Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Penyamaran Gagal


__ADS_3

"Mas kita terbang ke USA jam berapa?"Tanya Kinan.


"Jam 1 sayang. . supaya kita bisa istirahat dulu. . Kita kangen-kangenan dulu sebelum aku kembali bekerja sayang. . ." Ujar Randy membenamkan wajahnya pada tubuh isterinya.


"Hmm . . . Memang Mas ada proyek apa disana?" Tanya Kinan kepada suaminya


"Aku dan Gerry bekerja sama sayang, aku hanya menanam saham, jadi mau tidak mau aku harus hadir dan ikut andil." Ujar Randy lagi.


"Lalu Sofi bukankan harus ikut denganmu?" Tanya Kinan.


"Aku perintahkan Sofi untuk menemanimu dia apartemen atau jika kamu bosan, kamu bisa jalan-jalan dengan Sofi. Dia tahu banyak tentang USA karena sudah beberapa kali dia menemaniku ke sana." Ujar Randy.


"Terimakasih ya Mas."Ujar Kinan.


"Sama-sama sayang. . ." Pagi itu mereka kembali melakukannya hingga pukul 10 dan tidak sempat untuk sarapan.


Jam 11 mereka telah siap, dan turun ke lobby, Alex langsung memasukkan barang-barang Randy juga Kinan yang bertambah banyak berisi oleh-oleh.


" S'il vous plaît mesdames et messieurs (Silakan Tuan. . .dan Nyonya.) Alex membukakan pintu mobil.


" Merci Alex. . .(Terimakasih Alex)." Ujar Kinan yang sejak kemarin mengamati percakapan Alex dan Randy dan hanya kata-kata itu yang bisa dia tangkap.


" Je vous en prie, madame (Sama-sama Nyonya)." Ujar Alex membuat Kinan kebingungan lagi.


"Astaga. .. entahlah dia bicara apa. . aku hanya tahu Bonjour, Merci, Oui dan ne pas. . selebihnya belum tertulis di kamusku." Gerutu Kinan membuat Randy tertawa karena perilaku isterinya.


Sesampainya di Bandara Alex segera menurunkan barang-barang dan menaruhnya pada sebuah trolli yang sudah disediakan. Alex juga membangu Randy dan Kinan melakukan check in karena Randy dan Kinan sedang makan siang di restauran Bandara.


Sekitar hampir tiga puluh menit mereka berada di restaurant, akhirnya Randy dan Kinan keluar dan menemui Alex untuk memberinya tip atas pelayanan yang di berikan selama mereka berada di Paris.


" Merci pour le service pendant que nous étions à Paris, Alex (Terimakasih atas pelayanannya selama kami di Paris, Alex)." Ujar Randy.

__ADS_1


"Il est de mon devoir de vous servir, monsieur. En attente de votre prochaine arrivée. (Sudah menjadi tugasku untuk melayani anda, Tuan. Di tunggu kedatangan anda selanjutnya.)" Ucap Alex dengan menundukkan kepalanya dan tersenyum ramah.


" Ceci est un conseil pour vous. nous étions très satisfaits à Paris ( Ini tip untukmu. kami snagat puas selama berada di Paris ). Ujar Randy memberi sedikit tip untuk Alex.


" Merci, monsieur, bon voyage et madame ( Terimakasih banyak Tuan, semoga perjalanan anda dan Nyonya menyenangkan)." Ujar Alex.


" Merci Alex." Ujar Randy.


Mereka segera masuk ke dalam bandara dan mengikuti seseorang untuk menuju pesawat pribadinya. Dan di pesawat sudah ada Sofi yang menunggunya membuat Kinan terkejut dan senang.


"Welcome, Mr. Randy, Mrs. Kinan ( Selamat datang Bapak Randy, Ibu Kinan ). Ucap Sofi saat Randy dan Kinan masuk ke dalam pesawat.


"Sofi. . . kamu disini?" Ujar Kinan yang mengenali suara Sofi meski Sofi sudah berdandan seperti pramugari.


"Sepertinya penyamaran saya gagal Pak." Ujar Sofi pada Randy.


"Mana bisa kau membohongiku Sofi. . .Aku tahu itu kamu meski kamu berdandan bak seorang pramugari sekalipun." Ujar Kinan.


