Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Mencoba


__ADS_3

Tokk tokk tokk. . .


"Vin. . . bangun sayang. . .Sudah siang. . .Kau harus bersiap-siap hari ini untuk pergi ke Perusahaan. Papi sudah menunggumu." Ujar Kinan dari balik pintu kamar Vin.


Hari ini, Randy berencana untuk memperkenalkan Vin sebagai penerusnya di Perusahaan. Usia Vin sudah cukup dewasa, yaitu 20 tahun dan sedang kuliah mengambil Strata 1.


Ceklekk . .


"Vin. .sayang bangun. . " Ujar Kinan yang kini sudah masuk dan langsung mengguncang tubuh Vin yang masih bersembunyi di balik selimut.


"Mami. . apa tidak salah? Aku masih kuliah, aku saja bekun mendapat gelar. Mana mungkin aku bisa bekerja di Perusahaan." Ujar Vin.


"Tidak ada yang tidak mungkin Nak. . Ayo lekaslah bersiap-siap. Papi sudah menunggumu." Ucap Kinan dengan lembut.


"Haiihhh ...Baiklah." Ujar Vin sembari turun dari kasur dan mengibaskan selimut.


Kinan hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya menatap putranya yang sudah dewasa, meski di mulut dia terus mengeluh tapi tubuhnya tidak pernah menolak.


Vin selalu mengikuti perkataan Kinan dan Randy. Jangan menolak dan mengeluh sebelum kamu mencoba, apa salahnya mencoba? Selama itu tudak melanggar hukum. Itulah yang Randy ucapkan pada Vin semalam.


Kinan kembali ke meja makan menemani Randy yang sedang menikmati sarapan. Melihat Kinan yang tersenyum membuat Randy merasa lega, itu berarti Vin mau ikut ke Perusahaan hari ini.


"Terimakasih sayang, sudah membujuk putra kita. Aku hanya ingin dia menghabiskan waktu senggangnya dengan kesibukan bukan dengan main dan berfoya-foya." Ujar Randy yang terus mengunyah makanan di dalam mulutnya.


" Ini juga ubtuk kebaikan anak kita Mas. Di usianya yang sudah menginjak 20 tahun, pasti dia sedang labil-labilnya. Dan butuh pengawasan dari kita. Dan aku yakin, meski dia di mulut keberatan tapo nalurinya tidak bisa berbohong." Ujar Kinan.


"Hmm. . .kamu benar. Ini semua karena berkat kamu sayang. Kamu yang sudah mendidik anak-anak kita menjadi anak yang baik. Terimakasih." Ujar Randy.


"Hmm. . ini juga berkat Mas. Oh iya, besok lusa kakak pulang. Kita jempuf di Bandara ya Mas. Aku sudah kangen sama putri cantikku." Ujar Kinan menopang dagunya.


"Iya sayang. . .Besok kita jemput Kakak ya." Ujar Randy yang juga menjadi lebih berseri setelah membahas Alina yang kini sudah menyelesaikan pendidikannya di Negara tetangga.


Tak lama setelah itu, Vin turun dari kamarnya dengan setelan jas rapih berwarna silver. Vin berjalan dengan langkahnya yang tegap dan kacamata hitam.

__ADS_1


Kinan dan Randy berdiri menatap putranya yang kini sudah menjelma menjadi remaja akhir yang sangat tampan.


"Iya tau, aku sangat tampan. Jangan menatapku seperti itu." Ujar Vin dengan percaya dirinya dan duduk di kursi seberang Kinan.


"Haiih. . .Anak dan Papi sama saja. Tapi memang benar, kamu tampan sekali Nak. Mami kira tadi siapa. . ." Ujar Kinan bersungguh-sungguh.


"Beruntungnya kamu Vin, memiliki Papi yang tampan sepertiku. Setidaknya kau ketularan sedikit ketampananku." Ucap Randy kembali duduk dan melanjutkan sarapan.


"Mam, menurut Mami lebih tampan aku atau dia?" Tanya Vin pada Kinan dengan menunjuk Randy yang langsung terdiam.


" Tentu saja lebih tampan suamiku. ." Ujar Kinan memegang tangan kiri Randy.


"Kau dengar sendiri kan? Apa kata isteriku. . " Ucap Randy pada Vin.


"Coba saja kalau tidak ada ada Papi, pasti Mami lebih memilihku." Ucap Vin sembari mengoleskan selai cokelat pada roti tawar di hadapannya.


