
"Berapa minggu Kin?" Tanya Mamah.
"Apanya Mah?" Tanya Randy.
"Usia kandungannya lah. . . memang apa lagi. . ." Ujar Mamah.
"Oh. . ." Ucap Randy.
"3 minggu 5 hari Mah. . ." Ujar Kinan.
"Kamu tidak boleh terlalu capek Nak. . Jaga baik-baik kandunganmu ya. . " Ujar Bunda.
"Hmm Iya Bunda. .. " Jawab Kinan.
"Sebaiknya kamu pulang saja, biar Mamah yang jagain Nana. . Bunda kan ada bayi besar jadi tidak bisa stay disini." Ujar Mamah.
"Ya sudah kita gantian saja ya Bu Iren. ." Ujar Bunda.
"Ok. . .Bunda kalau mau pulang nanti sama Oma sekalian ya. .. " Ujar Mamah.
"Aiishh. . .saya tidak tahu bahasanya Oma . . .Tadi saja saya hanya diam saat Bu Iren dan Oma ngobrol." Ujar Bunda.
"Ayah kan bisa Bun. . . dia dari Belanda, pasti sedikit-sedikit dia bisa tahu. . selama Alina di Rumah Sakit Bunda tinggal saja di rumah Kinan dan Randy ya Bun. " Ujar Mamah.
"Hmm baiklah. . ." Ujar Bunda.
"Mas. . .aku mau tetap di samping Nana. . aku mau jagain Nana Mas. . " Ujar Kinan.
"Ya sudah nanti Mas pesan kamar VVIP untuk kita. . Dan aku akan meminta Nana untuk di pindahkan ke kamar VVIP setelah dia sadar ya. . ." Ujar Randy.
"Terimakasih Mas." Ucap Kinan.
"Mah, Bun. . biar kami saja yang menjaga Nana ya. Kami ingin kumpul bertiga. . Bunda dan Mamah datang saja kalau ingin melihat keadaan Nana." Ujar Randy.
"Ya sudah. . Mamah dan Bunda akan datang membawakan kalian makanan." Ujar Mamah.
"Itu ide bagus. . " Ujar Randy.
Mamah dan yang lainnya akhirnya pulang ke rumah karena besok mereka harus bekerja. Randy sudah memesan kamar VVIP di Rumah Sakit supaya Kinan bisa beristirahat dengan nyaman.
"Kamu bisa istirahat disini. . . Kita beda 3 lantai dengan Nana, tapi mas sudah menyuruh pengawal untuk menjaganya di bawah supaya kamu bisa lebih tenang karena Nana tidak sendirian di sana." Ujar Randy.
"Iya Mas. . . makasih ya. . . " Ucap Kinan.
__ADS_1
"Ya sudah kmu mandi sana. . . " Ujar Randy.
"Hmm. . .tapi aku lapar. . mas belikan aku makanan ya. . " Ujar Kinan.
"Ok . . .Mas belikan kamu makanan." Ujar Randy hendak keluar.
"Mas tidak tanya aku mau makan apa?" Tanya Kinan.
"Hmm. . .kamu mau makan apa sayang?" Tanya Randy.
"Aku mau makan yakiniku, beef burger, keripik kentang juga ya Mas. . satu lagi minumannya boba rasa greentea. Mas pesan dua porsi, biar mas tidak minta punyaku." Ujar Kinan.
"Aiihhh. .. Baiklah. . . Aku pergi dulu CUPP. . ." Ucap Randy.
"Mas. . . ." Panggil Kinan lagi dengan manja.
"Iya sayang? Apa lagi?" Tanya Randy.
"Mas lihat Nana dulu ya. . mas fotoin terus kirim ke aku. . .aku kangen Nana." Ujar Kinan.
"Iya sayang. . ." Randy mengusap kepala Kinan dengan lembut.
Kinan segera pergi mandi karena sejak pagi dia belum mandi gara-gara memikirkan putrinya yang hilang. Dan Randy menuju lantai dimana Nana berada. Dia hanya mampir untuk mengambil gambar dan mencium keningnya karena dia harus segera pergi mencari makan.
"Sofi. . . sementara waktu kamu handle pekerjaan Randy ya seperti pertemuan dengan klien." Ujar Papah.
"Baik Pak." Jawab Sofi.
"Dan kau Ray. . .Papah tahu kamu tidak minat bekerja di perusahaan. . tapi sementara waktu kamu bantu mereka ya. . Papah tahu kamu pasti bisa. Toh kamu sudah kenal dengan mereka kan." Ujar Papah.
"Iya Papah . . Kakak-kakak bantu Ray ya. . .Soalnya Ray masih belajar. heheh. ." Ujar Rayna.
