
"Hai sayang...." Ucap Randy ketika pintu kamar di buka.
"Mau apa Bapak kesini. Sana pergi saja." Ujar Kinan hendak menutup kembali pintu kamarnya.
"Eh.... jangan di tutup.... Aku tidak mau pergi, aku ingin bersamu……" Ujar Randy.
"Ya sudah terserah, jangan ganggu aku lagi." Ujar Kinan membalikkan badannya hendak masuk ke dalam kamar.
"Sayang……… Aku merindukanmu." Ujar Randy seketika memeluk tubuh Kinan dari belakang.
"Lepasin……… Bapak pikir aku wanita gampangan apa yang bisa seenaknya Bapak peluk." Ujar Kinan.
"Aku tidak akan melepaskanmu sayang………Tidak akan. Jangan tinggalkan aku……" Ucap Randy memeluk tubuh Kinan semakin erat.
"Abang, apa abang akan diam saja melihat adiknya dipaksa seperti ini?" Tanya Kinan yang melihat Keanu hanya diam melihatnya.
"Ba..baiklah. Randy, lepaskan dia..." Ujar Keanu
"Tidak……… Tidak akan.. Kalau kau masih menyuruhku untuk melepaskan bidadariku aku akan memukulmu." Ancam Randy tanpa melihat wajah Keanu.
"Jadi kau berani memukulku? Apakah kau lupa yang sedang kau peluk adalah adikku?" Ujar Keanu.
"Ti...tidak. Aku hanya becanda Dri." Ujar Randy melepas pelukannya tapi tangan masih melingkar di tubuh Kinan.
"Astaga.... kalian menyebalkan. May, Fi, Lia... Apakah kalian akan membiarkanku di peluk laki-laki gat*l sepertinya?" Ujar Kinan menatap ketiga sahabatnya yang sejak tadi melihatnya tak berkedip.
"Kalian mau saya pecat?" Ancam Randy.
"Maa..maaf Kin. Kami tidak mau di pecat." Ujar Maya.
"Astaga......" Kinan menjambak rambutnya pelan.
"Kalian cepat keluar dari kamar ini. Aku ingin berbicara 4 mata dengan calon isteriku. Dan kakak ipar, maaf ya aku ingin berbicara sebentar dengan adikmu yang cantik ini." Ujar Randy.
Satu persatu keluar dari kamar, mereka menunggu dan duduk di pendopo taman depan kamar Kinan. Randy segera mengunci kamar Kinan agar Kinan tidak kabur darinya.
"Bapak mau apa? Kenapa Bapak mengunci kamar saya?" Tanya Kinan panik.
"Kau pikir aku mau apa?" Tanya Randy mendekatkan dirinya pada Kinan.
"Jangan macam-macam. Aku akan teriak agar semua orang datang memukulmu." Ujar Kinan berjalan mundur menjauhi Randy.
"Kenapa kamu mengembalikan semua fasilitas yang aku berikan?Kenapa kamu mengembalikan perhiasan yang aku berikan untukmu? Kenapa kamu mengundurkan diri dari Ardhana group?" Tanya Randy yang terus mendekati Kinan.
"Aku ingin mengakhiri kontrak itu, bukankan sesuai perjanjian aku harus mengundurkan diri jika aku tidak bisa melanjutkan kontark itu?" Ujar Kinan yang terus berjalan mundur.
"Kau tidak berhak memutuskan begitu saja." Ujar Randy lagi.
"Aku ada hak untuk menolak Pak. Karena aku...aww..." Kinan terjatuh di kasur karena dia menabrak bibir kasur.
"Karena apa? Karena kau cemburu padaku?" Ujar Randy menindih tubuh Kinan.
"Ti...tidak... lepaskan aku...." Ujar Kinan berusaha mendorong tubuh Randy yang berat.
"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau menjelaskan kenapa kamu menjauh dariku dan memutus pertunangan kita." Ujar Randy.
"Bukankan pertunangan itu atas dasar kontrak yang kita sepakati sebelumnya. Bukankah kekasih Bapak sudah kembali? Lalu untuk apa kontrak ini masih berlanjut?" Ujar Kinan.
__ADS_1
"Jadi kamu cemburu?" Tanya Randy lagi.
"Ti...tidak...." Jawab Kinan.
"Kau cemburu atau tidak?" Tanya Randy langsung melu*at bibir Kinan tanpa aba-aba.
Kinan tidak bisa melepaskan dirinya dari Randy, dia menolak ciu*an itu tapi tubuhnya tidak bisa menjauh. Randy terus melu*at bibir mungil Kinan dengan rakus untuk melampiaskan kerinduannya pada Kinan.
"Uhukkk...uhukkk.. aku tidak bisa bernafas." Ujar Kinan pelan.
"Maafkan aku sayang. Kau tahu, dia bukan kekasihku. Dia hanya teman sekolah waktu SMP. Aku hanya mencintaimu tidak ada yang lain sayang" Ujar Randy menjelaskan dan masih menindih tubuh Kinan.
"Terus saja berbohong, aku tidak akan percaya padamu." Ujar Kinan memesang wajah jutek.
"Baik, mari kita lakukan malam ini agar kau percaya dan kau tidak bisa lari dari aku sayang." Ujar Randy.
"A..apa maksudmu?" Tanya Kinan dengan takut.
"Kau butuh bukti kan kalau aku tidak berbohong. Baiklah aku akan melakukannya malam ini denganmu, hanya denganmu." Ujar Randy menci*mi leher Kinan yang mulus.
