Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Berat


__ADS_3

"Omaa. . . Opaa. . ." Teriak Alina saat turun dari mobilnya.


"Hallo sayang. . . Oma kangen sekali. . " Ucap Bunda memeluk Alina dan menciumi wajahnya.


"Nana juga kangen Oma. . . Tapi Papi sibuk. . " Jawabnya.


"Kau sudah besar Nak. . ." Ucap Ayah.


"Kan mau punya adik Opa. . ." Jawabnya.


"Maaf Bunda, Ayah. . Randy tidak bisa masuk karena sudah di tunggu di Bandara. Maaf Bunda Ayah. . .titip anak dan isteriku ya." Ujar Randy berpamitan pada Bunda dan Ayah.


"Hati-hati Nak." Ucap Ayah.


"Jangan lupa berkabar kalau sudah sampai." Ucap Bunda.


"Iya Bun. . ." Ujar Randy.


"Mas. . .jangan lama-lama ya. . ." Ucap Kinan dengan sendu


"Iya sayang, secepatnya Mas akan kembali. . .Jaga dirimu baik-baik. . Mas titip Nana dan Baby ya." Ujar Randy memeluk isterinya.


"Hmm. . " Kinan tak mampu berkata-kata, dadanya terasa sesak karena Randy akan pergi jauh untuk beberapa hari.


"Jangan menangis. . Mas hanya sebentar sayang. Mas pergi untuk menyelesaikan masalah supaya tidak berlarut-larut dan Mas bisa stay bersama kalian lagi. . Mas sayang kamu, Nana, dan Baby. . ." Ujarnya dengan berat hati.


"Hmm. . " Hanya menangis sesegukan seperti anak kecil yang habis kena marah.


"Mas tidak bisa meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini. . . .Apa mas batalkan saja?" Tanya Randy mengusap punggung isterinya.


"Ti. . tidak . aku tidak apa-apa kok Mas. . maafkan aku. . " Ucap Kinan terbata-bata.


"Terimakasih sayang, kamu sudah mengerti. Mas janji ini terakhir kalinya mas pergi tanpa kalian." Ucap Randy mencium kening Kinan..


"Iya Mas. . ." Jawab Kinan.


"Sayang, jagain Mami ya. . . Nana tidak boleh nakal selama Papi pergi. . . " Ujar Randy pada Alina.


"Iya Pi. . . Jangan lama-lama ya Pi. . " Ucap Alina dengan wajah sedihnya.


"Iya sayang. . .Papih akan secepatnya kembali. Papi sayang kamu Nak." Ucap Randy mencium kening Alina dan memeluknya.


"Nana sayang Papi. . " Ucap Alina menangis.

__ADS_1


"Hei. . .jangan menangis Nak. . " Randy mengusap air mata di pipi Alina.


"Mana tidak mau menangis Papi . . ini nangis sendiri. . " Ujarnya berusaha menahan air matanya tapi membuat semua Ayah dan Bunda tertawa melihat wajah Alina yang menggemaskan.


"Papi pergi dulu ya. . ." Randy berdiri, dan kembali memeluk isterinya sebelum melangkahkan kaki masuk ke dalam mobil.


Kinan menatap lekat-lekat mobil suaminya sampai tidak terlihat di pelupuk matanya. Alina sudah di gendong Ayah, dan Bunda merangkul Kinan untuk segera masuk ke dalam rumah karena di luar sangat panas.


Alina langsung pergi ke kamar Nenek karena sudah kama tidak bertemu. Mereka tampak rukun sekali, entah apa yang sedang mereka obrolkan membuat Ayah hanya tersenyum yang sejak tadi memperhatikan dari pintu kamarnya.


"Ayo kjta makan. . . Bunda sudah masak udang pedas manis untukmu. Kamu suka kan." Ujar Bunda.


"Hmm. . .sudah lama aku tidak makan masakan Bunda. . . " Ujar Kinan berlalu ke dapur.


"Makanlah yang banyak, supaya cucu Bunda yang masih di perut sehat." Ujar Bunda.


"Iya Bun, Nana dekat sekali dengan Nenek. . . Semalam dia merengek minta kesini katanya ingin main dengan Nenek. Rupanya mereka memang sangat dekat sekarang." Ujar Kinan.


"Bunda juga senang melihatnya, Nenek sudah seperti anak kecil lagi. Bahkan Alina jauh lebih dewasa darinya, setelah Nana menetap denganmu Nenek hanya diam saja. Dia akan bicara kalau dia mau, tapi kalau tidak. . sepanjang hari dia hanya diam, walapun sedang menonton TV acara komedi sekalipun." Ujar Bunda.


"Bunda yang sabar ya. . . " Ujar Kinan.


