Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Gagal Nonton


__ADS_3

Sesampainya di Mall, Maya dan kedua temannya pergi ke lantai 4 untuk mengisi perut dulu sambil menunggu waktu film dimulai. Mereka duduk di pojok agar bisa melihat orang-orang sedang lalu lalang di area food court.


"Boleh aku bergabung?"Tanya Randy yang tiba-tiba sudah berada di depan Mereka.


"Pak Randy?"Maya kaget.


"Hai Maya, maaf membuatku kaget."Ujar Randy duduk di samping Kinan.


"I..iya Pak."Ujar Maya.


"Lia, kau yang sudah memberitahukan padanya?"Tanya Kinan.


"Maaf Kin, kalau tidak bilang bisa-bisa aku di pecat."Ujar Lia pelan.


"Aku tidak akan mengganggu waktu kalian. Aku hanya ingin ikut dengan kalian. Boleh kan?"Tanya Randy. "Sofi duduklah."Ujar Randy.


"Baik Pak."Sofi duduk di samping Maya dan Lia.


"Mas Randy tidak malu pria sendirian disini?"Tanya Kinan.


"Untuk apa malu, kan aku masih dengan pakaian lengkap."Ujar Randy.


"Astaga....."Ujar Kinan lirih.


"Sudah selesai kan makannya? Ayo kita ke lantai 2 dulu."Ajak Randy berdiri.


"Bioskop di lantai 3."Ujar Kinan.


"Ya aku tahu, kita belanja dulu. Dan kalian bertiga boleh membeli saja apa yang kalian mau."Ujar Randy.


Maya hanya melongo melihat kelakuan Randy yang berbeda 180°, dia tidak oercaya kalau Pak Randy selama ini dia kenal tegas dan dingin tiba-tiba banyak bicara dan bahkam seperti sudah bucin tingkat dewa. Sofi yang melihat Maya, langsung berbisik pada Maya agar tidak usah heran.


"Tutup mulutmu sebelum lalat masuk. Sekarang kau sudah tahu sisi lain dari Pak Randy."Bisik Sofi pada Maya.


"Aku benar-benar tidak menyangka Pak Randy bisa seperti itu." Ujar Maya.


"Ini semua gara-gara Kinan."Ujar Sofi.


"Sebaiknya kita segera menyusul merek."Lia mengingatkan kedua temannya.


"Oh baiklah. Ayo."Ujar Sofi.


Mereka segera mempercepat langkahnya menyusul Pak Randy dan Kinan yang sudah jauh di depan. Maya dibuat kaget setiap detiknya melihat perlakuan Pak Randy pada Kinan, dan tak henti-hentinya Maya menutup mulut saking kagetnya.

__ADS_1


"Apa mereka selalu seperti ini saat sedang berdua?"Tanya Maya pelan tanpa berkedip.


"Hmm.... Itu sudah biasa."Ujar Sofi.


"Bukankah mereka baru dekat beberapa hari.?"Ujar Maya.


"Jangankan beberapa hari, beberapa detik saja mereka sudah bisa seperti tikus dan kucing."Ujar Sofi lagi.


"Hai kalian bertiga, pilih saja mana yang kalian mau."Uhar Randy.


"Ba..baik Pak."Jawab Sofi.


"Kau mau yang mana sayang, sentuh saja yang kamu mau pasti akan aku belikan."Ujar Randy.


"Benarkah?Kalau aku sentuh semua bagaimana?"Tanya Kinan menantang.


"Aku beli semua, hartaku tidak akan habis kalau untuk membayar ini semua."Ujar Randy.


"Hmm. Baiklah. Maya, Lia dan Bu Sofi kalian tidak perlu pusing memilihnya. Karena Mas Randy akan membeli semua. Duduk saja disitu aku akan meringankan beban kalian dalam memilih barang."Ujar Kinan mengedipkan mata pada ketiganya.


Kinan menyentuh satu persatu tas yang ada di dalam Toko membuat Maya semakin kaget dan matanya hampir mau keluar karena melihat kelakuan keduanya. Lia dan Sofipun hanya diam dan melihat keduanya yang sedang berjalan mengelilingi toko.


Astaga Kinan... Apa yang kamu lakukan... Bagaimana kalau Pak Randy marah? Dia menyentuh hampir semuanya, dan Pak Randy hanya diam saja mengikuti Kinan kemanapun Kinan melangkah. Ini sudah seperti berada di dalam bioskop dan lebih seru.-Batin Maya.


