Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Nikah Kontrak?


__ADS_3

Sesampainya di depan ruangan di lantai 3, Chandra segera mengetuk pintu dan membukanya. Tangan kirinya masih menggandeng tangan Alina yang diam saja karena merasa capek harus mengikuti langkah kaki Chandra yang cepat.


"Wah cepat sekali sampainya. . .Apa kamu pakai baling-baling bambu?" Tanya Mamah.


"Lihat, dia menggandeng calon isterinya. Cantik sekali. . .eh tunggu. . .sepertinya aku pernah mengenalnya. . Hmmm. . . ." Ucap Tante.


"Ahhh. . .kau benar. . dia Alina Hans. . .model cantik yang sekarang sedang membintangi beberapa iklan di TV kan." Ujar Mamah yang teringat dengan wajah Alina.


"Ahh iya. . .Mba Benar. . . Tapi dia memakai jas dokter. Apa mungkin dia sedang syuting sinetron dengan peran seorang dokter?? wahh. . .cantik sekali. Lebih cantik yang aslinya. . Kau tau Nak, tante mengidolakanmu. .Sejak kamu masih di Jepang. Akhirya sekarang bisa bertemu secara langsung. Boleh Tante memelukmu?" Tanya Tante pada Alina.


Alina mengangguk, namun sebelum Tante memeluknya Alina sudah jatuh pingsan lebih dulu. Mamah dan Tante histeris, wajah Alina terlihat begitu pucat.


"Can. . .Ayo angkat dia. . .Astaga. kenapa masih diam saja melihat pacarmu pingsan. Kau apakan dia???" Tanya Mamah.


"Can sayang. . .perlakukan wanitamu dengan baik. . .jangan siksa dia . ." Ujar Tante Resti.


"Astaga. . .kalian. . ." ujar Chandra langsung mengangkat tubuh Alina dan merebahkannya pada sofa di sudut ruangan.


"Mbak. . . ambil minyak kayu putih. . ." Ujar Tante Resti.


"Oh Ok. . . Aduh kasian sekali calon menantuku. . ." Ujar Mamah.


"Dia bukan calon menantu Mamah. .. dia . ." Ujar Chandra.


"Apa kau mempermainkan dia??? Astaga.. .siapa yang mengajarimu jadi laki-laki breng*ek Hah??? Kalau kamu sakitin calon keponakan Tante awas saja. .. " Ujar Tante Resti.


"Kau awas. . . Apa mau kena minyak ini???" Ujar Mamah.


"Aiihhh bau. . . " Ujar Chandra segera pergi keluar dari ruangan.


Mamah dan Tante berusaha membangunkan Alina dari pingsan. Tante Resti mengambil segelas air putih untuk Alina.


"Res, calon menantu ku sudah sadar. Mana minumnya?? Ambilkan minum." Ujar Mamah.


"Iya mbak iya. . ." Ucap Tante Resti sambil membawa segelas air putih di tangannya.


Setelah Alina sadar dan minum, dia sudah lebih baik sekarang. Alina hanya kelelahan karena sejak pagi banyak pasien dan ia lupa belum makan siang.

__ADS_1


***


Chandra duduk di sebuah kursi depan ruangan. Dia khawatir takut terjadi apa-apa pada Alina. Apalagi mereka belum berkenalan dengan benar.


Dari ujung lorong terlihat beberapa perawat dan dokter mendorong bed berisikan pasien. Dan terlihat Papah juga Om berjalan di belakangnya. Chandra segera berdiri menunggu mereka yang semakin dekat.


Wajah cemas terlihat jelas di wajah Papah dan Om. Bagaimana tidak, Pria tua yang berada di atas bed yang tak lain adalah Ayah mereka kini sedang terbaring tak berdaya. Sejak usia Papah 15 tahun dan Om 10 tahun mereka hanya hidup bertiga setelah kematian Omah.


"*Aku tidak menyalahkan Papah dan Opah yang mendesakku untuk segera menikah. Aku akan menerima keputusam Opah kalau akh harus di nikahkan dengan cucu temannya.


Aku akan berusaha untuk bisa menjaganya dengan baik dan mencintainya dengan tulus. Opah tidak mungkin salah memilih" Ujar Chandra*.


"Can kau sedang apa disini? Kenapa tidak masuk saja? Mamah dan Tante mu kan ada di dalam." Ujar Papah saat melihat Chandra berdiri di depan ruang rawat.


"Di dalam ada bau minyak angin Pah. ..Opah darimana?" Tanya Chandra.


"Opah baru saja dari radiologi." Ya sudah ayo masuk." Ucap Papah.


