
"Bagaimana dok kondisi Nana?" Tanya Sofi yang sejak tadi mengmunggunya di samping bed Alina.
"Sudah cukup baik, tapi sebenarnya masih perlu observasi beberapa hari untuk melihat kondisi paru-parunya setelah dia menghirup bius dengan jumlah yang cukup banyak. Tapi nanti akan saya rujuk dan saya rekomendasikan untuk pemeriksaan lengkap disana." Ujarnya dokter menjelaskan pada Sofi dan Maya.
"Terimakasih Dokter." Ujar Maya.
Dokterpun keluar dari ruang rawat, dan tak berapa lama kemudian Revan datang dengan membawa makanan untuk Sofi, Maya dan dirinya. Tak lupa Revan membalikan ice cream untuk Alina karena tadi sudah berjanji akan membelikan ice cream jika sarapannya habis.
Alina langsung memakan ice cream nya, sedang Sofi dan yang lainnya menikmati sarapan. Tepat pukul 9 pagi, Dokter mengabari jika Alina bisa di bawa kelyar dari Rumah Sakit itu dan menuju Rumah Sakit Permata untuk bersama Kinan dan yang lainnya.
Sesampainya di Rumah Sakit Permata, Revan menggendong Alina sampai ruang VVIP, sedangkan Maya dan Sofi mengurus administrasi masuknya Alina sebagai pasien baru.
Tokk tokk tokk. . .
"Papi. . ." Panggil Alina saat masuk ke dalam ruangan.
"Tidak ada. . dimana Papi?" Tanya Alina pada Revan.
"Mungkin Papi sedang keluar sebentar. Kita lihat Mami dulu yuk. . " Ujar Revan pada Alina mengarahkan jari telunjukknya pada sebuah Bed yang di tutupi tirai.
"Hmm. . .Mami disini ya Om?" Tanya Alina.
Revan perlahan membuka tirai dan melihat Kinan yang masih koma. Revan mengusap kepala Alina agar tidak bersedih, namun Alina hanya diam dan menatap Maminya dengan sendu.
"Mami sakit ya Om? Kok Mami ga bangun-bangun?" Tanya Alina pada Revan.
"Doakan Mami ya biar Mami lekas sembuh, dan bisa main lagi sama Nana dan adik Nana." Tanya Revan.
"Adik Nana mana?" Tanya Alina.
"Nana mau lihat Adik Bayi?" Tanya Revan.
"Hmm. . .tapi kiss Mami dulu. . ." Ucap Alina pada Revan.
"Baiklah. . .kiss Mami dulu. . " Ujar Revan.
Revan mendekatkan Alina pada Kinan agar bisa mencium Kinan sebelum mereka pergi menuju ruang bayi. Revan dan Alina terus mengobrol di sepanjang jalan, membuat semua orang yang duduk di depaj ruang rawat menatap keduanya.
__ADS_1
" *hot daddy. . . "
" Wahh. . .Kok ga sama Mamanya? Atau Mamanya sudah tiada? Ada kesempatan nih buat jadi Mama sambungnya. . Papanya juga cakep banget ih. . .Gemes* "
Revan dan Alina terus saja berjalan tanpa memperhatikan sekitar. Sedangkan Alina memandangi setiap arah hingga dia melihat seorang wanita yang juga duduk di depan ruang rawat memandangi Alina dan melambaikan tangan padanya.
"Om, tante itu suka sama Om." Ujar Alina berbisik.
"Dia gemas sama Nana, bukan sama Om?" Ucap Revan mengecup Pipi Alina.
Sesampainya di ruang Bayi, dari jauh Revan dan Alina melihat Randy dan Keanu yang sedang melihat bayi dari balik kaca. Revan terus melangkahkan kakinya mendekati keduanya karena nampaknya Alina sudah tidak sabar untuk bertemu Papihnya.
"Papi. . .Om. . " Panggil Alina dengan lirih karena tahu jika keduanya sedang sedih.
"Nana. . . kamu sudah datang Nak? Maaf Papi tidak menyambutmu. . ." Ujar Randy menghapus air matanya dan langsung merengkuh Nana dari gendongan Revan ke dalam pelukannya.
"Papi jangan sedih lagi. . .Mami masih bobo, Nana ikut sedih. . " Ucap Alina menangis karena Randy juga menangis.
