Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Pacaran


__ADS_3

"Nana. . .sebaiknya kamu ikut Tante. . .karena perang akan berlangsung di dalam." Ujar Sofi saat Alina hendak ikut masuk Kinan.


"Perang apa tante? Mami dan Papi mau jadi power rangers yang melawan monster ya Tante?" Tanya Alina.


"Lebih tepatnya kedua orangtuamu yang perang Nak. Kau tidak boleh melihat peperangan ini." Gumam Sofi. "Nana ikut Tante saja ya. . Tante mau mengambil berkas di ruang meeting. Yuk." Sofi menggandeng tangan Alina menjauhi ruang kerja Randy supaya Aliaa tidak mendengarnya.


Di ruang kerja Randy. . .


"Hai sayang. . .kau sudah kembali?" Tanya Randy yang masih menandatangani beberapa dokumen.


Menyadari isterinya dalaa keadaan tidak baik, Randy segera menghentikan pekerjaannya dan menghampirinisterinya untuk menghiburnya.


"Sayang. . kamu kenapa?" Tanya Randy.


"Kalau aku gendut memang kenapa? Mas mau cari yang lain yang lebih sexy dan menarik?" Tanya Kinan.


"Ma. . maksud kamu?" Tanya Randy bingung.


"Aku begini kan karena perbuatan Mas. .. lalu setelah aku begini Mas mau ninggalin aku?" Ujarnya Kinan lagi.


"Kamu ngomong apa si sayang?" Tanya Randy.


"Mas bilang ke Nana kalau aku tidak boleh banyak makan karena takut gendut kan? Kalau aku gendut memang aku malu-maluin ya? Mas malu punya isteri jelek kaya aku?" Ujar Kinan lagi dengan kesal.


"Astaga. . .Nana. . .kenapa kamu jujur sekali Nak. . ." Ucap Randy menepuk jidatnya.


"Jadi benar kalau mas bilang akubgendut terus jelek? Mas malu punya isteri kaya aku? Mas jahat banget sih sama aku? Aku kan kaya gini karena perbuatan Mas juga. . ." Kinan mulai menangis.


"Bukan gitu sayang maksud mas. . .Mas cuma tidak ingin kamu banyak makan saja. . .nanti. . ." Ucap Randy langsung di potong Kinan.


"Nanti jadi gendut? Iya? Terus aku jadi jelek, terus mas malu kenalin aku sebagai isteri mas di depan teman-teman Mas? Ya sudah sana Mas cari yang lain saja. . .Bkar aku sama Nana saja." Ujar Kinan.


"Hmmm. .. ." melu*at bi*ir isterinya supaya tidak marah-marah lagi dan emosinya semakin bertambah. Randy tidak mau melepaskan sampai Kinan benar-benar kehabisan nafas dan tidak melanjutkan omelannya lagi.


"Sayang dengarkan aku. . Kalu kau makan banyak pagi ini, nanti siang kita tidak bisa makan siang bersama. Mas tidak mau kalau mas sedang enak-enaknya makan, tapi isteri mas cuma bisa lihatin karena sudah kenyang. Mas tidak masalah kalau kamu gendut atau jelek sekalipun, mas tetap sayang sama kami." Ujar Randy dengan manisnya.


"Jadi benar kalau aku jelek, gendut. . .?" Ujar Kinan.


"Aihh. . .tidak sayang. . .kamu cantik kok, mont*k, sexy. . Mulutku saja yang salah. . .Maafin Mas ya Sayang. . .kamu jangan marah-marah lagi. . .kasihan babynya di dalam nanti kehabisan Oksigen sayang." Ucap Randy memeluk isterinya dan mengusap punggungnya.


"Mas tidak bohong kan?Mas tidak akan tinggalin aku kan?" Ujar Kinan lagi.

__ADS_1


"Tidak akan sayang. . kalian adalah penyemangat hidup Mas. . mana mungkin mas tinggalin kalian." Ujar Randy.


"Benar?" Tanya Kinan lagi.


"Iya sayang. . mana mungkin Mas bohong pada kalian." Ujar Randy.


"Aku mencintaimu Mas. .. " Ucap Kinan.


"Aku juga sayang. . . sangat mncintaimu. . ." Ucap Randy mengecup kening Kinan.


Kinan dan Randy bermesraan di sofa panjangnya selagi tidak ada Nana yang mengganggunya.


Di Ruang lain. .


"Tante. . .Nana mau beli ice cream. . boleh?" Tanya Alina setelah Sofi selesai merapikan ruang meeting.


"Boleh sayang. . .kita ke meja Tante dulu ya, mau antar berkas ini, setelah itu kita keluar cari ice cream." Ujar Sofi.


"Iya Tante. . Nana boleh ijin dulu ke Mami sama Papi?" Tanya Alina.


"Nanti saja ya Nak. . . Nanti Tante saja yang minta ijin ke Mami dan Papi." Ujar Sofi.


