
Hari yang dinantikan semua orang telah tiba. Sofi dan yang lainnya pagi-pagi sekali telah sampai di halaman rumah Kinan yang luas. Mereka tengah mempersiapkan untuk acara ulang tahun Alina yang ke 4 tahun.
Mamah sengaja menjemput Alina sehari sebelumnya supaya dia tidak tahu akan ada kejutan untuknya. Dan Kinan meminta Mamah untuk mengajak Alina ke makam Lia juga suaminya. Karena hari ini hari sabtu makanya Randy dan Kinan juga turut andil membantu yang lainnya.
Mereka tampak semangat dan bahagia sekali, terlebih lagi Kinan karena ini adalah kali pertamanya bisa memberikan sedikit kejutan untuk putri kecilnya.
"Ray, Lila, dan Dev kalian bagian perbalonan ya. . .Revan dan Haris bagian pasang. Aku dan Sofi bagian tata letak juga pembagian denah untuk semuanya. Dan kalian bantu mereka ya. . ." Ujar Sofi pada para pengawal.
"Baiklah. . . Ayo Ray, Dev. . ." Ujar Lila.
"Aku tidak ada tugas?" Ujar Kinan saat dirinya dmtidak diberikan tugas.
"Nanti aku kena marah Pak Randy. . ." Ujar Sofi.
"Ah tidak. . aku ikut denganmu saja ya. . ." Ujar Kinan.
"Baiklah. . .boleh kan Pak?" Tanya Maya pada Randy yang sedang berdiri di belakang Kinan.
"Baiklah, aku akan membantu Revan dan Haris." Ujar Randy.
"Oke deh. . .semangat Mas. . jangan hanya lihat saja. . biar Nana bangga punya Papi seperti Mas." Ujar Kinan.
"Iya sayang. . ." Ujarnya.
Kinan, Sofi dan Maya berjalan-jalan di sekitar halaman rumah untuk meletakkan tulisan sebagai patokan untuk tamu, stand makanan dan juga souvenir. Selain itu mereka juga akan mengadakan sedikit pertunjukan dengan mengundang seorang pesulap.
"Untuk baju bagaimana? Apakah sudah siap?" Tanya Kinan.
"Oh. . .sudah Kin. . .Nanti siang akan tiba. . . Dan untuk makanan juga minuman aku memesan yang sekiranya aman untuk anak-anak." Ujar Maya.
"Ah. . Syukurlah. . Aku tidak tahu jika tidak ada klian yang membantuku. ." Ujar Kinan.
"Kau selalu begitu Kin. . .Kalau tidak ada kamu, kita mana mungkin bisa seakrab ini. . . Kamu dan Nana pemersatu orang Kin. . ." Ujar Maya.
"Maya benar. . Mungkin kalau tidak ada kamu, aku tidak akan mungkin mengenal Maya dan yang lainnya." Ujar Sofi.
"Ya sudah. . .kalau tidak ada kalian juga tidak mungkin kita bisa seperti sekarang. . .hehe." Ujar Kinan.
"Hmm. . .Oh iya. . .untuk stand ice cream disini saja ya. . " Ujar Maya.
"Oh baiklah. . .lokasi yang tepat. . untuk makanan bagi orang dewasa dimana?" Tanya Kinan.
__ADS_1
"Untuk tamu dewasa nanti di sebelah sana Kin. . jadi untuk anak-anak sudah ada yang berjaga para pengawal dan ruangan sudah dijamin aman jadi orang tua tidak perlu khawatir lagi." Ujar Sofi.
"Hmm begitu. . .baiklah. . aku serahkan apda kalian saja." Ujar Kinan. "Aku ke dalam rumah dulu, minta Bu Siti untuk menyiapkan makanan juga kinuman untu kalian." Ujar Kinan.
" Thankyou Kin. . ." Ucap Maya.
Sie Perbalonan. . .
"Banyak sekali balonnya. . .untung kita tidak disuruh meniupnya. . " Ujar Lila.
"Kakakku tidak sejahat itu Kak. .. hehe." Ujar Rayna.
"Nana pasti nanti suka melihat ini. . .La kamu gang warna pink, Rayna putih aku yang karakter ya biar cepat selesai. . .kalau kita kerjakan satu warna dulu bisa lama." Ujar Devi.
"Bagus juga idemu. . Oke aku setuju. . ." Ujar Lila.
"Aku juga setuju. . . " Ujar Rayna.
"Semoga hari ini tidak hujan. . .Supaya acara tidak pindah ke dalam rumah. . " Ujar Devi.
"Haha aku akan menjadi pawang hujan Kak Dev. . " Ujar Rayna.
"Kau bisa Ray?" Tanya Devi dengan serius.
"Rista tidak datang Ray?" Tanya Lila.
