADS_1
"Iya Mas, aku kelaparan. Sekarang Bunda sedang masakin aku... Mas sedang aoa disana?" Tanya Kinan.
" Mas sedang di kantor Gerry sayang, tapi mereka sedang bermain billyard. Kebetulan mas sedang istirhat. . . Dimana putri cantikku?" Tanya Randy menanyakan Alina.
"Dia masih tidur dengan Ayah. . Katanya ingin tidur denhan Bunda dan Ayah karena ada teman ngobrolnya." Ujar Kinan.
"Astaga. . apakah putriku sudah mulai suka menggosip. . . Ujar Randy terkekeh.
"Tidak Mas. . .Tenang saja. . Ayah kan tidak suka bergosip." Ujar Kinan.
"Hmm. . .tentu saja. . bagaimana dengan baby?" Tanya Randy.
"Dia lagi demo minta makan mas. . dia yang membuatku bangun karena lapar. . Mas kapan pulang?" Ujar Kinan.
"Belun tahu sayang. Tapi mas usahakan segera pulang ya. . ." Ucap Randy.
"Nak makanan sudah siap. . .makanlah selagi masih hangat Bunda mau melihat Nenek ya " Ucap Bunda dari dapur.
"Iya Bun. . .terimakasih Bu. . ." Ucap Kinan.
"Mas sudah dulu ya. .. aku mau makan, sebelum anak kita demo untuk kesekian kalinya. . . " Ujar Kinan.
"Iya sayang. . .makan yang banyak. . .love you honey. . ." Ucap Randy
" Love You too Mas. . . Cepat pulang. . . Kami merindukan mas." Ujar Kinan.
"Mas juga kangen kalian sayang. . " Ucap Randy.
Obrolan berakhir, Kinan segera berlenggang ke dapur untuk menyantap sarapan yang Bunda buatkan. Ternyata Bunda membuatkan nasi goreng seafood yang sudah lama Kinan rindukan.
Hmm. . .sejak menikah, aku tidak pernah memakan nasi goreng buatan Bunda. . .akhirnya aku makan lagi, besok kalau kamu lahir harus makan nasi goreng buatan Oma juga Nak. . .Kamu pasti suka. . . -Batin Kinan mengelus perutnya yang sudah semakin besar.
__ADS_1
Sepiring nasi goreng seafood buatan Bunda telah habis Kinan santap sendiri. Selesai memakan nasi goreng, Kinan duduk di sofa depan tv karena hari masih gelap, dan kalau dia jalan-jalanpun pasti belum ada orang. Akhirnya Kinan tertidur diatas sofa seperti orang yang tergeletak pingsan membuat Bunda kaget saat melihatnya.