Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Kecelakaan yang disengaja


__ADS_3

"Sofi sebaiknya kita selesaikan pekerjaan hari ini lebih cepat, aku tidak bisa meninggalkan Kinan di Rumah Sakit terlalu lama."Ujar Randy pada Sofi.


"Baik Pak." Sofi segera menuju meja kerjanya.


Saat Sofi sedang memeriksa laporan dari beberapa divisi untuk hari kemarin, tiba-tiba datang 2 orang pria yang tak lain adalah suruhan Randy yang ditugaskan untuk menarik saham di perusahaan Om Harun. Karena Sofi juga kenal, ia segera mengantarkam ke ruang keeja Randy.


Tokk..tok..tokk..


"Masuk" Jawab Randy dari dalam.


"Maaf Pak, ada yang ingin bertemu dengan Bapak."Ujar Sofi.


"Siapa? suruh masuk." Ujar Randy.


"Baik Pak. Silakan masuk. . "Ujar Sofi mempersilakan.


"Oh kalian. Silakan duduk." Ujar Randy yang mengenalnya.


"Terimakasih Pak."Mereka segera duduk.


"Apakah kalian sudah menarik semua saham yang ada di dalam perusahaan Om Harun?"Tanya Randy.


"Sudah Pak, dalam hitungan beberapa hari usaha Pak Harun akan gulung tikar. Dan ini adalah beberapa berkas yang selama ini Pak Harun sembunyikan, dia telah menggelapkan dana dari 2 tahun yang lalu." Ujarnya.


"Bagus. . Kalian pantau terus perkembangannya."Ujar Randy lagi.


"Siap Pak, kalau begitu kami permisi dulu."Ujarnya lagi.


"Hmm.. baiklah."Ujar Randy.


Ternyata Om Harun telah memulainya sejak 2 tahun yang lalu, dasar bodoh. . selama waktu 2 tahun mereka hanya menggelapkan 50 milyar, jelaslah aku tidak mengetahuinya. Kita lihat saja siapa yang akan mengemis-ngemis minta pertolongan. - Batin Randy.


Di Ruang lain...


"Revan, bagaimana kondisi Lia dan Kinan?"Tanya Lila.


"Kalau Kinan aku tidak tahu, Lia saat ini di rawat ICU dan koma."Ujar Revan.


"Astaga... kasihan sekali dia. . "Ujar Lila.


"Apakah kalian percaya jika itu murni kecelakaan?" Tanya Devi berdiri.


"Menurutmu bagaimana?"Tanya Lila.


"Atau ini ada hubungannya dengan bekas tamparan di pipi Kinan? Bukankah kemarin pipi Kinan tampak lebam setelah dia kembali dari kampus?" Tanya Haris pada Revan.

__ADS_1


"Hmm. . bisa jadi, tapi kita tidak bisa mengambil kesimpulan tanpa adanya bukti. Dan aku yakin Pak Randy tidak akan tinggal diam untuk masalah ini. Dia akan mencari titik terang dari kecelakaan yng dialami Kinan dan Lia." Ujar Revan.


"Hmm.. benar juga. Kalau sampai ini sebuah kesengajaan aku akan pukul pelakunya." Ujar Lila geram.


"Hukum memang sudah berlaku, tapi setidaknya biarkan pelaku merasakan sakit sedikit seperti yang dialami teman kita. Jadi kalian. . cari tahu siapa pelakunya. Diam-diam kita akan berikan perhitungan." Ujar Devi menunjuk Revan dan Haris.


"Aku setuju kali ini. Apalagi kalau pelaku itu yang menampar Kinan. Aku akan membalas menamparnya berkali-kali. Huhhh..." Ujar Lila.


"Aku juga ikut dengan kalian. . " Sambung Sofi dari arah pintu.


"B...Bu Sofi.... ma...maaf kami tidak bermaksud untuk ghibah" Ujar Lila.


"Aku tidak akan marah.. ... Aku hanya ingin meminta Revan sepulang kerja jemput pengasuh dan anak Lia. Kau sudah ke rumah Lia pagi tadi kan?" Ujar Sofi.


"Iya Bu, baik."Ujar Revan.


"Ambil ini. . "Sofi menyerahkan kunci mobil pada Revan.


"Apa ini Bu?"Tanya Revan bingung.


"Itu kunci mobil dan STNK mobil, tolong jual."Ujar Sofi menahan tawa.


"Baik Bu nanti akan saya tawarkan ke teman-teman saya."Ujar Revan dengan polos.


"Oh.. Baik Bu."Jawab Revan dengan wajah bersemu merah karena malu.


"Baiklah, kalian bekerjalah dengan baik selama Kinan tidak ada. Kemungkinan Maya juga akan sering ijin karena harus membantuku."Ujar Sofi.


