
Hari ini Kinan dan Maya serta yang lainnya janjian temu di restaurant. Kinan di berangkat dengan Maya dan Revan, mereka menjemputnya ke rumah Kinan. Tak lupa si kecil cantik juga diajak karena tak mungkin membiarkan Bunda mengurus Alina dan Nenek.
"Pagi cantik. . ." Ucap Maya saat melihat Alina dengan rambut di kuncir duanya.
"Pagi Tante. . ." Ucap Alina.
"Mana Mami?" Tanya Maya karena melihat Alina berdiri sendirian di teras rumahnya.
"Mami ambil minum. .Om mana?" Tanya Alina.
"Om di mobil sayang. . ." Ucap Maya.
Tak lama kemudian Kinan keluar, meski perutnya sudah semakin besar, tapi dia tetap ingin ikut gabung dengan temannya yang lain. Maya dan yang lainnya sudah mengingatkan untuk di rumah saja, tapi Kinan tidak mau karena bosan jika terus-terusan di dalam rumah.
Sesampainya di restaurant, Devi dan Lila sudah berdiri menunggu kedatangannya. Tentu saja mereka bersama pasangannya masing-masing. Alina berjalan di antara Maya dan Revan, kedua tangannya di gandeng oleh Maya dan Revan.
"Rupanya kalian bersama pasangan kalian." Ujar Kinan.
"Hmm. . aku kan jarang bertemu Kin. . " Ujar Devi.
"Iyadeh iya. .Sudah lama menunggu ya?" Tanya Kinan pada kedua temannya.
"Tidak. . .baru 5 menit yang lalu. Seminggu rasanya kaya sudah bertahun-tahun ya kita tidak berjumpa. Pak Randy dan Sofi belum pulang?" Tanya Devi pada Kinan.
"Katanya besok lusa baru pulang. ." Ujar Kinan.
"Apa kalian tidak akan menyuruh kami duduk?" Tanya Maya yang sejak tadi sudha berdiridi belakang Kinan.
"Hehee.. Maaf aku lupa. . .Ayo kita masuk. . .Sebentar lagi makanan sudah siap " Ujar Lila.
Mereka segera masuk ke dalam roomprivate yang sudah di pesan Devi. Lagi-lagi Alina menjadi boneka kecilnya bagi teman-teman yang lainnya. Apalagi Bagas, yang tak henti-henrinya menggoda Alina hingga Alina kesal dan menangis.
Setelah hampir 3 jam lamanya mereka berada di restaurant, tiba waktunya mereka untuk berpisah. Namun saat di parkiran, tiba-tiba ada yang menarik tangan Alina dan membawanya masuk ke dalam mobil yang terparkir di samping mobil Revan.
Semua histeris panik, apalagi saat melihat Alina teriak minta tolong dan menangis. Kinan yang tak sengaja terdorong langsung membentur mobil Revan dan seketika langsung pingsan. Bagas, Revan dan Maya memilih untuk ikut mengejar Alina setelah memasukkan Kinan ke dalam mobil Haris dan memintanya untuk segera di bawa ke Rumah Sakit.
__ADS_1
Revan dan Maya ikut naik mobil Bagas, mereka tidak tahu siapa yang mengambil Alina. Maya tak lupa menghubungi Rayna untuk memberitahukan Kinan di bawa ke Rumah Sakit supaya keluarganya segera menyusul. Maya tahu Ayah Kinan sedang perjalanan bisnis ke luar kota, sedangkan Bunda harus menjaga Nenek. Jalan satu-satunya hanya keluarga Randy.
"Hallo Kak Maya? Ada apa? Tumben sekali menelfonku?" Tanya Rayna yang sepertinya sedang berada di kampus.
"Hallo Ray. . .kau masih kuliah? Apa aku mengganggumu?" Tanya Maya dengan panik.
"Tidak, baru saja selesai. Ada apa Kak? Kenapa Kakak panik sekali?" Tanya Rayna yang tiba-tiba ikutan panik.
"Ray. . .Kinan di bawa ke Rumah Sakit Permata, Kau segera menyusul kesana ya. Jangan lupa kabari Mamah dan Papahmu." Ujar Maya.
"Kak Kinan kenapa? Apakah dia mau lahiran sekarang?" Tanya Rayna.
"Nanti kami ceritakan. Sudah dulu ya Ray. . ." Ujar Maya menutup telponnya.
Rayna langsung panik dan berlari ke parkiran kampus. Dia segera meminta Beni melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit Permata. Di dalam perjalanan Rayna langsung menghubungi Papah yang sedang *meeting.
