Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Jangan Mendekat


__ADS_3

"Permisi Tuan dan Nona. . .Sasaran kita ternyata datang lebih awal." Ujar Sofi dengan suara yang disamarkan.


"Oh rupanya dia sudah tidak sabar untuk menikahiku. . ." Ujar wanita yang masih belum menunjukkan wajahnya pada Randy.


"Cih. . .Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Randy.


"Kau tak perlu tahu siapa aku. . .Katamu cinta tak perlu memandang fisik kan?" Ujarnya masih dengan santainya.


"Kalau kau aku harus memandang fisik. . . Kali saja kau tuli atau cacat." Ujar Randy.


" Ya aku memang tuli, tuliku mengubah setiap kata tidak sukamu menjadi menjadi suka kepadaku." Ujarnyanya.


"Astaga. . wanita macam apa dia. Aku bingung. . "Ujar Randy.


"Kau tak perlu bingung sayang. . .aku memang cacat karena kau memilih wanita lain, dan aku akan kembali sempurna setelah kita menikah. Cukup 2 bulan aku membiarkanmu hidup bersama wanita lain. . .dan seterusnya kau akan bersamaku." Ujarnya lagi.


"Aiihh. . . Sebaiknya kau tutup mulutmu supaya telingaku tidak rusak karena mendengar ocehanmu yang tidak berfaedah. Sekarang lepaskan putriku." Ujar Randy.


"Hmm. . sekarang kau boleh membentakku, tapi setelah kita menikah. . kau tak akan bisa membentakku sayang. . ." Ujarnya lagi.


"iieuuwwh. . . Tunjukan wajahmu atau aku akan membunuhmu. . " Ujar Randy membentak.


"Kecilkan suaramu Tuan." Ujar Sofi menendang kaki Randy hingga jatuh berlutut.


BRAKKK. . . . .


Astaga. . .Kau berani menendangku Sof. . .Atau jangan-jangan kau benar-benar terlibat dengan mereka? Kau mengkhianatiku Sof? -Batin Randy.


Sorry Pak. . . Kalau aku hanya diam, mereka akan curiga padaku. . -Batin Sofi.


"Jangan sakiti dia. . .sakiti saja anaknya. . ." Uaar wnaita itu lagi.


"Maaf Nona. . " Ujar Sofi.


"Mana mungkin aku menikahi wanita yang sudah menyakiti putriku. . .melihatmu saja aku tidak sudi. . ." Ujar Randy.


Di Ruang yang berbeda. . .


"Maaf aku sudah membuat kalian seperti ini. . .Aku akan melepas ikatanmu, tapi tolong jangan kabur dari sini. Aku akan menceritakan nanti pada kalian. Sekarang kau suapi anak kecil ini, kasihan dia belum makan." Ujarnya. melepas ikatan di tangan Maya.


"Pak Bagas?" Ucap Maya kaget.


"Iya. . .maafkan aku. . aku terpaksa melakukan ini. . Sekarang suapi dia. . .ada waktu 10 menit untuk dia makan sebelum wanita itu kembali." Ujarnya lagi.


" Ba. .. baiklah. . .Apapun yang Bapak lakukan, aku berterimakasih sudah perduli dengan Nana. Aku yakin Baoak orang yang baik." Ujar Maya.


"Anak kecil. . .makanlah. . .kau mau makan nasi kan?" Ujar Bagas mengusap kepala Alina.

__ADS_1


"Terimakasih Om. . " Ucap Alina.


"Nana. . sekarang makan ya. . ." Ujar Maya membuka bungkusan nasi yang diberikan Bagas.


"Iya Tante. . Tante juga makan. . Kita makan berdua ya Tante." Ujar Alina.


"Hmm. . Nana makanlah dulu, tante nanti saja." Ujar Maya.


"Tidak. . Nana mau makan berdua dengan Tante." Ujar Alina.


"Kau turuti saja permintaannya, waktu terus berjalan. Ujar Bagas lagi setengah berbisik.


"Ba. .baiklah. . ." Ujar Maya menyuapi Alina.


"Om tidak makan?" Tanya Alina.


"Om sudah makan sayang. . .sekarang kamu sama tante yang makan ya. . . ." Ujar Bagas terus mengawasi keadaan sekitar.


Maya menyuapi Alina dengan sabar. Bagas diam-diam keluar membelikan sebungkus nasi dengan ayam goreng untuk Alina. Dia takut akan terjadi apa-apa pada Alina, biar bagaimanapun dia tidak tahu apa-apa.


Sementara itu. . .


Papah, Opa, Revan dan Haris berjalan mengendap-endap menyusuri lorong panjang. Mereka terus berjaga-jaga dan mengawasi sekitar jika ada penjaga yang melihatnya. Dan Revan juga Harus sudah berhasil melumpuhkan beberapa penjaga yang ada di lorong tersebut.


"Astaga . . . banyak sekali mereka. . sejak tadi tidak berkurang juga. . ." Ujar Haris.


"Sepertinya bos mereka orang cukup kuat, mana mungkin dia memiliki banyak anak buah kalau dia lemah." Ujar Papah.


"Ya. . kau benar." Ujar Papah.


