
Sesampainya di gedung Hotel pribadi milik keluarga Ardhana, Randy dan Papah segera berjalan menuju gudang di belakang bangunan gedung. Banyak pengawal yang berjaga disana, melihat kedatangan Randy dan Papah semua pengawal menyambutnya dengan menundukkan kepalanya.
"Bagaimana dia?" Tanya Randy.
"Masih diam saja Pak." Ujarnya.
"Hmm.. kami ingin melihatnya. . "Ujar Randy.
"Baik Pak. . ." Ujarnya membuka kunci pintu.
Terlihat Harun sedang duduk tanpa diikat, Sofi sengaja memintanya untuk tidak perlu di ikat karena masih mengharagainya sebagai teman Pak Ardhana. Melihat Randy dan Ardhana datang, Harun langsung membuang wajahnya dan tersenyum sinis.
"Rupanya kalian masih ingat denganku. . ." Ujarnya.
"Harun. . . Kita sudah lama bersahabat. . sudahi pertengkaran ini...... Kita mulai lagi dari awal. Tidka ada gunanya kita seperti ini." Ujar Papah.
"Cih. . .Kau bilang sudahi? Tapi untuk apa anak buahmu mengurungku di sini?" Ujarnya.
"Itu semua karena kelakuanmu Harun. . . Kita sudah sama-sama tua, seharusnya kita menikmati masa-masa itu. Bukan mencari masalah seperti ini." Ujar Papah lagi.
"Bagaimana aku akan meniknati kalau anakmu membuat perusahaanku hancur Dhana." Uhar Harusn membentak.
"Apakah Om tidak bisa mengecilkan suara saat bicara dengan Papah?" Ujar Randy.
"Lihat Dhana . . . Anakmu sudah berani padaku. . ." Ujar Harun.
"Harun . . sudahlah. . .kau tidak perlu seperti ini." Uhar Papah.
"Apakah Om lupa? Di hari kecelakaan isteriku. . .aku dan Sofi sudah beritikad baik untuk menemui Om dan memberikan penawaran. . Tapi Om menolaknya dan menyombongkan diri Om. . apa yang aku lakukan baru permulaan Om. . ." Ujar Randy dengan wajah dingin.
"Kenapa diam saja Om?" Ujar Randy lagi.
"Kembalikan saham itu. . .Saya tidak akan mengganggu kalian lagi." Ujarnya.
"Apakah saya harus percaya dengan kata-kata Om?" Ujar Randy.
"Kamu bisa memegang kata-kata saya Randy. . .Saya tidak akan mengganggu kalian lagi." Ujarnya.
"Hmm. . .Akan aku pikirkan. . ." Ucap Randy.
"Sebaiknya kau pikirkan lagi sebelum bertindak Harun . . .kau harus ingat Erika yang saat ini mendekam di balik jeruji besi. . itu karena kau memanjakkan dengan uang, tidak dengan perhatian dan kasih sayang. Kau hanya mengatakan sayang secara lisan, tapi yang bekerja hanya uang dan uang. " Ujar Ardhana.
". . . . . . . . . . . . ." Diam tak bisa di tebak.
__ADS_1
"Sebaiknya kita pergi saja Pah, biarkan dia berpikir dulu." Ujar Randy.
"Dhana lepaskan saya. . ."Teriak Harun dari dalam.
"Berikan dia makan yang layak. . .aku tidak ingin dia menderita dengan cepat." Ujar Randy.
Randy dan Papah segera meninggalkan gedung itu dan pergi ke toko furniture langganannya untuk mencari perlengkapan kamar Alina. Sesampainya disana Randy dan Paoah berkeliling-keliling ingin mencari sendiri tapi tidak menemukannya, sampai akhirnya dia menyerah dan meminta pelayan Toko untuk membantunya.
"Tolong bantu saya untuk mendapatkan berbagai macam furniture untuk kamar anak perempuan berusia 4 tahun dengan tema Princess." Ujar Randy.
"Baik Pak. . .Maaf ingin Princess apa?" Tanya Pelayan Toko.
"Ya Princess. . .apa kau tidak tahu Princess?" Ujar Randy.
"Maaf Pak, Princess itu banyak sekali. . ." Ujar Pelayan Toko.
"Benarkan? Apa saja itu?" Tanya Randy.
"Karakter Princess bermacam-macam. . ada Elsa, Anna, Belle, snow white, Tiana, Cinderella, Barbie, Ariel, Yasmine. . ." Ucap Pelayan Toko menyebutkan satu-persatu hingga Randy semakin bingung dan langsung memotongnya.
"Astaga. . .bisakah semua karakter di jadikan satu saja? Supaya aku tidak bingung. . . " Ujar Randy.
" Kau jangan berlaku semaumu Randy. . ." Ujar Papah yang sejak tadi mendengar percakapan Randy dengan Pelayan Toko.
