Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Menikah


__ADS_3

"Kita menikah dengan perjanjian kontrak saja. Kalau sewaktu-waktu kau berubah pikiran dan bertemu jodohmu kau boleh meminta pisah dariku. . ." Ujar Chandra.


"A. . .Apa. . ." Ucap Alina dengan kedua matanya yang melotot.


"Kamu terpaksa kan menerima permintaan Opah. Aku tidak keberatan kalau kamu nantinya memutuskan untuk menyudahi hubungan kita." Ujar Chandra lagi.


"Aku memang menerima permintaannya karena tidak tega sama Opah, tapi bukan berarti aku mau menikah dengan Bapak berdasarkan kontrak saja. Untuk apa kita menikah kalau sudah tau akhirnya akan terpisah dengan adanya perjanjian itu?" Ujar Alina.


"Lalu apa mau mu?" Tanya Chandra membuat Alina merasa gugup.


"A. . aku mau . . Em. . .Bapak bisa tatap mata saya selama 1-2 menit." Ujar Alina.


"Untuk apa? Kau mau menghipnotis ku?? Astaga. . .kau pasti sudah terlanjut mencintaiku kan? Wajar saja si. Aku tidak heran karena aku memanglah tampan." Ujar Chandra dengan percaya dirinya.


"Tatap mataku. . biarkan aku melihatnya." Ujar Alina memegang dagu Chandra untuk mengarahkan pandangannya pada kedua bola matanya. Mereka pun terlibat saling tatap untuk beberapa menit.


"*Hmmm sebenarnya apa mau dia?? Kenapa aku harus menatap kedua bolanya yang begitu indah??" Ujar Chandra tanpa di sadari nya.


"Hmm. . Aku bisa melihatnya dia pria yang baik. Tapi kenapa dia belum memiliki kekasih? A. . atau jangan-jangan di tidak tertarik pada lawan jenis?? Oh astaga. . ." Ujar Alina terkejut.


"Kenapa kamu melotot? Kau sedang berpikir yang tidak-tidak? Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Chandra.


"Hah? Tidak. . .mana mungkin otakku kotor. Bukankan itu sebaliknya?" Tanya Alina.


"Dokter Nana, bagaimana untuk kedepannya?" Tanya Chandra kembali membahas rencananya.


"Kalau hanya sebatas kontrak aku tidak mau. Biar bagaimanapun pernikahan bukanlah sebuah mainan. Ini menyangkut harga diri kita juga keluarga besar kita Pak." Ujar Alina.


"Baiklah. Aku akan berusaha untuk bisa menerimamu. Tapi jangan paksa aku untuk bisa menyayangimu bahkan melakukan kewajiban ku untuk memberikan nafkah batin untukmu." Ujar Chandra.


"Eh. . astaga. . "Ucap Alina.


"Kenapa?? Apakah kamu mengajukan syarat?" Tanya Chandra.


"Aku tidak ingin ada orang ketiga dalam hubungan kita, setelah menikah kita harus terbuka satu sama lain. Dan ijinkan aku untuk tetap bekerja. Karena aku ingin mandiŕi dan tidak bergantung pada siapapun termasuk suamiku sendiri." Ujar Alina.


"Hmm. . Ada lagi?" tanya Chandra.


"Setelah ini kau harus menjelaskan semuanya pada kedua orangtuaku dan juga keluarga besarku." Ujar Alina lagi.

__ADS_1


"Baiklah. . jangankan keluarga besarmu. Setelah kita menikah, kita juga akan mengadakan jumpa pers kalau perlu. Supaya nama baik kita berdua tidak tercoreng." Ujar Chandra.


"Terserah kau saja. Tapi . . boleh aku tanya sesuatu?" tanya Alina.


"Tanyakan saja." Ujar Chandra.


"Apa Bapak yakin akan mencintaiku setelah kita menikah?" tanya Alina.


"Akan aku usahakan. . " Jawabnya. "Lalu bagaimana denganmu?" Tanya Chandra pada Alina.


"Aku akan belajar untuk membuka hatiku kembali. Sejak kejadian itu aku tak pernah lagi membuka hatiku untuk siapapun. Bukan karena aku masih berharap padanya, hanya saja aku sedang berusahan untuk membentengi diriku sendiri supaya tidak mudah jatuh cinta." Ujar Alina.


"Hmm aku tau masa lalu mu." Ujar Chandra yang sontak membuat Alina kaget.


"Darimana Bapak bisa tau?" Tanya Alina.


"Aku tidak sengaja membuka sosial media sahabatmuu, maaf maksudku wanita itu. Kau tak perlu khawatir, aku bukan laki-laki brengsek sepertinya." Ujar Chandra.


