Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Melviano Putra Ardhana


__ADS_3

Sayang. . .bangun. . kau tak kasihan padaku? Aku rasanya seperti obat nyamuk Keanu dan Sofi. . . Aku kan memintanya untuk bertanya kabar Nana, tapi malah seperti orang yang sedang pacaran.


Keanu masih melanjutkan obrolannya hingga pukul 9 malam, berarti dia berbicara dengan Sofi selama satu jam lamanya. Sedangkan Randy sejak tadi hanya diam memaku, memandangi wajah Kinan yang masih enggan untuk membuka matanya.


"Sebaiknya kau tidur dulu, biar aku yang menjaga Kinan. Kita gantian. .. " Ujar Keanu menghampiri Randy.


"Aku tidak mengantuk. . Kau saja yng tidur, sudah mendapat asupan semangat dari wanita jadi bisa tidur dengan nyenyak kan. . ." Ujar Randy tanpa memalingkan wajahnya.


"Astaga. . asupan apa?? Aku hanya bertanya mengenai Alina, dan siapa orang di balik kejadian ini Randy. . .Aku rasa otakmu perlu di cuci supaya tak berburuk sangka padaku." Ujar Keanu.


"Benarkah?" Tanya Randy yang langsung berdiri menghampiri Keanu dan memasang wajah serius seolah sudah siap untuk mendengarkan penjelasan dari kakak iparnya.


"Makanya jangan berpikiran yang tidak-tidak dulu kalau belum tahu kebenarannya." Ujar Keanu.


"Tapi aku mendengar kau mengingatkan Sofi untuk tidak lupa makan." Ujar Randy.


"Lalu, kau langsung menyimpulkan kalau aku membahas di luar topik? aiiisshhh. . ." Ujar Keanu.


"Lalu bagaimana keadaan putriku sekarang?" Tanya Randy.


"Dia masih belum sadarkan diri, masih terpengahruh bius juga. Mungkin Nana menangis terus jadi mereka membiusnya." Ujar Keanu.


"Haiiiihhhh... menenangkan anak kecil saja tidak becus, tapi sok-sokan menculik anak kecil." Ujar Randy.


"Kalau menculik orang dewasa lebih berat Ran, susah bawanya." Ujar Keanu.


"Serah deh. . .Siapa orang di balik penculikan ini? Apa mereka tidak tahu siapa Papi Nana??? Berani-beraninya menyentuh putri dan isteriku tercinta." Ujar Randy.


"Kau masih saja sombong. . .Kau mengenal salah satunya. Wanita yang tergila-gila padamu." Ujar Keanu.


"Siapa?" Tanya Randy.


"Mana ku tau. . ." Ujar Keanu.

__ADS_1


"Haiiihhh. . . .Kenapa tidak tanya namanya?" Ujar Randy kesal.


"Dia hanya bilang Nona model. . ." Ujar Keanu melanjutkan.


"Terus yang lainnya siapa?" Tanya Randy.


"Patrick. . " Ucap Keanu.


"Siapa lagi itu Patrick. . " Tanya Randy mengacak-acak rambutnya sendiri.


"Adik dari Ayahnya Nana. Mereka tidak tahu apa masalahnya, yang jelas Nona Model itu juga ikut andil dalam rencana penculikan ini." Ujar Keanu.


"Lalu sekarang mereka bagaimana?" Tanya Randy lagi.


"Untuk saat ini mereka ditawan Bagas dan Om Harun. Besok pagi Alina akan di rujuk ke Rumah Sakit ini, supaya bisa dekat dengan kita." Ujar Keanu menjelaskan.


"Syukurlah. Setidaknya saat ini Nana sudah aman." Ucap Randy dengan lega.


"Kau tidurlah, kita gantian jaga." Ujar Keanu.


"Astaga. . sedang suasana seperti ini masih saja bertingkah konyol. Baiklah, aku akan istirahat dulu sampai pukul 1, setelahnya kau yang istirahat." Ujar Keanu membalikkan badannya menuju sofa yang empuk.


Dalam sekejap Keanu sudah terlelap, sedangkan Randy masih terus menjaga istrinya. Randy tak henti-hentinya membelai wajah istrinya, banyak harapan untuknya terlebih lagi demi putranya yang saat ini sedang di ruang Perinatalogi.


*Sayang, anak kita sudah lahir. . meski ia belum cukup bulan tapi keadaan baik-baik saja. Dia hanya perlu observasi beberapa hari disana, dan Nana sekarang sudah bersama Sofi dan yang lainnya. . kau tak perlu cemas lagi. .


