Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Demi Proyek


__ADS_3

Setibanya di depan gedung, Randy dan Sofi dialihkan untuk lewat jalan lain karena Febby telah sampai lebih dulu. Celline mengarahkan jalan melewati lorong kecil di sisi gedung.


Disana ada sebuah lift, Celline segera menekan tombol untuk membuka pintu lift. Ternyata lift tersebut langsung terhubung dengan ruang kerja Gerry dimana Frans juga sudah berada disana.


"Huhh. . .Akhirnya kau datang juga. Aku kira kau demam panggung sebelum bertemu dengan wanita itu." Ujar Frans terkekeh.


"Aiihh. . .Yang ada aku gatal-gatal kalau harus dekat-dekat dengannya. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Tanya Randy.


"Sesuai rencana. .Kau harus keluar dari ruanganku dan berpura-pura akan segera kembali." Ujar Gerry.


"Permainan macam apa ini, baru aku sampai sudah kau suruh pergi lagi." Ujar Randy.


"Supaya cepat selesai, itu yang kau mau kan?" Tanya Frans.


"Baiklah. . baiklah. Ayo Sofi." Ajak Randy.


"Baik Pak. . "Sofi mengikuti Randy keluar dari ruangan Gerry.


Ternyata benar sudah ada Febby yang berdiri di depan ruang kerja Gerry. Randy diam saja dan melenggang pergi, tapi baru beberapa langkah Febby memanggilnya.


"Randy. . Tunggu. . !!" Ujar Febby.


" . . . . . . . ." Randy hanya diam dan menghentikan langkahnya.


"Aku ingin bicara denganmu. . .bolehkah kita bicara 4 mata?" Tanya Febby.


"Maaf Nona model, Pak Randy harus istirahat." Ujar Sofi.


"Sebentar saja. . . Ya . . ."Ucapnya memohon.


"Akhirnya kalian bertemu. Ini dia model couple kita." Ujar Gerry keluar dari ruang kerjanya.


"Maksudmu?" Ujar Randy.


"Gerry mengundangku untuk datang, dia mengajak kerjasama lagi, dan menjadikan kita couple di proyek barunya." Ujar Febby.


"Maaf kawan, aku tidak memberitahumu lebih dulu." Ujar Randy.


"A. . apa? Aku tidak bisa . . "Ujar Randy.


"Demi proyek Ran. . .aku mohon." Ujar Frans keluar dari ruang kerja Gerry.


"Lagipula, kalian kan sudah lama berteman. Jadi tidak ada salahnya kalian menjadi couple dalam proyek." Ujar Gerry.


Ternyata kau masih mau membantuku Gerry, Kau baru menyadari aku yang lebih pantas dengan Randy rupanya. . .-Batin Febby tersenyum licik.

__ADS_1


Kau boleh tersenyum sekarang Febby, tapi jangan harap kau bisa lolos dari kandang macan. -Batin Frans.


"Untuk bekerja sama kalian perlu membangun chemistry supaya dapat feel yang bagus kan. Untuk itu aku sudah mempersiapkan makan malam untuk kalian berdua." Ujar Gerry.


"Ta. . .Tapi Tuan" Uaar Sofi berpura-pura.


"Mereka hanya makan malam Sofi. . ." Ujar Frans.


Lihat Sofi, semua mendukungku tanpa aku harus memohon-mohon, kau hanya bawahan. Tidak lebih. Sebentar lagi aku akan menggantikan posisi wanita itu. -Batin Febby lagi.


"Baiklah. . ." Ujar Sofi mengalah.


"Celline, deliver them (Celline antarkan mereka)" Ujar Gerry.


" Yes Sir." Ujar Celline. " Please take me to Mr. and Miss (Silakan saya antar Tuan dan Nona)" Ujar Celline pada Randy dan Febby.


Randy dan Febby mengikuti Celline yang berjalan menuju ruangan yang sudah ia setting bersama Sofi. Febby tampak bahagia sekali bisa makan malam berdua dengan Randy.


Sesampainya di depan ruangan, Celline membukakan pintu dan mempersilakan mereka untuk masuk. Setelah Randy dan Febby duduk, Celline menepuk kedua tangannya.


Prokk. .prokk..


Tak lama kemudian datang dua orang pelayan mengantar makanan dan minuman ke meja Randu dan Febby. Celline dan Sofi meminta seorang Koki untuk memasak makan malam mereka semua, jadi itu bukan makan malam yang spesial karena Gerry dan yang lainnya juga makan dengan menu yang sama hanya berbeda ruangan saja.


