Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Cantik Saat Makan


__ADS_3

"Astaga! Apa OB itu tidak tau kalau Kakak suamiku," ujar Vannya.


"Mana ku tau, kamu mau menginap disini atau ikut pulang denganku?" tanya Vin pada isterinya.


"Aiishh! Tentu saja aku mau pulang, sebentar ... ." ujarnya segera meraih tas di atas meja.


"Ayo," ajaknya segera menggandeng tangan suamunya.


"Sayang," panggil Vin menarik tangan Vannya.


"Apa? Katanya mau pulang. Apa Kakak berubah pikiran mau menginap disini?" celetuk Vannya.


"Kamu gak mau kasih hadiah dulu buat aku yangbudah sabar nungguin kamu?" rengeknya seraya mengedipkan sebelah matanya.


"Hadiah apa? Kan Kakak ulang tahun bulan depan," jawabnya dengan polos.


"Haih! Tidak peka rupanya, baiklah aku yang memulai ... ." ujarnya segera menarik tubuh isterinya dalam pelukannya.


"Heh? Kenapa?" ucap Vannya tanpa menolak.


Vin me*umat bibir tipis Vannya dengan lembut, membuat keduanya hingga terbawa suasana beberapa saat. Samar-samar terdengar suara langkah kaki di lorong lantai 6 membuat Vannya segera melupas pelukan suaminya.


"Kak, ada orang ... ." bisik Vannya dengan wajah bersemu kemerahan.


"Huh!! Mengganggu saja," gumamnya dengan kesal.


"Ayo pulang," ajak Vannya menggandeng tangan suaminya.


"Ya sayang!" jawab Vin.


Mereka segera keluar dari ruangan Vannya, disana sudah berdiri seorang security dengan pakaian lengkapnya.


"Wah, ternyata masih ada orang. Saya kira hanya mobil saja yang di tinggal," celetuk Pak Bowo.


"Heheh, iya Pak. Tadi saya masih da sedikit pekerjaan, jadi suami saya datang ke ruangan. Kalau begitu kami permisi pulang dulu ya Pak," ujar Vannya beralasan.

__ADS_1


"Baik Bu, silakan. Hati-hati di jalan Pak, Bu!" ucapnya dengan sopan.


Vannya segera menarik tangan suaminya, melenggang jauh menyusuri lorong lantai 6 menuju lift untuk segera turun ke lantai bawah dan pergi meninggalkan Perusahaan.


"Mas, kita beli makan dulu ya. Kan ART belum kembali, aku juga masih disini," ujar Vannya setelah selesai memasang seatbelt.


"Iya, Sayang," sahutnya segera menyalakan mesin mobil.


Sesampainya di Restoran...


"Kak aku turun dulu ya, Kakak disini aja. Aku hanya sebentar," ujarnya melepas seatbelt.


"Kenapa aku harus disini?" tanyanya.


"Kan aku yang mau beli, kita makan di rumah kan?" tanya Vannya.


"Tidak. Kita makan disini saja. Kalau di bawa pulang, aku takut mati kelaparan," celetuknya.


"Hmm, ya sudah. Ayo," ajaknya.


Akhirnya Vannya dan Vin turun dan memilih makan di Restoran. Sudah lama juga mereka tidak makan di luar, dan kebetulan besok adalah hari sabtu. Jadi anggap saja menyelam sambil minum air.


"Ah ya! Aku juga lupa kapan terakhir kali kita makan di luar berdua. Maaf ya Sayang, karena kesibukanku sampai aku lupa tidak mengajakmu makan di luar," ucapnya merasa bersalah.


"Tidak Kak, aku tidak masalah dengan itu. Lagian, sepulang kerja aku juga selalu ingin langsung tidur ... ." jawab Vannya menggenggam tangan suaminya.


"Terimakasih Sayang. Kamu selalu mengerti aku, ujarnya dengan haru.


"Kita saling mengerti Kak. Dan Kakak jauh lebih mengerti aku,"


"Hmm, makanan sudah sampai. Ayo kita makan," uajr Vannya bersemangat.


Perutnya sudah sejak tadi berbunyi. Dan dengan lahap ia langsung melahap semua makanan yang tersedia di hadapannya. Membuat Vin tersenyum dan tak percaya dengan apa yang di lihatnya sekarang. Isterinya makan lebih banyak dari biasanya.