Saat Chandra, Papah dan juga Om Danu masuk. Terlihat Alina sedang mengobrol dengan seorang dokter yang tadi ikut mengantar Opah.


"Ternyata kamu seorang Dokter? Wahh. . .hebat sekali. ." Ucap Mamah Rosse memuji Alina.


"Iya Tante. . Model hanya hobby, tapi Dokter merupakan cita-citaku sejak dulu." Ujar Alina menjawab dengan sopan.


"Udah cantik, manis, sopan, seorang Dokter. . .terkenal pula. .pasti banyak deh cowok yang kejar-kejar kamu Alina." Ujar Tante Resti.


"Panggil saja saya Nana Tante. . keluarga dan teman-teman memanggil saya Nana. . " Ujar Alina lagi.


"Oh Baiklah. . .Nana Hans yang sebentar lagi akan berganti menjadi menjadi Nana Wijaya." Ujar Tante Resti.


"Na. . nama siapa Tante. . ?" Tanya Alina.


"Jadi kamu belun tau ya, Chandra keponakan Tante yang tampan ini tapi ges*ek namanya Chandra Alfiando Wijaya. Tapi karena dia tidak ingin semua orang mengenalinya jadi dia memakai namaku, jadi Chandra Azhari." Ujar Tante Resti.


"Ta. . tapi saya bukan. . ." Ujar Alina.


"Lihat Pah, mereka masih malu-malu rupanya. Mungkin mereka masih ingin berpacaran ya. . " Ujar Tante Resti lagi.

__ADS_1


"Ya, Opah setuju jika kalian menikah. Untuk cucuk teman Opah biar nanti Opah yang urus. Dia pasti akan mengerti. Yang penring sekarang kalian menikah, hari ini juga. Opah ingin melihat Cucu Opah segera menikah dengan wanita pilihannya." Ujar Opah dengan suara yang parau.


"Apa?? Menikah??'' Ujar Alina dan Chandra bersamaan.


"Tidak . .tidak. . aku mau menikah tapi dengan cucu teman Opah. . Dia hanya Dokter pribadiku Opah. . " Ujar Chandra.


"I. . iya. . lagian kami baru saja bertemu pagi ini. . .karena Pak Chandra merupakan pasien saya yang datang pagi tadi." Ujar Alina menjelaskan.


"Lalu kenapa kalian tadi datang bergandengan? Padahal Mamah sudah senang melihat kalian bersama. . lagian Opah kan juga setuju jika kamu sama Nana. . .iya kan Pah?" Ujar Mamah Rosse pada Opah yang di ikuti dengan anggukan kepala sebagai tanda setuju.


"Ta. . tapi Tante. . .kami. . ." Ujar Alina.


"Sayang. . .tolong kami. . .kamu lihat sendiri kan Opah seperti apa keadannya." Ujar Tante Resti.


Alina dan Chandra memilih untuk diam dan masuk ke ruangan di sebelah kamar rawat Opah untuk berbicara empat mata dengan Alina.


Keduanya duduk di kursi masing-masing dan saljng berhadapan. Mereka terlibat dalam sebuah obrolan yang cukup serius. Sesekali mata Alina melotot karena mendengar keputusan yang di buat oleh Chandra.


"Aku tau, kamu juga terpaksa. Begitupun denganku. Maaf sudah melibatkanmu dalam masalah keluargaku yang rumit. Tapi bukankah kamu bisa menolaknya jika kamu keberatan?" Ujar Chandra.


"Aku mana bisa egois. .Opah kasihan, aku teringat dengan kedua Opahku, meski mereka masih kuat saat ini tapi aku tak bisa membayangkan jika Opah berada di posisi yang sama." Ujar Alina.


"Opah sudah lama memiliki riwayat jantung. Sudah terpasang ring di jantungnya. Dan tadi dia di bawa ke radiologi untuk rontgen karena tadi pagi Opah sempat terjatuh. Takutnya ada tulangnya yang patah." Ujar Chandra.


"Hmm. ." Ujar Alina.


"Kita menikah dengan perjanjian kontrak saja. Kalau sewaktu-waktu kau berubah pikiran dan bertemu jodohmu kau boleh meminta pisah dariku. . ." Ujar Chandra.


"A. . .Apa. . ." Ucap Alina dengan kedua matanya yang melotot.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


》》Lagi mencoba seperti dulu lagi yang bisa Up sehari sampai 3 ch. hhe


》》Ditunggu Like dan Komen nya ya Kak ♡♡


》》Salam kenal dariku yang hobinya coret-coret ini. ♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2