Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Rencana Maya


__ADS_3

Apakah dia ingin pamer kalau dia sedang bahagia dengan kekasihnya? Apa dia sedang pamer pagi ini kekasihnya datang untuk menemaninya bekerja seharian? Dasar tidak punya hati.... -Batin Kinan dengan kesal.


Kinan tidak turun menggunakan lift, dia memilih turun melewati anak tangga dan berjalan dengan pandangan kosong di sepanjang lorong di kantai 2. Maya yang baru saja kembali dari toilet kaget saat melihat Kinan berjalan sendiri dan tampang murung. Dia segera menarik tangan Kinan daa mengajaknya duduk di kursi yang agak jauh dari ruang kerjanya.


"Kin... ?"Maya bingung mau memulai pembicaraan dari mana.


"May..."Tangis Kinan pecah dan memeluk Maya dengan erat.


"Kami kenapa?Apa yang Pak Randy lakukan padamu?"Tanya Maya.


Kinan tidak menjawabnya, hatinya masih sakit dan susah untuk bersuara. Maya segera menghubungi Lia untuk menyusul mereka berdua. Dengan alasan ingin ke toilet dia keluar dan menghampiri kedua temannya.


"May, dia kenapa?"Tanya Lia bingung.


Maya hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban kalau dia tidak tahu apa yang terjadi pada Kinan. Lia dan Maya menenangkan Kinan, supaya dia merasa lebih baik dan bisa menceritakan semuanya.


"Kin, tenangkan dirimu... Nanti siang kau ada meeting kan? Kau ingin memberikan yang terbaik untuk meeting nanti siang kan?"Ujar Maya.


"Ceritakan pada kami, apa yang membuatmu menangis supaya hatimu lebih tenang Kin."Ujar Lia.


"Dia datang May, Li."Ujar Kinan terisak.


"Dia siapa?"Tanya Maya tak mengerti.


"Maksudmu dia juga datang menemui Pak Randy?"Tanya Lia.


"Iya, entah kenapa hatiku begitu sakit saat melihat dia memanggil namanya dengan mesra. Aku sadar hubungan kami hanya sebatas perjanjian kontrak, tapi tidak seharusnya dia begini. Kenapa tidak dia selesaikan saja kontrak itu. Toh dia sudah kembali."Ujar Kinan.


"Apakah Pak Randy menjelaskan siapa wanita itu?"Tanya Lia.


"Dia Febby, model terkenal di Amerika yan kini sedang menjalani syuting film. Aku tahu itu sebelum dia menjelaskan padaku"Jawab Kinan.


"Lalu kenapa tidak kamu saja yang memutuskan kontrak itu Kin"Tanya Maya.


"Tidak bisa May, semua keputusan ada padanya."Ujar Kinan.


"Astaga. . . Kenapa jadi seperti ini?" Maya ikut bingung.


"Hm.. kita pikirkan itu nanti, sekarang fokuslah untuk meeting nanti siang."Ujar Lia menyemangati Kinan.


"Aku ingin mencuci muka dulu."Ujar Kinan menghapus air mata di wajahnya dan masuk ke toilet.


Maya kembali ke ruangan lebih dulu agar teman-temannya tidak curiga, sedangkan Lia menunggu Kinan di tempat semula. Setelah Kinan keluar dari toilet, Lia mengajak Kinan untuk kembali masuk ruangan kerja.


Kinan segera duduk di kursinya dan Lia kembali ke kursinya. Kinan melanjutkan pekerjaannya untuk meeting nanti siang. Sedangkan Lia mengirimkan sebuah pesan untuk menanyakan sesuatu pada Sofi.


•• *Fi....Apa yang barusan terjadi diatas? ••

__ADS_1


•• Entahlah, aku di luar. Dan tahu-tahu Kinan keluar dengan wajah murung. Mungkin kontraknya sudah mereka selesaikan. ••


•• Kontrak masih berlanjut, Kinan barusan menangis. Dia ingin kontrak ini segera berakhir agar dia tidak tertekan. ••


•• Jadi kontrak masih berlanjut? Saat ini wanita itu di dalam bersama Pak Randy. Dia sedang sarapan disana. ••


•• Sebaiknya kau cari tahu siapa sebenarnya wanita itu, apa hubungannya dengan Pak Randy dan apa yang membuatnya datang ke Indonesia. ••


•• Baiklah akan aku laksanakan saat Pak Randy meeting nanti. Sekarang bagaimana dengan Kinan?••


•• Sekarang sudah jauh lebih baik, dia sedang menyelesaikan laporan dan beberpa berkas untuk meeting siang ini*••


"Kin aku sudah menyelesaikan laporanku, apakah ada yang harus aku kerjakan lagi?" tanya Lila menghampiri Kinan.


