Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Obat nyamuk


__ADS_3

Saat Bagas dan Patrick sedang fight, Maya dan Sofi juga Revan mendekati Febby yang sedang menjaga Alina. Melihat ketiganya maju membuat nyali Febby menciut. Sofi mendekati dirinya, sedangkan Maya mendekati Alina dan merengkuhnya ke dalam pelukan.


"Fight belum berakhir, kalian tak bisa membawanya. . . " Ujar Febby.


"Kata siapa kita tidak bisa membawanya?? Kita bisa. . Dan kita juga bisa membalasnya padamu Nona Model. . .Licik sekali memakai anak kecil untuk kau jadikan senjata." Ujar Sofi.


"Ini bukan urusanmu. . Jangan ikut campur." Ujar Febby.


"Sudah, diam saja. . . Revan ikat dia. . .Biarkan Bagas dan Om Harun mengurus pria itu. Sekarang kita harus segera membawa Nana pergi dari sini. Hari sudah semakin sore." Ujar Sofi


Setelah mengikat Febby dengan mendudukannya di kursi, Sofi dan yang kainnya segera pergi meninggalkan Bagas dan Om Harun yang masih fight dengan Patrick. Revan mengambil alih menggendong tubuh Alina dari pelukan Maya.


Sesampainya di parkiran, Revan segera mengambil mobil Bagas dan berhenti di depan Sofi dan Maya yang menunggunya. Mereka membawa Alina ke Rumah Sakit terdekat agar segera mendapat pertolongan karena obat bius yang mungkin di berikan cukup banyak oleh mereka.


Setibanya di Rumah Sakit, Revan segera memanggil perawat, dan mereka keluar dengan eembawa brankar untuk membawa Alina masik ke IGD. Sofi tak mengabari yang lain, karena dia tahu mereka sedang memikirkan Kinan.


"Kita jangan mengabari yang lain dulu, biarkan mereka fokus pada Kinan. . .Kita berdoa saja disini supaya semua akan baik-baik saja." Ujar Sofi.


"Kalau begitu, aku carikan makanan dulu untuk kalian. . ." Ujar Revan.


"Makasih Van. . ." Ucap Maya.


Revan segera pergi meninggalkan Sofi dan Maya yang masih menunggu Alina yang sedang di lakukan tindakan. Sedangkan Maya dan Sofi masih tetap diam penuh harap agar Alina baik-baik saja.


"Kenapa masalah ini masih terus saja terulang. . Dan masalahnya pun hampir sama. . Apakah tidak ada sasaran lain selain Pak Randy dan Kinan." Ujar Maya.


"Kita saja capek, apalagi mereka. Hanya karena kecemburuan, mereka harus mengalami kejadian yang hampir sama setiap kalinya. Tapi untuk apa Tuan Patrick menculik Alina, bukankah Oma dan Opanya sudah berubah?" Ujar Sofi lagi.


"Entahlah. . . Anak sekecil dia tidak tahu apa-apa. Toh kedua orangtuanya sudah tidak ada. Untuk apa dia mengganggu anaknya. Apalagi wanita model itu, sana sini nempel, apakah dia tidak malu." Ujar Maya.


"Urat malunya sudah putus." Ujar Sofi.


Tiba-tiba pintu terbuka dan seorang dokter keluar. Maya dan Sofi segera beranjak mendekati dokter untuk menanyakan kondisi Alina.


"Bagaimana keadaannya Dok?" Tanya Maya.

__ADS_1


"Obat bius yang di hirupnya terlalu banyak, mungkin nanti malam baru akan sadar. Saat ini pasien sudah kami pasang infus agar setidaknya ada cairan yang masuk ke dalam tubuhnya, dan juga oksigen." Ujar Dokter


"Tapi dia tidak apa-apa kan Dok?" Tanya Sofi.


"Untung saja kalian cepat membawamya, mungkin kalau terlambat 5 menit saja pasien sudah tidak bisa tertolong. Anak seusianya tidak seharusnya di bius sebanyak itu." Ujar Dokter.


"Iya Dok, kami juga tidak tahu. Karena dia baru saja di culik." Ujar Maya.


"Dokter, setelah dia sadar apakah bisa di rujuk ke Rumah Sakit Permata? Kebetulan Maminya juga masuk Rumah Sakit karena kejadian ini. Dia putri Pak Randy." Ujar Sofi.


"Oh rupanya di putri Pak Randy. Baiklah, setelah dia sadar dan keadaan sudah mambik bisa di rujuk Rumah Sakit tersebut. Nanti saya buatkan surat rujukannya." Ujar Dokter.


"Terimakasih Dok. Kalau begitu, apakah kami boleh melihatnya?" Tanya Sofi.


