Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Buronan


__ADS_3

"Tapi apa. . ." Ujar Randy yang tidak mengerti.


"Aku tidak. . ." Ujar Febby.


"Oh. . .baiklah baik. . .tapi kau harus katakan dulu padaku. Sebenarnya aku sudah tau si, tapi aku hanya ingin mendengar secara langsung dari mulutmu. ." Ujar Randy yang otaknya mencair dengan tiba-tiba hingga bisa berpikir.


"Apa itu?" Tanya Febby yang sudah semakin tersiksa.


"Aku hanya ingin kamu berkata jujur Febby, kamu mau kan?" Tanya Randy sengaja mengulur waktu supaya Febby lebih tersiksa.


"I. .iya. Katakan. . Apa yang kau inginkan." Ujar Febby yang sudah bersandar di bangku panjang.


"Kau janji dulu berkata jujur, kalau tidak aku tidak akan membantumu." Ujar Randy.


"Hmmm. . .Katakan. . apa yang kau inginkan. . " Ujarnya lagi.


"Kau janji dulu. . .katakan janji Fe. .. " Ujar Randy.


"A. .aku janji. . .Ayo kata. . kan. ." Ujarnya.


"Kau yang menjual informasi tentang bisnis kami kan?" Tanya Randy.


"Bantu aku dulu Ran. . "Ujarnya memelas.


"Kau harus katakan dulu, kalau tidak aku tidak akan mau membantumu." Ujar Randy.


"I. . iya aku yang menjual. . . Sekarang. .ayo. . bantu aku. . " Ujar Febby.


"Kepada siapa kau menjualnya?" Tanya Randy lagi yang semakin mengulur waktu dan menggali informasi lebih dalam lagi.


"Bantu aku dulu . . . nanti aku katakan. . aku sudah berjanji . . ayo. . Aku mohon. . " Ujarnya.


"Aku ingin jawaban sekarang, kalau kau tidak mau mengatakan sekarang. Ya sudah aku akan pergi, dan membiarkanmu tersiksa sendiri." Ujar Randy berjalan menjauh.


"Tu. . .tunggu. . . .A. .aku akan mengatakannya. . " Ujar Febby yang sudah bertenaga lagi.


"hmm. . .pada siapa?" Tanya Randy membalikkan badannya.


"Erick. . Ya Erick. . ." Ucapnya.


"Kenapa kau menjualnya? Bukankah kau juga terlibat dalam bisnis itu?" Tanya Randy.


"Ka. . karena aku. . tidak bisa men. . dapatkanmu. . .Aku mencintaimu Ran. . Ayo bantu aku . . .aku mohon. . ." Ujarnya lagi.


"Aku akan membantumu. . tapi bukan aku yang menemanimu. . ." Randy menjentikkan jarinya memanggil seseorang.


"A..apa maksudmu? Aku sudah mengatakan semuanya. . .Aku hanya ingin kamu. . .aku ingin bersamamu. . " Ucap Febby.


Gerry dan yang lainnya datang, mereka sudah mendengar semuanya dan camera yang Sofi pasang sudah merekam semuanya. Mata Febby terbelalak karena menyadari dia di jebak oleh Randy dan yang lainnya.


"Ka. . kalian. . . Kalian menjebakku?" Ujar Febby.

__ADS_1


"Kau pikir, kami tidak bisa melakukannya? Kau pikir kami tidak bisa lebih licik darimu?" Uaar Frans.


"Actingmu keren sekali. . pantas saja kau pernah membintangi beberapa sinetron meski hanya peran pembantu Fe. . . Kau pura-pura tak berdaya supaya Randy menemanimu malam ini?" Tanya Gerry di lanjutkan dnegan gelak tawa.


"Aku tidak pura. .pura. . . Aku. . aku. . ." Ujar Febby yang sudah susah untuk berkata-kata.


"Aku apa? Katakan dengan jelas, siapa tahu kita bisa bantu kamu. . Biar bagaiamanapun kita kan berteman. . " Ujar Gerry.


"Bantu aku. . aku ingin. . " Ujarnya terpotong.


"Ingin apa?" Tanya Frans.


"Astaga. . wanita j***** ini. . . Apa kau tidak tahu malu?" Ujar Gerry.


"Bantu aku malam ini. . .aku mohon. . " Ujar Febby yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya.


"hmm. .Frans apa kau mau menemaninya?" Tanya Gerry.


" Niet (Tidak). Aku sedang ingin fikus mencari calon isteriku. . aku sudah tidak mau kenal dengan wanita sepertinya dan sejenisnya lagi. . Kita taruh saja dia di pinggir jalan, jam segini masih ada preman yang di jalan." Ujar Frans.


"Ide bagus. . wanita sepertinya memang harus di buang. Sudah di kasih hati tapi mencuri Empedu." Ujar Randy.


"Nanti dulu Tuan, bolehkah saya memanggilkan seseorang untuk pertunjukkan selanjutnya? Ini baru permulaan. . " Ujar Sofi.


