Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Peringatan untuk Febby


__ADS_3

"Kau baik-baik saja?" Tanya Sofi.


"Hmm. . . hanya sedikit membuatku kesal saja. Ayo kita kembali. . . aku sudah sangat lapar." Ujar Kinan.


Mereka kembali ke meja yang sudah tersedia makanan dan minuman. Kinan tidak ingin membahas wanita itu lagi, dia benar-benar kelaparan setelah bertemu wanita itu. Sofi hanya melihatnya tanpa berbicara sedikitpun takut mood Kinan menjadi berantakan.


Setelah menghabiskan semua makanan diatas meja, mereka kembali melanjutkan ke tujuan tujuan utamanya yaitu membelikan hadiah untuk Randy yang sedang tidak ulang tahun.


Drtt. . drtt.. .drtt


"Hallo mas?"Ujar Kinan menjawab telepon dari suaminya.


"Sayang kamu dimana?"Tanya Randy.


"Iya ini sudah mau pulang mas, tunggu ya. . " Ujar Kinan memencet tombol merah di ponsel.


"Fi. . .ayo pulang. . .Mas Randy sudah bangun. . . Aku juga sudah puas cuci matanya." Ujar Kinan.


Astaga. . . kesini hanya numpang makan dan beli hadiah untuk Pak Randy. Kenapa tidak beli di online saja. .Huhh. . Untung aku sayang kamu Kin. -Batin Sofi.


Di sepanjang perjalanan Kinan hanya diam dan mengalihkan pandangannya ke luar mobil. Dia masih terngiang-ngiang dengan Febby yang sepertinya benar-benar terobsesi pada suaminya. Kinan hanya takut jika obsesinya akan melukai orang lain, terutama Alina yang tidak tahu apa-apa.


Kenapa aku jadi teringat dengan ucapan wanita itu barusan? Bahkan dia mengajakku bekerja sama untuk menyingkirkan isteri mas Randy . . untung tadi aku yang bicara dengannya, bagaimana kalau itu orang lain . . . Kenapa Mas Randy lebih nemilihku ya? -Batin Kinan.


"Kin. . .Kita audah sampai. Kau tidak mau turun?" Tanya Sofi menyadarkan Kinan dari lamunanya.


"Oh. . Maaf. . sudah sampai ya. . "Ujar Kinna gugup.


"Tunggu. . kau kenapa? Apa ini gara-gara wanita itu barusan?" Tanya Sofi. .


"Ti. . . tidak. Aku tidak apa-apa Fi, sungguh. . "Ujar Kinan memaksa tersenyum.


"Jangan bohong Kin.. .. .. kamu kenapa?" Tanya Sofi


"Hmmm. . . Baiklah. . .aku takut jika dia nekat Fi, dia bahkan berniat unruk menyingkirkanku. Aku takut jika dia melukai Nana yang tidak tahu apa-apa Fi. . ."Ujar Kinan.


"Kau tidak perlu khawatir. . Dia pasti tidak berani datang ke Indonesia lagi. . percayalah. . "Ujar Sofi.


"Hmm. . .Semoga ya Fi, aku tidak ingin keluarga kecilku hancur. . aku ingin memberikan keluarga yang utuh untuk Alina dan adik-adiknya nanti."Ujar Kinan.


"Kau pasti bisa.. .. .." Ujar Sofi.


Sesampainya di dalam, Randy sudah menunggunya di depan TV. Kinan segera menghampirinya dan ikut dudu di sofa dekat Randy.

__ADS_1


"Maaf Mas. . . Aku tadi pergi ke Mall sama Sofi. . aku hanya ingin cuci mata saja." Ujar Kinan.


"Tidak jadi ke supermarket?" Tanya Randy.


"Jadi, itu kita beli snack, buah dan roti." Ujar Kinan.


"Kau beki snack sebanyak itu?" Tanya Randy yang melihat 2 kantong plastik berisi snack.


"Aku suka dengan kemasannya, sepertinya enak, jadi aku beli saja. Lagian nanti malam Mas kan mau pergi, aku dan Sofi hanya berdua. Kami mau nonton film jadi harus ada snack mas." Ujar Kinan.


"Kenapa tidak ikut saja?" Tanya Randy.


"Aku malas kalau bertemu dengan wanita itu. . .nanti mood ku berantakan terus aku buat Mas malu. . ." Ujar Kinan beralasan.


"Ya sudah. . . mas tidak akan lama kok. . "Ujar Randy menc*um Kinan yang lagi-lagi di depan Sofi.


Astaga. . .aku harus segera masuk kamar sebelum mataku di nodai dengan adegan xxx. . . -Batin Sofi.


"Pak. . .tunggu aku masuk kamar dulu . . aku tidak mau jadi penonton. . Kasihani aku yang belum menikah. . "Ujar Sofi segera berlari.


"Cepatlah. . kunci pintu kamarmu Sofi." Ujar Randy.