"Siap Ray. . ." Jawab Maya.
"Unnchh. . .unchh. . Kalian sweet deh. .Beruntungnya aku bisa mengenal kalian. . Kalau begitu aku akan mengambil kuliah online untuk sementara waktu supaya aku bisa stay di Perusahaan." Ujar Rayna.
"Anak Mamah sudah dewasa sekali. . ." Ujar Mamah mengelus kepala Rayna.
Mereka segera berpisah, Sofi dan yang lainnya pulang bersama Haris. Mereka hanya diam selama di dalam mobil karena kelelahan, apalagi Maya yang kejar-kejaran dengan Erika dari dalam gedung sampai halaman gedung yang luas.
"Kamu kenapa May?" Tanya Revan membuat Sofi dan Devi segera merubah posisi menghadap belakang.
"Aku hanya kelelahan. . " Ujar Maya dengan lemas.
__ADS_1
"Astaga. . .sudah kamu tidur saja. . ." Sofi mendorong kepala Maya ke dada Revan.
"Iya benar. .. kau tidur saja May. . .ada bantal gratis tuh dimanfaatin. . ." Ujar Devi.
"Tuh dengar kata Devi. . .bantal gratis loh ini. . ." Ujar Revan memeluk tubuh Maya.
Ini kali kedua aku bersandar di dada kamu Van. . tapi hatiku kenapa seperti ini? Semoga kamu tidak mendengarnya Van. . -Batin Maya.
Kedua kalinya kita seperti ini May. . .dan seterusnya aku akan menajdi tempat ternyamanmu juga Clara.. .. Aku hanya butuh waktu untuk bisa mengungkapkan isi hatiku secara langsung padamu. . -Batin Revan.
Aku tahu kalian saling suka. . . dan aku sekarang sudah ikhlas, karena aku sudah suka dengan pria lain May. . .So berbahagialah kalian. . .-Batin Devi.
Maya terlelap dalam pelukan Revan dan tidak peduli lagi dengan hatinya yang terus saja berdebar. Begitupun dengan Revan, hatinya terus berdebar di sepanjang jalan karena jaraknya dengan Maya sangat dekat.
"Besok kalian bantu Rayna ya. . jarang-jarang dia mau membantu kakaknya." Ujar Sofi.
"Siap Bu Sof. . .Ini kita tidak ada jadwal jaga buat Nana ya Bu Sof?" Tanya Lila.
"Tidak. . Pak Randy dan Kinan yang ingin menjaga putrinya. Dia takut kalau sewaktu-waktu Nana bangun dan mencari Maminya, pasti Nana akan menangis." Ujar Sofi.
"Hmm. itu sudah pasti . .terlebih setelah ada kejadian ini. Pasti dia masih trauma Bu, anak sekecil itu tidak seharusnya melewati kejadian yang sangat menakutkan. Aku harap Erika akan selamanya disana. Tapi bagaimana nasib Bu Dona?Apakah dia juga di bebaskan?" Tanya Devi
"Untuk itu aku belum tahu Dev, aku akan menyuruh seseorang untuk menyelidikinya. Kalaupun dia di bebaskan, pasti dia sudah muncul bersama Erika atau mungkin sedang merencanakan sesuatu. Dan aku harap dugaanku tidak benar." Ujar Sofi.
"Semoga semuanya segera berakhir. . para pengganggu di keluarga Pak Randy dan Kinan semoga segera mendapatkan azab." Ujar Lila.
_…_…_…
Sementara itu, Randy pergi dengan pengawal untuk menjadi sopirnya karena dia sangat kelelahan dan tidak mood menyetir. Randy pergi untuk memesan makanan yang isterinya minta.
"Selamat sore. . .selamat datang di *******." Sapa pelayan restaurant dengan sangat ramah.
"Saya mau pesan Yakiniku, beef burger, keripik kentang . . .Apakah disini juga ada Boba?" Tanya Randy.
"Tidak ada. . tapi di seberang sana ada. . Bisa kita pesankan nanti." Ujarnya dengan ramah.
"Oh Baiklah. . saya mau boba rasa greentea dan cokelat. Untuk masing-masing makanan saya pesan dua porsi ya." Ujar Randy
"Baik. . silakan duduk Pak. Kami akan segera menyiapkannya untuk anda." Ujarnya lagi.
Saat di restaurant, seseorang memeluk Randy dari belakang dan menangis. Membuat Randy kebingungan karena semua orang memandanginya saat itu. Randy hanya diam karena tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.
"Randy. . maafkan tante. . . " Ujarnya menangis.
__ADS_1