Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Rencana Sofi


__ADS_3

Randy dan yang lainnya kembali ke ruang kerja Gerry. Disana mereka mengintrogasi Sofi yang tiba-tiba memanggil Erick untuk datang. Karena Randy sendiri belum tahu siapa pria yang membeli informasi dari Febby.


"Kau tahu darimana tentang pria itu?" Tanya Randy.


"Saya tahu dari Celline Pak. . Tapi saya tidak tahu jika Tuan Erick kekasihnya. Karena Celline hanya bilang Tuan Erick memanfaatkan Nona Model sebagai sumber informasi saja." Ujar Sofi dengan jujur.


"Lalu darimana kau punya kontak dia?" Tanya Gerry.


"Ehh. . .itu . . .anu. . . tadi siang saya dapat dari Celline, saya hanya bilang ingin memastikan hubungan Tuan Erick dan Febby." Ujar Sofi.


[Flashback On]


"Celline, do you have Mr. Erick's number ?? (Celline, apa kamu punya nomor Tuan Erick??)" Tanya Sofi pada Celline saat mereka sedang menunggu makan siangnya datang.


"Yes. I have. What for Sof? (Ya saya punya, untuk apa Sof?)" Tanya Celline.


"Can I ask for it? I just want to know the extent of their relationship. (Apa aku boleh memintanya? Aku hanya ingin tahu saja sejauh mana hubungan mereka berdua.)" Ujar Sofi.


"Hmmm. . .OK. .(Hmm. . Ok). He is from the Netherlands, and is here for only two weeks. it's been reported that he's only been here for a week. (Dia dari Belanda, dan disini hanya dua minggu. kabarnya baru satu minggu dia disini.)" Ucap Celline.


"Oh. .Thank you Cell. . ." Ujar Sofi.


Selesai makan siang, Sofi dan Celline bergegas kembali ke kantor. Sesampainya di kantor Sofi pamit ke toilet dulu dan akan menyusul Celline nanti. Tanpa menaruh curiga Celline mengiyakan dan melangkahkan kakinya menjauh dari Sofi.


Sofi segera pergi ke toilet yang berada di ujung lorong di lantai satu. Dia langsung mengunci pintu toilet untuk melancarkan aksinya.


Kata Celline, Tuan Erick dari Belanda. Berarti aku harus menyapa menggunakan bahasanya. Ok, Semoga berhasil. . .


Sofi mengeluarkan ponselnya dan mencari nama Tuan Erick di kontaknya yang baru ia simpan tadi saat di restaurant.

__ADS_1


Tuuutt. .. tuutttt. . tuutttt.. . .


" Goedemiddag, meneer Erick. (Selamat siang Tuan Erick)". Ujar Sofi saat panggilan tersambung.


"Middag. .Wie is dit**? (Siang, dengan siapa ini?)" Ujarnya.


"Sorry dat ik je tijd verstoor. Ik ben Sofi, een van de twee vrouwen die je in het restaurant hebben ontmoet. Sorry als ik vermoedelijk persoonlijk contact met u opneem. (Maaf mengganggu waktu anda. Saya Sofi, salah satu dari dua wanita yang tadi bertemu anda di restaurant. Maaf jika saya dengan lancang menghubungi anda secara personal.)" Ujar Sofi.


"hmm. . Wat heb je nodig? (Hmm. .Ada perlu apa?" Tanyanya.


"Sorry bij voorbaat, het gaat over de vrouw die vanmiddag bij je was. Ik heb nieuw bewijs over die vrouw waar je misschien weer aan kunt denken als je de realiteit kent. (maaf sebelumnya, ini mengenai wanita yang tadi siang bersama anda. Saya punya bukti-bukti baru mengengai wanita itu yang mungkin bisa anda pikirkan lagi setelah tahu kenyataannya.)" Ujar Sofi lagi.


"Ken je hem? (Kau mengenalnya?)" Tanya Tuan Erick.


"Ja, we kennen hem al voordat je hem kende. (Ya kami mengenalnya bahkan jauh sebelum anda mengenalnya)" Ujar Sofi lagi.