"Tentu saja. Silakan." Ujar Dokternya.


Sementara itu. . . .


Peralatan monitor terus berbunyi membuat suasana ruang VVIP seperti ruang ICU. Randy dan Keanu memilih untuk stay menjaga Kinan. Randy terdiam di kursi memegangi tangan Kinan yang dingin.


"Dia masih dalam pengaruh obat bius Randy. Tenanglah. Kau lihat, detak jantung masih teratur. . .dan semuanya normal. Kita tunggu saja sampai dia sadar dari komanya." Ujar Keanu menenangkan Randy meski dia sendiri cemas melihat adiknya yang koma dengan beberapa alat medit terpasang di tubuhnya.


"Lalu bagaimana dengan putraku?" Tanya Randy.


"Dia hanya mendapatkan observasi untuk saat ini. Jika keadaannya stabil, besok lusa sudah bisa keluar dari sana." Ujar Keanu.


"Syukurlah. . . Astaga. . .Nana. . .Bagaimana kondisinya sekarang. Ponselku. . . ponselku ada pada Sofi." Ujar Randy dengan cemas.


"Aku ada ponsel. . Aku akan menghubunginya." Ujar Keanu mengambil ponsel diatas meja.


"Tanyakan apakah Nana sudah bisa diselamatkan dari penculik itu." Ujar Randy.


Keanu duduk di sofa dan membuka layar ponselnya, mencari nomor Randy, karena dia tidak memiliki nomor Sofi. Cukup lama Sofi tidak mengangkat, mungkin sedang sibuk atau masih dalam proses penjemputan Alina. Keanu tak menyerah, dia kembali menghubunginya sampai Sofi menjawabnya.


Tuutt. . Tutt. . .

__ADS_1


"Hallo. . .Selamat malam. . ." Ucap Sofi dari seberang sana.


"Hallo Sofi, ini saya Keanu." Ucao Keanu yang sebenarnya tidak perlu menjelaskan siapa dirinya, karena di ponsel Randy sudah twrtulis namanya.


"Iya Bang, saya sudah tahu. Bagaimana kondisi Kinan dan Bayinya? Apakah tindakan masih berlangsung?" Tanya Sofi.


"Bayinya sehat, tapi Kinan masih koma. Bagaimana kondisi Nana? Apakah dia masih di tangan penculik itu?" Tanya Keanu.


"Alina sudah kami bawa ke Rumah Sakit terdekat disini. Kata dokter, dia terlalu banyak menghirup obat bius hingga membuatnya tak sadarkan diri dengan waktu yang cukup lama. Tapi katanya tidak apa-apa, dalam waktu beberapa jam dia akan sadar. Saya sudah meminya surat rujukan ke Rumah Sakit Permata, mungkin jika Nana dan Kinan berdekatan bisa membantunya untuk cepat sadar." Ujar Sofi menjelaskan secara rinci pada Keanu.


"Syukurlah jika Nana sudah bersama kalian. . . Besok pagi saja kalian baru mengurus rujukan, sudah malam sekarang." Ujar Keanu.


"Iya Bang, kami akan mengurusnya besok pagi. . ." Ujar Sofi.


"Kamu di Rumah Sakit dengan siapa sekarang?Apakah sudah makan?" Tanya Keanu.


"Saya dengan Maya dan Revan Bang, baru saja kami makan. Makanya lama mengangkat telepon dari Bang Kea." Ucap Sofi.


"Oh maaf jika saya mengganggu kalian." Ujar Keanu tersenyum.


"Tidak apa, saya sengaja tidak mengabari dulu. Supaya kalian tidak terpecah pikirannya. Nana disini sudah aman bersama kami Bang. Kabari kami jika ada perkembangan mengenai Kinan." Ujar Sofi.


"Kalian juga kabari kami jika Nan sudah sadar." Ujar Keanu.


Sayang. . .bangun. . kau tak kasihan padaku? Aku rasanya seperti obat nyamuk Keanu dan Sofi. . . Aku kan memintanya untuk bertanya kabar Nana, tapi malah seperti orang yang sedang pacaran.


\=\=\=\=\=\=\=\=


πŸ’πŸ’JANGAN LUPA BACA JUGA 'LOVING SLOWLY' πŸ’πŸ’πŸ™πŸ™


Maaf typo masih suka nyempil.


Ditunggu Kritik & Sarannya πŸ™


Jangan lupa meninggalkan Jejak untukku (Like, Komen, Rate 🌟🌟🌟🌟🌟, jika berkenan boleh juga vote πŸ™πŸ™πŸ™)

__ADS_1


Terimakasih 🌹🌹


__ADS_2