Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Saingan Baru


__ADS_3

"Halo Om.... terimakasih sudah datang."Ujar Randy menyalami rekan bisnis yang juga teman Papah.


"Halo Ran, kamu benar-benar pintar dalam memilih pasangan."Ujarnya.


"Terimakasih Om."Ujar Randy.


"Sayang. . . Makan dulu yuk. sejak tadi kan sudah mondar-mandir kaya setrikaan."Bisik Kinan.


"Baiklah. Maaf ya membuatmu capek. Mau makan apa?"Tanya Randy.


"Apa saja aku makan kok."Ujar Kinan.


"Ok, kita makan itu saja..."Uhar Randy menunjuk chicken steak yang juga disediakan dlaam acara malam itu.


Kinan hanya mengikutinya tanpa protes, tangan Randy terus menggenggam tangan Kinan membuat semua orang yang melihatnya merasa iri. Randy tidak ingin Kinan lepas dari genggamannya dan menjadi mangsa untuk para serigala sudah siap menerkam di sekitarnya.


"Sayang kita ikut bergabung dengan mereka saja bagaimana?"Tanya Kinan


"Nanti saja. . . Kau tidak lihat Rayna sedang melawak disana, bisa-bisa kau tersedak." Ujar Randy.


"Baiklah.. kita duduk disana saja."Ujar Kinan menunjuk sebuah meja yang kosong.


Kinan memakannya dengan lahap karena sejak tadi dia harus menahan lapar untuk menemani Randy menemui tamu-tamunya yang tidak Kinan kenal. Melihat Kinan makan membuat Rabdy menggelengkan kepalanya karena Kinan tidaa peduli padanya dan lebih peduli dengan makanan yang ada di hadapannya.


Terimakasih sayang, kamu sudah menemaniku samoai menahan lapar. . . -Batin Randy.


"Iya sayang. . . sama-sama. Aku melakukannya karena aku harus menjagamu dari para wanita yang sedang tadi menatapmu seperti ingin memangsamu."Ujar Kinan terus melahap makanannya.


Apa dia mendengarkan isi hatiku? -Batin Randy.


"Aku tahu aku malam ini sangat cantik. . . . Tapi tidak bisakah matamu biasa saja saat melihatku? "Ujar Kinan segera menghentikan makannya.


"Kamu memang cantik, man mungkin aku tidak menatapmu. . . "Ujar Randy.


"Baiklah. . . Terserah kamu saja."Ujar Kinan.


Saat mereka sedang makan, tiba-tiba datang gadis cantik berambut pirang mendekatinya. Wajahnha mirip Tante Dona, Kinan bisa menebaknya kalau dia adalah Rista yang sudah Rayna ceritakan tadi. Kinan hanya diam menatapnya mencari tahu apa kelemahan gadis di depannya supaya dia bisa dekat dengannya.


"Hai Kak..."Ujar Rista pada Randy.


"Hai Rista. . . Dari mana saja kamu?"Tanya Randy pada adik sepupunya.


"Aku habis mencari spot untuk berfoto Kak."Ujarnya.


"Dimana kakakmu?"Tanya Randy.


"Tuh sedang bersama pacar barunya."Ujar Rista.

__ADS_1


"Lalu mana pacarmu?"Tanya Randy.


"Pacarku kan ada di hadapanku sekarang. . . "Ujar Rista yang tidak tahu malu.


Ok. . .sainganku terus bertambah. . . sabar Kin sabar, dia hanya saudaran Mas Randy, dan tidak mungkin mas Randy menyukainya. - Batin Kinan menghela nafasnya.


"Anak kecik, aku ini kakakmu. Dan kau tidak lihat ada calon isteriku di depanmu."Ujar Randy menjitak kepala Rista seperti saat Randy menjitak kepala Rayna.


"Aww... sakit tahu. . .apa salahnya aku berjuang. . . Masih calon kak. Selama janur kuning belum melengkung berarti masih ada kesempatan untuk. Kak kita bersaing mulai sekarang."Ujar Rista pada Kinan.


"Baiklah aku beri waktu kamu 10 hari untuk bisa merebutnya dariku. . . "Ujar Kinan membuat Randy terkejut.


"Baiklah... jangankan hanya sepuluh hari. . dalam hitungan detik aku juga merebutnya."Ujar Rista langsung memeluk Randy dengan sangat erat.


"Kau pikir sedamg merebut bola? Dasar anak kecil. Selesaikan dulu sekolahmu baru memikirkan pacar."Ujar Randy mengusap-ngusap rambut Rista.


Kak, jadi berantakan rambutku."Ujar Rista menjauhkan kepalanya dari Randy.


"Kalau kau tidak ingin rambutmu aku cabut satu persatu... menjauhlah dari sini aku ingin berpacaran sebelum aku menikah."Ujar Randy.


"Huhh. . .Kak Randy ngeselin."Ujar Rista pergi dengan wajah yang tidak bisa diartikan.


"Berapa wanita lagi yang harus aku hadapi?"Ujar Kinan kesal.


"Disini banyak wanita.. kauakan hadapi semua?Tanya Randy.