" Hmm. . .Baiklah. . .Kau memang yang terbaik dari yang terbaik Kinan."Ujar Sofi membuat mereka berdua tertawa. "Mari saya antar ke kursi." Uaar Sofi berjalan di depan Randy dan Kinan.


Dan lagi-lagi mereka telah di jemput seorang sopir yang sudah Sofi atur sebelum Randy dan Kinan tiba di *Los Angeles.


" Good morning, I'm William who will take you while you're in Los Angeles* (Selamat pagi, saya William yang akan mengantarkan anda selama berada di Los Angeles)."Uaar William dengan ramah


"Thank you, immediately take me to the apartment (Terimakasih, segera antarkan saya ke Apartemen). Ucap Randy.


"Yes ,Sir (Siap Pak)."William langsung menginjak gas dan membawa mereka ke sebuah apartemen besar yang berjarak dua jam dari Bandara.


Sesampainya di apartemen, William membantu Sofi mengangkat barang bawaan Randy dan Kinan. Sedangkan Kinan segera pergi ke kamar karena kelelahan. Setelah William pergi, Sofi segera mengunci pintu apartemen.


"Jadwal untuk hari ini sudah kamu siapkan?" Tanya Randy dari dapur yang gelap membuat Sofi terkejut.

__ADS_1


Astaga. . .Untung atasan, kalau bukan sudah aku pukul hingga babak belur. - Batin Sofi mengelus dadanya.


"Sudah Pak, hari ini ada pertemuan jam 9 bersama para pemegang saham dan juga model hang terlibat dalam lroduk tersebut." Ujar Sofi.


"Jangan bilang kalau modelnya. . "Ujar Randy tak melanjutkan ucapannya takut Kinan mendengar.


"Iya memang dia Pak, saya baru tahu kemarin saat konfirmasi jadwal."Jawab Sofi.


"huhh... ya sudah. Kamu jaga Kinan sebaik mungkin."Uahr Randy.


"Maaf Pak, saya ingin menunjukkan sebuah video pada Bapak." Ujar Sofi mengeluarkan ponselnya dan mencari video yang akan tunjukkan pada Randy.


"Video apa?"Tanya Randy.


"Silakan Pak." Ujar Sofi menyodorkan ponselnya.


"Astaga. .. . jadi dia benar-benar datang di hari itu?" Tanya Randy tak percaya.


"I..iya Pak. . Revan dan Hafis sudah mencegahnya di depan pintu masik sampai Nona model membuat keributan dan akhirnya Revan menghubungi saya dan kami masukkan dia ke gudang Pak." Ujar Sofi menjelaskan.


"Kenapa kalian seperti Power Rangers saja?"Tanya Randy yang melihat Sofi dan ketiga temannya sedang menakut-nakuti dengan sebuah ancaman.


"I...itu hanya untuk menakut-nakuti saja Pak. Karena Nona Model tidak mau mendengar kami dan terus berteriak. Kami takut para tamu akan curiga dan datang untuk melihat dia di gudang."Ujar Sofi menjelaskan alasannya.


"Hmm. . .kerja bagus, dan aku yakin kamu bisa menjaga Kinan dengan baik. Dia akan takut padamu." Ujar Randy.


"Siap Pak." Jawab Sofi.


"Kalau begitu beristirahatlah. ."Ujar Randy pada Sofi dan segera berlalu ke kamar yang berada di lantai atas.


Sofi segera masuk ke dalam kamar, tapi tidak bisa tidur karena memikirkan keselamatan Kinan. Apalagi saat ini mereka berada di Los Angeles, dan Febby akan lebih leluasa melakukan aksinya.

__ADS_1


Setelah berpikir cukup panjang dan lama akhirnya Sofi menghubungi beberapa pengawal untuk menjaga Kinan dari jauh tanpa di curigai orang lain. Sofi tidak ingin terjadi sesuatu pada Kinan yang dapat membuat Randy murka.


Sebaiknya aku juga memperhatikan penampilan Kinan supaya wajahnya tertutup dan Nona Model itu tidak mengenali wajah Kinan. -Batin Sofi.


__ADS_2