Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Kopi untuk Mas Randy


__ADS_3

"Selamat pagi Bu Sofi."Sapa Kinan.


"Pagi Kinan. Mau bertemu dengan Pak Randy?Mari saya antar."Ujar Bu Sofi berjalan hendak membuka pintu ruangan Randy.


"Tidak.. eh... belum... maksud saya....saya mau minta tolong Bu Sofi untuk mengajari saya cara membuat Kopi untuk Pak Randy."Ujar Kinan menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Oh, baiklah. Mari ikuti saya."Ujar Bu Sofi.


Kinan mengikuti Bu Sofi dari belakang, mereka masuk melewati pintu yang berada di belakang lemari berkas milik Bu Sofi membuat Kinan heran karena baru tahu ada pintu rahasia disitu. Ruangan yang tidak terlalu besar, tapi bersih membuat nyaman saat berada disana.


Bu Sofi memasak air dengan teko listrik, kemudian dia mengambil sebuah gelas dan piring kecil di lemari bagian atas. Kemudian mengambil gula juga kopi yang berada di lemari sebelahnya.


"Sekarang ambilah sesendok gula dan satu setengah sendok kopi."Ujar Bu Sofi.


"Apakah tidak pahit?"Tanya Kinan.


"Pahit kalau untuk kita, tapi untuk Pak Randy mungkin pas."Ujar Bu Sofi.


"Hmm.. baiklah. ternyata dia benar-benar pria yang aneh.... entah dari sikap, sifat bahkan kebiasaannya. Huhh sangat menyebalkan."Ujar Kinan lirih.


"Aku mendengarnya Kinan."Ujar Bu Sofi tersenyum.


"Eh iya.. Maaf Bu."Jawab Kinan.


"Tidak apa, karena kamu calon istrinya."Ujar Bu Sofi.


"Jadi Bu Sofi tahu kalau aku dan Pak Randy sudah bertunangan?"Tanya Kinan.


"Ya, hanya aku dan Lia yang tahu."Ujar Bu Sofi.


"Apakah perjanjian kontrak ini akan terus berlaku Bu?"Tanya Kinan pelan..


Apa kau tidak menyadari kalau Pak Randy benar-benar menyukaimu Kinan? Dia akan seperti anak kecil kalau tahu kau sedang di luar bersama teman-temanmu. Makanya aku mengirim Lia untuk mengawasimu......-Batin Bu Sofi.


"Entahlah...Mungkin saja."Ujar Bu Sofi.


"Astaga... mau sampai kapan aku harus menjadi tawanan dia."Ujarnya lagi.


"Air sudah mendidih dengan suhu pas 100°C, tuangkan perlahan jangan terlalu penuh."Ujar Bu Sofi.


"Suhu juga harus diukur.."Ujar Kinan baru tahu.


"Kemudian aduk sampai 24 kali."Ujar Bu Sofi menambahkan.


"Tidak boleh kurang?"Ujar Kjnan.


"Tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih."Ujar Bu Sofi.


"Astaga.... aku bisa gila kalau setiap hari harus membuatkan kopi untuknya."Ujar Kinan sambil menuangkan air panas.


"1....2....3...4...5...6..7...8..9..10...11...12..13...14..15..16.....................24." Kinan menghitung seperti anak kecil sedang belajar berhitung.


"Sudah Bu."Ucap Kinan.

__ADS_1


"Baik, sekarang masuk lewat pintu ini."Bu Sofi hendak membuka pintunya.


"Bukankah kjta masuk lewat pintu sebelah sana Bu?. Ada berapa pintu lagi disini?"Tanya Kinan.


"Ini pintu langsung terhubung dengan ruangan Pak Randy Silakan masuk, Pak Randy sudah menunggu." Ujar Bu Sofi.


"Hm.. Baiklah. Terimakasih."Ucap Kinan.


Bu Sofi kembali menutup pintunya dan kembali ke ruangannya lewat pintu yang pertama kali mereka masuk.


"Kopinga sudah jadi Mas."Ujar Kinan.


"Terimakasih sayang... Kau pintar sekali."Puj Randy.


"Sama-sama... kalau begitu saya permisi dulu."Ujar Kinan.


"Mau kemana?"Tanya Randy.


"Kembali ke ruangan Mas."Ujar Kinan.


"Sini dulu..."Randy menjentikkan jarinya menyuruh Kinan mendekat.


"A..ada apa?"Kinan mendekat perlahan.


"Aku merindukanmu..."Ujar Randy langsung menarik tubuh Kinan hungga jatuh ke pangkuannya.


"Mas, nanti dilihat orang.. tidak enak."Kinan berbisik dan mencoba melepaskan pelukan Randy.


