Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Untuk Siapa?


__ADS_3

"Baiklah, aku rasa pertemuan kita hari ini sudah cukup. Terimakasih sudah menyempatkan waktumu Ran."Ujar Gerry dengan senyumnya yang ramah.


"Apa kau sedang melawak? Aku rasa otakmu sedikit geser, tak biasanya kau sedikit formal padaku, walaupun hanya sedikit ya."Ujar Randy.


"Aku hanya menghormati calon isterimu yang sudah mau menerimamu Ran. Kinan kalau dia menyusahkanmu segera hubungi aku."Ujar Gerry mengedipkan mata Kinan.


"Apa yang akan kau lakukan?"Tanya Randy menahan nafas.


"Hanya ingin memberikan beberapa tips cara memukulmu. Ya sudah kami harus segera pergi, karena isteriku sedang ingin makan sesuatu yang tidak ada di tempat ini." Ujar Gerry menggandeng tangan istrinya.


"Kinan sampai berjumpa lagi." Ujar Ghea dengan ramah.


"Sampai berjumpa lagi Ghe...." Balas Kinan dengan sopan.


Setelah Gerry dan Ghea pergi, Randy juga mengajak Kinan pergi dari restaurant itu. Randy meminta Kinan untuk mengajaknya ke manapun yang dia inginkan saat ini, karena Randy sedang malam untuk kembali ke kantor.


"Sayang.... Ajaklah aku kemanapun kamu mau..." Ujar Randy.


"Baiklah, aku mau kembali ke kantor. Karena pekerjaanku masih banyak." Ujar Kinan.


"Tidak adakah tempat lain yang ingin kau kunjungi? Shoping berburu barang branded.... atau kemana saja." Ujar Randy.


"Tidak. Sekarang yang ada di otakku hanya kembali ke kantor, kembali ke kantor dan kembali ke kantor." Ujar Kinan.


"Huhhhh... Baiklah kalau begitu aku saja yang mengajakmu pergi." Ujar Randy melajukan mobilnya.


"Hei aku ingin kembali ke kantor, pekerjaanku masih banyak Mas." Ujar Kinan merengek.


"Tidak, aku bosan di kantor. Biarkan Sofi yang menghandle pekerjaanku." Ujar Randy.


"Mas enak ada Sofi.... lalu aku?" Tanya Kinan kesal.


"Katakan pada Maya untuk menyelesaikan pekerjaanmu, satu jamnya akan ku bayar 1x gajinya. Apakah masih kurang?" Tanya Randy.


"Astaga mas... kau harusnya berhemat..... Kita tidak tahu ke depannya akan bagaiamana. Bisa saja semua hilang dalam seketika dan kau akan menyesal setelah kau menghamburkan uangmu." Ujar Kinan.


"Tenang sayang... Aku sudah menyiapkan tabungan darurat jika hal itu terjadi. Karena aku tidak ingin membuatmu menderita." Ujar Randy.

__ADS_1


"Hmmm.... Terserah kau saja. Oh iya besok lusa aku boleh ijin sebentar?" Ujar Kinan pada Randy.


"Kau ada acara? Akan aku temani." Ujar Randy.


"Tidak usah, aku akan menjadi dosen tamu di kampusku yang dulu. Hanya dua jam, setelah itu aku kembali lagi. Dengan Lia." Ujar Kinan agar Randy mengijinkan.


"Hmmm.... disana banyak lelaki. Aku akan ikut untuk menjaga isteriku." Ujar Randy.


"Masih calon....... Bukankah sudah ada Lia yang menjagaku. Aku janji aku tidak akan macam-macam dan mempedulikan lelaki disana." Ujar Kinan memohon.


"Astaga... kenapa kau menatapku seperti itu? Baiklah... baiklah... jangan menatapku seperti itu membuatku cepat luluh." Ujar Randy.


"Janji???" Tanya Kinan.


"Apa perlu aku mengatakan janji?"cTanya Randy


"Harus, agar kau tidak berubah pikiran sesuka hatimu. Sini jari kelingking mas yang kiri." Ujar Kinan.


"Buat apa?" Tanya Randy.


"Mau aku pinjam." Ujar Kinan.


