
"Kak……Ayo kita turun. . . . Kak Randy sama Papah sudah menunggu di bawah."Ujar Rayna yang sengaja mengeraskan suaranya agar Tante Dona melepas tangan Kinan.
"Maaf Tante, saya harus permisi dulu."Ujar Kinan yang sedikit takut dengan tatapan Tante Dona.
Rayna dan Mamah segera menggandeng Kinan dan menuju lift untuk menyusul Papah dan Kak Randy. Setelah sampai di lantai satu, Rayna dan Kinan memisahkan diri dari Mamah yang sedang berbincang dengan teman arisannya.
"Ray, memang Tante Dona kenapa?"Tanya Kinan memulai pembicaraan.
"Apa Kak Kinan tidak takut dengan Tante Dona?"Tanya Rayna.
"Takut, tapi kan biar bagaimanapun juga dia itu saudara. "Ujar Kinan.
"Ray mau tanya. . . . Kak Kinan tahu Erika?"Tanya Rayna.
"Hm. . .Tadi pagi aku bertemu dengannya, dia datang ke ruang kerja Mas Randy."Ujar Kinan.
"Apa dia menyakiti Kakak?"Tanya Rayna.
"Tidak, ada Mas Randy disana, meskipun hanya diam melihat kami beradu mulut."Ujar Kinan.
"Wah hebat. . . . Kakak memarahinya?"Tanya Rayna ingin tahu.
"Tidak. . . . Hanya membalikkan semua ucapan yang keluar dari mulutnya. Memang apa hubungannya Tante Dona dan Erika?"Tanya Kinan.
"Ok, akan Rayna kasih tahu. Jadi Tante Dona itu adik kandungnya Om Harun, Erika sangat dekat dengan Tante Dona. Kami hanya takut Erika akan memanfaatkan Tante Dona untuk menyakiti Kakak."Ujar Rayna berkata jujur.
"Berarti Tante Dona isteri Om Pram?"Tanya Kinan menebak.
"Hm... Kakak sudah kenal dengan Om Pram? Dia sangat baik Kak, tapi isterinya labil.. Baiknya musiman saja... Jadi aku dan Kak Randy baik sama Tante juga musiman saja."Ujar Rayna polos.
"Ya, tadi kami bertemu sebelum naik ke lantai 2. Lalu anak-anak mereka bagaimana?"Tanya Kinan.
"Devon dan Rista baiknya juga musiman Kak kalau ada maunya saja. Tapi kalau sudah di iming-imingi uang dia akan baik. Makanya aku jarang dekat sama mereka, aku kan belum bisa menghasilkan uang sendiri Kak."Ujar Rayna.
"Menurutmu kalau mereka bertemu aku bagaimana?"Tanya Kinan lagi.
__ADS_1
"Kakak siapin saja uang untuk menutup mata mereka. Tapi sebaiknya jangan dekat dengan parasit Kak. Tidak baik untuk kesehatan Kakak dan juga kehidupan Kakak. Tapi satu hal yang membuat keduanya baik tanpa di kasih uang...."Ujar Rayna lagi.
"Apa?" Tanya Rayna semakin penasaran.
"Kakak dekati saja Om Pram, mereka semua takut jika Om Pram sudah marah. Dan kartu mereka bertiga ada pada Om Pram."Ujar Rayna menjelaskan.
Astaga.... Rayna menjelaskan penjelasan tapi kurang jelas. Aneh sekali keluarga Om Pram... Tapi setidaknya masih ada Om Pram yang baik padaku...-Batin Kinan.
Sementara itu...
"May, itu Kinan.... dengan siapa dia? imut sekali..."Ujar Lila menunjuk Kinan yang sedang duduk dengan Rayna.
"Itu pasti adik Pak Randy.... Mereka memang sudah sangat dekat kata Kinan."UjarMaya pada Lila.
"Ayo kita kesana. . . . "Ujar Lila menarik lengan Haris.
"Hai Kin. . . "Sapa Haris.
"Hai. . . . . Kalian sudah datang? Ray... kenalkan mereka temanku. . . Teman-teman kenalkan ini Rayna adik Mas Randy."Ujar Kinan memperkenalkan semuanya.
"Hai Rayna. Aku Lila..."Ujar Lila memperkenalkan dirinya.
Semua teman Kinan memperkenalkan dirinya satu persatu. Kecuali Sofi yang sudah kenal dengan Rayna lebih dulu sebelum Kinan mengenalnya. Mereka langsung bisa akrab, bahkan Rayna dan Lila yang sama-sama periang sudah seperti upin dan ipin.