Aku harap kamu cepat bangun, dan kita bisa bahagia berempat. Aku, kamu, Nana dan si kecil. . .Aku belum memiliki nama untuk anak kita sayang. . .Sebentar. . .aku akan memikirkan nama yang bagus untuk anak kita ya*. . .


Randy terdiam sejenak memikirkan nama untuk putranya. Ia ingin memberikan nama sesuai dengan keinginannya, yaitu menjadi pemimpin yang di segani dan di hormati karena kepribadiannya yang baik.


Sayang. . Aku sudah memiliki nama yang bagus untuk Putra kita. . Melviano Putra Ardhana, ... Melviano adalah pemimpin yang terhormat, aku ingin dia menjadi pemimpin yang sangat di hormati karena tutur katanya yang baik, kecerdasannya, ketampanannya yang menurun dariku, kebaikannya yang juga menurun dariku.


Kamu setuju kan Sayang? Kalau kamu tidak setuju besok kita akan merubahnya, tapi kita panggil dia apa ya. . . Mel . . ih seperti anak perempuan saja, Vian. . Tidak. . . bisa juga anak perempuan. . Vano. . . ah tidak-tidak . . . .Hmmm Vin saja ya sayang. . .

__ADS_1


Bangunlah. . . Apa kau tidak merindukanku? Harusnya aku yang memberimu kejutan dengan kepulanganku yang secara diam-diam, tapi malah kau yang memberiku kejutan dan hampir membunuhku hari ini.


Kau harus bangun sayang. . Setelah kau bangun, kau boleh memberikan pelajaran pada Febby. Kau boleh melakukan apa saja padanya, kecuali membunuh karena aku tidak mau tanganmu kotor hanya karena wanita itu*. .


Randy terus mengajak Kinan bicara meski tidak ada jawaban dari Kinan. Dia terus terjaga sampai pukul 1 dinihari dan dikejutkan dengan suara alarm dari ponsel Keanu. Keanupun bangun, tapi Randy masih setia duduk menjaga isterinya disana.


"Giliranmu tidur...Hoammm" Ujar Keanu pada Randy.


"Kau tidur lagi saja. .aku tidak mengantuk. Bahkan aku baru saja mengobrol dengan isteriku lima menit lalu. Alarm mu rusak. Tidur saja sana." Ujar Randy pada Keanu.


"Kau mau aku ikat di sofa rupanya? Kalau kau sakit, lalu siapa yang akan menjaga Kinan dan anak-anak. Kau ingatkan besok pagi Nana akan kemari, bagaimana kalau dia tak mengenalimu hanya karena melihat matamu yang sayu seperti orang mabok. Dan satu lagi. . .Kinan pasti akan marah jika kau menyiksa dirimu sendiri." Ujar Keanu menarik tangan Randy dan menuntunnya ke sofa panjang.


"Tapi bagaimana kalau Kinan bangun dan mencariku?" Tanya Randy.


"Akan ku katakan kau baru saja tidur. . " Ujar Keanu.


"Kalau dia tidak ingin melihatmu?" Tanya Randy lagi.


"Adikku tidak aka sekurang ajar itu, dia anak baik-baik kecuali kau yang sudah mencuci otaknya dan merubahnya." Ujar Keanu.


"Tapi kan. . . " Ujar Randy yang langsung di dorong Keanu untuk segera berbaring dan kepalanya ditepuk-tepuk seperti sedang menidurkan anak kecil.


"Tidurlah adik ipar, Kinan akan baik-baik saja. Kita harus jaga kesehatan untuk bisa menjaganya beberapa hari atau bahkan minggu kedepan. Ingat anak-anakmu, mereka juga membutuhkan perhatianmu. Kinan akan marah dan sedih melihat kau keras kepala seperti anak kecil. Kalau kau tidak tidur aku aku akan membiusmu." Ujar Keanu pada Randy.


"Aiiihhh. . Kakak ipar tidak tahu saja bagaimana perasaanku saat ini. Aku hanya merindukan isteriku. . Makanya menikah supaya kau. . " Ucapan Randy tertahan saat melihat Keanu membalikkan badannya dan menatapnya tanpa ekspresi. " Haiiihhhh.. .. baiklah aku tidur." Ujar Randy yang sebenarnya juga sudah mengantuk.


\=\=\=\=\=\=\=\=


πŸ’πŸ’JANGAN LUPA BACA JUGA 'LOVING SLOWLY' πŸ’πŸ’πŸ™πŸ™


Maaf typo masih suka nyempil.


Ditunggu Kritik & Sarannya πŸ™

__ADS_1


Jangan lupa meninggalkan Jejak untukku (Like, Komen, Rate 🌟🌟🌟🌟🌟, jika berkenan boleh juga vote πŸ™πŸ™πŸ™)


Terimakasih 🌹🌹


__ADS_2