"Apa kau sedang menggodaku dengan berbisik seperti itu?"Ujar Randy.


"Tidak ada, Sofi sudah berjaga di depan. Aku ingin memelukmu saja."Ujar Randy membenamkan wajahnya pada tubuh Kinan.


"Tapi Mas..."Ujar Kinan.


"Sst... diamlah. Aku hanya ingin memelukmu. Biarkan aku seperti ini selama 5 menit saja."Ujarnya lagi.


Mas aku malu. Geser wajahmu jangan disitu, kau seperti anak kecil sekarang. Baiklah lima menit saja awas kalau lebih dari 5 menit aku akan teriak...-Batin Kinan.


Kinan diam mematung dan pasrah karena permintaan Randy. Benar saja Randy melepasnya setelah 5 menit dalam posisi itu. Randy menatap wajah Kinan dengan sendu membuat Kinan lupa kalau dia harus melepaskan diri dari Randy.


"Terimakasih sayang...CUPP.."Randy mencium bibir Kinan tanpa aba-aba.


Bibirku sudah di nodai olehnya astaga... bagaimana kalau Ayah dan Bang Keanu tahu? Habislah aku di tangan mereka... Huhhh seenaknya saja mencium bibir mungilku, kau pikir ini untuk umum....-Batin Kinan.


"Sepertinya kamu betah di pangkuanku."Ujar Randy menyadarkan Kinan dari lamunannya.


"Ma...maaf. Kalau begitu aku harus kembali ke ruangan."Permisi.


"Kau mau kemana?"Tanya Randy.


"Keruangan kerjaku masa mau pulang."Ujar Kinan kesal.


"Lewat pintu biasa saja kalau kau tidak ingin terkurung di pantry pribadiku."Ujar Randy.

__ADS_1


"Baiklah."Kinan langsung bergegas keluar.


Kinan segera menjauh dari ruangan Randy begitu saja, dia segera menekan tombol di lift untuk turun ke lantai 2. Sesampainya di lantai 2 Kinan segera menuju ruangannya dan duduk di kursi miliknya. Melihat Kinan yang tampak gugup Lia segera menanyakan melalui pesan.


•• *Kinan baik-baik saja? ••


•• Aku baik-baik saja. Apakah aku terlihat aneh? ••


•• wajahmu sangat pucat, apakah sakit? ••


•• Tidak, aku hanya kaget saja. ••


•• Baiklah*. ••


"Kin, kamu baik-baik saja?"Tanya Maya.


"Ya, aku baik-baik saja."Kinan memaksa tersenyum.


"Kau tidak dimarahi si tampan kan?"Tanya Lila.


"Tidak, aku hanya habis melihat hantu."Ujar Kinan sekenanya.


"Dimana ada hantu pagi-pagi begini?"Tanya Lila lagi.


"Mungkin Kinan hanya takut karena pagi-pagi sudah dipanggil Bu Sofi. Dia kira mau dimarahi. Iya kan Kin."Ujar Devi membantunya mencari alasan.


"Iya itu maksudku."Ujar Kinan.


Sementara itu..


"Hmm... enak juga.... Tidak salah aku memilihnya."Ujar Randy menyeruput kopi yang di buat Kinan.


Semakin hari dia semakin menggemaskan, apalagi saat tadi dia duduk pangkuanku.... Wajahnya merah seperti tomat, ingin rasanya aku menggigit bibirnya tapi nanti dia akan teriak... hmmm Baiklah setiap pagi aku akan memintanya untuk membuatkan kopi untukku supaya aku bisa melihatnya setiap pagi....-Batin Randy.


•• Sofi masuk ke ruanganku*. ••


Tokk...tokk...tokkk......Ceklekk...


"Permisi Pak, ada yang bjsa saya bantu?"Tanya Sofi dengan sopan.


"Apakah hari ini aku ada meeting?"Tanya Randy.


"Tidak Pak, tapi hari ini kita akan mendapat kunjungan dari Perusahaan Xx pukul 10.00."Sofi menjelaskan.


"Hmm Baiklah... Siapkan jamuan yang mewah untuknya karena hari ini aku sedang berbahagia."Ujar Randy tersenyum lebar.


"Baik Pak."Ujar Sofi. "Ada lagi yang harus saya kerjakan Pak?"Tanya Sofi lagi.


"Mulai sekarang kamu tidak perlu membuatkan saya kopi, biar Kinan saja agar dia terbiasa melayaniku."Ujar Randy.


"Baik Pak."Jawab Bu Sofi.


"Kalau begitu pergilah, dan siapkan jamuan untuk tamu kita nanti. Jangan sampai kecewakan tamu."Ujar Randy pada Sofi.

__ADS_1


"Baik Pak."Jawab Sofi.


__ADS_2