
Kinan terbangun dari tidurnya setelah mendengar ponselnya berbunyi beberapa kali, saat dil ihatnya tertulis nama Randy di layar ponselnya. Karena masih kesal Kinan tidak mengangkatnya dan membiarkan begitu saja. Jam sudah menunjukkan pukul 6.30, Kinan segera pergi mandi karena sebentar lagi Lia datang untuk menjemputnya.
Setelah selesai berhias, Kinan segera keluar dari kamarnya dan turun ke dapur. Disana sudah ada Bang Keanu dan kedua orangtuanya yang sedang menikmati sarapannya.
"Selamat pagi Ayah, Bunda, abang..."Sapa Kinan dengan ceria.
"Selamat pagi Sayang... tumben baru turun jam segini?"Tanya Bunda.
"Iya Bun, semalam kepala Kinan sakit jadi tidak bisa tidur."Ujar Kinan.
"Kenapa kamu tidak membangunkan ku? Apa kamu tidak percaya kalau aku bisa memeriksamu?"Ujar Keanu menatap Kinan dengan tajam.
"Bu..bukan begitu Bang. Kinan malas untuk bangun, dan kalau teriak panggil abang pasti semua akan bangun. Sekarang Kinan dudah sembuh kok."Ujar Kinan.
"Benarkah?"Tanya Keanu meletakkan tangannya pada dahi adiknya dan dua jarinya pada persendian adiknya untuk memastikan kecepatan denyut nadinya.
"Iya Bang, Aku sudah baik-baik saja. Oh iya dimana Nenek?"Tanya Kinan yang tidak melihat Nenek duduk bersamanya.
"Nenek sedang tidak enak badan. Tapi sudah Kea periksa dan beri obat, sekarang sedang istirahat."Ujar Ayah.
"Aku lihat Nenek dulu ya Yah."Ujar Kinan berdiri dari duduknya.
"Tidak usah di bangunkan Dek, karena Nenek butuh istirahat."Ujar Keanu.
"Iya aku hanya melihatnya."Jawab Kinan berjalan menuju kamar Nenek yang berada di lantai bawah dekat dengan kamar kedua orangtuanya.
Nek cepat sembuh ya, Kinan sayang Nenek. -Batin Kinan.
"Bang nanti sepulang Kinan kerja, kita jalan-jalan yuk."Ajak Kinan.
"Kamu tidak pergi dengan Randy?"Tanya Keanu.
"Tidak. Ya sudah aku berangkat dulu."Kinan mengakhiri pembicaraan pagi itu dan segera mencium punggung kedua orangtuanya dan juga Keanu.
"Pagi Kinan."Sapa Lia agar Kinan lebih semangat.
"Pagi Lia."Jawab Kinan berusaha untuk tetap tersenyum.
"Sudah lebih enakan atau perlu ke dokter dulu?"Tanya Lia.
"Tidak usah Li, langsung ke kantor saja ya."Jawab Kinan.
Sementara itu...
Kenapa nomor HP nya tidak bisa di hubungi?Kemana dia? Apa ponselnya tidak dia pegang? -Batin Randy.
•• Selamat pagi Sayang... ••
__ADS_1
•• Kamu sudah berangkat? ••
•• Kin?••
•• Kinan? ••
•• Nan ••
•• Kamu kenapa? Apa kau sakit? ••
Astaga.... Dia kenapa? Kenapa tidak membalas pesan dariku? Apa jangan-jangan dia sakit? Huhhh ....- Batin Randy*.
"Baiklah nanti saat di kantor aku akan memintanya untuk ke ruanganku. Lebih baik aku segera mandi agar cepat bertemu dengannya."Ujar Randy yang masih duduk di pinggir kasur.
Randy bergegas mandi karena ingin segera bertemu dengan Kinan. Dia memakai setelan jass berwarna cream dan juga kacamata hitam yang menambah kadar ketampanannya pagi itu. Randy segera turun dari kamar menuju meja makan yang sudah tidak ada siapapun disana.
Randy segera menghabiskan sarapannya dan pergi ke kantor dengan mobil mewahnya. Selama dalam perjalanan pikirannya selalu tertuju pada Kinan, dia ingin menjelaskan tentang Febby supaya tidak ada salah paham antara dia dan Kinan.
Sesampainya di lobby, Randy segera turun dan menyerahkan kunci mobilnya pada petugas yang berjaga untuk memarkirkan mobilnya. Randy segera naik ke lantai 4 dan meminta Sofi untuk menghubungi Kinan dan menyuruhnya segera ke ruangannya.