"Besok lusa cancel semua acara dengan temanmu." Ujar Randy pada Vin.


"Kita akan menjemput Kakak, besok lusa dia pulang dari Jepang." Ucap Randy lagi.


"Benarkah?" Ujar Vin yang tiba-tiba teringat dengan sosok kakak perempuannya yang sudah lama pergi meninggalkan rumah untuk menempuh pendidikan di sana.


2 Tahun yang lalu. . .


"Dek, besok aku akan pergi. Mungkin akan kembali setelah aku berhasil mendapat gelar sarjana. Kamu jaga Mami dan Papi, jaga nama baik keluarga kita ya." Ujar Alina menepuk kepala Vin yang bersandar di bahunya.


"Hmm. . Aku akan mengingat pesan Kakak. Jaga diri kakak baik-baik. Aku tau, bagi kalian aku memang masih kecil. Tapi aku akan berusaha untuk bisa menjalankan pesan kakak untuk menjaga nama baik keluarga kita." Ujar Vin menghembuskan nafasnya dengan berat.


"Aku tau, kamu anak yang baik. Kamu harapan dan kebanggaan kita semua Dek. Kau tau kan? Kami semua menyayangimu." Ucap Alina lagi.


"Aku tau. . ."Ucap Vin.


"Dengarkan nasihat Papi dan Mami. Jangan pernah menentang perintahnya selama itu hal yang positif. Mereka pasti ada alasan meminta kita untuk mengerjakan sesuatu yang mungkin belum pernah kita kerjakan sebelumnya." Ucap Alina.

__ADS_1


"Iya Kak. Aku akan belajar dari Kakak yang selama ini tidak pernah membangkang Papi dan Mami sedikitpun. Kejarlah mimpi Kakak, dan pulanglah dengan senyum atas prestasi Kakak." Ucap Vin.


"Hmm. . .Adik kecilku ini rupanya sudah besar." Ujar Alina.


Alina dan Vin duduk di balkon kamar Alina sejak pukul 21.00 tadi. Besok pagi Alina akan pergi ke Jepang untuk menempuh pendidikan dan juga mengejar impiannya menjadi seorang aktris.


Sudah dua tahun Alina tinggal di Jepang, dan satu tahun terakhir dia menjajal bergelut di dunia intertainment. Awalnya dia hanya iseng-iseng saja ikut casting, tapi ternyata dia terpilih dan terbukti membintangi 2 serial drama remaja.


Meski saat ini Alina sudah bisa menghasilkan uang sendiri, tapi dia tidak lupa pada tujuan utamanya yaitu pendidikan Kedokteran.


Setelah satu tahun bergabung di dunia intertainment, akhirnya dia bisa mengambil libur selama satu bulan bebarengan dengan liburan musim panas.


Dan selama satu bulan penuh, Alina menghabiskan waktu bersama keluarganya. Randy dan Kinan tidak melarang Alina menjajal dunia intertainment selama pendidikan tidak terganggu.


Dan begitupun dengan Vin, meski awalnya menolak kakaknya menjadi aktris karena takut akan resiko yang harus Alina hadapi sebagai Aktris. Tapi berkat bujukan Alina selama hampir 2 minggu membuat Vin sedikit luluh.


Dan selama itu juga, kemanapun Alina pergi, Vin akan ikut tanpa ada penolakan dari Alina. Vin sangat menyayangi Alina lebih dari apapun. Dan saat hari itu tiba, Vin merasa sedih dan bingung harus di tinggal Alina lagi untuk dua tahun lamanya.


_._._.


"Vin. . kamu kenapa diam? Apakah ada acara yang tidak bisa kamu cancel? Kalau begitu kamu bisa menyusulnya, selesaikan dulu urusanmu." Ujar Kinan yang melihat Vin terdiam.


"Tidak Mam, aku pasti akan ikut menjemput Kakak. Tidak terasa ya, sudah 2 tahun kita tidak berjumpa Kakak." Ujar Vin menyuapi roti ke dalam mulutnya.


"Iya Nak. . Mami harap kakak tidak pergi lagi dari kita. Kalau dia mau melanjutkan study nya lebih baik disini saja. Mami tidak kuat berjauhan dengan anak-anak Mami." Ucap Kinan dengan mata yang berkaca-kaca.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Semoga kalian suka dengan cerita di Episode ini. . . 😍😍😍


Di tunggu Kritik dan Sarannya.😍😍


Terimakasih. 😍

__ADS_1


__ADS_2