
Selesai mandi dan mengeringkan rambutnya, Kinan memeriksa ponsel yang sejak tadi berdering tanda sebuah pesan masuk di ponselnya. Saat dibuka ternyata Mamah mengirimkan beberapa foto Alina dan Papah juga Rayna yang sedang main pasir di pantai.
Terimakasih, Mah, Pah, Rayna . . . kalian menjaga Nana dengan sangat baik selama aku dan Mas Randy tidak di rumah. Kalian begitu tulus menyayangi Alina seperti sudah ada ikatan batin diantara kalian. Aku harap kasih sayang kalian tidak akan berubah sampai Nana dewasa nanti, sampai dia menikah dan berkeluarga. -Batin Kinan saat melihat foto yang dikirimkan mertuanya.
"Sebaiknya aku menghubungi Mamah saja. .. Pasti disana sedang jam 9pagi jadi tidak terlalu pagi aku menghubunginya."Ujar Kinan.
Drtt. . drtt. .. .drtt. . ..
"Hallo Mah. . .Mamah bagaimana kabarnya?" Tanya Kinan.
"Hai sayang. . Mamah baik Nak. Ada Nana yang selalu hibur Mamah jadi mood selalu baik. Bagaimana liburanmu Nak?" Tanya Mamah.
"Librannya sudah cukup Mah, tapi disini Kinan juga bisa liburan tipis-tipis sama Sofi. "Ujar Kinan.
"Syukurlah. . .Kalian jaga kesehatan ya Nak. Mau bicara dengan Nana?" Tanya Mamah.
"Mau Mah, dimana dia?"Tanya Kinan.
"Nana. .Lihat siapa yang ada layar ponsel Oma. . ."Ujar Mamah memanggil Nana yang sedang main pasir bersama Rayna dan Papah.
"Hai Mami. . ."Ujar Alina dengan manis.
"Hai sayang. . kamu happy disitu?"Tanya Kinan.
"Yes Mami. . . Nana di Bali. Nana Happy Mami." Ujar Nana masih sibuk dengan pasirnya.
"Kakak Kinan sudah mau tidur?"Tanya Rayna mengintip.
"Belum Ray, disini baru jam 7 malam. Kakakmu saja belum pulang."Ujar Kinan. "Kamu libur berapa hari Ray?"Tanya Kinan.
"Lumayan Kak 3 hari. hehe. Apakah sudah ada tanda-tanda keponakan keduaku Kak?"Tanya Rayna.
"Belum Ray, doakan saja ya hehe."Ujar Kinan.
Ceklekk...
"Mas sudah pulang?"Tanya Kinan pada Randy. "Nana. . ini Papi Nak."Ujar Kinan memanggil Nana.
"Nana. . kamu janga diajak panasan sama Nena nanti kulitmu terbakar. . "Ujar Randy.
"Hai Papi. . Nan Happy."Ujar Nana.
"Tuhkan Kak. . Nana happy. . aku tidak memaksanya."Ujar Rayna.
"Papi. . kapan pulang?" Tanya Nana.
"Besok lusa ya sayang. .Nana baik-baik ya sama Oma, Opa dan Nena." Ujar Randy.
__ADS_1
"hmm..."Alina menganggukan kepalanya tapi lari mendekati Papah yang masih bermain bermain pasir.
"Nana sedang asyik main Nak, sebaiknya kalian makan malam dulu, dan kau Randy lekaslah mandi." Ujar Mamah.
"Iya Mah. . .Randy mandi. . bye Mah."Ucao Randy mengakhiri panggilan videonya.
"Ya sudah sana Mas mandi. ." Ujar Kinan.
"Iya sayang . . .setelah ini kita makan ya. . .Sofi sudah menyiapkan di bawah."Ujar Randy.
"Iya Mas. . Kalau begitu aku ke bawah dulu ya."Ujar Kinan.
Sementara Randy mandi, dan Kinan turun dari kamarnya untuk membantu Sofi tapi ternyata semuanya sudha disiapkan. Terlihat Sofi sedang menonton TV sendirian di atas Sofa.
"Cian amat sendirian . . ."Ujar Kinan dari tangga.
"Hmm . . .kan kalian di dalam kamar. Masa aku suruh ikut masuk, yang ada aku jadi orang ketiganya. . "Ujar Sofi.
Drtt. . .drtt. . .drtt. . .
"Maya telfon. ."Ujar Sofi segera menekan tombol warna hijau.
"Hai Fi. . .sedang apa?"Tanya Maya dari seberang sana.