"Seseorang? Siapa?" Tanya yang lainnya tak mengerti.


"Hmm. . mungkin kalian juga kenal. . .kalau begitu saya permisi dulu ingin mneghubunginya." Ujar Sofi menjauh dari yang lainnya.


"Astaga. . .Dia benar-benar wanita dengan sejuta misteri. Otaknya bekerja dengan baik, menghasilkan ide-ide yang cemerlang." Ujar Frans memuji Sofi.


"Astaga. . .ada yang tidur disini. . ." Ujar Gerry.


"Jangan. . Biarkan dia istirahat dulu, sebelum berperan lagi di pertunjukkan yang kedua. Aku rasa dia membutuhkan banyak tenaga untuk adu acting di pertunjukkan keduanya." Ujar Frans.


Sementara itu. . .


Di Indonesia pukul 11 siang, Kinan menemani Alina yang sedang menonton TV acara kartun. Nenek datang dari kamarnya ikut bergabung dengan mereka dan ikut duduk di bawah bersama Alina.


"Nenek Buyut. . ." Ujar Alina dengan senangnya.


"Nenek tidak istirahat?" Tanya Kinan.


"Nenek sejak tadi hanya diam. . Nenek bingung mau ngapain. . .Biarkan aku disini bersama kalian." Ujar Nenek.


"Iya Nek. . .Itu leboh baik, daripada Nenek kabur-kaburan. . ." Ujar Kinan lagi.


"Nenek tidak kabur, Bundamu saja yang selalu mengikuti Nenek. Nenek hanya ingin jalan-jalan saja." Ujar Nenek membela diri.


"Iya Nenek. . tapi sebaiknya Nenek izin dulu dengan Bunda supaya Bunda tidak panik saat melihat Nenek sudah tidak ada di dekatnya." Ujar Kinan.


"Iya. . Nenek kan harus bilang dulu sama Oma. Nana aja selalu bilang sama Mami, iyakan Mi?" Ujar Alina menasihati Nenek seperti sedang berbicara dengan temannya.

__ADS_1


"Iya iya. . besok Nenek izin sama Rianti. Supaya tidak menjadi buronan." Ujar Nenek.


"Apa itu buronan?" Tanya Alina.


"Orang yang sedang di cari tapi tidak kunjung di temui sayang." Ujar Kinan.


"Oh. . .Nana juga mau mencari buronan, Bund bantu Nana ya." Ujar Alina.


"Buronan?siapa? kau bertemu orang asing?" Ujar Kinan bertanya.


"Tidak. . mainan Nana hilang Mami. Nana lupa menaruhnya." Ujar Alina.


"Kenapa bilangnya buronan?" Kata Kinan bingung.


"Kata Mami kan yang di cari buronan. . ." Ujar Alina.


"Serah Nak serah. . . " Ujar Kinan berdecak.


Alina dan Nenek kembali fokus menonton kartun di layar TV. Sedangkan Kinan sibuk dengan obrolan di grup bersama teman-temannya yang lain karena sudah dua hari tak bertemu dengan mereka.


_…_…_


Tuuut. . .tuuttt. .. tuutt. ..


" Welterusten, ik ben Sofi die vanmiddag contact met u heeft opgenomen. Kun je nu naar Bedrijf X gaan? (Selamat Malam, Saya Sofi yang tadi siang menghubungi anda. Bisakah ke Perusahaan X sekarang?)" Tanya Sofi pada seseorang di seberang sana.


" Oké, ik kom. Ik hoop dat het niet teleurstellend is. (Baiklah, aku akan datang. Aku harap bukan sesuatu yang mengecewakan.)" Ujarnya dari seberang sana.


"Ik garandeer je dat je tevreden zult zijn en niet teleurgesteld zult zijn. (Saya jamin anda akan puas dan tidak akan kecewa.)" Ujar Sofi lagi.


•• Soon someone will come. Bring him here


(Sebentar lagi ada seseorang yang akan datang. Antar dia ke sini) ••


•• Ok••


Sofi segera kembali ke Randy dan yang lainnya yang sedang duduk berkumpul dan ikut duduk di samping Celline yang sejak tadi diam menunggunya.


"He slept apparently (Dia tidur rupanya)" Ujar Sofi yang melihat Febby tergeletak di bawah.


"At least we give him time before his energy is really used up. (Setidaknya kita berikan dia waktu sebelum tenaganya benar-benar habis.)" Ujar Celline.


"That is true. . She will not be able to dodge again after this. (Benar juga. . Dia tak akan bisa mengelak lagi setelah ini)."Ujar Sofi.


"Who are you contacting? (Siapa yang kau hubungi?)" Tanya Celline pada Sofi.


\=\=\=\=\=\=\=


Maaf typo masih suka nyempil


Ditunggu Kritik & Sarannya 🙏

__ADS_1


Jangan lupa meninggalkan Jejak untukku (Like, Komen, Rate 5🌟, jika berkenan boleh juga vote 🙏🙏🙏)


Terimakasih 😘🌹


__ADS_2