"Sekarang Nenek sudah seperti hiburan Bunda Nak." Ujar Bunda.


Sesampainya di Bandara, Randy sudah di tunggu Sofi. Mereka segera menuju pesawat pribadinya, dan segera terbang menuju LA. Perjalanan yang di tempuh untuk sampai di LA selama 16 jam 37 menit. Dengan perbedaan waktu 14 jam lebih cepat Jakarta, Indonesia.


Mereka tiba di Bandara pukul 19.00 selasa malam waktu LA. Terlihat William sudah menunggunya di sana, dan tersenyum dengan ramah melihat kedatangan Randy juga Sofi yang sudah hampir 8 bulan tak berjumpa.


" Good evening Mr. Randy, welcome back to Los Angeles. (Selamat Malam Pak Randy, Selamat datang kembali di Los Angeles)" Sapa William dengan ramah.


"Good evening William, thank you for agreeing to pick me up again. ( Selamat malam William, terimakasih kau sudah bersedia untuk menjemputku lagi.)" Ucap Randy terkekeh.


"It's an honor for me to trust you to pick you up, sir. (Suatu kehormatan bagi saya masih anda percaya untuk menjemput anda Pak.)" Ujar William.


" I think you're overdoing it (Saya rasa kau terlalu berlebihan)." Ujar Randy membuat William tersipu malu.


" Please take us to the hotel I mentioned earlier (Tolong antar kami ke hotel yang sudah aku sebutkan tadi)" Ujar Sofi.


" Well. . please sir (Baik, Silakan Pak)." William membuka pintu mobil belakang untuk Randy sedangkan Sofi dudukdi samping William.


Sesampainya di Hotel, Sofi segera menyiapkan keperluan Randy untuk mandi. Dan juga memesan makan malam untuknya, karena malam ini mereka makan di Hotel dan tidak mungkin makan diluar karena baru saja sampai.


"Take us to dinner in rooms X and Y. (Antarkan kami makan malam di kamar X dan Y. )" Ujar Sofi menghubungi bagian dapur Hotel.

__ADS_1


"Okay Ma'am, the food will come in fifteen minutes (Baik Bu, makanan akan datang dalam waktu lima belas menit)" Ucapnya.


"Thankyou." Sofi mengakhiri panggilan.


"Pak, makanan akan datang dalam waktu lima belas menit kagi, apakah ada lagi yang perlu saya siapkan?" Tanya Sofi.


"Tidak, terimakasih Sofi." Ujar Randy.


"Kalau begitu saya permisi Pak." Ucap Sofi pamit untuk kembali kemarnya yang terletak di depan kamar Randy.


Setelah Sofi keluar dari kamarnya, Randy segera mengambil ponsel untuk mwngabari isterinya yang pasti sudah menunggunya.


Tuutt. . tuuttt. . tuuttt.


"Hallo Mas? Mas sudah sampai?" Tanya Kinan dari seberang sana.


"Iya sayang, mas sampai pukul 19.00 dan sampai hotel baru saja. Kamu sedang apa?" Tanya Randy.


"Sedang menemani Nenek dan Nana di taman Mas. Mereka akrab sekali seperti teman sebaya." Ujar Kinan.


"Pantas saja Nana ingin bertemu Nenek. Kamu sudah makan?" Tanya Randy.


"Sudah Mas. . Bunda pagi-pagi sekali sudah menyiapkan sarapan. Mas sudah makan?" Tanya Kinan.


"Belum, tapi Sofi sudah memesannya. Sekarang dia sudaa kembali ke kamar." Ujar Randy.


"Iya Mas. . ya sudaa mas lanjutkan dulu, mas belum amndi kan?" Tanya Kinan.


"Darimana kamu tahub mas belum mandi?" Tanya Randy.


"Tentu saja, bukankah mas bilang baru tiba di Hotel. . . mana mungkin mas mandi di dalam mobil." Ujar Kinan.


"Pintar sekali isteri Mas. . . " Puji Randy pada Kinan.


"Sudaa dari dulu, kalau tidak mana mungkin aku bisa kerja di Ardhana Group dan bertemu dengan suamiku yang tampan." Ujar Kinan menggoda Randy.


"Apa kau sedang menggodaku? Huhh. . .untung jauh." Gumam Randy sedikit kesal.


"Hmm . sudah sudah sana mas makan dulu. . .Nana sudah mengantuk sepertinya. Sidah waktunya dia tidur siang Mas." Ujar Kinan.


"Iya sayang. . .i love you Nyonya Randy yang cantik."


"Love You Too suamiku, Ayah dari anak-anakku." Kinan segera mengakhirinya.

__ADS_1


__ADS_2