Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Hari dimana Kinan diminta Pak Tommy untuk menjadi dosen tamu telah tiba. Lia sampai di rumah Kinan pukul 8 pagi, karena kuliah akan di mulai pukul 9.00 sampai selesai. Kinan hari ini ini menggunakan drees hitam serta di padukan dengan blazer pink.


Kinan sengaja menyanggul rambutnya agar tidak terbang kesana kemari karen angin. Sesampainya di Kampus, Lia segera membukakan pintu mobil untuk Kinan kemudian dia mengikuti Kinan dari belakang menuju ruang kerja Pak Tommy.


Tokk.. tokk.. tokk...


Seorang pria paruh baya sedang duduk di kursi kerjanya sambil memegang pena hitam ditangan kananya, seketia ia mengalihkan pandangannya ke Kinan dan tersenyum dengan senyum diwajahnya yang menjadi ciri khas tersendiri untuk bisa orang lain mengenalinya. Rambutnya sudah sedikit memutih membuatnya semakin berwibawa.


"Selamat sing Pak Tommy."Ujar Kinan.


"Selamat siang Kinan. . .sudah lama kita tidaa berjumpa secara langsung, karena semenjak kamu bekerja dan mengambil kuliah online kita hanya bisa jumoa by video. Selamat datang. . "Ujar Pak Tommy dengan sangat ramah.


"Terimakasih Pak, perkenalkan dia Lia temanku yang membantuku sekarang. Lia kenalkan dia salah dosen terbaik di kampus ini." Ujar Kinan menyanjung Pak Tommy yang memang baik namu sangat tegas.


"Selamat siang Pak, saya Lia. Asisten Kinan."Ujar Lia memperkenalkan dirinya.


"Saya Pak Tommy, dosen yang terkenal galak di kampus ini."Ujarnya bergurau.


Setelah beberapa menit mereka berada di ruang Pak Tomny untuk bercengkerama, akhirnya Pak Tommy mengantar Kinan untuk masuk ke kelasnya dan memulai kuliah hari itu. Sebelum Kinan masuk, Pak Tommy masuk lebih dulu untuk menjelaskan akan ada dosen tamu hari ini. Semua penasaran siapakah yang akan menjadi dosen tamunya hari ini.


"Selamat pagi semua. . .Hari ini saya tidka akan masuk eelas."Uaar Pak Tommy yang belum selesai.


"Horeeee....."Ucap semua mahasiswa.


"Kalau tidka masuk kenapa tidak memberitahunya by WA sih Pak."Ujar Erika.


"Saya memang tidak masuk hari ini. . . Tapi... "Uajrnya yang kembali terhenri untuk melihat ekspresi mahasiswa di depannya.


"Tapi Boong.....Hahahahha "Teriak semua mahasiswa.


"Tapi. . .akan ada dosen tamu yang datang. Dia adalah alumni dari kampus kita ini, dan saat ini dia sedang meneruskan S2 disini juga sekaligus mengambil kuliah jurusan lainnya yaitu Bisnis dan Manajemen. Dia memang tidak pernah datang ke kampus ini, karena dia mengambil kuliah online di tengah-tengah kesibukannya. Dia juga salah satu mahasiswa cerdas, dan selalu mendapatkan nilai tertinggi dari tahun ke tahun. Bapak berharap kalian bisa termotivasi dari pencapaian dia selama ini. Lamgsung saja saya panggilkan. . Jingga Dwi Kinanti."Ujar Pak Tommy.


"Hebat sekali ibu Jingga. . ."Ujar Erika.


Saat Kinan masuk, wajah Erika langsung berubah marah dan menarik kembali kata-katanya yang barusan keluar dari mulutnya. Namun tidka dnegan yang lainnya, mereka bertepuk tangan dan bersorak ketika melihat kaedatangan wanita yang menjadi motivasinya selama ini.


Cantik sekali, dia berjalan seperti seorang model. . .dia apsti orang yang sangat hebat, lihat saja ada asisten di belakangnya. . sempurna sekali Ibu Jingga ini...-Batin mahasiswa lainnya.


Astaga... apa istimewanya dia si. . .untuk apa Pak Tommy mengundangnya. .-Batin Erika.


"Kinan, kalau begitu saya permisi dulu ya. ."Ujar Pak Tommy.


"Terimakasih Pak."Ujar Kinan.


"Selamat pagi. . perkenalkan saya Jingga Dwi Kinanti. Hari ini Pak Tommy meminta saya untuk menjadi dosen tamu, mungkin dia sedang ada kepentingan sehingga tidak bisa masuk kelas. Ada yang mau di tanyakan?"Tanya Kinan.


"Ada Kak. . saat ini aktivitas Kakak selain bekerja dan kuliah apakah masih ada lagi?"Tanya salah satu mahasiswa.


"Terimakasih pertanyaannya...saat ini saya hanya bekerja dan kuliah saja karena belum bisa membagi waktunya untuk yang lain."Jawab Kinan dwngan ramah.


"Kenapa Kakak mengambil kuliah jurusan yang lain?"Tanya yang lainnya.


