Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Gagal menjadi yang Pertama


__ADS_3

"Tapi mereka masih membutuhkanmu. . Kembalilah bersama mereka. . . " Ucap Lia.


"Hmm. . .Apa kalian selalu melihat kami disana?" Tanya Kinan.


"Kami selalu melihatmu Kinan. . Kembalilah. . . jangan biarkan mereka bersesih karena kepergianmu. . Belum waktunya kamu disini. . " Ujar Lia lagi.


"Aku selalu merindukanmu. . " Kinan memeluk Lia dengan sangat erat.


"Aku juga selalu merindukanmu Kinan. . Berbahagialah bersama keluarga dan teman-temanmu. ." Ujar Lia.


Kinan melihat sebuah cahaya terang di belakang, Lia menganggukan kepalanya dengan lembut dan tersenyum meminta Kinan untuk mengikuti cahaya itu. Kinan berjalan perlahan menuju cahaya terang dan hilang begitu saja.


Mata Kinan terbuka secara perlahan, seorang perawat yang sedang memeriksa langsung memanggil dokter Lani dan mengatakan jika Kinan sudah sadar. Dokter Lani segera bergegas untuk memeriksa Kinan, dan meminta perawat melepas semua alat di tubuh Kinan kecuali selang infus.


"Sebuah keajaiban. . . Keluargamu akan sangat senang saat melihatnya. . ." Ujar Dokter Lani.


"Keluargaku? Dimana mereka?" Tanya Kinan yang tak melihat satu orangpun keluarganya yang ada disana.


"Pak Randy dan Dokter Keanu sedang melihat putra kalian di sana. Besok Baby juga sudah bisa keluar dari ruang Perinatalogi karena kondisinya baik-baik saja meski lahir belum cukup bulan. . ." Ujar Dokter Lani.


"Terimakasih Dokter. . ." Ujar Kinan setelah semua alat medis di lepas dari tubuhnya.


Dokter Lani keluar dari ruang Kinan. Kinan mencoba untuk bangun dan turun dari bed.


Sofi dan Maya yang baru kembali dari kantin kebingungan, karena bed kosong. Sofi dan Maya berlari ke ruang bayi untuk memanggil Pak Randy dan yang lainnya dan mengatakan jika Kinan tidak ada di ruangan.


"Kalian kenapa lari??" Tanya Keanu yang melihat Sofi dan Maya lari bergandengan.


"Hahh. . . sebentar. . .saya mau nafas dulu. . " Ujar Sofi.


"Itu. . .Ki. . Kinan. . .tidak ada. . ." Ujar Maya terbata-bata dan mengatur nafas.


"Apa maksud kalian?" Tanya Revan.


"Aiiihhh. . .Kinan tidak ada di ruangan. . .Bed kosong. . " Ujar Sofi melanjutkan perkataan Maya.


"Apa? Bang. . pegang Nana. . .aku harus kesana. . " Ujar Randy berlari.


Randy



Keanu mengambil alih menggendong Alina dan ikut menyusul Randy yang sudah berlari meninggalkan mereka. Revan juga ikut berlari membantu Randy jika terjadi sesuatu, Sedangkan Sofi dan Maya saling bertatapan karena mereka sudah pergi lebih dulu dan mau tidak mau mereka harus memakai jurus seribu langkah.


Mau tidak mau Sofi dan Maya harus kembali mengikuti ketiga pria yang sudha berjalan jauh di depan. Alina terkekeh saat melihat Sofi dan Maya yang berjalan dengan cepat.

__ADS_1


Di ruang rawat. . .


Brakk**. .


Yang di katakan Maya dan Sofi benar. Kinan tidak ada disana, Randy mencarinya hingga ke bawah kolong bed tapi tidak ada. Randy keluar lagi, memanggil dokter dan lerawat untuk memanyakam dimana Kinan.


"Suster. . .Dokter. . ." Teriak Randy.


"Iya Pak? Ada yang bisa kami bantu?" Tabya seorang perawat.


"Dimana isteriku? Dia tidak ada di ruangan. .. apakah dia sedang di bawa untuk di periksa?" Tanya Randy.


"Tidak Pak. . 15 menit yang lalu Ibu Kinan sudah sadar. Dan masih harus bedrest, tidak mungkin jika saat ini dia tidak di ruangannya." Ujar Perawat.


"Tapi dia tidak ada Sus. . .saya sudah mencarinya." Ujar Randy.


Saya bantu carikan ya Pak." Ujar Pwrawat berlalu masuk ke dalam ruang rawat Kinan. Dan Kinan sudah duduk diatas bed, membuat perawat bingung karena Randy tak melihatnya.


Apakah Pak Randy tidak melihat Ibu Kinan? Atau jangan-jangan mataku yang bermasalah?


"Pak, apakah anda bisa melihat aasien yang duduk diatas bed?" Tanya Perawat denaan takut.