"Kin. . . Kamu cantik sekali. . . "Ujar Maya.
"Terimakasih. . . Ini hasil kolaborasi Mamah mertua dan adik iparku. . . "Ujar Kinan dengan bangga.
"Mamahnya Pak Randy dulunya adalah seorang model, tapi semenjak Pak Randy tumbuh remaja beliau berhenti dari dunia model." Ujar Sofi.
"Oh.. . pantas saja. . ."Ujar Maya.
"Devi kerasukan apa?"Kinan berbisik pada Sofi.
"Kerasukan cinta monyet. . . Sepertinya dia sengaja membuat Maya agar cemburu. "Ujar Sofi.
__ADS_1
"Oh. . . Tapi temang saja. Ivan tidak akan semudah itu dirayu wanita."Ujar Kinan.
Kau benar Kin, tadi saja dia tanya padaku saat Devi memeluk lengannya...meaki hanya dengan isyarat, tapi aku tahu maksud dari tatapan matanya tadi.-Batin Maya.
Acara malam itu dimulai. . . Semua tamu dan keluarga berkumpul mendekati meja besar yang diatasnya ada kue tart menjulang keatas. Semua menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun dan bertepuk tangan dengan meriah. Setelah itu Papah memberikan sambutan untuk yang hadir dalam acaranya.
"Selamat malam semua. . . Terimakasih sudah berkenan untuk hadir dalam acara ulang tahun pernikahan kami yang ke 35 tahun. Malam ini kami sengaja mengundang lebih banyak tamu tidak seperti acara ulang tahun pernikahan kami yang sudah-sudah. Malam ini, saya Ardhana seorang Ayah yang selalu bangga terhadap anak-anaknya akan memberikan pengumuman penting. Dua minggu kedepan, anak saya Randy akan menikah dengan seorang gadis cantik bernama Kinan. Saya tidak tahu pasti kapan dan dimana pertama kali mereka bertemu, tapi yang pasti mereka saling mencibtai satu sama lain. Satu hal yang membuat kami bangga adalah kehadiran gadis cantik ini telah membawa perubahan yang sangat pesat terhadap kehidupan anak saya. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih. Selamat malam."Ucap Papah.
Semua bertepuk tangan lebih meriah dan bersorak menyebut nama Kinan dan Randy. Siapa lagi kalau bukan Lila dan Rayna yang selalu percaya diri dan tidak peduli dengan sekitar yang mungkin sejak tadi menatap keduanya dengan heran.
"Kinan..."Ucap Lila dengan riang.
"Kak Randy..."Ucap Rayna bergantian dengan Lila begitu seterusnya hingga beberapa kali.
"Astaga Haris. . . . Lila tadi kau kasih makan apa?"Ujar Maya.
"Begitulah dia kalau bertemu dengan orang yang satu frekuensi. Untung saja tidak setiap hari bertemu dengan adik Pak Randy."Ujar Haris.
"Untung di depan hotel tidak ada yang berjualan terompet May. Kalau ada mungkin sekarang mereka berdua sudah memainkannya."Ujar Lia.
"Tidak bisa aku bayangkan jika itu terjadi."Ujar Sofi menggelengkan kepalanya.
"Sudah, ayo kita nikmati hidangannya. Anggap saja aku menggantikan Kak Kinan. Karena dia masih harus menemani Kak Randy."Ujar Rayna.
Mereka menikmati hidangan dan memilih berkumpul dalam satu meja di taman. Lagi-lagi Rayna dan Lila yang menjadi sumber dari kerusuhan dan mengundang tawa. Rayna merasa seperti sudah berteman dengan mereka sejak lama.
"Tahu begini aku ikut saja Kak Randy ke kantor supaya bertemu dengan kalian"Ujar Rayna.
"Mulai besok ikut saja Ray, supaya aku ada teman gila juga."Ujar Lila.
"Astaga. . . . Seketika ruang kita berubah seperti kapal pecah kalau mereka bertemu setiap hari."Ujar Haris.
"Kak Lila, lucu sekali pacar kaka..."Ujar Rayna.
"Bukan hanya Haris saja yang lucu Ray... Lila juga..." Bisik Sofi.
__ADS_1
Sedangkan Revan sejak tadi berusaha untuk memendam amarahnya karena Devi terus mendekat dan tidak mau jauh darinya. Tapi melihat Maya yang sedang tertawa bersama teman-temannya membuat Revan bisa melupakan ada Devi yang saat ini sedang seperti anak kecil yang terus bergelendotan.