Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Rest in Peace Lia


__ADS_3

Kinan terbangun tepat pukul 6 pagi, dia membuka matanya dan melihat ada Rayna di sampingnya dan juga si kecil Alina yang masih tidur dangan pulasnya memeluk lengan Kinan. Kedua orangtua Kinan dan teman-temannya yang lain juga menginap di rumah Randy karena jarak rumah yang lebih dekat dengan RS Permata.


Semalam aku tidur dengannya. . . dia pulas sekali. . Selamat pagi anak kecil yang manis . . -Batin Kinan mengecup pucuk kepala Alina


"Aunty.. .. " Ucap Alina saat membuka matanya.


"Iya sayang. . kamu sudah bangun? Semalam tidurmu nyenyak?" Tanya Kinan dengan lembut.


"Hmmm. . Nana peluk Aunty seperti peluk Ibu."Ujarnya dengan polos.


"Kamu boleh peluk Aunty setiap saat sayang. Hmm Sekarang panggil Aunty Ibu mau?" Tanya Kinan.


"Tidak. . Ibu kan sudah ada Aunty." Ujarnya.


"Lalu?" Tanya Kinan.


"Mami. . "Ujarnya dengar keras.


"Hmm baiklah panggil Mami . "ujar Kinan menirukan suara Alina.


"Hihihi . . Mami lucu. . ."Ujar Alina.


"Nana juga lucu. . "Ucap Kinan mencium kedua pipi Alina dengan gemas.


"Geli Mami. . Mami. . Aunty Bobok." Ujar Nana yang melihat Rayna masih tidur.


"Iya sayang, Namanya Aunty Rayna. Adiknya Uncle Randy."Ujar Kinan memeluk Alina.


"No. . Mami. . Papi. . " Ujarnya yang entah mendapat kata-kata itu darimana.


"Baiklah Papi. Nana sudah tidak takut dengan Papi kan?"Tanya Kinan.


"Tidak, . ."Ujar Alina menggelengkan kepalanya.


"Anak pintar. . sekarang ayo kita mandi. . ."Ujar Kinan.


Kinan menggendong Alina ke kamar mandi dan mereka mandi bersama di bath up. Keduanya main busa dan tertawa cekikikan entah apa yang mereka tertawakan. Setelah 20 menit lamanya, Kinan mengajak Alina membersihkan diri dan menyudahi mandi pagi ini.


Alina di pakaikan baju mandi yang kecil membuatnya terlihat lucu seperti bayi pinguin yang sedang berjalan. Setelah Kinan berganti pakaian, Kinan membawa Alina keluar dari ruang ganti dan memakaikan pakaian untuk Alina yang sudah Sofi belikan semalam untuknya.


"Kalian sudah bangun?" Ujar Rayna mengucek kedua matanya.


"Nena. . .lucu Mami.." Menunjuk Rayna yang rambutnya acak-acakan.


"Ray. .segerlah mandi, sebentar lagi Lia akan dimakamkan." Ujar Kinan.


"Iya Kakak Ipar... Astaga. makhluk kecil ini lucu sekali seperti bayi pinguin Kak." Ujar Rayna mencium pipi Alina dengan gemas.

__ADS_1


"Nena . . .bau. . "Ujar Alina menutup hidungnya.


"Kamu memanggilku Nena?"Tanya Rayna dengan lembut.


"hm..."Alina menganggukan kepalanya.


"Lucu sekali. . Nena dan Nana. . kita kembar. . jadi kita harus kompak. Ok Nana."Ujar Rayna.


"Ok Nena."Ujar Alina yang hanya mengikuti kalimat terakhir saja tanpa tahu maksud dari perkataan Rayna.


Kinan segera memakaian minyak telon dan bedak di tubuh Alina agar lebih segar dan wangi. Tak lupa Alina menguncir sedikit rambut Alina agar tidak menutupi wajahnya.


"Anak Mami cantik sekali... Mmuachh. . . muacch ...muacch" Kinan mencium Alina berkali-kali membuatnya menggeliat kegelian.


"Mami. . ampun. "Ujar Alina.


"Sekarang ayo kita keluar Oma Opa dan yang lainnya sudah menunggu."Ujar Kinan menggandeng tangan mungil Alina.


ceklekkk....


"Oma. . ."Teriak Alina yang melihat Bunda baru keluar dari kamar dengan Ayah.


"Pagi sayangnya Oma. . "Ujar Bunda dengan senyum lebarnya.


"Oma. . Nana bobo peluk Mami."Ujarnya.


"Bun. . Mulai sekarang Nana akan jadi anak Kinan. Dia memanggilku Mami."Ujar Kinan menjelaskan.


"Oh begitu. . kamu cantik sekali seperti Mami Nak."Ucap Bunda.


