
"Mas. . . hari minggu nih. . .mas libur?" Tanya Kinan membangunkan Randy yang masih terlelap.
"Hmm. . .tapi nanti malam ada acara penutupan sayang. . Kamu mau ikut?" Tanya Randy dengan mata masih terpejam.
"Tidak. . . Ya sudah Mas istirahat saja. Aku mau ke supermarket sama Sofi ya Mas. " Ujar Kinan.
"Kenapa tidak pesan online saja? Kamu disini saja temani mas." Ujar Randy memeluk Kinan.
"Hanya sebentar Mas. . . Aku bosan berdiam diri apartemen terus." Ujar Kinan.
"Baiklah. . jangan lama-lama ya sayang. . . " Ujar Randy.
"Hmm. . .CUP. ."Kinan menge*up pipi Randy.
Kinan srgera bersiap-siap mengikat rambutnya yang panjang dan memakai topi sesuai permintaan Sofi. Setelah memoles sedikit bibirnya Kinan segera menggapai tas di atas meja riasnya dan membawanya turun. Terlihat Sofi juga sudah siap dengan topinya dan juga jaket.
"Ayo. . aku sudah siap." Ujar Kinan.
"Hmm. . .kita mau supermarket?" Tanya Sofi agar lebih jelas.
"Kita ke mall saja yuk. . . Mas Randy juga masih tidur. Kita tidak usah lama-lama disana." Ujar Kinan.
"Baiklah. . " Ujar Sofi.
William sudah sampai sejak 5 menit yang lalu di depan apartemen mereka.
"We want to go to the mall (Kami ingin pergi ke mall)" Ujar Sofi setelah William masuk ke dalam mobil.
•• We go to the mall, keep watch and be vigilant. (Kami pergi ke mall, tetap berjaga-jaga dan waspada.) ••
Sofi telah mengirimkan sebuah pesan kepada pengawal yang ia tugaskan untuk tetap berjaga-jaga karena khawatir jika mereka akan bertemu dengan wanita model itu meski hanya sekelebat. Sofi menyiapkan masker untuk Kinan dan dia supaya wajah mereka tidka di kenali.
"Kin, pakailah ini. Buat berjaga-jaga kalau ada bau yang menyengat atau virus. Kita tidak tahu pengunjung disana sehat semua atau tidak." Ujar Sofi yang ada benarnya juga.
"Baiklah. . .kau ternyata sudah mempersiapkan semua. Aku ingin mencari oleh-oleh untuk yang lain, biar bagaimanapun mereka sudah bekerja dengan baik selama kita tidak di perusahaan." Ujar Kinan.
"Apakah yang kemarin belum cukup?" Tanya Sofi.
"Hanya masih ada yang kurang Sofi. . .aku juga masih ingin kulineran. . . Dan aku juga ingin membeli sesuatu untuk suamiku." Ujar Kinan tersenyum entah apa yang sedang ia pikirkan saat itu.
"Hmm baiklah. . " Ujar Sofi.
Sesampainya di Mall Kinan dan Sofi segera turun dan berjalan dari satu lantai ke lantai lainnya.
__ADS_1
"Ternyata ini hari terakhir kita disini ya. . . besok kita akan kembali lagi ke Indonesia. Dan sibuk untuk persiapan ulangtahun Nana." Ujar Kinan.
"Hmm. . ." Sofi menganggukan kepalanya karena tidak tahu harus menjawab apa. "Kau mau makan apa?" Tanya Sofi.
"Aku terserah kau saja. . ."Ujar Kinan.
"Baiklah. . tunggu sebentar. . . jangan kemana-mana. . ." Ujar Sofi seperti Randy yang meminta Kinan untuk tidak kemana-mana.
•• *Sofi aku ke toilet dulu ya. . .sebentar saja.••
••Jangan lama-lama. Hubungi aku jika ada sesuatu.••
•• Ok*. ••
Saat keluar dari toilet Kinan tidak sengaja bertemu dengan Febby. Kinan hanya diam dan tidak menyapanya, tapi Febby malah marah-marah kepadanya karena sudah menabrak dia hampir terjatuh.
"Sshh. . . Siapa sij yang menabraku. Tidak punya mata apa. ." Ujar Febby yang belum melihat Kinan.
"Sorry. . ." Ujar Kinan.
"Oh.. .kamu bukanya pegawai Randy ya? Sedang apa kamu disini? Oh atau kau juga satu apartemen dengan Randy dan Sofi ya? Bilang ke temanmu jangan sok jadi orang." Ujar Febby.
"Kenapa harus aku yang bilang. . . Bilang sendiri saja ke Sofi. . kau punya mulut kan?" Ujar Kinan.
