Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Mengintai


__ADS_3

"Kak gimana dengan Kak Sofi dan Kak Maya? Apakah mereka sudah bisa di hubungi?" Tanya Rayna.


"Belum Ray, kemana mereka? Kenapa mereka hilang begitu saja, dan pengawal tidak tahu kepergian mereka." Ujar Lila.


"Sepertinya Kak Sof dan Kak May tahu siap Pelakunya, jadi mereka dibawa juga. . . Semoga Nana juga baik-baik saja. Dia takut dengan orang baru, pasti Nana sangat ketakutan sekarang." Ujar Rayna.


"Ray. . tenanglah. . mereka akan baik-baik saja. . ." Ujar Devi.


" Bagaimana bisa tenang Kak. . .apalagi tadi Kak Kinan pingsan. . ." Ujar Rayna.


Di Tempat Lain. . .


"Tante. . .Nana lapar. . " Ujar Alina.


"Makanlah. . " Ujarnya melempar sepotong roti pada Alina.


"Nana maunya makan nasi. . "Ujar Alina lagi.


"Makan atau kau mau mati?" Ujarnya membentak.


"Papi. . Mami. . Nana takut. . ." Tangis Alina pecah.


"Diam. . . Atau kau aku lempar dari mobil ini?" Ujarnya.


"Tante jahat. . Papi. . . " Tangisnya semakin kencang karena takut.


"Huh. . .ini karena kau berisik. . .sekarang menangislah sepuasmu." Ujarnya menyumpal mulut Alina dwngan kain yang diikatkan di kepalanya.


"Apa kau tidak bisa sedikit sabar? Dia anak kecil. . jangan sampai dia mati atau kita akan habis." Ujar seorang pria yang menyetir mobil.


"Diam kau. . .Fokus saja menyetir mobil. . " Bentaknya lebih keras.


"Astaga. . ." Ujarnya menggelengkan kepalanya.


Sedangkan Alina terus menangis hingga suaranya tak terdengar. Alina sangat ketakutan karena dia berada di dalam mobil dengan orang yang tidak dia kenal. Badannya semakin lemas karena dia belum makan, tapi kedua tangan dan kakinya di ikat.


Alina kehilangan kesadaran, mobil mendadak berhenti karena dia khawatir Alina kenapa-kenapa.


"Apa kau g*la? Dasar tidak punya hati. . ." Bentaknya.


"Justru bagus kalau dia mati. . ." Ujarnya dengan ketus.


Di Rumah. ..


"Mah. . . Apakah sudah ada kabar dari Mas Randy?" Tanya Kinan cemas.


"Belum Nak. . kita tunggu saja sampai dia mengabari kita ya. . .Biarkan dia fokus dulu mencari Nana." Ujar Mamah.


"Mah. . .apakah Nana sudah makan disana? Bagaimana kalau dia kelaparan Mah?" Ucap Kinan lagi.

__ADS_1


"Sayang. . .mereka tidak akan setega itu pada anak kecil. .. " Ujar Mamah menenangkan meskipun dirinya juga khawatir.


" Entschuldigung Mutter. . Gibt es Neuigkeiten über mein Enkelkind? (Ibu Maaf. . .apakah sudah ada kabar mengenai cucu saya?)" Tanya Oma dengan khawatir.


"Noch nicht, Madam. Wir beten nur, dass mein Kind und andere Alina zurückbringen können. . . Alina wird es gut gehen. (Belum Nyonya. .Kita doakan saja supaya anak saya dan yang lainnya bisa membawa Alina kembali. . . Alina akan baik-baik saja.)" Ucap Mamah kepada Oma.


" Oh mein Gott. . Beschütze meine Enkelkinder, hoffentlich finden sie meine Enkelkinder bald. . (Ya Tuhan. . .Lindungi cucuku, semoga mereka segera menemukan cucuku. . )" Ucap Oma memohon.


"Lila. . dimana Sofi dan Maya? Kenapa mereka tidak ada?" Tanya Kinan.


"Tidak tahu Kin, aki dan Devi juga sedang menghubunginya, tapi panggilan dialihkan." Ujar Lila.


"Astaga. . .Apalagi ini. . . kenapa mereka ikut menghilang. . ." Ujar Kinan.


"Kalian hubungi Sofi dan Maya lagi ya Nak. . . " Ujar Bunda.


"Iya Bunda. . . " Ujar Devi.


*Sementara itu di mobil lain. .


•• Bagaimana keadaan anakku? Aku ingin melihatnya untuk memastikan apakah dia baik-baik saja.••


•• Ini belum seberapa. . Kalau kau berani membawa orang lain atau polisi anakmu tidak akan tertolong.••


•• Apa yang kamu lakukan? Kamu apakan anakku? Tolong jangan sentuh anakku, dia tidak tahu apa-apa. . .Aku akn menuruti semua permintaanmu. ••


•• Katakan apa maumu? Kau mau uang? Akan aku siapkan. . . Asal jangan sakiti anakku.••


•• Aku tidak mau hanya Uangmu !! ••


•• Lalu apa lagi? Kau mau semua hartaku? akan aku berikan. . ••


•• Aku mau kau menikah denganku*. . .••


"Astaga. . . " Ujar Randy.