*Tuutt. . tutt. . tuttt**. .
" Hallo. . . .Papah?? Ini Papah kan? Gawat!!! Benar-benar gawat Pah. . . " Ucap Rayna.
"Itu Pah. . .uhm apa ya. . .aduh gimana ngomongnya. . .Itu Kak Kinan . . . kata Kak Maya. . ." Ujarnya lagi dengan panik.
"Kenapa dengan Kinan? Apa mereka sedang pergi bersama? Bukankah itu sudah biasa sayang?" Tanya Papah.
"Haiiss... tunggu dulu. . .Ray mau bilang kalau. . . Kak Kinan masuk Rumah Sakit, sekarang Papah segera jemput Mamah di rumah, bawah ke Rumah Sakit Permata, Rayna sedang dalam perjalanan ke sana." Ujar Rayna setengah berteriak karena saking paniknya.
"A. .apa?? Baiklah. . .Papah akan segera menjemput Mamah. Bilang Beni untuk hati-hati. Kamu jangan cemas. . " Ucap Papah langsung menutup teleponnya dan segera mengakhiri rapat siang itu meski belum selesai.
Sesampainya di Rumah Sakit, Rayna segera mencari keberadaan Maya yang tadi menghubunginya. Tapi tak menemukannya, ada suara yang memanggil namanya membuat Rayma segera menoleh mencari pemilik suara tersebut.
Ternyata suara Lila, teman Kinan. Rayna segera berlari dan menanyakan apa yang terjadi lalu bagaimana dengan kondisi Kinan. Lila menceritakan semua kejadiannya, termasuk Alina yang dibawa lari oleh penculik.
"Astaga. . siapa lagi dia? Kenapa tidah habis-habis sih kejadian ini. ." Ujar Rayna langsung lemas duduk di lantai.
"Jangan duduk disini. . .ayo ke kursi. . ." Ucap Devi dan Lila segera memapah Rayna.
__ADS_1
"Aku takut Kak Kinan kenapa-kenapa. . Bagaimana dengan Kak Randy jika tahu Kak Kinan masuk Rumah Sakit dan Nana di bawa orang tak di kenal. . Aku tidak bisa membayangkan. . " Ujar Rayna.
"Kita berharap semoga Maya, Revan dan Bagas bisa membawa Nana pulang tanpa luka sedikitpun. " Ujar Devi yang teringat kejadian 8 bulan yang lalu saat Alina diculik Erika.
Tak beberapa lama kemudian, Papah dan Mamah datang. Rayna segera berlari memeluk Papah karena takut dan panik. Mamah semakin panik saat melihat Rayna seperti ketakutan.
"Ada apa ini??" Tanya Mamah bingung.
"Kejadian 8 bulan lalu terjadi lagi Mah. . .Nana di culik orang tak di kenal. . ." Ucap Rayna yang masih menenggelamkan wajahnya oada dada Papah.
"I. . ini tidak benar kan? Lalu kenapa Kinan masuk ke Rumah Sakit? Apa yang terjadi padanya? Lalu siapa yang mengejar penculik itu?" Tanya Mamah.
"Mah tenangkan dirimu. . jangan semuanya panik. . ." Ujar Papah yang terus menerus mengusap kepala Rayna.
"Maya, Revan dan Bagas sedang mengejar penculik itu Bu. Lalu Kinan terbentur mobil Revan karena terdorong oleh orang yang membawa Alina. Sekarang Kinan masih di periksa." Ujar Devi.
"Pah. . suruh pengawal untuk ikut mengejar penculik itu. . . Jangan sampai Randy pulang Nana belum ketemu Pah. . ." Ujar Mamah.
"Iya Mah. . .sabar. . ." Ujar Papah merogoh ponsel di saku celananya dan menghubungi seseorang entah siapa.
Pintu ruang tindakan terbuka, seketika semua orang mendekat dan berharap mendapat kabar baik tentang Kinan dan calon anaknya.
"Dokter. . Bagaimana keadaan menantuku dan calon cucuku?" Tanya Mamah.
"Benturannya cukup keras, sehingga kami harus segera mengambik tindakan caesar. Jika tidak nyawa Ibu dan Bayinya akan terancam. Untuk itu kami mohon persetujuan dari keluarga pasien." Ujar Dokter.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Maaf typo masih suka nyempil
Ditunggu Kritik & Sarannya 🙏
Jangan lupa meninggalkan Jejak untukku (Like, Komen, Rate 🌟🌟🌟🌟🌟, jika berkenan boleh juga vote 🙏🙏🙏)
Terimakasih 🌹🌹
__ADS_1