"Ok, terimakasih Lila. Beristirahatlah dulu."Ujar Kinan.


"Baiklah."Jawab Lila.


"Siapa yang akan menemaniku untuk meeting siang ini?"Tanya Kinan pada yang lain.


" …………………"


"Baiklah tidak ada yang menjawab. Kalau begitu aku beri pilihan, Haris atau Ivan yang mau ikut?"Tanya Kinan.


"Revan saja Kin agar dia tahu dan belajar ketika ada meeting lagi"Jawab Harus.


"Baiklah Revan, bersiap-siap untuk ikut meeting denganku."Ujar Kinan.


"Kin, kau harus terlihat dekat dengan Revan, nanti ada Pak Randy juga kan di meeting itu? Buktikan kamu bukan wanita yang bisa di tindas. Aku yakin Revan tidak akan menolak."Ujar Maya.


"Apa kau tidak apa-apa?"Tanya Kinan menatap mata Maya.


"Aku baik-baik saja. Percayalah."Ujar Maya.


"Baiklah."Jawab Kinan.


"Lia, kita mending cari makan sekarang yuk. Kita makan di sini saja. Tidak mungkin kan kita makan diluar tanpa mereka berdua."Ujar Lila memberikan ide.


"Ide bagus. Boleh kan Kin Lila ijin keluar sebentar?"Tanya Maya.


"Tentu saja asal tidak sampai sore ya."Ujar Kinan.


"Baiklah."Lila bersiap-siap membawa tasnya.


"Lia, pakai ini saja. Bingung kan kalau tidak terpakai, aku harus memanfaatkannya."Ujar Kinan mengedipkan matanya pada Lia.


"Baiklah, akan aku bantu untuk menghabiskan Kin."Ujar Lia mengerti.

__ADS_1


"Apakah kekasihmu benar-benar orang kaya Kin? Hebat sekali dia memberimu kartu kredit limited."Ujar Lila.


"Tentu saja orang kaya, kalau tidak mana mungkin dia memberikannya."Ujar Maya.


"Sudah sudah, La ayo kita pergi sebelum Kinan berubah pikiran."Ujar Lia memamerkan kartu kredit di tangannya.


"ahah Baiklah. Aku juga akan membantumu Lia."Jawab Lila.


"Beli saja yang banyak."Ujar Kinan.


Setidaknya aku memakai fasilitas yang sudah dia berikan padaku, tidak apa kalau dia berpacaran di depanku. Yang penting aku bisa menggunakan fasilitas ini sebelum kontrak itu berakhir. -Batin Kinan.


Diruang Kerja Randy..


"Ran, ayo temani aku keluar Aku bosan lama-lama disini."Ujar Febby.


"Sebentar lagi aku ada meeting Fe, tidak mungkin kalau aku harus meninggalkannya."Jawab Randy masih sibuk dengan layar monitor.


"Hmm.. kamu terlalu sibuk. pantas saja kau tidak membalas pesan dariku."Ujar Febby.


"Maaf Fe, selain itu aku juga sudah bertunangan."Jawab Randy.


"Dengan siapa?Apa aku kenal dengannya?"Tanya Febby tak percaya.


"Kau tidak mengenalnya, tapi aku akan mengenalkanmu padanya."Jawab Randy.


"Baiklah, tapi kau seminggu ini harus selalu bersamaku, anggap saja itu hukuman buatmu karena kau tidak membalas pesanku."Uaar Febby.


"Hmm.. Baiklah."Jawab Randy tanpa berpikir panjang.


"Kau kenal dia dimana?"Tanya Febby ingin tahu.


"Dia juga bekerja disini. Tapi pegawai disini belum ada yang tahu kalau aku telah bertunangan dengannya. mungkin setelah mendekati hari penikahan baru akan aku umumkan kepada seluruh pegawaiku."Jawab Randy.


"Kapan kau akan menikah?"Tabya Febby.


"Mungkin dalam waktu dekat, karena aku tidak ingin jauh darinya "Ujar Randy.


"Ran, aku lapar."Ujar Febby .


"Ok, aku akan memesannya. Tunggulah."Ujar Randy.


"Ok."Jawab Febby masih duduk memainkan ponsel di sofa.


"Sofi, pesankan makan siang untukku dan juga Febby, kau juga."Ujar Randy.


"Baik Pak."Jawab Sofi tanpa bertanya lagi.

__ADS_1


"Kalau Febby bertanya sesuatu tentang Kinan jangan beritahu dia."Ujar Randy.


"Baik Pak."Jawab Sofi lagi.


__ADS_2