"Kenapa? Apa yang terjadi?" Tanya Papah.


"Dia ingin Randy menikahinya Pah. . .Mana mungkin Randy mau menikahinya. . Dihatiku cuma ada Kinan tidak ada yang lain. Tapi dia membuat Nana tak sadarkan diri Pah. . .Aku harus bagaimana? Apa aku harus menikahinya? Setelah aku mendapatkan Nana aku ceraikan dia." Ujar Randy dengan spontan.


"Bod*h. . Iya kalau mereka menepati janjinya. . kalau mereka hanya menjebakmu bagaimana dengan Nana dan Kinan." Ujar Papah.


"Lalu apa yang harus aku lakukan Pah. . " Ujar Randy.


"Diamlah. . .biar kami yang berpikir. Otakmu sedang tidak berguna saat ini." Ujar Papah.


"Astaga. . ." Randy bergumam.


" Was ist passiert? (Apa yang terjadi?)" Tanya Opa yang sejak tadi hanya diam karena tidak mengerti Randy dan Papah membicarakan apa.

__ADS_1


" Der Entführer bittet Randy, sie zu heiraten, und sie macht Alina bewusstlos. Aber beruhige dich. . Wir werden den Täter bald fangen. Und Alina wird es gut gehen. (Penculiknya meminta Randy untuk menikahinya, dan dia membuat Alina tidak sadarkan diri. Tapi tenanglah. . kita akan segera menangkap pelakunya. Dan Alina akan baik-baik saja.)" Ujar Papah menjelaskan pada Opa.


" Alina . warte lieber. Wir sind gekommen, um dich abzuholen, Baby. .( Alina. . bertahanlah sayang. Kami datang untuk menjemputmu sayang. .)" Ujar Opa.


" Alina ist ein starkes Kind. . Er wird für uns überleben. (Alina anak yang kuat. . Dia akan bertahan demi kita.)" Ucap Papah lagi.


Tring. . .


Saat Randy membuka ponselnya ternyata sebuah pesan dari Maya, dia mengirim sharelok pada Randy.


"Pah. . .Maya mengirimiku sharelok. . . " Ujar Randy


"Kirim ke Papah. . .biar Papah share ke mobil belakang." Ujarnya.


Randy mengirimkan sharelok pada Papah, perjalanan masih cukup panjang. Masih butuh waktu 2 jam lagi untuk sampai di lokasi. Randy segera menghubungi Maya untuk menanyakan bagaimana kondisi Alina disana.


"Halo Pak?" Ujar Maya setengah berbisik.


" Bagaimana kondisi Nana disana? Aku khawatir. . " Ujar Randy.


" Nana belum sadar, tapi kami tidak berani menyerang, karena kami hanya berdua Pak. Mereka banyak sekali. Bapak cepatlah kemari " Ujar Maya setengah berbisik.


" Baiklah. . kalian hati-hati. . .aku sedang dalam perjalanan." Ujar Randy.


"Baik Pak. ." Ucap Maya.


"Kalian jangan sampai tertangkap. . .tapi awasi mereka. . ." Ujar Randy lagi.


-Maya&Sofi-


"Mereka sedang dalam perjalanan kemari. . .sebaiknya kita cari lokasi yang aman dulu sampai mereka tiba. . ." Ujar Maya.


"Baiklah. . .Ayo kita pergi dulu." Ujar Sofi.


Maya dan Sofi mencari tempat yang lebih aman untuk mereka. Sofi terlihat sangat lemas karena belum makan dan memiliki asam lambung. Maya ingat, dia sempar memasukkan beberapa bungkus biskuit dan buah yang ada di atas meja makan sebelum mereka mengendap-endap masuk ke dalam bagasi mobil penculik


"Sofi. . .Makanlah ini. . .Kau harus kuat. ." Ujar Maya berbisik.


"Terimakasih May. . ." Sofi menerima biskuit dan buah yang di berikan Maya.


Drtt. . .drtt. . . drtt. .


" Hallo. . ." Maya berbisik.


"Maya. . kalian dimana sekarang? Kenapa lama sekali menjawah teleponku? Kalian baik-baik sajak kan?" Tanya Devi dengan cemas.


"Aku baik-baik saja. Aku sedang menunggu Pak Randy dan yang lainnya datang. Kalian tenang saja. Sampaikan pada Kinan. Kami sudah merekam dan tahu siapa pelakunya. ." Ucap Maya.


"Siapa pelakunya? Katakan May. . . . " Ujar Devi.

__ADS_1


__ADS_2