Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Alina Kangen Ibu


__ADS_3

"Kakak. . ."Panggil Clara saat melihat Maya sedang berjalan di lorong dengan Revan.


"Clara. . . Kamu kenapa?"Tanya Maya yang melihat adiknya menangis.


"Aku hanya sedang teringat Mamah sama Papah saja, aku tidak apa-apa, sungguh Ka." Ujar Clara mengusap air matanya yang terus mengalir.


"Mamah sama Papah udah tenang disana Dek. . .Kamu harus ikhlas ya." Ujar Maya memeluk adiknya.


"Ternyata Clara teman Erika, dia mendengar semua cerita dari Erika tentang rencana dibalik kecelakaan Kinan dan Lia." Ujar Sofi.


"Astaga.. .tapi kamu tidak terlibat kan Dek?" Tanya Maya.


"Dia dan satu temannya hanya menjadi saksi. Justru karena dia dan satu temannya kami bisa mendapatkan informasi lagi." Ujar Sofi.


"Syukurlah. . ." Ucap Maya merasa lega.


"Revan. . kau disini?" Tanya Sofi.


"Iya Bu, sesuai perintah ibu, saya menjemput Alina dan juga pengasuhnya. Saat ini Alina sedang keluar bersama keluarga Kinan dan Pak Randy." Ujar Revan menjelaskan.


"Baiklah. Terimakasih ya Van. Sekarang kalian bertiga sebaiknya pergi makan siang, sekalian kau berkenalan dengan Clara. Biar bagaimanapun kau harus mendapat restu darinya Van." Ujar Sofi membuat wajah Revan bersemu merah.


"Kau sudah makan siang?" Tanya Maya pada Sofi.


"Belum." Ujar Sofi yang baru ingat dia juga belum makan siang.


"Kalau begitu ayo kita makan siang bersama." Ajak Maya.


"Hmmm.. baiklah." Ucap Sofi.


Sementara itu Randy segera pergi ke kamar Kinan. Sesampainya di kamar Kinan, ia melihat Kinan sedang duduk menghadap balkon sendiri di atas kursi rodanya. Randy masuk secara diam-diam dan memeluk Kinan dengan lembut agar Kinan tidak merasakan sakit.


"Sayang. . .kau sudah pulang?"Ujar Kinan.


"Hmm. . aku merindukanmu."Ujar Randy.


"Pekerjaanmu sudah selesai?"Tanya Kinan.


"Hmmm. sudah. . Kamu sudah makan? "Tanya Randy.


"Sudah, tadi Maya dan Revan yang menemaniku. Yang lain sedang pergi makan siang dan membelikan Alina ice cream." Ujar Kinan.


"Alina?Siapa lagi dia?" Tanya Randy.


"Alina anaknya Lia sayang. .dia lucu sekali. . dia cepat akrab main dengan Mamah, Bunda juga Rayna."Ujar Kinan lagi.

__ADS_1


"Kau suka?"Tanya Randy.


"Hm. semua orang menyukainya. dia begitu menggemaskan. Kasihan Alina, masih kecil sudah di tinggal Ayahnya. . Dan sekarang Lia masih belum sadarkan diri."Ujar Kinan.


"Kita berdoa saja untuk kebaikannya ya."Ujar Randy.


"Aunty. . . . "Teriak Alina.


"Hai sayang. . kemarilah."Ujar Kinan.


"Tidak. . Nana takut. . "Alina bersembunyi di belakang Mamah.


"Lihat, anak kecil saja tahu kalau kau menakutkan Nak."Ujar Mamah pada Randy. "Nana. . jangan takut Nak. . Itu Uncle Randy, teman Aunty Kinan dan Ibunya Nana."Ujar Mamah membujuknya.


"Nana kangen ibu. ."Alina mulai menangis.


"Sayang, Ibu kan lagi Bobok. Alina sekarang banyak teman disini, biarkan ibu istirahat dulu ya Nak." Ucap Bunda jongkok mengusap kepala Alina.


"Ibu belum bangun Oma?"Tanya Alina.


"Belum sayang. ."Ujar Bunda lagi.


"Ibu lama sekali tidak bangun-bangun."Ujar Alina.


"Nana mau lihat Ibu?"Tanya Kinan.


"Sini..Aunty pangku, nanti Uncle yang dorong kita."Ujar Kinan.


Alina mendekati Kinan perlahan dan masih takut dengan Randy, karena hampir selama 6 bulan dia tak bertemu lelaki lain. Saat Revan menjemputpun Alina sedang tidur, jadi tidak menangis. Sedangkan dengan Ayah dan Papah karena mereka mirip Opanya yang sudah tidak muda lagi.


