Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Penyesalan Om Harun


__ADS_3

"Randy. . maafkan tante. . . " Ujarnya menangis.


"Tante. . . " Ujar Randy membalikkan badannya.


"Maafkan Tante... Ini salah tante karena tante tidak bisa mendidik Erika dengan baik." Ujar Tante Hesti.


"Om juga minta maaf Ran. . tidak seharusnya Om keluarkan Erika. . .Tapi Om hanya ingin yang terbaik untuknya dan berharap dia bisa berubah seperti Om." Ujar Om Harun.


"Sudah. . sudah. . Om dan Tante tidak bersalah, kalian sudah berusaha menjadi orang tua yang baik untuknya. Hanya saja dia memanfaatkan kebaikan kalian. Setidaknya putriku masih selamat meski sekarang belum sadarkan diri." Ujar Randy dengan berat.


"Boleh kami menjenguknya? Kami hanya ingin melihat dari jauh saja kalau kau melarang orang lain mendekatinya." Ujar Tante Hesti


" Boleh Tan. Sebentar ya. . .aku sedang pesan makanan dulu untuk isteriku. ." Ujar Randy.


Tante Hesti dan Om Harun memang berniat untuk menjenguk Alina saat tahu kabar dari Bagas. Mereka memilih untuk segera pergi menuju RS dimana Alina di rawat daripada putrinya yang saat ini di penjara.


Mereka bisa kapan saja menjenguk Erika, tapi menjenguk Alina sangt penting saat itu. Terlebih karena Alina masuk Rumah Sakit akibat ulah Erika yang kelewatan dan mempermalukan keluarga besarnya.


Setelah pesanan siap, Randy dan Tante Hesti serta Om Harun segera meninggalkan restaurant dan kembali ke Rumah Sakit tempat dimana Alina di rawat saat ini. Randy menyuruh pengawal untuk mengantarnya ke ruang HCU.


Sementara Randy segera naik ke lantai atas untuk menemui isterinya yang sudah menunggunya disana. Benar saja, saat Randy masuk ke dalam kamar, Kinan sedang duduk di Sofa menunggu kedatangan Randy.


"Sayang. . maaf lama ya." Ujar Randy.


"Mas jalan-jalan dulu ya?" Tanya Kinan.


"Tidak. . tapi memang pesanan baru selesai sayang. Mana mungkin aku jalan-jalan tanpa kamu di sampingku. Ayo makanlah. " Ujar Randy.


Sebaiknya nanti saja aku bicara soal Tante Hesti dan Om Harus, setelah Kinan selesai makan.-Batin Randy.


"Ya sudah. . mas juga makan. setelah itu mandi ya. . " Ujar Kinan.


"Hmm. . " Randy segera membuka bungkusan makanan untuk mereka.


Kinan makan dengan sangat lahap karena tadi siang dia tak sempat makan. Ditambah saat ini ia sedang mengandung, jadi makannya bertambah banyak tidak seperti biasanga. Randy hanya tersenyum saat melihat isterinya yang sangat lahap dan tidak perduli dengannya.

__ADS_1


Setelah selesai makan Randy segera mandi sebelum Om Harun pulang. Selesai mandi Randy baru mengatakan kepada Kinan kalau ada Om Harun dan Tante Hesti di bawah.


"Sayang . mas mau bicara. . " Ujarnya.


"Apa Mas? Ayo kita lihat Nana. . . " Ujar Kinan.


"Hmm. . Di bawah ada Om Harun dan Tante Hesti, mereka ingin menjenguk putri kita. . " Ucap Randy.


"Kenapa mas tidak bilang padaku dari tadi?" Ujar Kinan kesal karena Randy tidak mengatakannya sejak tadi.


"Maaf. . Mas cuma tidak mau mood kamu terganggu kalau tahu Om Harun dan Tante Hesti di bawah. Sekarang kamu boleh marah sama Mas. . karena Mas yang salah." Ujar Randy.


"Aku tidak marah. . .aku hanya kesal, harusnya aku menemui mereka biar bagaimanapun mereka kan datang untuk menjenguk putri kita Mas. . " Ujar Kinan.


"Kamu tidak marah padaku?" Tanya Randy.


"Untuk apa aku marah. . .mereka datang pasti ingin melihat Nana dan mendoakan Nana supaya cepat sadar. Aku tidak bisa marah. . aku kan tidak boleh stress kata dokter." Ujar Kinan.


"Terimakasih kamu sudah tidak marah padaku sayang. . ." Ucap Randy langsung memeluk isterinya.