"Mereka bukan sainganmu sayang, kau terlalu tinggi untuk menjadi saingan mereka."Ujar Randy mwnggenggap tangan Kinan.


"Lalu kenapa mereka tetap menantangku untuk menjadi saingan? Erika ,teman kamu yang model, Tante Dona, terus sekarang anaknya.... Astaga..."Ujar Kinan.


"Mereka hanya butiran debu untukmu. Kau tidak ada ada yang manandinginya sayang."Ujar Randy.


"Awas saja kalau ada wanita lain yang terang-terangan mengatakan sainganku... Aku akan meng oplasmu agar lebih buruk lagi."Ujar Kinan.


"Sayang. . . oplas itu kan agar terlihat lebih tampan atau cantik. kenapa kau malah ingin aku lebih buruk?"Tanya Randy.


"Karena aku mencintaimu, aku tidak ingin kau di rebut wanita-wanita nak*l"Ujar Kinan.


"Aku juga mencintaimu."Ucap Randy mengecup punggubg tabgan kakan Kinan membuat wajah Kinan bersemu merah.


"Hmm baiklah... aku terima pembelaan dirimu. Sekarang aku mau bergabung dengan teman-temanku."Ujar Kinan.


"Aku antar. . ."Ujar Randy menggandeng tangan Kinan.


"Baiklah. . ."Ujar Kinan.


"Hai anak kecil. Titip calon isteriku. Jangan kamu ajari dia jadi gadis yang nakal, dia masih polos."Ujar Randy pada adiknya yang masih sibuk dengan teman-teman Kinan.

__ADS_1


"Baiklah. . . Kemari Kakak ipar. Sini main dwngan adikmu yang menggemaskan ini. Sudah Kak Randy pergi saja."Ujar Rayna.


"Sayang. . . tutup kupingmu kalau anak kecil itu mulai mengeluarkan bisikan-bisikan ular." Bisik Randy pada Kinan.


"Kakak, jangan dengarkan suara bisikan itu . . .Cepat kesini."Ujar Rayna.


"Huhh... Baiklah semuanya, saya harus menemui tamu-tamu yang lain. Terimakasih kalian sudaa datang, silakan nikamti hidangan yang sudah kami sediakan."Ujar Randy dengan ramah.


Setelah kepergian Randy. .semua semakin riuh menggoda Kinan membuat wajahnya bersemu merah karena ulah teman-temannya.


"Kak. . . kah betah sekali berlama-lama dwngan Kak Randy."Ujar Rayna.


"Lalu aku harus bersamamu terus?"Ujar Kinan.


"Yang akan menikah dengan Kinan kan Pak Randy bukan kamu Ray."Ujar Sofi.


"Iya juga si.. tapi kak Randy kalau sama Kak Kinan tidak nakal kan?"Tanya Rayna lagi.


"Tidak. . .Karena aku juga tidak nakal." Ujar Kinan.


"Kalian itu sibling goals deh. . "Ujar Lila.


"Harus. . karena dulu waktu kecil aku minta Mamah buat tukar Kak Randy dengan kakak perempuan saja. Tapi Mamah bilang hanya bilang iya besok kalau sudah waktunya aku akan bertemu kakak perempuanku."Ujar Rayna dengan polosnya.


"Astaga Kin. . . adikmu yang ini polos sekali. Bawa ke kantor saja Kin untuk hiburan kita."Ujar Maya.


"Rayna kan kuliah Kak May.. Tapi coba deh besok sepulang kuliah Rayna akan mampir."Ujar Rayna.


Dari kejauhan Lia melihat seorang gadis sedang berjalan mendekat dan membawa segelas air panas terlihat dari asap yang mengebul. Lia memberitahukan Sofi untuk berhati-hati, Lia segera merubah posisi di belakang disamping Kinan. Sedangkan Sofi sudah bersiap-siap untuk menjaga Rayna agar tidak berteriak dan menarik perhatian.


"BYURR...."Air panas yang ia bawa mengenai dirinya sendiri.


"Aww.... panas...."Ujarnya.


"Oh maaf Dev aku tidak sengaja. . aku tidka melihatmu. . Maafkan aku."Ujar Lia.


"I. . iya tidak apa-apa."Jawab Devi kesakitan.


"Dev kau kenapa?"Tanya Lila panik.


"Sudah-sudah biar aku saja yang mengobatinya, karena aku yang tidak sengaja menyenggolnya. Kalian lanjutkan saja ya."Ujar Lia memberikan isyarat pada Sofi yang langsung menutup mulut Rayna agar tidak berteriak untuk tetap berjaga dengan yang lain.


Lia segera menuntun Devi dan membawanya ke ruang P3K untuk mengobati lukanya. Sedangkan Sofi menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya dan membuat yang lainnya terkejut tidak percaya.


"Maaf Ray, aku harus menutup mulutmu supaya tidak berteriak dan menarik perhatian orang. Biar bagaimanapun acara ini tidaa boleh terganggu hanya karena maslaah kecil."Ujar Sofi.


"Tidak apa-apa Ka Sof "Ujar Rayna.

__ADS_1


"Lalu Devi bagaimana?"Tanya Lila Panik.


__ADS_2