"Mba. . saya ingin kamar cucu saya berwarna Pink dan putih . .kemudian ada kelambu yang menyala. . .Juga ada fasilitas lainnya seperti meja rias untuk anak. . .dan kursi-kursi kecil yang lucu serta furniture lainnya yang mendukung." Ujar Papah.
"Pah anakku masih kecil untuk apa Papah memesan meja rias?" Ujar Randy.
"Kau diam atau akan Papah gadaikan untuk membayar furniture ini. . ."Ujar Papah.
"Astaga. . .aku masih punya uang Pah. . hartaku saja banyak. . .Tidak akan habis untuk 7 turunan Pah" Ujar Randy.
"Astaga. . .anak siapa ini. . ." Ucap Papah memijit keningnya yang tidak sakit.
"Anak hasil perbuatan Mamah juga Papah." Ujar Randy.
"Astaga. . .terserah kau sajalah. . .sekarang kau bayar dulu semua tagihannya dan kita pulang. . barang akan diantar besok pagi. . ." Ujar Papah.
"Okey . . ." Ujar Randy segera ke kasir.
Setelah membayar smeua tagihannya, Randy dan Papah segera pulang ke rumah karena sebentar lagi jam makan malam akan segera tiba. Mereka ingin makan bersama setelah satu minggu lebih tidak berkumpul.
Sementara itu. . .
__ADS_1
"Mami kok Papi dan Opa tidak pulang-pulang?" Tanya Alina
"Sebentar lagi ya sayang. . . "Ucap Kinan.
"Begitulah dia selama kalian tinggal honeymoon Nak. . . sampai-sampai Mamah dan Papah bingung lagi harus menjawab apa. . . pintar sekali anak ini." Ujar Mamah.
"Ujung-ujungnya di kasih ice cream supaya Nana diem. . ." Ujar Rayna terkekeh.
"Mami. . .Nana mau ice cream. . ." Ujar Alina.
"Astaga. . .aku salah bicara. . . ." Ujar Rayna menepuk jidatnya sendiri.
"Sudah malam sayang, besok ya. . .sebentar lagi kita kan mau makan malam. . .Nana kan tidak boleh makan ice cream banyak-banyak. . ." Ujar Kinan.
"Mamai. . .Ibu dimana si? Kok tidak pulang-pulang? Tabya Alina tiduran di pangkuan Kinan.
"Ibu sudah bahagia di surga dengan Ayah nak." Ujar Kinan.
"Di atas mana Mami. . .??Nana ingin lihat ibu.. . " Uahr Alina.
"Ayo ikut Mami. . ." Kinan menggandeng tangan Alina daa membawanya ke halam rumahnya.
"Kita mau apa Mami?" Tanya Alina.
"Nana mau lihat ibu kan?" Tanya Kinan.
"Hmm. . .dimana Ibu?" Tanya Kinan melihat-lihat di sekitarnya. " Tidak ada Mami. . hanya ada Om itu dan itu." Ujar Alina menunjuk pengawal yang berjaga di rumahnya.
"Nana lihat disana. . .ada bintang yang lebih terang kan. . .Ibu dan Ayah sedang melihat Nana dari atas sana. ...Ibu dan Ayah sedang tersenyum melihat Nana yang sudah tumbuh menjadi anak yang pintar dnn baik. . ."Ujar Kinan
"Kenapa Nana tidak bisa lihat ibu dan Ayah. . .Mami??" Tanya Alina lagi membuat hati Kinan seperti teriris-iris dan menangis.
"Nanak tidak perlu melihat Ibu dan Ayah. . .Mereka selalu ada di hati Nana sampai kapanpun . .Nana harus jadi anak yang baik ya supaya nanti kita bisa berkumpul dengan Ayah dan Ibu di surga. . " Ujar Kinan.
"Nana kangen Ibu. . . . Mami. . ." Ujar Alina menangis.
"Mereka juaa merindukanmu Nak. . . .Mami juga ridnu dengan Ibumu. . .semua rindu dengan Ibunya Nana. . ." Ucap Kinan memeluk tubuh Alina. "Kamu tidak sendirian sayang, suatu saat kamu akan tahu, Ibu dan Ayahmu sudah bahagia disana." Kinan semakin erat memeluk Alina.
"Mami jangan menangis. . Maafin Nana sudah buat Mami menangis." Ucap Alina mengusap air mata Kinan.
"Mami tidak menangis sayang. . ." Kinan menciumi wajah Alina berkali-kali dan kembali memeluknya.
Mamah dan Rayna yang melihat mereka berdua juga menangis dan saling berpelukan.
__ADS_1
Lia. . lihatlah putrimu. . .dia merindukanmu Nak, dia ingin melihatmu . .. apa yang bisa kami lakukan? Dia belum mengerti apa-apa. . .- Batin Mamah.