Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Alina si Pemersatu


__ADS_3

Hari yang dinanti-nantikan telah tiba. Tepat pukul 8 malam, beberapa mobil datang untuk menjemput Kinan dan keluarga menuju gedung resepsi. Mereka akan menginap di hotel agar besok pagi mereka tidak berangkat terburu-buru untuk di make up.


Alina telah bersama Rayna dan Mamah yang langsung menjemputnya setelah kedatangan Kinan. Mamah mengajak Alina ikut dengannya karena ingin bermain dengan Alina yang sudah lama terpisah karena Kinan dipingit. Alina begitu bahagia berada di tengah-tengah keluarga besar Randy. Saat melihat sosok pria yang selama ini ia rindukan, Alina segera lari menghampirinya.


"Papiii. . . . ."Teriak Alina berlari menghampiri Randy.


"Hai sayang. . . Kamu disini rupanya. Kamu semakin berat. ."Ujar Randy.


"Hmm. . . Nana banyak makan ice cream dari Papi. Makasih Papi."Ucapnya dengan riang.


"Sama-sama sayang. . .kamu cantik sekali. . . Papi kangen Nana. . ."Rabdy menciumi akina berkali-kali membuat Alina tertawa kegelian karena ulahnya.


Semua yang melihat Randy dan Alina begitu bahagia, Mamah tanpa terasa meneteskan air matanya jika teringat wajah Lia yang terakhir kalinya. Kini putrinya telah tumbuh menjadi anak yang baik dan menyenangkan. Setiap hari selalu ada tingkah yang menggemaskan darinya membuat Mamah semakin gemas dan tidak ingin jauh-jauh dari Alina.


"Papi. . .ampun Papi. . . .geli. . . .hi hi hi. . udah Papi. . "Ujar Akina meminta Rabdy untuk menghentikan aksinya.


"Malam ini Nana tidur dengan Papi ya. . . ."Ucap Randy.


"No Papi. . Nana bobok sama Nena. . . "Ucapnya.


"Siapa Nena?Teman barumu?"Tanya Randy pada putri kecilnya.


"Nena Papi. . ."Ucap Alina.


"Marlena?"Tanya Randy menebak.


"Hi hi hi. . .bukan Papi."Ujar Alina yang gemas karena Randy tidak bisa menebaknya.


"Kakak mau tahu siapa Nena itu?"Tanya Rayna dari belakang.


"Siapa?Apakah dia perempuan? Atau laki-laki? Astaga Nak. . kamu masih kecil. . jangan pacaran dulu Nak, belum punya KTP." Ujar Randy.


"Nena itu. . .cantik. . manis . . .menggemaskan. . .imut. . .iya Kan Nana?"Ujar Rayna membuat Randy semakin penasaran.


"No. . .Nana cantik." Ujar Alina memasang wajah cemberut.


"Hahah iya iya kamu paling cantik bayi pinguin. . ."Ujar Rayna.

__ADS_1


"Kau memanggil anaku bayi pinguin?"Ujar Randy tidak terima.


"Astaga. . .Kau tidak melihat dia saat selesai mandi dengan baju mandinya Kak. Menggemaskan sekali seperti bayi pinguin. "Ujar Rayna.


"Lalu siapa itu Nena?Aku juga harus kenal dengan teman anakku." Ujar Randy.


"Nena itu aku Kak. . Adikmu yang cantik dan menggemaskan ini. . "Ujar Rayna.


"Astaga. . . menggemaskan dari mananya?"Ujar Randy.


"Nana. . kita teman kan? "Ujar Rayna.


"Hmmm. ."Alina menganggukan kepalanya.


"Ayo kita main lagi. . .Biarkan Papi sendiri saja."Ujar Rayna.


"Papi. . .tulunin Nana. ."Ujar Alina meminta Randy menurunkan dari gendongannya.


"Kiss Papi dulu nanti Papi turunkan."Ujar Randy memasang pipinya.


"Muach. . . muach. . .muach "Alina mencium kedua pipi Randy dan keningnya dan Randy membalas ciumannya.


"Setelah menikah tinggal di rumah beberapa hari Nak. . Mamah tidak mau jauh-jauh dari Nana. Dia sangat lucu. . Sejak tadi membuat kami semua tertawa dengan celotehannya." Ujar Mamah.


"Mamah bisa mengunjungi kami kapanpun Mamah mau, aku dan Kinan hanya pindah rumah bukan pindah kota dan negara Mah. Kalau kami tinggal di rumah sendiri kan lebih adil. . Mamah dan Bunda bisa datang ke rumah kami main dengan Nana. . . "Ujar Randy.


