Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
The Power Of Gaji


__ADS_3

"Hallo May. . ." Ujar Kinan saat baru masuk di private room.


"Hai Kin. . .Kalian sudah datang rupanya." Ujar Maya bangun dari duduknya.


"Dimana Lila dan yang lainnya?" Tanya Maya.


"Di belakang May. . .Sejak tadi aku tidak lihat mobilnya di belakang, sepertinya masih lama." Ujar Kinan.


"May, lihat menu yuk. . ." Ujar Sofi.


"Yuk. . .Van ayo ikut. . .atau kau mau jadi obat nyamuk?" Ujar Maya lirih.


"Ah baiklah aku ikut. . " Ujar Revan yang sejak tadi diam saja.


Maya, Sofi dan Revan keluar dari ruangan untuk memilih menu yang akan mereka makan siang ini. Maya hanya ikut saja, karena Sofi yang sudah lebih tau soal memilih menu untuk Randy.


"Maya. . ." Panggil Lila.


" Hai. . ." Ujar Maya.


"Kenapa kalian di luar semua?" Tanya Devi.


"Aku tidak ingin jadi obat nyamuknya pengantin baru Dev. . ." Ujar Maya.


"Oh astaga. . . Ya sudah kita masuknya juga nanti saja." Ujar Lila.


"Aku sudah terlatih menjadi obat nyamuk, tapi aku tidak mau lagi-lagi. . " Ujar Sofi.


"Memang mereka melakukan apa saja di depan Bu Sofi. . ." Tanya Lila.


"Tanya sendiri pada Pak Randy ya La. . ." Ujar Sofi.


" Ayo sebaiknya kita masuk. . ." Ujar Maya.


Lila jalan lebih dulu di depan yang lainnya karena penasaran apa yang Pak Randy lakukan dengan Kinan disana. Tapi ternyata mereka hanya sedang ber selfie saja karena tidak tahu lagi mau apa.


"Yah cuma selfi guys. . ." Ujar Lila.


"Kau berharap lebih? Kau menikahlah." Bisik Devi.


"Hai kalian sudah datang. . .duduklah. . ." Ujar Kinan.


"Hmm. . iya Kin." Ujar Maya.


Setelah makanan sampai, mereka segera menikmati makan bersama tanpa bersuara karena merasa tidak enak dengan keberadaan Pak Randy di antara mereka. Setelah makan siang selesai, mereka masih di posisi yang sama dan baru bersuara untuk bersua satu sama lain.


"Re. . .apakah mereka klien kalian?" Tanya Sofi pada Revan saat melihat dua pria yang baru saja datang.


" Oh iya benar itu mereka Bu." Ujar Revan.

__ADS_1


"Van. . sebaiknya antar mereka ke ruang sebelah untuk makan siang lebih dulu. . " Ujar Maya.


"Oh Baiklah. . " Revan dan Haris segera bangun dari duduknya untuk menyambut kedua kliennya.


"Sepertinya aku juga harus segera kesana, klien Pak Randy juga datang." Ujar Sofi dengan pelan.


"Perlu aku bantu?" Tanya Maya.


"Ok. .. temani aku. .. biar mereka berdua menjadi obat nyamuk." Ujar Sofi.


"Astaga. . .kalian mengorbankan kami. . .tegas sekali. . ." Ujar Lila.


"sstt. . .jangan banyak bicara La. . .atau Pak Randy akan marah padamu. . " Ujar Devi.


"Mana bisa aku diam Dev. . ." Ujar Lila.


"Huhh. . .benar juga . .ayo kita main Abc lima dasar saja. . aku bawa kertas. . ." Ujar Devi mengeluarkan kertas dari tasnya.


"Kau memang cerdas Dev. . .Ayo kita mainkan .. . " Ujar Lila dengan semangatnysa.


"Astaga. . . mereka sedang main apa? Seperti anak kecil saja." Ujar Randy melihat Lila dan Devi yang sedang memainkan jari tangannya dan menulisnya setelah jatuh di salah satu huruf yang mereka sebutkan.


"Jangan bilang Mas waktu kecil tidaa pernah memainkan permainan itu. . ." Ujar Kinan.


"Memang tidak pernah. . apakahbaku boleh bergabubg dengan mereka?" Tanya Randy penasaran.


"Boleh juga. . .ayo. . ." Ujar Randy.


"La. . Dev ada yang ingin bergabung dengan kalian . apkaah boleh? Dia belum pernah main seperti itu katanya." Ujar Kinan mendekati Lila dan Devi yang sedang berpikir.


"Sebaiknya Bapak melanjutkan milik saya saja. Biar Lila yang bermain dengan Bapak." Ujar Devi.


" Ah. . .baiklah. . .tunjukkan padaku bagaiaman cara bermainnya." Ujar Randy.