"Welk bewijs bedoel je? (Bukti apa yang kau maksud?)" Tanya Tuan Erick ingin tahu.


"Oh oke (Oh Baiklah)" Ujar Tuan Erick kemudian panggilan terputus.


Saya harap anda benar-benar datang, dan berpikir dua kali jika anda ingin merebut bisnis kami Tuan.


Sofi segera membasahi wajahnya dengan air di wastafel sebelum keluar dari toilet. Setelah selesai, Sofi segera keluar dari toilet dan menyusul Celline dan William di kantai atas.


[Flashback Off]


"Rupanya kamu sudah maju satu langkah dari kami Sofi. . Benar-benar kerja yang sangat bagus. . Aku akan memberikan bonus untukmu." Ujar Gerry bertepuk tangan dengan bangganya.


" Kau selalu bisa aku andalkan Sofi. . ." Ujar Randy menepuk bahu Sofi.

__ADS_1


" Terimakasih." Ucap Sofi dengan wajah bersemu merah karena pujian dari Gerry dan Randy.


"Gadis yang cerdas. . .Aku suka dengan caramu." Ujar Frans terkekeh


"Terimakasih Tuan." Ujar Sofi untuk kedua kalinya.


Setidaknya apa yang aku harapkan berjalan dengan lancar. Semoga Celline dan Tuan Erick kembali bersama, dan wanita itu tidak lagi membuat onar. Sungguh aku lelah harus berhadapan dengannya terus. . .


Terdengar suara langkah kaki mendekati ruang kerja Gerry, semua mata tertuju pada pintu masuk untuk melihat siapa yang sedang berjalan mendekati mereka.


Ternyata Celline dan Tuan Erick, keduanya sudah berbaikan dan saling bergandengan. Sofi merasa lega saat melihat keduanya tersenyum. Tetapi tidak dengan Gerry dan yang lainnya, mereka masih enggan untuk berdamai dengan Erick.


"Don't expect us to forgive you, sir. It's not that easy, we can forgive you for everything you've done. (Jangan harap kami sudah memaafkan anda Tuan. Tidak semudah itu kami bisa memaafkan atas semua yang sudha anda lakukan.)" Ujar Gerry.


" I know, my mistake is very fatal. But at least I am thankful for giving me the opportunity to apologize to you and improve our relationship (Aku tahu, kesalahanku sangat fatal. Tapi setidaknya aku berterimakasih karena sudah memberikan kesempatan untukku meminta maaf pada kalian dan memperbaiki hubungan kami)" Ujar Tuan Erick mengeratkan gandengan tangannya pada Celline.


"That's because of Celline. We only see her, she's a good woman. He shouldn't choose you. But it seems like he loves you so much. We cannot interfere in your love affairs. (Itu karena Celline. Kami hanya melihatnya, dia wanita baik-baik. Tidak seharusnya dia memilihmu. Tapi sepertinya dia begitu mencintaimu. Kami tidak bisa ikut campur dalam urusan percintaan kalian.)" Ujar Randy yang sudah memberikan waktu untuk mereka bicara berdua dan memperbaiki kesalahpahaman di antara mereka.


"Thank you sir. . Erick told me everything. He had no intention of seizing the business, but the woman came and offered the business with the lure he had seasoned to blind this man's eyes. (Terimakasih Tuan. . Erick sudah menceritakan semuanya padaku. Dia tidak ada niat untuk merebut bisnis , tapi wanita itu datang dan menawarkan bisnis itu dengan iming-iming yang sudah ia bumbui hingga membuat mata pria ini buta.)" Ujar Celline.


"Apa maksudmu?" Tanya Gerry pada Celline.


\=\=\=\=\=\=\=


Maaf typo masih suka nyempil


Ditunggu Kritik & Sarannya 🙏


Jangan lupa meninggalkan Jejak untukku (Like, Komen, Rate 5🌟, jika berkenan boleh juga vote 🙏🙏🙏)

__ADS_1


Terimakasih 🌹🌹


Selamat Hari Raya Idul Adha semuanya. . .😘😍


__ADS_2