"Siap Bu."Jawab mereka secara bersamaan.


"Ternyata Bu Sofi bisa becanda juga, tapi becanda dan seriusnya beda tipis."Ujar Haris.


"Tapi dia sangat baik, dia yang mengurus Lia semalam. Mulai dari mengabari orang di rumah Lia, sampai mengirim susu , sembako dan uang ke rumah Lia atas perintah Pak Randy." Ujar Revan.


"Ya aku tahu, dia memang baik, hanya saja tegas jadi memberikan kesan kaku."Ujar Lila.


"Hei sudah.. sudah... Kita lanjutkan pekerjaan agar kita cepat selesai dan bisa menjenguk Lia juga Kinan."Ujar Devi.


Di Lantai 4...


Baiklah hari ini pertemuan di cancel, tinggal beberapa berkas ini yang belum di tanda tangani Pak Randy. . -Batin Sofi.


ceklekk...


"Maaf Pak mengganggu, ada beberapa berkas yang harus bapak tanda tangani."Ujar Sofi.

__ADS_1


"Baiklah. Sini berkasnya."Ujar Randy.


"Setelah ini pekerjaan untuk hari ini sudah selesai Pak."Ujar Sofi.


"Bagus.. . . Oh iya, aku mendapat berkas dari orang suruhanku, ternyata Om Harun sudah menjalankan rencananya 2 tahun yang lalu. Dan kau tahu? Dia hanya menggelapkan 50 milyar saja. Tahu begitu akan aku biarkan dulu sampai beberapa bulan." Ujar Randy terkekeh.


50 milyar. . . saja?? Astaga.. . Dan Pak Randy hanya tertawa mengejek.... -Batin Sofi.


Drrt...drtt..drtt...


Ponsel Sofi bergetar, sebuah pesan masuk dari seseorang suruhan Randy mengirimi sebuah video dan foto. Ternyata rekaman cctv dari kecelakaan yang dialami Kinan dan Lia. Sofi segera memberitahu Randy yang sedang menandatangani berkas terakhir.


"Astaga. . . "Ujar Sofi terpekik saat melihat mobil yang Lia kendarai menabrak sebuah pohon besar dengan kerasnya.


"Kau kenapa Sofi? Apa yang terjadi?"Tanya Randy masih tenang.


"Pak, ini ada sebuah pesan dari ahli IT mengirimkan rekaman cctv dan beberapa foto plat mobil." Ujar Sofi.


"Mana, aku ingin melihatnya?" Randy segera menyambar ponsel Sofi.


Randy mengenali mobil itu, namun dia tidak paham maksud dari rekaman cctv Randy segera menghubunginya dan meminta kejelasan darinya.


"Hallo.... selamat siang."Ucapnya dari seberang sana.


"Apa maksud dari rekaman cctv yang kau berikan?"Tanya Randy tanpa basa-basi.


"Kecelakaan yang terjadi adalah sebuah kesengajaan. Saat ini pengendara mobil tersebut dilarikan ke RS Sumber Waras Ruang Kenanga."Ujarnya.


"Baiklah, terimakasih sudah bekerja dengan baik." Ujar Randy segera menutup teleponnya.


"Sofi, ikut denganku. Kita kesana sekarang."Ujar Randy tanpa basa-basi.


"Ba...baik Pak." Sofi segera membereskan berkas dan membawanya ke ruang kerjanya dan menyuruh staff yang lain untuk menyelesaikannya.


•• *Revan, sebaiknya kau jemput Pengasuh dan putri Lia sekarang. Tidak baik kalau terlalu malam, kasihan putrinya. ••


•• Baik Bu* ••


Selama dalam perjalanan Sofi hanya diam tidak berani bertanya kepada Randy siapa pemilik mobil tersebut. Sofi hanya bertanya-tanya dengan dirinya sendiri.


Kalau nanti Pak Randy harus memukulnya, aku akan membantunya. . . Aku juga tidak terima gara-gara dia kedua temanku menderita. . . Tunggu kedatangan kami, kau boleh lari dan bersembunyi, tapi cctv tidak berpihak kepadamu. - Batin Sofi.


"Apa sebenarnya motif dia dengan sengaja membuat kecelakaan ini terjadi. Padahal Kinan tidak pernah menyinggungnya. Aku akan membuatnya masuk ke dalam penjara seumur hidupnya karena perbuatan dia yang sudah mencelakai orang lain dengan sengaja."Maki Randy.


Sebaiknya jangan langsung masuk ke penjara Pak. Kita berikan dia beberapa pelajaran dulu, anak buah Kinan sudah siap untuk memukulnya, dan aku juga. _ Batin Sofi.

__ADS_1


__ADS_2