" Ini ada nama seseorang, nama buah, nama judul lagu, nama peralatan masak dan nama hewan. Jadi bapak harus menulis nama delan dengan huruf yang tadi di sebutkan. Sekarang giliran huru D Pak. " Ujar Devi.


" Baiklah. . . La kalau kau tidak mau kalah gajimu aku potong." Ujar Randy.


"Astaga. .. the power of gaji. . ." Ujar Lila.


"Sudah selesai Mas?" Tanya Kinan.


"Sudah. . ." Jawab Randy dengan sombongnya.


"Ok. .. nama hewan. . ."Ujar Kinan.


"Domba. . ." Lila.


"Donal Beberk. . ." Ujar Randy.

__ADS_1


"Pak. . . itu kan bukan. . . ." Ujar Lila.


" Kan huruf depannya D, dimana letak kesalahanku. " Ujar Randy.


"Mas. . . nama hewannya bukan nama panggilannya. . .contoh : Tom itu kan hanya nama panggilan, aslinya kucing kan. . ." Ujar Kinan yang juga bingung menjelaskannya.


"Tapi aku benar kan sudahemulai dengan huruf D sesaui arahan Devi." Ujar Randy.


" Kesalahan Bapak adalah Bapak itu selalu benar di balik The Power of Gaji. . .Oh astaga. . . ." Ujar Lila. " Bapak ganti namanya saja. . .Dinosaurus. . biar otakku sehat Pak. . " Ujar Lila.


" Thanks La. . ." Ujar Randy terkekeh. " Ayo lagi. . . ." Ajak Randy bersemangat..


"Permisi Pak. . .klien sudah datang, dan sudah selesai makan siang." Ujar Sofi masuk ke ruangan.


" Oh baiklah. .. beruntung Sofi sudah memanggilku, kalau tidak kau akan kalah La." Ujar Randy.


"Huhhh. . Thank's God. . .setidaknya aku tidak stress berkelanjutan karena Pak Bos. . ." Ujar Lila.


"Sabar ya La. . . Aku meeting dulu. . ." Ujar Kinan.


" Ok Kin. .. . Good Luck, , , Aku dan Dev kembali ke kantor dulu ya. . . kalau ruang kerja kosong nanti keburu diisi sama yang lainnya." Ujar Lila.


"Hati-hati ya kalian." Ujar Kinan.


"Okey." Ucap Dev.


Kinan daa Sofi segera masuk ke ruang sebelah yang sudah ada Revan dan yang lainnya. Kinan juga meminta Maya untuk menemani Sofi disana. Sepanjang meeting Bagas tak henti-hentinya memandangi Kinan tanpa berkedip.


Kamu tambah cantik Kin. . .Aku tahu kamu sudha menikah, tapi aku selalubsuka denganmu, tidak ada salahnya kan kalau aku menyukaimu. Kalau bjsa aku akan merebutmu dari suamimu - Batin Bagas.


Astaga. . dasar Jantan, melihat yang bening-bening saja langsung lirik tak berkedip. Memang dia tidak tahu Kinan sudah menikah dan suaminya ada di ruang sebelah. Kalau Pak Randy tahu, mati lah kau. . .- Batin Sofi.


Sepertinya Pak Bagas menyukai Kinan. .Dari tatapannya aku bisa tahu kalau dia sudah lama menyukainya. . hmm. . bukankah dia juga hadir di acara pernikahan Kinan dan Pak Randy, semoga saja Pak Randy tidak kemari, kalau kemari bisa-bisa baku hantam. -Batin Maya.


"Ehmm. . ehhmm. . . " Ujar Maya supaya Bagas mengalihkan pandangannya. Tapi dia tidak mendengarnya, Maya segera mencolek Revan untuk memanggil Bagas.


"sstttt. . .Van. . ." Ujar Maya pada Revan.


"Apa?? Ada apa?" Tanya Revan tak mengerti karena sejak tadi dia fokus menulis yang ia dengarkan dari Kinan.


"Kau tidak lihat, klien mu sedang mencari masalah. . .kalau Pak Randy tahu tamatlah riwayat kita Van. . ." Ujar Maya setengah berbisik.


"Pak Bagas. . apakah anda sakit? Sepertinya sejak tadi diam saja. Kalau sakit kita tunda saja dulu tidak apa." Ujar Revan supaya Bagas berhenti menatap Kinan.


"Ah. . tidak. . .tidak lanjutkan saja. Aku hanya sedang memahami dengan yang di ucapkan Kinan." Ujar Bagas.


"Oh Baiklah. . .kita lanjut ya." Ujar Kinan


Alasan saja dia, sudah jelas-jelas memandangi isteri orang tanpa tahu malu. . .-Batin Sofi sinis.

__ADS_1


__ADS_2