"Ok, saya mengambil jurusan Bisnis dan Manajemen karena untuk pekerjaan saya saat ini, dan saya melanjutkan S2 saya karena saya ingin menjadi seorang psikolog. Mungkin psikolog bisa menjadi pekerjaan kedua saya."Ujar Kinan.

__ADS_1


"Apa saja kiat-kiat untuk bisa menjadi seperti kakak?"Tanyanya lagi.


"Saya tidak terlalu paham dengan itu, karena saya menjalani aktivitas saya selayaknya saya bernafas untuk bisa bertahan hidup. Mungkin salah satunya, harus positif thingking, jangan mudah menyerah sebelum kalian mendapatkan apa yang kalian inginkan. Karena kesuksesan ada pada diri kalian sendiri bukan oranglain yang menentukan."Ujar Kinan.


"Uhhhhh. . kak Jingga hebat sekali."Ujarnya berseru.


"Apanya yang hebat kalau hobi nya merebut pacar orang."Ujar Erika.


Yang lain hanya diam dan mengalihkan pandaagannya pada Erika yang sedang duduk dengan tangan dilipat di depan dadanya. Mereka tidak mengerti apa yang di maksud Erika barusan. Melihat Erika yang seperti itu Lia segera melangkahkan kakinya namun Kinan segera mencegahnya.


"Lia, biarkan saja. Kita lihat saja nanti."Ujar Kinan berbisik.


"Hmm baiklah. Kenapa kita harus masuk ke kelas dia."Ujar Lia kesal.


"Aku tidak tahu ini kelas dia. Kalau dia macam-macam lagi aku ada senjatanya. tenang saja."Ujar Kinan dengan yakin.


"Ok. Silakan dilanjut."Ujar Lia.


"Baiklah, Maaf Erika tidak baik jika ada masalah pribadi lalu dibawa-bawa saat kuliah. Sebaiknya fokus dulu untuk kuliah hari ini." Ujar Kinan membuat semua mahasiswa semakin kagum dengan sikap Kinan yang tetap tenang.


Kinan memulai perkuliahan pagi ini sesuai dengan materi yang di berikan Pak Tommy. Satu persatu Kinan jelaskan dengan sederhana agar mudah di pahami. Sementara itu Erika tampak kesal dan tidak memperhatikan materi yang disampaikan oleh Kinan.


Huhhh... menyebalkan sekali, tau seperti ini aku tidak akan masuk kuliah dan menemani Kak Randy yang sedang sendiri di Kantor. . . Pasti sekarang dia sedang sendiri. . - Batin Erika.


Anak itu tidak memperhatiakan kukiah untuk hari ini. Baiklah aku akan mengambil beberapa gambar, kali saja bisa aku jadikan meme. -Batin Lia.


Waktucterus berlalu, tidak terasa sudah dua jam Kinan berada di dalam kelas. Akhirnya dia mengakhiri kuliah hari ini karena sebentar lagi dia harus bertemu dengan klien untuk membahas proyek baru dari Divisi Pemasaran.


"Saya rasa pertemuan hari ini sudah cukup, apabila masih ada yang di tanyakan silakan bertanya. Saya beri waktu 5 menit."Ujar Kinan.


"Terimakasih untuk pertanyaannya. Adakah disini yang tahu atau ingin tahu bagaimana cara-caranya?"Tanya Kinan.


Semua terdiam, karena mereka rasa pertanyaan yang tidak penting untuk mereka. Melihat semua terdiam, Kinan segera berdiri ke depan kelas.


"Sepertinya teman-temanmu tidak ingin tahu dan tidak ada yang tahu Erika. Dan saya juga tidak tahu itu. Kalau begitu saya permisi. Senang bertmeu dengan kalian. Selamat siang."Ujar Kinan.


"Selamat siang Kak Jingga."Ucap seluruh Mahasiswa dengan kompak kecuali Erika.


Lia segera mengikuti Kinan yang berjalan keluar kelas tanpa memperdulikan Erika yang sedang melotot melihatnya.


"Apakah gadis itu perlu aku beri pelajaran Kin?"Tanya Lia.


"Tidak perlu, lebih baik kita segera ke Xx sebwlum terlambat. Kamu hubungi Revan dan Haris untuk segera menuju kesana dan bawa berkas yang kita perlukan."Ujar Kinan.


"Baiklah."Ujar Lia.


"Hai wanita ja*ang. . . "Teriak Erika dari belakang membuat semua mata tertuju pada Kinan dan Lia.


"Apa lagi ini. . "Ujar Lia kesal.


Kinan dan Lia membalikkan badan, dan tiba-tiba sebuah tangan melayang mengenai pipi Kinan dengan keras. Lia segera mengunci kedua tangan Erika ke belakang dengan sedikit lebih keras.


"PLAKK."

__ADS_1


"Ahhhh.."Teriak semua mahasiswa yang melihatnya.


"Kinan kau tidak apa-apa?"Tanya Lia yang terkejut.