Oh belum tahu dia kalau aku isteri pria yang dia cintai. . Bagaimana kalau tahu aku isteri mas Randy? Sabar kin sabar. . .jangan takut jangan lemah. . .ingat kata Sofi. . dia hanya wanita li*ik. .. Lihat saja sampai mana dia bisa berulah. .Aku harus memancing emosinya, seperti yang Sofi lakukan. . . Anggap saja aku sedang latihan acting, siapa tahu suatu saat di calling untuk main film. . .hehe -Batin Kinan.
"Memang kenapa kalau aku bawahan mereka? Bukanya akan lebih puas lagi kalau kamu ngomong secara langsung di depan orangnya?" Ujar Kinan.
"Astaga. . . atasan dan bawahan sama-sama be*onya." Ujar Febby.
"Api si mba model. . .jangan marah-marah terus. . .nanti urat-uratnya tegang terus tidak bisa balik lagi, mba sendiri yang repot.. . . Sudah ya saya mau kembali kesana." Ujar Kinan.
"Kau tahu isteri Randy?" Tanya Febby membuat langkah kaki Kinan terhenti.
"Tahu. . .kenapa?" Tanya Kinan dengan santainya.
"Siapa dia? Bagaimana wajahnya?" Tanya Febby.
"Apa kalau aku menyebutkan ciri-cirinya kau juga akan berganti style sepertinya?" Tanya Kinan.
"Cepat katakan. . ." Ujar Febby sedikit berteriak.
"Astaga. . .Santai mba. Kau tidak lihat semua orang disini sedang melihatmu. . mana ada seorang model marah-marah di tempat umum tidak jelas. . .yang pastinya wanita itu cantik walaupun tidak cantik-cantik amat sih, tinggi ya 11 12 sama model lah. . terus kalau kata orang-orang dia baik. . Memang tidak ada yang istimewa darinya tapi Pak Randy mencintainya, tidak ada yang lain lagi. Itu kata Pak Randy. . . . "Ujar Kinan.
__ADS_1
"Siapa namanya?" Tanya Febby.
"Namanya Jingga. . ." Ujar Kinan.
"Cih nama macam apa itu. . ." Ujar Febby sinis.
"Nama orang mba. . ." Ujar Kinan.
Kau menghina namaku? Berani sekali. . - Batin Kinan.
"Kau ada fotonya? Tunjukkan padaku." Pinta Febby lagi.
Kau tak perlu minta fotonya . . aku sudah di depan matamu mbak. . . Lihat aku sepuasnya sekarang. . .- Batin Kinan.
"Ponselku disana. . .mana bisa aku menunjukkannya padamu. . " Ujar Kinan beralasan.
"Kau mau bekerja sama denganku?" Ujar Febby menawarkan bekeeja sama dengan Kinan.
"Untuk apa?" Tanya Kinan.
"Untuk menyingkirkan wanita ja*ang itu. . ." Ujar Febby.
Ingin rasanya tangan ini menutup mulutnya dengan sepatu, tapi nanti aku hanya memakai sepatu sebelah saja. Sayang sepatuku juga. . .- Batin Kinan lagi.
"Ih tidak mau, itu jahat sekali mbak. . .harusnya kalau mau bersaing, ya bersaing secara sehat saja. Kan mba model, terkenal, lebih cantik . . masa bersaingnya secara kasar." Ujar Kinan.
"Arrghhhh . . . Diam kau. . ! !" Bentak Febby kepada Kinan.
Diam-diam Sofi merekam obrolan mereka, karena melihat Febby yang sudah semakin emosi dan takut Kinan di pukul Sofi segera menghampirinya dan membuat wajah Febby pucat seketika.
"Ada apa ini?" Tanya Sofi pura-pura tidak tahu.
"Nah ini ada orangnya, tadi katanya mba model mau menyampaikan sesuatu ke Sofi. . . " Ujar Kinan.
"Kau mau bicara apa Nona?" Tanya Sofi menatap Febby.
"Kata mba model Kamu jangan sok jadi orang.." Ujar Kinan
pada Sofi.
"Hmm sok yang seperti apa? Kamu yang harus jaga sikap. . sudah tahu Pak Randy punya isteri, masih saja mengejar-ngejar. . . apa kau tidak terlalu laku jadi mengejar-ngejar suami orang karena dia kaya? Atau kau masih kurang setelah mendapat pukulan dari temanku satu pekan yang lalu? Atau aku harus mengingatkanmu bagaimana rasanya dipukul waktu itu? Kau pilih tangan kanan atau kiri?" Ujar Sofi.
"Dasar wanita g*la. . " Ujar Febby pergi menjauh dan terus mengumpat.
__ADS_1
"Yah. . .g*la teriak g*la. . .Mbak bukannya mau ke toilet?" Ujar Kinan mengingatkan Febby.