"Mana?" Randy memajukan kepalanya untuk melihat bed. Dan ternyata benar, Kinan sudah ada disana. Randy segera berlari dan memeluk isterinya.


"Sayang. . .kau sudah sadar? Aku sangat merindukanmu, jangan lagi buat aku khawatir. . .Aku tidak bisa hidup tanpamu. . .Jangan kemana-kemana lagi. . . " Ujar Randy mengecup kepala Kinan.


Kinan



"Kau kemana tadi?Aku mencarimu. . " Ucap Randy.


"Aku tidak kemana-kemana. . .Aku hanya ke kamar mandi. . ." Ujar Kinan.


"Benarkah?? Kenapa kau tau menyautku saat aku memanggilmu?" Ujar Randy.


"Aku belum bisa berteriak. . .Tenggorokanku masih sakit." Ujar Kinan.


"Mami. . . ." Teriak Alina dengan senangnya saat melihat Kinan sudah sadar.


"Sayang. . . Kau disini?" Tanya Kinan langsung membuka kedua tangannya untuk menyambut Alina.


"Mami jangan sakit lagi. . . " Ujar Alina saat berada dalam pelukan Kinan.


"Mami baik-baik saja sayang. . Nana baik-baik saja kan?" Tanya Kinan mengecek seluruh tubuh Alina membuat Alina terkekeh karena merasa geli.

__ADS_1


"Stop Mami. . .geli. . " Ucap Alina yang sudah tidak bisa menahan ketawanya.


"Kau sudah puas membuat kami khawatir?" Tanya Keanu mengusap kepala Kinan dengan lembut.


"Abang. . Maafkan aku. . harusnya aku menyambut kedatangan abang, bukan malah membuat kalian khawatir." Ujar Kinan.


"Yang terpenting sekarang sudah baik-baik saja. Jangan lagi membuat jantungku berhenti berdetak, dan merasa pusing menghadapi suamimu yang menyusahkanku." Ujar Keanu melirik Randy.


"Kau yang tidak mengerti perasaanku, aku hanya tidak ingin memejamkan mataku sedetikpun agar akau bisa jadi orang pertama yang isteriku lihat saat dia bangun." Ujar Randy.


"Tapi gagal. . .karena yang pertama Kinan lihat bukan kau, melainkan orang lain." Ujar Keanu menggoda Randy.


Kinan hanya tersenyum melihat kedua pria kesayangannya sedang beradu mulut di depannya. Perhatian Kinan beralih pada Sofi dan Maya yang aaru saja tiba di ruangan dengan nafas tersengal-sengal.


"Kalian kenapa?" Tanya Kinan pada kedua sahabatnya.


"Tidak apa. . .kita habis olahraga lari di sepanjang lorong. Kau tadi kemana? Kami panih saat masuk kau sudah tidak ada diatas bed. ." Ujar Maya.


"Maafkan aku, aku di kamar mandi mencuci wajahku." Ujar Kinan terkekeh mengetahui alasan kedua sahabatnya yang rela lari karena tidak menemukan dirinya.


"Untunglah. . .aku kira kau di pindahkan ke ruangan lain. . atau kau. . . ah . . sudahlah. . ." Ujar Sofi tidak melanjutkan kata-katanya.


Sementara itu. .


Ayah baru saja tiba di rumah, tapi Bunda alangsung mengajaknya ke Rumah Sakit untuk melihat keadaan Kinan. Nenek juga sudah siap, karena mendengar cicitnya sudaa lahir.


"Ayah. . . minum dulu kopinya, makan nasi gorengnya. . setelah in ikita ke Rumah Sakit." Ujar Bunda.


"Iya Bunda. . Terimakasih." Ucao Ayah dengan sabar dan lembutnya.


"Jadi Ayah segera pulang saat Bunda mengabari Ayah tentang kondisi putri kita?" Tanya Bunda duduk berseberangan dengan Ayah.


"Tentu saja. . Kalau tidaa begitu, Bunda tidak akan tenang kan." Ujar Ayah hendak menyuap nasi goreng ke dalam mulutnya.


"Tebtu saja, Bunda khawatir dengan Kinan, Nana, dan Bayinya Yah. . .semalam Bundaajuga tidak bisa tidur." Ujar Bunda terus berbicara.


"Rianti. . kalau kamu terus berbicara, nanti suamimu tidak jadi makan." Ujar Nenek pada Bunda.


\=\=\=\=\=\=\=\=


πŸ’πŸ’JANGAN LUPA BACA JUGA 'LOVING SLOWLY' πŸ’πŸ’πŸ™πŸ™


Maaf typo masih suka nyempil.


Ditunggu Kritik & Sarannya πŸ™

__ADS_1


Jangan lupa meninggalkan Jejak untukku (Like, Komen, Rate 🌟🌟🌟🌟🌟, jika berkenan boleh juga vote πŸ™πŸ™πŸ™)


Terimakasih 🌹🌹


__ADS_2