"Aku baik-baik saja. . "Ujar Erika dengan tenang.


"Berani sekali kau menampar Kinan."Ujar Lia langsung menghampiri Erika.


"Ada apa anak kecil?"Tanya Kinan memasang wajah dingin.


"Er... apa kau gi*a? Kau telah menampar Kak Jingga. Cepat meminta maaf."Ujar temannya.


"Untuk apa aku meminta maaf pada wanita ja*ang yang merebut kekasihku. Hei. . . lepaskan aku. . "Ujar Erika.


"Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh Kinan lagi anak kecil. . . Apa kau mau aku laporkan pada Pak Randy?"Tanya Lia dengan tenang.


"Lepaskan . . biarkan aku memukulnya, dia pantas mendapatkannya.. . . "Erika semakin berteriak dengan kencang.


"Kalian. . pergilah agar tidak terbawa dalam masalah ini. Saya akan mengurusnya."Ujar Kinan tanpa ekspresi membuat kedua teman Kinan ketakutan.


"Er, sebaiknya kau minta maaf sebelum menyesal. Kami pergi dulu. Bye."Ujarnya segera pergi.


"Dasar penge*ut, kenapa kalian pergi?"Teriak Erika pada kedua temannya.


"Haruskah aku membuka semua di sini supaya mereka tahu siapa yang berusaha merebut calon suamiku?"Tanya Kinan perlahan agar tidak ada yang mendengar kecuali Erika dan Lia.


"Kau pela*ur. . Kau telah menjebak Kak Randy kan supaya mau tidur denganmu dan tidak bisa lepas darimu? Kau hanya menginginkan hartanya."Ujar Erika semakin keras.


"Kau tidak bisa mengecilkan suaramu saja agar kau tidak malu nantinya?"Tanya Kinan masih dengan tenang.


"Untuk apa aku malu? Jelas-jelas kau ini pela*ur. . Berapa tarif harga yang kau tawarkan?... Aww sakit...."Teriak Erika lagi karena Lia semakin mengencangkan tangannya.


"Seorang anak pengusaha yang katanya terkenal tidak sepantasnya berkata kotor seperti itu, kau harus bisa menjaga kehormatan keluargamu bukan? Apa perlu aku panggil Mas Randy kemari untuk memberikan penjelasan lagi padamu? Apa kau tidak melihat tayangan semalam dan bahkan saat ini masih ada yang menayangkan tentang rencana pernikahanku dengan Mas Randy?"Tanya Kinan terbawa emosi.


"Lalu benarkah aku hanya mengincar harta mas Randy? Kau bisa lihat isi kartu debit yang Mas Randy berikan. . aku hanya menggunakannya untuk mentraktir teman-temanku makan siang karena mereka sudah bekerja dengan baik. Bukankah kamu yang bersekongkol dengan Papahmu untuk memaksa Mas Randy menikahimu agar usaha milik Papahmu tidak terancam kebangkrutan? Maaf aku harus mengatakannya disini, karena kau sudah keterlaluan Erika. Padahal kau bisa saja menemuiku untuk bicara empat mata, tapi kamu memilih untuk mempermalukan dirimu sendiri di hadapan teman-temanmu Jangan salahkan aku jika aku bertindak lebih dari ini Erika."Bentak Kinan membuat semua orang yang emlihat merwka menahan nafasnya.


"Kau lihat anak kecil, semua orang sedang menatapmu. . . entah apa yang mereka pikirkan sekarang. Tidak mungkin mereka masih berpikir kalau Kinan yang merebut Kak Randy mu."Ujar Lia berbisik pada Erika membuat wajah Erika merah karena malu.


"Hei kalian.. teman dia kan? Kemarilah. . ajak dia minum atau makan supaya tidak pingsan." Ujar Lia memanggil kedua temannya yang tadi pergi.


"Lia berikan mereka uang untuk jajan."Ujar Kinan.


"Baik Kinan. Adik kecil. . . aku tunggu minta maafmu pada Kinan. Sebelum Pak Randy yang bertindak."Ujar Lia lagi.


"Tidak akan. Aku tidak sudi emminta maaf padanya."Ujar Erika karena malu.


"Baiklah terserah kau saja. Kau yang memilih. Bukan kami yang memaksa. Ini uang untuk kalian jajan. Belikan dia makanan yang bergizi agar otaknya sedikit encer."Ujar Lia pada kesua temannya.


"Baik Kak. Maafkan teman kami."Ujar Mereka.


"Kalian tidak perlu minta maaf. Bukan kalian yang salah."Ujar Kinan tersenyum dengan ramah oada teman-teman Erika.


Dari sudut lain diam-diam ada yang merekam aksi Kinan bersama Lia. Dia tersenyum dengan bangga karena bisa mempermalukan Erika yang semena-mena selama ini dan menyombongkan dirinya karena anak tunggak dari seorang pengusaha yang amsih bergantung pada orang lain.

__ADS_1


"Baiklah. . tinggal aku kirim. . . Kakak Ipar memang hebat. . "Ujar Rayna tertawa kecil.


__ADS_2