Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Alina Takut


__ADS_3

"Sayang. . .kamu sudah bangun?" Tanya Randy saat masuk kamar.


"Aku tidak tidur hanya duduk saja Mas. . .Nana sudah kembali?" Tanya Kinan.


"Sudah . . dia sedang tidur. . " Ujar Randy.


"Aku mau ke Nana Mas. . .Aku kangen Nana. . " Ujar Kinan langsung berlari keluar kamar.


Sesampainya di kamar Alina, ia segera menutup pintu kamar Alina agar tidak ada yang mengganggunya. Kinan segera msuk ke dalam kelambu dan menciumi wajah Akina yang masih terlelap. Kinan akhirnya tertidur bersama Alina.


Randy juga ikut menyusul isterinya ke kamar Alina, sesampainya di kamar Alina ia melihat dua wanita yang ia cintai sama-sama terlelap. Randy juga ikut bergabung dengan mereka. Randy mencium kening keduanya dan merengkuhnya dalam pelukan.


Di Ruang Lainnya. .


" Mah dimana Randy?" Tanya Papah.


" Di kamar Nana Pah, satu jam yang lalu mamah lihat dia menyusul Kinan yang berlari ke kamar Nana." Ujar Mamah.


"Ini sudah sore Mah, mereka harus bersiap-siap kan." Ujar Papah.


"Ah iya. . sudah jam 4. . baiklah Mamah akan menyusulnya. .. Bunda nanti tolong bawakan baju Nana ya Bun, saya mau menyuruh Kinan dan Randy untuk bersiap-siap lebih dulu." Ujar Mamah.


"Iya. . .ini saya sedang menyiapkannya. . ."Ucap Bunda.


Sesampainya di kamar Alina, Mamah mengurungkan niatnya untuk menyuruh Kinan dan Randy bersiap-siap setelah melihat mereka sedang tidur bertiga. Tiba-tiba Mamah menangis tanpa suara, dia tidak bisa membayangkan jika Alina ikut dengan Oma dan Opanya.


Bunda yang juga masuk ke kamar Alina merasa bingung karena Mamah sedang duduk di sofa sambil menangis. Bunda segera mendekati mamah dan menanyakan kenapa dian menangis tanpa melihat ke atas kasur.


"Bu Iren kenapa menangis?" Tanya Bunda?


"Bun. . lihatlah, mereka tidur bertiga, berpelukan. . saya tidka bisa membayangkan jika Nana ikut dengan Oma dan Opanya " Ujar Mamah


" Mereka tidak akan mengambil Nana Bu, tenanglah. . .Nann tidak akan pergi dari kita. Karena kita keluarga Nana." Ujar Bunda menguatkan Mamah.


"Mereka sudah bahagia bertiga, saya harap tidak ada lagi yang mengusik kebahagiaan mereka Bun." Ujar Mamah.


"Iya Bu. . .Kita semua berharap seperti itu. . Sekarang bangunkan mereka saja Bu. Sudah sore mereka harus bersiap-siap karena tamu undangan sebentar lagi akan hadir. Dan MUA juga sudah datang." Ujar Bunda.

__ADS_1


"Oh baiklah. . ." Mamah mengusap air mata dinpipinya dan mendekat ke arah kasur. "Randy. . Kinan. .. . Bangun Nak. . sudah jam 4 kalian harus bersiap-siap. Nana biar Mamah dan Bunda yang mengurusnya ya. . " Ujar Mamah.


"Iya Mah. . Maaf aku ketiduran. . .Mas Randy kesini juga?" Tanya Kinan yang baru tahu Randy ikut tidur dengan mereka.


"Hmm. . bagiamana kau bisa tidur sendiri disana kalau isteri dan anak sedang tidur berdua. . .Sekarang ayo kita naik ke atas. Mandi dan bersiap-siap." Ujar Randy.


"Mah, Bun. . Kinan titip Nana ya. . " Ujar Kinan.


"Iya sayang. . .kita selalu di samping Nana kok." Ujar Bunda.


"Terimakasih Bun, Mah. . " Ucap Randy merangkul tubuh isterinya.


Kinan dan Randy naik ke kamarnya untuk bersiap-siap, sedang Mamah dan Bunda bergantian untuk menjaga Alina dan bersiap-siap. Begitupun dengan yang lainnya, Rayna memilih untuk bersiap-siap bersama Sofi dan yang lainnya saja.


"Oma. . . " Panggil Alina saat sudah terbangun dari tidurnya.


"Iya sayang? Kamu sudah bangun? Ayo sekarang Nana mandi, nanti pakai baju princesa sayang." Ujar Bunda dengan lembut.


"Semua pakai Princess Oma?" Tanya Alina langsung mengubah posisi menjadi duduk.