"Sofi, bayar semua tanpa kecuali."Ujar Randy dengan tenang.


"Baik Pak."Sofi segera mendekati kasir dan memintanya untuk membungkus semuanya.


"Hah, jadi kau serius?"Kinan tak menyangka.


"Apa aku pernah bohong padamu sayang?"Tanya Randy memeluk pinggang Kinan.


"Kenapa kamu begitu, harusnya kamu lebih hemat."Ujar Kinan.


"Harusnya aku berterimakasih kepadamu karena sudah membantuku mengurangi kekayaanku."Ujar Randy.


"Astaga.... Apa pria ini sudah gi*a?"Ujar Kinan memijit kepalanya yang tidak sakit.


"Apa kepalamu semutan lagi sayang?"Tanya Randy.


"Ishhh..... Kau yang sudah membuat kepalaku kesemutan.'Ujar Kinan.


"CUPP..."Randy mencium pipi Kinan di depan Maya dan Lia.

__ADS_1


"Kau tidak malu di lihat Maya dan Lia. Lihat Maya sampai menutup mata."Ujar Kinan kesal setengah malu melihat kedua tangan maya reflek menutup matanya.


"Untuk apa malu, kau kan calon isteriku. Maya, turunkan tanganmu, kau sudah dewasa bukan?" Ujar Randy terkekeh.


"i...iya Pak. Maaf."Jawab Maya wajahnya bersemu merah.


"Maya, Lia nanti ambil saja beberapa tas yang kalian suka, dan Bu Sofi juga. Aku tidak mungkin membawa pulang semua. Ambilkan juga untuk adikmu May."Ujar Kinan.


"Baik Kin."Jawab Lia.


"Ayo kita pindah ke Toko lain, disini sudah habis."Ujar Randy.


"Kau yang menghabiskan."Ujar Kinan kesal.


"Kau yang menyuruhku untuk menyentuhnya."Ujar Kinan tidak mau di salahkan.


"Benarkah... tapi aku lupa. Sudah ayo kita pergi nonton."Ajak Randy.


"Sudah tidak berselera nonton."Ujar Kinan.


"Lalu kau mau kemana?"Tanya Randy dengan sabar.


"Jalan-jalan saja keliling Mall."Ujarnya berjalan lebih dulu.


"Ok aku akan mengikutimu kemanapun kakimu melangkah sayang."Ujar Randy.


Randy memberikan kode kepada Sofi untuk memisahkan diri dari mereka agar bisa berdua saja dengan Kinan. Sofipun memberikan isyarat kepada Maya dan Lia untuk mengikutinya, tanpa bertanya lagi Maya dan Lia mengikuti Sofi dari belakang.


"Kita cari minuman atau jajanan saja ya, aku lelah harus mengikuti mereka berdua."Ujar Sofi.


"Mereka membuatku pusing, bagaimana kalau setiap hari aku harus melihat mereka yang seperti Tom and Jery. Bisa-bisa aku ikutan hipertensi."Ujar Maya.


"Dan kau harus mulai terbiasa dengan ini Maya, percayalah episode ini akan terus berlanjut. Bersiap-siaplah jadi penonton setianya."Ujar Sofi menepuk pundak Maya.


"Hmm benar juga. Lalu kenapa mereka tidak menikah saja?"Tanya Maya lagi.


"Sepertinya butuh waktu untuk itu, mereka sama-sama belum menyadari satu sama lain tentang perasaan masing-masing. Kalaupun mereka segera menikah mungkin Kinan masih belum percaya pada Pak Randy."Ujar Sofi.


"Sungguh mereka berdua membuatku benar-benar merasa pusing."Ujar Maya.


"Kita duduk di sana yuk."Ajak Lia menunjuk satu bangku panjang yang kosong.


"Ok. Aku akan membeli makanan dan minum dulu, kalian pergi dulu saja ya."Ujar Sofi.

__ADS_1


Maya dan Lia mendekati bangku panjang yang kosong dan menjatuhkan diri di bangku itu. Sementara Sofi membeli bebarapa makanan dan minum untuk mereka bertiga sembari menunggu Randy dan Kinan yang sedang berkencan.


__ADS_2