"Jangan lengah. . .Kemungkinkan mereka bersembunyi dan mengintai kita. . " Ujar Revan.


"Hmm. . . " Ujar Haris.


Di lorong lain polisi sudah mengamankan beberapa komplotan. Jumlahnya memang sangat banyak hampir di setiap lorong dan setiap belokan ada penjaga yang di kerahkan.


Bagas kembali memakai topengnya sebelum temannya datang. Dan benar saja tidak lama setelahnya, temannya datang dengan Randy dan Sofi yang masing menyamar menjadi seorang pengawal.


" Papi. . . " Teriak Alina saat melihat Randy datang dalam keadaan terikat.


" Nana. . .kau tidak apa-apa Nak?" Tanya Randy.


" Iya Papi. . tadi Nana su. . ." Ujar Nana langsung berhenti karena Bagas memberikan isyarat untuk diam.


" Sudah apa Nak?" Apakah mereka menyakitimu?" Tanya Randy.


" Ti. . tidak. . .Tadi Nana sudah diam menangis. Karena Nana tahu pasti Papi datang menolong Nana. Tapi kenapa Papi diikat juga?" Tanya Alina.

__ADS_1


" Papi akan membawamu pulang Nak. . .tenang ya." Ujar Papi.


" Kalau kau masih ingin melihat anak ini. . Tinggalkan wanita itu. . ." Ujarnya dengan lantang.


" Mana mungkin aku meninggalkan sebuah berlian hanya untuk mendapatkan wanita licik sepertimu yang pastinya jauh berbeda dengan isteriku. . Lebih baik aku mati daripada harus meninggalkan isteriku." Ujar Randy.


"Cih. . .Dia kau anggap berlian . . . Sepertinya matamu belum sepenuhnya berfungsi. . " Ujarnya.


" Siapa kamu sebenarnya? Kau mau apa? Ambil saja semua hartaku. . . " Ujar Randy.


" Aku mau kamu. . ." Ujarnya sembari menarik tubuh Alina dan mengeluarkan sebilah pisau yang di dekatkan di leher Alina.


" Aahh. . .jangan. . . Jangan sakiti anaku. . .aku mohon. . ." Ujar Randy.


" Sepertinya anak ini sangat berarti untukmu . . Mungkin kalau aku gores sedikit kulitnya bisa membuatmu merasakan apa yang aku rasakan saat ini." Ujarnya.


"Jangan sakiti Nana. . . Aku mohon. . . hentikan Nona. . . " Teriak Maya duduk bersimpuh.


"Papi. . Nana takut. . . " Ujar Alina dengan badan yang sudah gemetar dan wajah pucat pasi.


" Jangan sentuh anakku. . .Aku mohon. . aku akan melakukan apalun yang kau minta. Taoi jangan sakiti putriku. ." Ujar Randy.


"Pak . . .Apa yang Bapak ucapkan? Bapak mau menikahinya?" Ujar Maya kaget.


"Tidak ada pilihan lain May, aku harus menikahinya. . . Aku titip Nana dan isteriku. . " Ujar Randy.


"Papi. . jangan tinggalkan Mami. . . " Ujar Alina.


"Diam anak kecil. . atau pisau ini akan menyentuh kulitmu yang halus. . .Kau hanya anak malang yang menjadi parasit dalam kehidupan orang lain." Ujarnya.


"Cukup. . .jaga ucapanmu. . ." Randy berdiri dengan tangan yang sudah tidak terikat karena Sofi tidak mengikatnya dengan erat.


"Jadi tanganmu sudah lepas. . . Jangan mendekat atau pisau ini akan menusuknya." Ujarnya mengancam.


"Sebenarnya kau siapa? Kenapa kau berbuat seperti ini? Tidak sepantasnya kau memanfaatkan anak lecil yang tidak tahu apa-apa. . .Kita selesaikan masalah ini secara baik-baik." Ujar Randy terus berjalan mendekat.


"Aku bilang jangan mendekat . .. " Ujarnya terus berjalan mundur dan menyeret Alina dalam dekapannya.


"Ayo lepaskan putriku. .kita bicarakan ini secara baik-baik. . . Aku akan menikahimu. . .itu yang kamu minta kan? Tapi aku mohon jauhkan pisau itu dari putriku. . . " Ujar Randy.


"Aku bilang jangan maju. . " Ujarnya. Kemudian tidak sengaja dia tersandung dan pisau menggores leher Alina membuat darah segar mengalir dengan deras. "Ti. . .tidak. . . .aku tidak sengaja. . .Bukan aku yang melakukan. . ." Ujarnya melempar pisau.


"Ah. . ..sakit. . ." Teriak Alina.


"Nana. . . " Sofi segera menangkap tubuh Alina sebelum terjatuh ke lantai.


Sedangkan Bagas langsung membekuk wanita itu yang sedang hilang kendali karena kecerobohannya.

__ADS_1


"Kalian bawa anak itu ke Rumah Sakit. . .Aku akan mengurusnya. . ."Ujar Bagas.


"Iya Pak, Sebaiknya segera bawa Nana sekarang. Biar saya yang membantunya. . Pria ini sudah baik, memberikan makan pada Nana. . . " Ujar Maya.


__ADS_2