"Ayo Tante. .. kan buku-bukunya sudah Tante letakkan di atas meja. .. Kita beli ice cream sekarang." Ujar Alina.


"Ok sayang. . .Tante ambil dompet dulu ya Nak. . ." Ucap Sofi dengan sabarnya.


Mereka segera menuju lift untuk turun dan beli ice cream untuk Alina. Semua staff perhatian tertuju pada Alina yang sangat cantik dan menggemaskan dengan rambut panjang berponi dan dihiasi bandana yang lucu.


Saat hendak masuk ke mobil Alina melihat Bagas sedang ngobrol dengan pacarnya. Alina langsung lari menghampiri Bagas dan pacarnya untuk menyapa mereka.


"Tante nanti dulu, Nana mau ke Om Baik. . ." Alina lari menjauhi mobil.


"Eh. . dia lari kemana? astaga. .. " Sofi kembali menutup pintu mobilnya.


Di tempat Lain. . .


"Apa aku mengganggumu?" Tanya Bagas.


"Tidak. . aku sudah selesai dengan tugasku. . .Kakak sudah selesai meeting?" Tanyanya


"Sudah, kalau belum mana mungkin aku bisa disini sekarang. Kamu nanti siang makan dengan siapa?" Tanya Bagas lagi.

__ADS_1


"Hmm tidak tahu. Kenapa Kak?" Tanyanya.


"Kita makan siang bersama yuk, sejak kita pacaran, baru beberapa kali kita makam siang berdua. Aku kan pacarmu." Ujar Bagas.


" Hmm. . memang kakak pacarku, tapi kan kita berjauhan jadi susah buat makan siang bersama. Memang kakak tidak langsung kembali ke kantor?" Tanyanya lagi.


"Tidak sayang, aku mau nungguin kamu sampainjam makan siang nanti, aku mau makan siang sama kamu." Ucap Bagas lagi membuat wajah kekasihnya bersemu merah.


"Heeiiiii. . .Om Baik dan Tante pacaran ya??" Tanya Alina dengan kerasnya membuat semua orang yang sedang lalu lalang memandangi Bagas dan pacarnya


"Oh astaga. . .Nana. . .kenapa kamu ganggu orang pacaran . . ." Gumam Sofi segera bergegas mendekati Nana.


"Maaf aku tidak menyuruhnya, sungguh. . .dia sendjri yang lari. Kalian lanjutkan saja ya. ." Ucap Sofi pada keduanya. " Sayang ayo kita pergi Nak. . .jangan ganggu Om dan Tante." Ujar Sofi.


"Tante. .Om Baik sama tante itu pacaran ya?" Tanya Alina yang masih berdiri di tempatnya.


"Hai anak kecil. . .darimana kamu tahu kata pacaran?" Tanya Bagas mendekati Alina.


"Dari TV Om. . Nana kalau lagi di rumah Oma diajak Nena nonton TV terus pacaran-pacaran gitu Om. .Om pacaran kan sama Tante? Ayo ngaku. . . ." Ujar Alina dengan gemasnya.


"Ya Tuhan . . .anak ini kenapa lucu sekali. . .Cupp. . ." Devi langsung mencium pipi Alina.


"Sorry. . .bukan aku yang menyuruh dia mengganggu kalian." Ujar Sofi merasa bersalah.


"Tante. . .pacaran sama Om Baik ya?" Alina mengulangi pertanyaannya karena sejak tadi belum di jawab.


"Memang kamu mau jadi pacar Om? Kalau mau nanti Om belikan ice cream yang banyak." Ujar Bagas.


"Tidak. . .Nana kan masih kecil, masa Nana pacarannya sama Om, kan Om sudah tua. Iya kan Tante?" Ucap Alina mencari pembelaan.


"Astaga. . .anak kecil ini sudah seperti orang dewasa saja." Ujar Bagas.


Aduh. . .Nana. . kamu polos sekali. . sebaiknya kita segera pergi sebelum kau mengatakan yang macam-macam lagi. . -Batin Sofi.


"Sayang kita pergi sekarang yuk, atau ice creamnya akan habis." Ujar Sofi.


"Tapi Om Baik dan Tante??" Tanya Alina.


"Mereka sedang ngobrol. . .kita jangan jadi obat nyamuk. . cukup Tante saja yang selalu jadi obat nyamuk kedua orangtuamu. . kamu jangan ya Nak. Kalian silakan di lanjut, maaf atas ketidaknyamanannya. . ." Sofi segera menggendong Alina dan menjauh dari Devi dan Bagas.


Mereka sudah 3 bulan menjalin hubungan setelah pertemuan beberapa kali saat meeting karena mewakili Maya yang saat itu meeting dengan Randy dan yang lainnya ke luar kota. Dan teman-teman Devi juga mendukungnya, begitupun dengan Kinan yang sudah tahu Bagas.

__ADS_1


__ADS_2