"Rupanya isteriku kelaparan sejak tadi," batin Vin yang kini justru lebih fokus menatap isterinya yang sedang menghabiskan makanan.

__ADS_1


"Kenapa Kakak tidak makan? Makanannya sangat enak, " ujarnya terus mengunyah.


"Hmm, memang enak. Tapi melihatmu makan, rasanya lebih nikmat dari aku mengunyah makanan ini," ujarnya tanpa berkedip.


"Apa aku makan belepelotan? Maaf, aku khilaf ... ." ujarnya langsung meraih tissue dan mengelap sekitar bibirnya.


"Tidak Sayang, teruskan makanmu. Kamu cantik saat makan," ujar Vin.


"Aiishh! Kakak ini, orang lain akan bilang isterinya cantik saat dia bangun tidur, saat dia bersolek. Ini malah memuji isterinya saat makan," celetuk Vannya yang merasa heran dengan suaminya.


"Aku berkata yang sebenarnya," jawabnya sambil menyuap makanan ke dalam mulutnya.


"Okey! Aku percaya itu. Ayo Kakak makan. Atau Kakak akan kelaparan nanti," ucapnya dengan tegas.


Setelah makanan habis tanpa sisa, dan perut sudah kekenyangan. Mereka segera pergi meninggalkan restoran dan langsung pulang karena sudah hampir malam dan mereka belum ada yang mandi sama sekali.


...VANYA POV...


Hari ini aku merasa bahagia sekali, suamiku menjemputku tidak hanya sampai parkiran Perusahaan melainkan sampai ruang kerjaku. Meski awalnya aku tak menyangka tapi itu kenyataannya.


Entah apa yang aku pikirkan sore itu, sampai aku tidak menyadari langit di luar gedung Perusahaan sudah semakin gelap. Bahkan aku masih saja duduk di dekat jendela. Mungkin jika Kak Vin tidak menghubungi aku akan terus duduk di dekat jendela sampai larut malam.


Dan sepulang dari kerja, kami juga makan malam di luar. Walaupun bukan restoran mewah, tapi rasanya tidak kalah dengan makanan dari restoran bintang 5. Apalagi kalau sama suamiku, pasti rasanya akan lebih nikmat dan tidak ada yang mengalahkan.


Setelah kenyang, kami memutuskan langsung pulang saja ke rumah. Besok kami libur, dan mungkin menghabiskan waktu berdua di rumah tidak ada salahnya kan. Daripada menghabiskan waktu di luar, hanya akan membuat badanku merasa capek dan lemas.


Aku sejak dulu memang tidak suka shopping, apalagi pergi ke tempat keramaian. Lebih baik aku pergi ke goa yang gelap daripada harus ke pusat perbelanjaan. Aneh memang, tapi itulah aku. Entah apa yang suamiku pikirkan saat menyadari isterinya beda dari wanita pada umumnya.


Sesampainya di rumah, aku langsun gpergicke dapur. Membawa dua gelas air putih untuk kami berdua. Setibanya di kamar, ternyata Kak Vin sedang mandi. Aku duduk di sofa kecil sudut kamarku sembari membuka ponsel kali saja ada info penting.


• Van, apakah besok ada acara? Kalau tidak mainlah ke rumah. Kalian belum pernah main ke rumah kami kan? Aku tunggu besok ya,


Sebuah pesan masuk dari Kak Nana. Ya, aku belum pernah ke rumahnya setelah kami menikah. Aneh sekali bukan? Untung saja Kak Nana tidak pernah mempermasalahkannya. Dan dia tau jika kami sama-sama sibuk, dan Kak Vin pun sering perjalanan bisnis keluar kota.


• Tidak Kak. Akan kami usahakan besok ya, see you Kak!

__ADS_1


Setelah hampir 20 menit aku duduk di sofa, akhirnya terdengar pintu kamar mandi terbuka. Aku segera bergegas bangun dari duduk dan berlalu mandi sebelum makan semakin larut dan kata orang mandi malam tidak baik untuk tubuh.


Tapi kalau aku tidak mandi, aku tidak akan bisa tidur. Karena badanku penuh dengan keringat yang sudah membuat sleuruh tubuhku terasa lengket. Ku nyalakan air kran untuk mengisi bath up dan menuangkan sedikit aromatherapy untuk menghilangkan rasa penat setelah seharian bekerja.


__ADS_2