"Tidak Nak, jangan menangis lagi, maafkan Papi ya. . Papi sayang Nana, Papi sangat sedih saat tahu Nana di culik. . Maafkan Papi tidak bisa menolong Nana, karena Papi harus menandatangani surat disini. . ." Ujar Randy mencium kedua pipi Alina berkali-kali.
"Hmm. . sudah ada Om dan dua Tante yang jaga Nana Papi. . mereka sayang Nana. Papi jangan nangis. . Mami pasti sedih kalau lihat Papi Nangis. . " Ucap Alina mengusap pipi Randy yang basah karena air mata.
"Adik Vin? Adiknya om Van ya Pi?" Tanya Alina dengan polosnya membuat Keanu tersenyum di buatnya.
"Adik Nana namanya Melviano. . Kita panggil dia Adik Vin ya. . ." Ucap Randy.
"Hmm iya Papi. . " Ujar Alina menganggukan kepalanya tabda mengerti.
Randy menggendong Alina dan mendekatkan pada kaca, mereka melihat bayi mungil yang sedang tertidur di dalam inkubator. Untung saja tidak di pasang selang oksigen dan infus, itu berarti Adik Vin dalam keadaan baik-baik saja dan sebentar lagi akan bisa berkumpul dengan Randy, Alina dan juga Kinan.
Alina
Alina menatap adiknya dengan serius, melihat setiap inci bagian tubuh Alina seolah sedang memeriksa apakah ada yang sakit pada Adiknya karena ia harus terpisah dari yang lainnya. Sesekali Alina tertawa saat melihat adiknya menguap dan membuka matanya.
"Adik Vin lucu. . .kapan adik Vin bisa dingendong Papi?" Tanya Alina pada Randy.
__ADS_1
"Besok Adik Vin sudah bisa bersama kita Kak. . ." Ucap Keanu pada Alina membuat matanya terbelalak karena panggilan kakak pada dirinya.
"Kakak?" Tanya Alina lagi.
"Hmm. . .Sekarang sudah ada Adik Vin, jadi Nana juga di panggil Kakak Nana. . .iya kan?" Tanya Keanu.
"Hmmm. . .Tidak apa. . .Nana sayang adik Vin. . ." Ucap Alina dengan wajah cerianya.
Semntara itu. .
Sofi dan Maya telah selesai mengurus administrasi Alina, mereka pergi ke ruang Kinan. Setibanya disana, mereka tertegun melihat Kinan dengan wajah pucatnya dan alat medis yang terpasang di tubuhnya.
"Kin. . . Aku dan Sofi datang. . Nana baik-baik saja. Dia akan di rawat disini juga, supaya bisa bersamamu. Kamu dengar aku kan? Kami menyayangimu." Ucap Maya dengan sendu.
"Kamu harus berjuang untuk sembuh Kin, anak-anakmu butuh kamu. . Kami juga butuh kamu. Apa jadinya kami kalau tidak ada kamu. . ." Ucap Sofi.
Kinan memang mendengar mereka, tapi matanya susah untuk ia buka. Di alam bawah sadarnya Kinan bertemu dengan Lia dan juga suaminya, mereka sudah bahagia saat ini. Lia tersenyum begitu manis pada Kinan dan memeluk tubuh Kinan.
"Kamu belum waktunya ada disini Kinan. . ." Ucap Lia dalam pelukan Kinan.
"Aku juga tidak tahu kenapa aku ada disini. Tapi aku senang bisa bertemu denganmu Lia." Ujar Kinan memeluk Lia dengan erat.
"Aku dan suamiku sudah bahagia di sini, karena anak kami bertemu dengan keluarga baru yang juga menyaynginya. Terimakasih Kinan." Ucap Lia lagi.
"Hmm. . Nana sudah seperti anak kami sendiri Lia. . .Tapi disini begitu nyaman Lia, aku menyukainya. . " Ujar Kinan menatap sekitar dengan haru.
"Tapi mereka masih membutuhkanmu. . Kembalilah bersama mereka. . . " Ucap Lia.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Dua Hari tidak bisa Up. . .InsyaAllah hari ini Up lebih banyak dari biasanya. .
ππJANGAN LUPA BACA JUGA 'LOVING SLOWLY' ππππ
Maaf typo masih suka nyempil.
Ditunggu Kritik & Sarannya π
__ADS_1
Jangan lupa meninggalkan Jejak untukku (Like, Komen, Rate πππππ, jika berkenan boleh juga vote πππ)
Terimakasih πΉπΉ