Alina segera duduk di pangkuan Kinan, dan Randy mendorongnya menuju ruang ICU. Kinan terus membelai Alina yang menyandarkan kepalanya di dada Kinan. Tanpa di sadari Alina sudah terlelap dalam pelukannya.


"Lia. . aku dan Nana datang. . .Lihat. .putri kecilmu sangat menggemaskan seperti yang kau ceritakan padaku Li. .dia merindukanmu, dia hanya tahu kau sedang tidur. . Kau tahu? Nana langsung akrab dengan keluargaku dan keluarga Mas Randy. Kau harus bangun untuk melihat putrimu lagi Lia." Ujar Kinan.


Kinan aku bahagia mendengarnya. . .Aku juga merindukan gadis kecilku. . Tapi aku tidak kuat lagi Kin. . badanku sakit. -Ujar Lia meneteskan air matanya.


"Lia, katakan sesuatu padaku. . . Setidaknya gerakkan tanganmu agar aku merasa tenang." Ujar Kinan.


"Aku akan mengatakan pada kalian. . Aku dan Sofi sudah mengetahui pelakunya. .dia adalah Tante Dona yang di suruh Erika . . Maafkan aku, gara-gara aku kalian menjadi menderita. Lia bangunlan, agar aku bisa membalas kebaikanmu." Ujar Randy.


"Lalu mereka bagaimana?" Tanya Kinan pelan agar Alina tidak terbangun.


"Erika sudah di bawa ke kantor polisi, dan Tante Dona masih dirawat di Rumah Sakit karena patah tulang." Ujar Randy.


"Kau tidak memukulnya kan?" Tanya Erika.

__ADS_1


"Hmm hanya sedikit. . tapi Sofi memukulnya dengan banyak. Nanti aku tunjukkan videonya pada kalian menunggu semuanya berkumpul disini." Ujar Randy tersenyum karena ingat dengan Sofi yang menyerang Erika tanpa ampun dan juga Tante Dona.


"Sofi memukul Erika?" Tanya Kinan tak percaya.


"Tidak hanya Erika. . tapi Tante Dona juga." Ujar Randy.


"Astaga. . kenapa dia bisa segarang itu." Ujar Kinan.


"Dia memukul Erika beberapa kali, katanya mewakili kalian." Ujar Randy.


"Lia, kau dengarkan? Apa kau tidak ingin menonton juga saat Sofi memukuli Erika dan Tante Dona?" Tanya Kinan.


Setidaknya aku merasa tenang setelah tahu siapa pelakunya. Terimakasih Pak Randy, Terimakasih Sofi. . - Ucap Lia dalam hatinya.


Di Kantin. . .


"Kak, tadi Bu Sofi memukuli Erika. . Aku ngeri sendiri saat melihatnya."Ujar Clara.


"Benar apa yang dikatakan adikku?" Tanya Maya langsung menatap Sofi


"Hmm.. itu tidak seberapa dengan apa yang dirasakan Kinan, Lia dan juga kita semua May. Dan aku tidak hanya memukul Erika. . .tapi. . " Ujar Sofi terhenti karena ingin minum dulu.


"Tapi apa?" Tanya Maya.


"Tapi Tantenya Pak Randy juga. . " Ujar Sofi tersenyum malu.


"Astaga. . apa kau psikopat?" Tanya Maya.


"Aku akan menjadi garang kalau orang-orang terdekatku di ganggu apalagi di buat celaka. Harusnya tadi aku patahkan tangan Erika, tapi aku ingat ada polisi disana." Ujar Sofi dengan santainya.


"Astaga. . . .kau ini. ." Ujar Maya menggelengkan kepalanya.


"Oh iya, pesan makan juga untuk sus Ani." Ujar Revan mengingatkan.


"Astaga. . aku melupakannya." Ujar Maya.


"Siapa sus Ani?" Tanya Sofi.


"Yang mengasuh anaknya Lia." Jawab Maya.


"Oh. . ya sudah pesan saja yang banyak." Ujar Sofi.


Maya dan Clara bergandengan memesan makanan untuk sus Ani dan beberapa cemilan untuk mereka nanti.


"Kau lihat Re? Maya sangat menyayangi adiknya, dia perempuan yang baik. Kau harus menjaganya dengan baik. Kalau kau sampai menyakiti Maya, kau juga akan menyakitiku dan juga yang lainnya." Ujar Sofi menyipitkan kedua matanya.

__ADS_1


Astaga. . .kenapa bisa begitu. .Dan aku tidak mungkin menyakiti Maya. . -Batin Revan.


"Karena aku, Kinan dan Lia sudah menganggap Maya seperti saudara kami sendiri. Kami menyayanginya seperti kami menyayangi adik kami, meskipun kau tidak pernah merasakan seperti apa memiliki adik." Ujar Sofi.


__ADS_2