" Tidak tahu Kak. . kalaupun datang paling nanti kalau sudah mendekati acara. Kan rumah dia sudah jauh sekarang." Ujar Rayna.
"Oh benar juga. . . " Ujar Lila.
"Wah ini balon besar sekali. . .. " Ujar Devi saat memompa balon dengan ukuran besar.
"Wahhhh. . .keren. . .Aku saja suka apalagi Nana. .. pasti dia lucu sekali. . ." Ujar Lila yang sudah membayangkan.
"Hmm. . . Ini adalah ulang tahun Nana yang pertama kali bersama kita. . .Aku ingin memberikan kesan yang tidak terlupakan oleh Nana supaya dia ingat sampai dewasa nanti saat aku sudah tidak muda lagi. . ." Ujar Rayna yang sudah membayangkan jauh kedepan.
"Astaga. .. jauh sekali bayanganmu Ray. . .Tapi benar. . ini akan sangat berkesan untuk Nana, dan untuk kita juga. Pak Randybmenyuruh kita yang mengurus semuanya juga pasti ada alasannya, karena kita sahabat mendiang ibunya." Ujar Devi.
"Hmm . . . kalian benar. . .Bahkan para tamu juga akan sangat terkesan dengan ulang tahun Nana sekarang. . mereka pasti akan selalu ingat dengan Nana. Meskipun mereka tidak mengenal secara langsung. Siapa sih yang tidak tahu Putri seorang pengusaha muda terkenal Pak Randy Ardhana dan Kinanti Ardhana." Ujar Lila dengan semangatnya seperti sedang berpidato di atas podium
Sie perpasangan. . .
__ADS_1
"Aku harus bantu apa?" Tanya Randy.
"Bapak mengarahkan saja sudah lurus atau masih miring ya Pak." Ujar Revan.
"Oh Baiklah. . ." Aku harus lihat yang mana dulu?
"Saya dulu Pak. . ." Ujar Haris yang sudah memasang beberapa tulisan HAPPY BIRTHDAY ALINA ODELINE HANS.
"Sedikit ke kanan Ris. . . Yang itu kurang ke tengah lagi. . " Ujar Randy. " Nah iya sudah pas. . " Ujar Randy.
"Kalau yang ini bagaimana Pak?" Tanya Revan yang sedang memasang karakter Princess.
"Kurang ke kiri sedikit Van. . . Dikit lagi. . .oh iya sudah. . " Ujar Randy. "Astaga segampang ini ya rupanya. . ." Ujar Randy dengan sombongnya.
M**ana mungkin kami meminta Bapak naik untuk memasang ini Pak, yang ada kami di potong gaji. . - Batin Haris.
"Kalau yang papan ini mau dipasang dimana?" Tanya Randy.
"Itu di sebelah sana Pak. . .Nanti disana ada sebuah pertunjukan sulap untuk menghibur anak-anak yang datang." Ujar Haris.
"Bagitu rupanya. . .baguslah. . .pasti Nana akan menyukainya." Ujar Randy.
"Oh iya. . .untuk tamu Bapak nanti di dalam rumah saja kan Pak?" Tanya Revan.
"Iya untuk para klien saja. . . kalian juga dekor bagian ruang tamu ya." Ujar Randy. " Supayabmereka tidak terlena membahas pekerjaan ya. .. karena saya ingin mereka juga merasakan suasana ulang tahun putriku." Ujar Randy.
"Baik Pak. . . " Jawab Revan.
Dari kejauhan terlihat berhenti sebuah mobil berwarna hitam, dan turunlah sepasang suami isteri separuh baya tapi sepertinya mereka tidak kenal karena belum pernah bertemu sebelumnya.
Sofi dan Maya yang jaraknya lebih dekat dengan mereka hanya terdiam dan melihatnya. Segera Sofi eendekati Randy untuk memberitahukan ada orang asing yang memasuki halaman rumahnya.
"Pak. . .sepertinya ada tamu yang datang, aoakah mereka tamu Bapak? Tapi bukankah harusnya para tamu datang setelah maghrib?" Ujar Sofi menunjukkan oada sepasang suami isteri yang sednng berjalan melewati gerbang rumah Randy.
"Aku juga tidak mengenalnya. . .Baiklah. . aku akan menemuinya. .Kamu minta Bu Siti untuk menyiapkan minum dan jamuan ya. . .Biar bagaimanapun kita harus menjamunya." Ujar Randy.
"Baik Oak. " Jawab Sofi.
Sofi segera masuk ke dalam rumah untuk menemui Bu Siti di dapur. Sedangkan Randy berjalan mendekati keduanya untuk menanyakan siapa mereka dan apa maksud kedatangannya.
"Maaf. . .kalian mencari siapa?" Tanya Randy.
__ADS_1
"Entschuldigung, ich kann kein Indonesisch (Maaf saya tidak bisa berbahasa Indonesia)." Ujarnya.