"Sofi, hubungi Kinan dan suruh dia segera menemuiku."Ujar Randy.
"Baik Pak."Jawab Sofi.
•• *Kinan... kau dimana? ••
•• Segeralah ke lt 4. Pak Randy memintamu untuk menemuinya. Mungkin dia akan menjelaskan yang semalam.••
•• Baiklah*. ••
Sepuluh menit kemudian Sofi melihat kedatangan Kinan yang baru keluar dari pintu lift, Sofi segera berdiri dan menunggu Kinan. Dia memberikan semangat pada Kinan dan menyuruhnya untuk menahan emosi agar tidak terjadi pertengkaran pagi ini.
Tokk...tokk......Tok..
"Pak, Kinan sudah datang." Ujar Sofi membuka pintu.
"Ok, suruh dia masuk. Dan kau keluar saja. Aku ingin berbicara dengannya."Ujar Randy.
"Baik Pak."Jawab Sofi kembali melirik Kinan dan memberinya semangat.
"Kamu semalam kemana? Kenapa pergi begitu saja?"Tanya Randy.
"Saya tidak enak badan, jadi pulang lebih dulu." Jawab Kinan dengan tenang.
"Kamu sakit? Lalu bagaimana sekarang?" Tanya Randy khawatir.
Sok perhatian banget sih ini orang.... Dasar lelaki bermuka dua..... Setelah semalam pelukan dengan wanita lain, sekarang dia menyuruhku untuk menemuinya..-Batin Kinan kesal.
__ADS_1
"Saya baik-baik saja."Jawab Kinan.
"Tidaa usah dengan bahasa formal, seperti biasa saja."Pinta Randy pada Kinan.
"Maaf, sebagai karyawan harus menghormati atasan."Jawab Kinan lagi.
"Kamu kenapa? Kenapa kamu seperti ini? Apakah kepalamu terbentur jadi kamu berubah seperti ini?" Tanya Randy lagi.
Sudahlah tidak usah bertanya...Tidak perlu pura-pura peduli padaku...Lebih baik sekarang selesaikan saja kontrak ini.- Batin Kinan.
"Tidak, saya banyak pekerjaan. Laporan saya untuk meeting siang ini belum selesai. Bolehkan saya kembali?" Tanya Kinan.
"Tunggu aku ingin menceritakan siapa Febby agar kamu tidak salah paham."Ujar Randy.
Dia wanita yang spesial untukmu kan? Sekarang kamu sedang bahagia karena kekasihmu sudah kembali lagi...-Batin Kinan menjadi kesal.
"Febby itu....."Randy belum selesai mengatakan tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan terdengar suara wanita yang semalam.
"Hai Ran..."Sapa Febby membuka pintu ruang kerja Randy tanpa permisi.
"Kalau begitu saya permisi dulu Pak. Silakan dilanjut."Ujar Kinan segera pergi meninggalkan ruang kerja Randy.
"Ran, kamu kenapa? Kok bengong?"Tanya Febby yang berdiri di hadapannya.
"ehm.. tidak apa-apa. Ada perlu apa pagi-pagi datang kemari Fe?"Tanya Randy.
"Aku kesepian di Hotel Ran. Jadi aku kesini saja. Aku belum sarapan."Ujar Febby dengan manja.
"Kamu mau sarapan disini?"Tanya Randy.
"Tentu saja."Jawab Febby dengan semangat.
"Mau sarapan apa? Biar nanti aku suruh sekretarisku untuk memesankannya."Ujar Randy..
"Aku ingin makan Buryam dan sate telur puyuh juga sate usus. Minumannya jeruk hangat saja. Sudah lama aku tidak makan itu."Jawab Febby.
"Ok, tunggu ya."Ujar Randy keluar mencari Sofi.
"Ada yang bisa saya bantu Pak?"Tanya Sofi berdiri yang melihat Randy datang menghampirinya.
"Pesankan Buryam, sate telur puyuh dan usus juga jeruk hangat ya."Ucap Randy.
"Baik Pak."Jawab Sofi
"Terimakasih Sofi."Ujar Randy tersenyum dan kembali ke dalam ruang kerjanya.
Lalu untuk apa Pak Randy memanggil Kinan? Atau mereka telah memutus kontrak itu dan Kinan sudah bebas? Aku benar-benar bingung dibuatnya.- Batin Sofi.
__ADS_1
Sofi segera memberikan pesan kepada OB untuk membelikan Buryam, sate telur puyuh dan usus juga jeruk hangat sesuai dengan pesanan Pak Randy.