"Lagi bingung May, di apartement aku selalu di kacangin nih. . ." Ujar Sofi mengadu pada Maya.
"Hei. . . yang kalian bicarakan ada disini. . ."Ujar Maya mengintip di belakang Sofi.
"Astaga. . .panjang umur Kin. . ."Ujar Maya.
"Sambungkan ke yang lain May. . ."Ujar Kinan pada Maya.
"Ok. . tunggu ya. .. "Ujar Maya.
"Hai. . aku disini. . ."Ujar Lila dan Devi bersamaan.
"Hai . . .. "Ujar Sofi yang sudah meletakkan ponselnya diatas meja sehingga bisa di pakai berdua dengan Kinan.
"Kalian kapan pulang? Kami kesepian. . ."Ujar Lila.
"Sabar La. .. kemungkinan sampai ada Pak Randy junior. .. kalau belum ada pulangnya di undur lagi. "Ujar Sofi.
"Astaga. . .sekalian saja kalian pindah kewarganegaraan. . ." Ujar Lila lagi.
"Besok lusa kami pulang. . .kata Mas Randy begitu. . tapi aku tidak tahu benar atau tidak. " Ujar Kinan.
"Pastiin Kin. . biar nanti aku siapkan karpet merah dari lift sampai ruang divisi." Ujar Devi.
__ADS_1
"Kau pakai karpet siapa Dev?" Tanya Sofi.
"Karpet tetangga habis pulang haji Bu. .. "Ujar Devi.
"Kin, Fi. . .selama tidak ada kalian mereka berdua bar-bar sekali. . .tingkat halu mereka semakin tinggi. Cepatlah pulang, jangan biarkan aku ikutan halu." Ujar Maya.
"Awas ya kalau laporan dan hasil kerja kalian ikut halu." Ujar Sofi.
"Tidak Bu, tenang saja. . .Kami sudah pintar sekarang. Adakah cerita yang akan kalian bagikan oada kami?Agar jiwa misqueen ku semakin meronta-ronta?" Tanya Lila pada Kinan dan Sofi.
"Misqueen dari mana lagi La? Bukankah gaji divisi sudah dinaikkan?"Ujar Sofi.
"Ah Ibu. . .kan ini kode supaya di naikkan lagi." Ujar Lila.
"Iya di naikkan lagi, gajimu dibagikan untuk menambah gaji Devi, Maya, Haris juga Revan ya." Ujar Sofi.
"Ah elahhh. . . jangan Bu. Nanti saya tidka jafi menikah."Ujar Lila.
Tiga puluh menit mereka gunakan untuk panggilan video dengan bahasan yang random membuat Kinan dan Sofi tidak berhenti tertawa. Mereka melepas kangen setelah Satu minggu tidak bertemu dengan Kinan dan 3 hari tidka bertemu dengan Sofi.
Randy yang mendengarnya dari atas segera keluar dari kamar dan melihat apa yang sedang Kinan dan Sofi lakukan di bawah. Karena suaranya benar-benar sangat keras membjat Randy semakin khawatir jika keduanya kesurupan.
"Astaga . .. suara kalian keras sekali." Ujar Randy turun dari atas.
"Maaf Mas kami baru saja ngobrol dengan Maya, Lila dan Devi. Mereka membuatku dan Sofi tertawa."Ujar Kinan.
"Aku kira kalian kesurupan se*an kembar."Ujar Randy.
"Huss mas. . jangan salahkan se*an terus. . kasihan dia tidak tahu apa-apa tapi selalu di kambing hitamkan." Ujar Kinan.
"Ayo kita makan. . aku sudah lapar. ."Ujar Randy.
"Hmmm .Ayo. . ."Ujar Kinan.
Mereka menyantap makan malamnya dengan sangat lahap, bahkan Sofi tidak canggung-canggung lagi saat Randy dan Kinan bermesraan di depan matanya. Baginya itu hanyalah bonus untuk dia lihat.
Selesai makan malam, semua kembali ke kamar masing-masing. Kinan segera menggosok gigi dan eembersihkan wajahnya, begitupun dengan Randy.
"Sayang. . ."Ujar Randy mendekati Kinan.
"Iya mas?" Jawab Kinan langsung meletakkan ponselnya di nakas.
"Aku kangen. . . "Ujar Randy dengan manja.
"Kita kan bertemu setiap hari Mas. .. " Ucap Kinan.
"CUP. . ."Randy melu*at bi*ir tipis Kinan dengan lembut dan menindihnya.
__ADS_1
Malam itu mereka melakukannya sampai jam 12 malam, dan sama-sama tertidur dengan kepuasan yang sama.