Setelah hampir 2 jam lamanya, akhirnya mereka keluar dari ruangan kecil itu. Betapa kagetnya Alina, disana sudah ada Opah, Omah dan kedua orangtuanya.


"Hah. . .Kenapa mereka bisa ada disini?" Ujar Alina tak percaya.


Kinan berjalan mendekati putrinya yang masih berdiri mematung di samping Chandra. Ia segera memeluk tubuh putrinya dengan begitu erat.


"Kakak. . ternyata selama ini kamu sudah punya calon? Tapi kenapa kamu tidak bilang sama Mamah?" Ujar Kinan.


"Hahh. . .Eh iya mami. Maafin Nana yang belum berani menceritakannya sama Mami." Ujar Alina.


[Flash Back On]


"Sayang. . .lihat. . .ada berita terkait anak kita." Panggil Kinan yang sedang melihat acara TV.


"Pasti karena prestasi Kakak. Dia benar-benar membuat kita merasa beruntung memiliki putri yang cantik dan cerdas sepertinya ya sayang." Ujar Randy berjalan dari ruang tengah.


"Putri kita akan menikah hati ini juga, nanti pukul 11 pagi. Karena permintaan Opah dari calon pengantin pria yang sakit keras. Pernikahan akan di adakan secara sederhana di RS Permata lantai 3 ruang VIP." Ucap Kayana membaca tulisan yang tertera di layar TV.


"Astaga sayang. . . . dua jam lagi. Ayo kita segera kesana." Ujar Kinan lagi.


"Apanya?" Tanya Randy yang baru mau duduk.

__ADS_1


"Nanti akan aku ceritakan, yang terpenting sekarang kita bersiap-siap. Masih ada waktu dua jam lagi sebelum anak kita menjadi isteri orang Mas" Ujar Kinan.


"Hahh?? Bagaimana bisa? Apa yang terjadi padanya? Apakah pria itu menghamili putri kita? Wah kurang aja sekali." Ucap Randy.


"Putri kita tidak selemah itu sayang. Putri kita tidak hamil. . .Sudah cepat ganti pakaianmu sebelum kita terlambat." Ujar Kinan.


[Flash back Off]


Acara pernikahan sakral berjalan dengan semestinya. Kini Alina telah mendapat gelar sebagai Nyonya Chandra Wijaya. Semua yang berada di dalam kamar rawat inap tersenyum bahagia.


"Terimakasih Sayang. . ." Ucap Mamah Rose.


"Terimakasih untuk apa Tante?" Tanya Alina.


"Sayang, kamu sudah menikah dengan anak Mamah. Jangan panggil Tante lagi ya." Ujar Mamah Rose.


"Hmm,iya Mah." Ucap Alina.


Satu persatu semua keluarganya ia salami. Tiba giliran Alina berhadapan dengan Randy dan Kinan. Air mata tak mampu terbendung lagi. Alina langsung memeluk tubuh pria yang berusia setengah abad.


"Papi. . Maafin Nana kalau selama ini Nana banyam salah sama Papi dan Mami." Ujar Nana terisak.


"Sayang, Tak pernah sedikitpun kmau mengecewakan kami Nak. Maaf kalau Papi dan Mami tidak bisa menyiapkan sebuah pesta untuk pernikahanmu Nak." Ujar Randy.


"Tidak apa Pi. . restu Papi sudah lebih cukup kami. Aku tidak mengharapkan sebuah pesta mewah, cukup orang-orang yang Nana sayang berada disink bersamaku." Ujar Alina.


Kinan memeluk putri dan suaminya dari belakang. Dia tak mampu berkata-kata lagi selain menangis dan menciumi putrinya yang kini telah menikah.


" Chandra. . aku serahkan permata hatiku ini padamu. Tanggungjawab ku sudah selesai, sekarang tanggungjawab telah berpindah kepadamu. Jaga putriku baik-baik, jangan pernah kamu menggoreskan luka di hatinya. Kalau aku sampai tau kamu menyia-nyiakannya jangan harap kamu bisa lagi bertemu dengannya."Ujar Randy.


" Iya Pi. . saya akan menjaga Nana dengan sebaik-baiknya. Saya akan menjadi kepala keluarga dan suami yang baik untuk isteri dan anak saya kelak." Ujar Chandra.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


》》Kemarin mau Up tapi gagal terus hehe. . tapi hari ini untungnya bisa Up. Semoga kalian suka dengan ceritanya.


》》Ditunggu Like dan Komen nya ya Kak ♡♡


》》Salam kenal dariku yang hobinya coret-coret ini. ♡♡♡

__ADS_1


__ADS_2