"Le..lepaskan. I...iya aku cemburu... " Ujar Kinan wajahnya berubah bersemu merah.
"Apa? Aku tidak tidak dengar?" Ujar Randy berbohong.
"Pergilah ke Dokter THT agar telinga Bapak tidak bermasalah." Ujar Kinan kesal.
"Kau menggodaku lagi?" Ujar Randy tersenyum.
"Ti..tidak... Iya..iya aku cemburu... Aku cemburu karena Bapak diam saja saat dia memeluk bapak." Ujar Kinan memalingkan wajahnya.
"Hahahha... kau cemburu padanya sayang?" Ujar Randy memegang wajah Kinan untuk memandangnya.
"Aku mencintaimu sayang...CUPP..." Randy kembali melu*at bibir Kinan kali ini dengan lembut agar Kinan menikmatinya.
Kinan tidak membalas lu*atan Randy juga tidak menolaknya, dia hanya diam karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Disatu sisi dia merasa senang saat mendengar Randy mencintainya.
"Pak lepaskan aku." Ujar Kinan berbisik.
"Katakan dulu kalau kau juga mencintaiku sayang." Ujar Randy
"Tidak mau..." Jawab Kinan.
"Hmm... sepertinya kau terus menggodaku agar aku melakukan lebih padamu." Ujar Randy menggoda Kinan.
"Ja...jangan... Iya aku mencintaimu...." Ujar Kinan malu-malu.
"Katakan sekali lagi sayang." Ujar Randy.
"Aku mencintaimu Pak..." Ujar Kinan.
"Jangan panggil aku Pak..." Ujar Randy dengan tatapan datar.
"Ba...baiklah... Mas Randy.... aku mencintaimu." Ujar Kinan dengan manis agar Randy segera melepaskannya.
"Aku juga mencintaimu sayang....." Randy tidak melepaskan Kinan malah semakin menindih tubuhnya untuk menci*mi bibir dan wajah Kinan.
"Masss....lepaskan aku...." Ujar Kinan terengah-engah.
__ADS_1
"Jangan pernah tinggalkan aku sayang... aku tidak bisa hidup tanpamu...." Ujar Randy tak menghiraukan Kinan yang meminta untuk dilepaskan.
"Mas.... berat.... apa kau mau membunuhku?" Ujar Kinan pelan.
"Oh... maafkan aku sayang..." Ujar Randy menggulingkan tubuhnya ke samping dan tangannya masih memeluk Kinan.
Kinan merasa bahagia karena perasaannya terbalas. Randy turun dari kasur dan membuka pintu kamar Kinan. Melihat pintu kamarnya akan di buka Kinan segera berdiri dan merapikan pakaiannya.
"Sofi, dimana perhiasan yang Kinan titipkan padamu. Ambilkan." Ujar Randy.
"Ba...baik Pak." Sofi segera masuk ke kamar dan mengambil perhiasan dari dalam tasnya.
"Dan kalian... kemarilah Jadi saksi kalau aku dan calon isteriku sudah baikan dan kami akan menikah bulan depan." Ujar Randy
"A...apa??? Bulan depan?" Tanya Kinan terkejut.
"Itu yang kamu inginkan kan sayang?" Ujar Randy mengedipkan matanya pada Kinan.
Astaga... manisnya hanya dalam hitungan detik. Setelah itu kembali lagi pada tabiatnya...selalu mengambil keputusan tanpa meminta persetujuan dariku...Huhhh untung sayang....-Batin Kinan.
Malam itu Randy kembali memasangkan perhiasan untuk Kinan, Keanu dan yang lainnya menjadi saksi dalam hubungan mereka yang sudah baikan. Maya mengambil beberapa gambar momen kebahagiaan sahabatnya untuk diabadikan.
"Maya, kirimkan foto itu padaku juga." Ujar Randy pada Maya.
"Baik Pak."Jawab Maya.
"Share juga ke anak divisi pemasaran agar mereka tahu hubungan kami." Ujar Randy lagi.
"Buat apa? Tidak Usah May." Ujar Kinan.
"May... aku yang menggajimu." Ujar Randy.
"Baik Pak." Jawab Maya.
••*Malam guys.... aku ada kabar bahagia untuk kalian. Kepala divisi kita sebulan lagi akan menikah....••
•• Waahhh.... aku penasaran dengan calon suaminya...•• Balas Lila.
•• Apa kalian mau tahu siapa yang akan menikah dengab Kinana?••
••Tentu saja.... Siapa dia?•• Tanya Devi.
•• Ok... aku akan memebritahu kalian. Jangan kaget ya.••
•• Kau mmebuat kami penasaran May.•• Haris ikut membalas.
•• Ini dia calon suaminya...••
••Hahh?? Apa kau tidak salah megirim foto Pak Randy May?•• Lila tak percaya
•• Apa kau tidak lihat, Pak Randy dan Kinan sedang berpelukan dengan mesranya? Kau meragukan kesehatan mataku yang melihatnya secara langsung?••
••Astaga.... Hebat sekali Kinan bisa menakhlukan pria dingin seperti Pak Randy. Congrats Kinan...••
•• Jadi ini perjalanan bisnismu May?•• Tanya Revan.
•• 😄😄*••
__ADS_1
Maya melanjutkan chat pribadi dengan Revan karena mereka tidak ingin yang lain tahu kalau dia sedang dekat dengan Revan. Maya hanya menjaga hati Devi agar tidak marah dan membencinya.