"Makasih Oma.. .."Ucap Alina.


"Ya sudah ayo kita turun. Nana mau Opa gendong?"Tanya Ayah.


"Hmmm... "Alina menganggukan kepalanya.


Kinan turun bersama Bunda dan Ayah yang menggendong Alina. Randy segera menghampiri mereka dan mengajaknya untuk sarapan terlebih dulu karena yang lainnya sudah sarapan. Biar bagaimanapun kondisi Kinan belum benar-benar sembuh karena masih harus minum obat.


"Selamat pagi Nana. . ."Ucap Randy.


"Papi. . ."Ucap Alina.


"Pa.. Pi?"Randy bingung.


"Mami. . .Papi. . "Menunjuk Kinan dan Randy.


"Ahh iya . . Sini Papi gendong. " Ujar Randy mengambil Alina dari gendongan Ayah. "Kamu sudah mandi?cantik sekali. . .Sekarang ayo kita sarapan. . .Mami harus minum obat. . ."Ujar Randy.

__ADS_1


"Hmm.... Ayo kita makan."Ujar Kinan menggandeng Bunda dan Ayah.


Disudut Lain. .


"Nana sangat lucu. . dia belum tahu apa itu kehilangan. Lia menitipkan Nana kepada orang yang tepat. Nana akan mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orangtua dan juga Oma Opa."Ujar Maya.


"Kau benar. . di usianya yang masih sangat kecil dia harus kehilangan Ayah dan Ibunya. Tapi Tuhan menggantikan sosok orangtua baru dengan cepat untuk Nana. . .Setidaknya kita juga bisa merasakan apa yang dirasakan Lia sekarang, dia sudah tenang dan bahagia melihat putrinya di tangan orang yang tepat." Ujar Sofi.


"Oh. . hari ini boleh menangis tapi jangan seperti kemarin. Kasihan Lia kalau harus melihat sahabat-sahabatnya menangis. Dia pergi dengan tersenyum, dan kita harus melepasnya dengan tersenyum" Ujar Lila dengan bijak.


"Kau bijak sekali La. . .apa ini gara-gara nasi goreng yang kau makan tadi?"Goda Devi.


"Melihat kalian menangis, jiwa bijakku meronta-ronta ingin keluar. . "Jawab Lila.


"Dimana Revan dan Haris?"Tanya Sofi pada teman-temannya.


"Mereka di depan menyambut pelayat."Ujar Devi.


"Oh, Baiklah. . "Ujar Sofi.


Tepat pukul 10, pemakaman telah selesai Satu persatu orang telah meninggalkan makam. Alina sudah pulang lebih dulu dengan Ayah, Bunda, Mamah, Papah dan juga Rayna. Kinan dan yang lainnya masih terdiam di atas pusara Lia, mereka hanya diam tanpa bicara sepatah katapun.


Kami sudah mengantarmu ke tempat peristirahatan terakhirmu. Beristirahatlah dengan tenang, aku akan meneruskan perjuanganmu merawat Alina. . Dia sudah memanggilku Mami dengan suaranya yang lucu. Terimakasih kau sudah mempercayakan aku untuk menjadi orangtua sambung Alina. - Batin Kinan.


"Teman ghibah kita sudah berkurang satu. . .sepertinya aku sudah tidak mau ghibah lagi." Celetuk Lila karena bingung semuanya tidak ada yang berbicara.


"Lalu kau mau apa?"Tanya Devi.


"Mau. . . menikah saja." Ujar Lila kemudian menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Ris. . segera nikahi Lila sebelum dia berubah pikiran."Ujar Maya.


"Ahh.. kalian. aku kan hanya sedang menghibur Lia. . Supaya dia tidak merindukanku . . Biar aku saja yang merindukan Lia." Ujar Lila.


Rest in Peace Lia. . . Kau sudah bertemu dengan suamimu di surga. . Dan putrimu akan hidup dengan bahagia, dia tidak akan kekurangan kasih sayang sedikitpun Li. . kami menyayangi Nana. . sangat menyayanginya. . -Batin Sofi.


"Hmm matahari sudah semakin meninggi. . Ayo kita pulang.. . . Biarkan Lia tidur siang dulu."Ujar Randy.


"Sekarang hari apa si?" Tanya Lila.


"Hari setelah kamis sebelum sabtu La."Ujar Devi.


"Ah elah. . . .bilang saja Jum'at. . ."Ujar Lila.


"Biar Otak sedikit kerja La. .Libur terlalu lama juga tidak baik untuk otakmu."Ujar Devi lagi.


Yang lainnya tiba-tiba tertawa mendengar jawaban Devi yang tanpa dibuat-buat. Lila ikut tertawa, karena usaha dia memanncing teman-temannya untuk tertawa setidaknya berhasil.

__ADS_1


__ADS_2