"Hmmm ya sudahlah. . .Yang penting Mamah titip cucu dan menantu Mamah ya."Ujar Mamah.


"Iya Mah, Randy akan menyayangi Kinan dan Nana dengan tulus. Mereka adalah harta Randy Mah. Dan Randy akan memberikan pengawal untuk berjaga di rumah saat aku dan Kinan kerja." Ujar Randy.


"Baguslah. Setidaknya Sus Ani tidak akan sendirian dan jadi lebih tenang."Ujar Mamah.


"Ya sudah. . aku mandi dulu ya Mah." Ujar Randy.


"Hmm."Ucap Mamah.


Di Lantai yang berbeda..

__ADS_1


"Dimana Nana?"Tanya Maya.


"Dia sedang dibawa Omanya sudah satu minggu tidak bertemu. Besok kalian akan melihatnya."Ujar Kinan.


"Dia semakin lucu dan menggemaskan. Sering-seringlah bawa ke kantor Kin, biarkan sus Ani istirhat di rumah beberapa jam sampai kalian pulang dari kantor."Ujar Sofi.


"Aku akan mengajaknya jika pekerjaan sedang tidak banyak. Dan siap-siaplah kalian berlarian kesana kemari mengikuti Nana."Ujar Kinan.


"Tenang. . aku akan membawakan dia ice cream agar dia tidak kemana-mana."Ujar Devi.


"Aku yang akan menemani Nana menghabiskan ice creamnya."Ujar Lila.


"Entah kenapa aku merasa sangat beruntung, Lia mempercayaiku untuk merawat Alina. Padahal aku tidak punya pengalaman mengurus anak kecil. Tapi Alina tidak pernah menyusahkanku, dia nice sekali. . Dan bahkan aku merasa terkadang dia lebih dewasa dariku. "Ujar Alina.


"Karena Lia tahu, kau tak akan menyakiti anaknya. Dan sekarang pasti Lia sedang disini bersama kita hanya saja kita tidak bisa melihatnya."Ujar Lila dengan bijaknya.


"Hmm. . kita harus sama-sama membesarkan Alina. . Dia satu-satunya harta yang Lia tinggalkan untuk kita jaga. Lia ingin persahabatan kita tidak pecah setelah kepergiannya, makanya dia memberikan Alina di tengah-tengah kita semua." Ujar Maya.


Jika itu benar. . Pasti kamu sedang tersenyum melihat kita kan Li? Putrimu adalah pemersatu semua orang Li . .Aku bisa melihatmu dari sorot matanya, aku bisa merasakan kehadiranmu saat aku memeluknya. Dan aku akan terus memeluknya sampai akhir hayatku. . -Batin Kinan.


"Sebaiknya pengantin wanita tidur sekarang, agar besok pagi lebih segar mengalahkan segarnya air di pegunungan salak." Ujar Sofi.


"Kalian tidurlah denganku. . Kasur sebesar ini akan menangis kalau hanya aku yang tidur disini sendiran. Kapan lagi kalian bisa tidur bersamaku setelah aku menikah nanti. ." Ujar Kinan.


"Astaga Kinan. . kau membuatku ingin cepat-cepat menikah. .Tapi Haris tidak peka. . "Ujar Lila.


"Kau tidak perlu menggunakan kode untuk meminta Haris agar menikahimu La. . Seret saja dia ke KUA."Ujar Devi


"Biarlah dia sadar dengan sendirinya Dev. aku takut kalau seret dia, di tengah-tengah pernikahan dia baru sadar dan menuduhku memakai guna-guna untuk memeletnya."Ujar Lila.


"Setidaknya kau harus bisa lebih dewasa lagi La. Biar Haris semakin yakin kau sudah siap untuk dinikahi dan di jadikan ibu dari anak-anaknya."Ujar Sofi.


"Nah. . aku akan belajar dulu dari Kinan. Biarkan dia dulu yang mencobanya, kalau dia tetap romantis dengan Pak Randy barulah aku mengajak Haris untuk menikah."Ujar Lila.


"Kinan dan Pak Randy sudah jelas pasti lebih romantis lagi, kau tidak lihat saja saat Kinan baru di tampar anak kecil itu." Ujar Sofi yang teringat saat Randy mencium Kinan di depan matanya dan juga Lia yang hanya diam menontonnya.


"Bagaiaman ceritanya?"Ujar Lila.

__ADS_1


"Sudah malam. . .ayo tidur. nanti aku ceritakan lewat mimpi saja agar mimpimu indah."Ujar Sofi memejamkan matanya.


"Ah elahhh.. . .Senang sekali membuatku penasaran."Gerutu Lila.


__ADS_2