Di HCU. . .


"Ya Tuhan. . . .Pah. .kasihan sekali anak ini. Dia masih terlalu kecil untuk menerima kejadian ini." Ucap Tante Hesti.


"Erika benar-benar kelewatan Mah. . .Bahkan hatinya semakin tertutup hingga tidak memiliki belas kasihan." Ujar Om Harun.


"Alina. .. Maafin anak Oma ya. . .Oma tidak bisa mendidiknya menjadi wanita yang baik hingga dia menciptakan luka di kehidupanmu Nak. . " Ucap Mamah memegang jemari Alina yang mungil.


"Ibunya meninggal saat kejadian itu Mah. Sekarang dia dirawat Randy dan isterinya." Ujar Om Harun.


"Iya Pah . . Untung saja masih ada mereka. Apa kita boleh ya suatu saat ajak Alina jalan-jalan Pah.. Mamah tahu kesalahan Erika sangat fatal, setidaknya kita menebus kesalahannya meski tidak akan pernah bisa mengurangi dosanya." Ujar Tante Hesti.


"Papah akan minta ijin pada Randy dan isterinya Mah. Sekarang biarkan Erika menerima hukuman yang mungkin tidak setimpal dengan kelakuannya. Kita sebagai orangtua hanya bisa berdoa dan berharap semoga putri kita bisa berubah menjadi orang yang baik." Ujar Om Harun.


"Pah. . tangannya bergerak. . ." Ujar Tante Hesti saat tangan Alina bergerak di tangannya.

__ADS_1


"Papah panggil dokter dulu Mah. . " Om Harn keluar dari ruang rawat Alina dan memanggil dokter.


"Dokter. . .Tolong, tangan Alina bergerak Dok. . .Tolong periksa dia." Ucap Om Harun.


Dokter dan perawat berlari ke ruang Alina, dan Tante Hesti juga Om Harun diminta untuk keluar dari ruang HCU. Mereka duduk di kursi panjang dan berharap Alina akan baik-baik saja dan segera sadar supaya mereka bisa meminta maaf secara langsung kepada Alina.


"Om . . Apa yang terjadi?" Tanya Randy.


"Alina sedang di periksa dokter . . .karena tangannya . . ." Ujar Tante Hesti dengan gugup.


"Tangannya kenapa? Apa yang kalian lakukan pada putriku?" Ujar Kinan teriak karena takut putrinya kenapa-kenapa di dalam.


"Sayang. . tenanglah. . ." Ujar Randy memeluk Kinan.


"Bagaiaman aku bisa tenang Mas. . Putriku sedang di dalam di diperiksa dokter. Apa yang terjadi padanya. . " Ujar Kinan menangis.


"Kami tidak melakukan apa-apa. . .Aku hanya memegang tangannya, tiba-tiba jemarinya bergerak. . Dan kami memanggil dokter. . Mereka segera memeriksa Alina di dalam. Kami tidak melakukan apa-apa. . ." Ucap Tante Hesti terbata-bata.


"Kalau sampai terjadi apa-apa pada putriku, aku tidak akan pernah memaafkan kalian." Ujar Kinan ketus.


Seorang dokter keluar dan mencari keluarga Alina, semua berlari mendekatinya dan menanyakan kondisi Alina.


"Dokter. . .bagaimana kondisi anak saya dok? Dia baik-baik saja kan Dok?" Ujar Kinan.


"Alina sudah bangun dari komanya. . .Dia memanggil-manggil Maminya." Ucap Dokter dan Kinan langsung berlari menerobos dokter dan perawat yang sedang berdiri di depannya.


"Mami. . . " Teriak Alina mencarinya.


"Nana. . .Ini Mami Nak.. . Mami disini. . .Jangan takut. . .Mami akan menjagamu nak," Ucap Kinan duduk di kursi.


"Takut. . .Nana takut. . jangan tante. . .lepaskan Nana. . . " Alina terus menangis ketakutan membuat hati Kinan hancur saat melihatnya.


"Sayang. . .kamu sudah aman dengan Mami. . dia sudah tidak disini Nak. " Ucap Kinan terisak.


"Mami aku takut. . tolongin Nana Mami. . Tante jahat." Ujar Nana terus menangis dan belum menyadari kehadiran Kinan.

__ADS_1


"Dok. . .kenapa dengan putriku? Apa yang terjadi padanya? Kenapa dia terus menangis? Apa dia kesakitan karena luka di lehernya? Segera beri obat termahal dok supaya putriku tidak menangis lagi. . " Ujar Randy.


__ADS_2