"Enjoy your dinner Mr. Randy and Ms. Febby (Selamat menikmati makan malamnya Tuan Randy dan Nona Febby)" Ujar Celline dengan sopan.


Celline hanya menganggukan kepalanya dan memberi sedikit senyuman di wajahnya sebelum dia pergi keluar meninggalkan Randy dna Febby berdua. Ternyata Sofi sudah memasang beberapa camera pengintai untuk merekam mereka, jika sewaktu-waktu Febby berbicara mengenai bisnis yang ia hancurkan.


Celline segera menyusul yang lainnya yang sudah duduk di meja makan menanti kedatangannya.


"Let the cunning woman be happy for a few moments. Soon she will open all her own decay (Biarkan wanita licik itu senang untuk beberapa saat. Sebentar lagi dia akan membuka semua kebusukannya sendiri)" Ujar Frans.


"She will say it tonight. You saw yourself earlier, she was so happy when I defended her. (Dia akan mengatakannya malam ini. Kau lihat sendiri tadi, dia begitu senang saat aku membelanya)" Ujar Randy.


"Enjoy your meal before watching tonight's drama (Nikmati makan kalian sebelum menonton drama malam ini)." Ujar Frans.


Mereka segera melahap makan malam tanpa bersuara sedikitpun. Begitupum dengan Febby dan Randy yang saat ini sedang berada dalam satu ruangan.


"Aku senang akhirnya kau kembali lagi. . Aku pikir aku tidak akan bisa bertemu denganmu lagi." Ujar Febby.


"Hmmm. . ." Randy tak bersuara sedikitpun, dia terus menyuapi makanan ke dalam mulutnya tanpa bicara.


"Kau berapa hari disini?" Tanya Febby lagi.


"Tergantung pekerjaan, kalau tidak besok pagi ya besok lusa." Ujarnya sambil mengunyah makanan.

__ADS_1


"Kenapa tidak satu minggu lagi disini?" Tanya Febby.


"Anak dan isteriku sudah menunggu." Ucap Randy.


"Bukankah kau baru menikah dengan wanita itu? Ma. . maksudku isterimu?" Ujar Febby.


"Hmm. ." Ujar Randy.


"Lalu anak siapa? Apakah itu anak isterimu? Kau menikah dengan wanita yang sudah memiliki anak?" Tanya Febby lagi.


"Tidak, isteriku masih gadis saat aku menikahinya. Dia putri staff ku yang meninggal karena kecelakaan, dan kami merawatnya." Ujar Randy.


"Ohh. . .begitu rupanya." Ujar Febby meneguk minuman yang sudah di campuri obat.


Apakab minuman itu benar-benar sudah di campuri obat? Aku harap iya, supaya masalah ini cepat selesai dan aku bisa segera pulang. -Batin Randy.


"Kalau kau masih beberapa hari disini aku ingin mengajakmu makan malam di tempat lain." Ujar Febby.


"Apa kau tidak suka dengan tempat ini? Bukankah ini juga sudaa bagus. . ." Ujar Randy.


"Ya aku terkesan dengan setting ruangan ini, tapi kalau di tempat lain akan lebih bebas." Ujar Febby.


"Hmm. . "Ujar Randy.


Selesai makan, Randy dna Febby duduk di balkon yang lagi-lagi sudah di setting dengan apik.


Kenapa seluruh badanku terasa panas. . Ini seperti saat aku meminum obat k***. Astaga. . Aku harus bagaiamana. -Batin Febby.


"Kau kenapa?" Tanya Randy saat melihat wajah Febby kemerahan dan tampak cemas.


"Tidak apa-apa. . ya aku tidak apa-apa. . " Jawabnya dengan gugup.


"Apa kau sakit? Aku panggil Sofi saja untuk memanggilkan dokter untukmu." Ujar Randy.


"Ti. . tidak. . . Ran. . bantu aku. . " Ucap Febby memohon.


Apa ini pengaruh obat yang di campurkan ke dalam minumannya? Obat apa yang mereka campurkan? - Batin Randy.


"Bantu apa? Kau mau aku apa?" Tanya Randy.


"Bantu aku. . aku tidak kuat. ." Ujar Febby.


"Tidak kuat apanya? Kau pusing?" Tanya Randy lagi.


"Bukan. . tapi. . . " Ujarnya tersendat.

__ADS_1


"Tapi apa. . ."Ujar Randy yang tidak mengerti.


__ADS_2