"Iya Oma. . Nana mau jadi Princess. .. "Ucapnya.


Bunda dengan sabar membantu Alina untuk mandi, dan selesai mandi membaluri minyak kayu putih juga bedak di seluruh tubuh Alina supaya merasa hangat. Setelah selesai semua, Bunda mengajak Alina bergabung dengan Mamah di ruang sebelah untuk maku up.


"Wah . . cucu Omah sudah pakai baju princess. . . Cantik sekali. . ." Ujar Mamah saat melihat kedatangan Alina dan Bunda.


"Nana duduk disana. . biar rambutnya di rapihkan ya, sama sedikit pakai bedak biar tambah cantik." Ujar Bunda.


Saat semua sedang terfokus pada pada Alina yang sedang di hairstyle Oma kandung Alina datang. Seketika wajah Mamah langsung berubah menjadi waspada. Alina yang melihat Omanya juga takut langsung memanggil Bunda dan Mamah.


"Oma. . .Oma. . kesini. . ." Panggil Alina.


"Iya sayang. . .Oma disini. . .tenanglah. . ." Ujar Bunda.


" guten Tag (Selamat Sore). ." Ucap Oma dengan ramah.


" guten Tag ( Selamat Sore)." Ucap Mamah membalasnya.

__ADS_1


"Tut mir leid, ich bin Alinas Großmutter. Grüße Frau Iren und Frau Rianti (Maaf mengganggu, saya Neneknya Alina. Salam kenal Ibu Iren dan Ibu Rianti.)" Ujarnya lagi.


"Wir sind auch Alinas Großmutter. . Freut mich, Sie kennenzulernen. . Bitte setzen (Kami juga Neneknya Alina. . salam kenal juga. . silakan duduk)." Ucap Mamah.


"Oma. . .Nana takut. . Ibu menangis karena Oma itu." Ujar Alina berbisik.


"Sayang. . jangan takut. . .ada Oma dan Oma Iren disini. . Oma itu juga baik sekarang. Oma ingin meminta maaf pada Nana. . Nana ank baik kan?" Ujar Bunda menenangkan.


" Alina . ich vermisse dich . Kannst du dich umarmen? (Alina. . Nenek merindukanmu. . Boleh Nenek peluk kamu?)" Tanya Oma memohon.


" Warte eine Minute, Mutter. . Lassen Sie uns langsam überzeugen. .(Sebentar ya Ibu. . biar kami bujuk dulu pelan-pelan. . )" Ucap Mamah mendekati Alina.


"Oma. . Nana takut. . ." Ucap Nana memeluk tangan Bunda sangat erat.


"Sayang, ada Oma disini. tidak perlu takut Nak. . Oma selalu jagain Nana. . "Ucap Bunda.


"Sayang. . Oma mau peluk sebentar. . .Ayo Oma temani. . .Dia tidak akan macam-macam. . "Ucap Mamah memegang tabga Alina dengan lembut.


"Oma juga temani Nana. .. " Bunda memegang tangan kiri Alina. " Mbak sebentar dulu ya." Ujar Bunda.


"Baik Bu." Jawabnya.


"Du bist wunderschön. . Vergib meiner lieben Großmutter, (Kamu cantik sekali. . Maafkan Nenek sayang)." Oma memeluk Alina dengan erat dan menciumi wajahnya berkalia-kali.


Bunda dan Mamah tersenyum melihatnya dan berharap Oma kandungnya benar-benar tulus sekarang. Alina hanya diam saja, karena dia tidak terlalu paham dengan bahasa mendiang Ayahnya dan Lia tidak pernah mengajarinya semenjak dia di usir oleh mertuanya.


"Entschuldigung, Mutter, Alina muss zuerst ihre Haare fertig machen, da das Programm bald beginnen wird (Maaf Ibu, Alina harus menyelesaikan rambutnya dulu karena acara sebentar lagi akan di mulai)." Ujar Mamah mengingatkan.


"Oh ok. Danke, dass du Alina umarmen darfst. Dann entschuldigen Sie mich. .(Oh Baiklah. terimakasih sudah di ijinkan untuk memeluk Alina. Kalau begitu saya permisi dulu. . )." Ujar Oma. "Tschüss Alina" (Bye Alina)." Oma melambaikan tangan kepada Alina.


"Tschüss Oma (Bye Oma)" Balas Alena.


"Oma baik kan?" Ujar Bunda.


"Hmm. . Tapi Nana masih takut Oma. . Nana tidak mau ikut Oma yang itu." Ujar Nana.


"Nana tidak akan kemana-kemana. . Oma itu baik sayang." Ujar Mamah.

__ADS_1


__ADS_2