"Ba. . Baik Pak. . ."Sofi segera masuk daa mengunci pintu kamarnya sesuai permintaan Randy.


"Baikah. . ayo kita ke kamar." Randy segera menggendong tubuh Kinan dan membawanya ke kamar.


"Kau yakin kuat menggendongku melewati anak tangga ini mas?"Tanya Kinan.


"Apa kau meragukan kekuatanku sayang? Aku buktikan nanti. . kau akan habis sayang." Ujar Randy membuat wajah Kinan bersemu merah.


Sesampainya di kamar Randy merebahkan tubuh Kinan di atas kasur dan merea melakukannya untuk yang kesekian kalinya setelah menikah.


Sementara itu di tempat lain, tampak seorang wanita yang sedang mencari-cari informasi untuk melancarkan aksinya. Tiba-tiba muncul nama Gerry dalam otaknya, tanoa berpikir lama lagi dia segera menghubungi Gerry.


"Hallo Ger . .Aku ingin kita bertemu." Ujarnya.


"Iya nanti kita akan bertemu, bukankah nanti malam kita ada acara. Aku sedang menjenguk anakku di perut isteriku. Jangan ganggu kami." Ujar Gerry segera mematikan ponselnya.


"Sia*an. . Masih siang sudah bertempur saja." Gerutunya.


Jarum jam telah menunjukkan pukul 7 malam, Randy sedang bersiap-siap untuk pergi ke acara penutupan yang diadakan oleh Gerry.


"Mas, jangan minum terlalu banyak. . Aku tidak ingin menjadi jan*a. . " Ujar Kinan.

__ADS_1


"Aku tidak minum lagi sayang . . Aku sudah puas dibuat mabuk olehmu." Ujar Randy.


"Astaga. . .sudah-sudah sana pergi. Awas kalau pulang-pulang aku mencium parfum wanita. . " Ujar Kinan.


"Iya sayang. . .nanti sesampainya disana aku akan ganti pakaian supaya kau tidak tahu. . "Ujar Randy terkekeh.


"Sekalian saja ganti nyawamu Mas. . " Ujar Kinan kesal.


"Maaf sayang, aku bercanda. . Aku cuma sayang dan cinta sama kamu Jingga Dwi Kinanti Ardhana." Ujar Randy.


"Bercandamu tidak lucu Mas. . ."Ujar Kinan.


"Mas berangkat dulu ya. . .CUPP. . "Randy menc*umi wajah Kinan berkali-kali.


Sesampainya di tempat acara, Randy segera mencari aman yaitu mendekati Gerry dan Frans. Saat mereka sedang ngobrol, tiba-tiba Febby menarik tangan Gerry tanpa memperdulikan yang lain membuat Frans terkekeh dengan sinisnya.


"Ada apa Fe? Kau tidak bisa nanti saja? Iya nanti aku carikan pria untuk menemanimu malam ini." Ujar Gerry.


"Kau pikir aku menarikmu karena masalah itu. . "Ujar Febby.


"Lalu apa lagi? Kau memintaku untuk menemanimu. . Sorry. . Aku tidak ingin di coret dari kartu keluarga oleh calon anakku yang masih di perut isteriku Fe." Ujar Gerry.


" Siapa nama kepanjangan dari Jingga?" Tanya Febby.


"Jinggaaaaaaaaaaa. . .." Ujar Gerry yang tidak tahu siapa yang dimaksud Febby.


"Aku serius Ger. .."Ujar Febby.


"Aku tidak tahu siapa yang kamu maksud. . Jingga si Me ji ku hi bi ni u ?" Tanya Gerry dengan santainya.


"Jingga isteri Randy. . .kau tahu kan?" Tanya Febby.


"Aku hanya tahu orangnya, tidak dengan namanya. Bahkan aku baru tahu namanya. .nama yang bagus. . kalau anakku lahir perempuan aku juga akan memberi namanya Jingga. . terimakasih sudah memberikan saran nama Fe. . " Ujar Gerry.


"Gerry. . .aku serius. . ." Ujar Febby semakin kesal.


"Aku juga serius. . .Jingga nama yang cantik, pasti isteri Randy juga cantik, baik, lemah lembut. . "Ujar Gerry membuat Febby semakin kepanasan.


"Apa yang kau katakan? Kau sedang menghinaku?" Ujar Febby menarik kerah Gerry.


"Kau berani padaku? Aku bisa saja menendangmu dari sini, aku tahu semua kartumu Fe. Kalau kau berani mengancamku aku akan membeberkan semua skandalmu. . . Apa kau lupa dengan Frans? Dia bisa saja bicara di depan tamu yang lain malam ini. Kau masih berani padaku?" Ujar Gerry yang wajahnya berubah menjadi dingin dan menakutkan membuat Febby tersentak dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Seharusnya kau berpikir berulang kali sebelum kau bicara Fe. . ." Ujar Gerry meninggalkan Febby sendirian.

__ADS_1


__ADS_2