"Untuk apa aku memotong kelingkingmu. Aku hanya ingin membuat janji denganmu...seperti ini..." Ujar Kinan yang sudah menyatukan kelingkingnya dengan kelingking Randy.


"Astaga.... permainan macam apa ini." Ujar Randy.


Randy membawa Kinan ke sebuah pusat perbelanjaan untuk mencari hadiah untuk orang yang spesial di hidupnya. Randy menggandeng tangan Kinan dengan erat agar semua orang tahu mereka adalah pasangan. Kinan hanya mengikuti Randy tanpa banyak bicara lagi.


Sesampainya di Toko Jam tangan Randy melepas genggaman Kinan dan segera masuk kedalam Toko, tanpa diperintah Kinan mengikutinya dari belakang. Seorang perempuan cantik bermata sipit menyambutnya, mereka seperti sudah saling kenal dekat.


"Hai Ran, sudah lama kau tidak kemari" Ujar wanita itu.


"Sedang banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan. Sepertinya sudah banyak kemajuan." Ujar Randy bergumam.


"Ini semua berkat kau. Terimakasih. Apa yang bisa aku bantu?" Tanya wanita itu.


"Aku ingin mencari jam couple keluaran terbaru dan tidak pasaran." Ujar Randy.

__ADS_1


"Couple... Apakah untuk kalian? Halo aku Olivia teman Randy." Ujar Olivia memperkenalkan dirinya pada Kinan yang sejak tadi hanya diam.


"Aku Kinan....." Jawab Kinan dengan ramah.


"Bukan untuk dia, tapi untuk orang lain." Ujar Randy membisikkan nama pada Olivia.


"Oh...baiklah.. sebentar aku ambilkan. Ayo ikut denganku." Olivia menarik tangan Randy.


"Sayang kamu tunggu disini, duduklah." Ujar Randy.


Untuk siapa dia membelikan jam tangan couple itu? Apakah untuknya dan juga Febby??Lalu untuk apa dia mengajakku untuk menemaninya? Dasar tidak punya hati......Baru juga hari pertama kerja setelah kemarin dari Jogja sekarang berulah lagi.... Dasar plin plan -Batin Kinan kesal meremas kedua jarinya dan menahan air matanya agar tidak jatuh.


Terlihat dari tempat Kinan duduk Randy dan Olivia sedang memilih jam tangan. Randy begitu bahagia dan bersemangat, sesekali tawa mereka pecah hingga terdengar oleh Kinan membuatnya semakin kesal daa ingin lari menjauh dari tempat itu.


Astaga...... Febby dan Randy juga teman... Olivia juga teman... aku juga bisa bilang kalau aku dan Randy hanya teman.... Semua orang juga bisa mengatakan teman Randy..... Kenapa aku bodoh sekali... Bisa saja mereka sebenarnya ada hubungan lebih tapi tidak mau mengatakannya.. Kau pikir hanya kau pria tampan di dunia ini?? Tapi memang iya sih, dia lebih tampan dari apapun...-Batin Kinan beradu argumen dengan dirinya sendiri.


Hampir 30 menit lamanya, akhirnya Randy keluar dan membawa papperbag kecil di tangannya. Kemudian Randy mengajak Kinan untuk segera pergi ke tempat lain. Dengan sedikit kesal, dia mengikutinya dari belakang. Randy tidak peduli dengan sikap Kinan saat itu hingga membuat Kinan semakin kesal tapi dia tidak bisa menangis di tempat umum.


Randy mampir ke sebuah Toko Emas. Dia meminta pelalayan Toko untuk memberikannya 2 set perhiasan terbaik dan lagi-lagi tidak boleh ada menyamainya. Kinan semakin marah dan mengutuk dirinya sendiri tanpa menghiraukan lagi pria yang sdang di hadapannya.


Begitu spesialkah sampai-sampai dia membelikan 2 set perhiasan? Apa dia lupa masih ada aku disini? Aku ini siapanya si?Apa aku hanya pajangan yang bisa seenaknya dia injak.....-Batin Kinan.


Setelah mendapatkan semuanya, Randy mengajak Kinan kembali ke mobilnya. Lagi lagi Kinan hanya mengikutinya tanpa banyak bicara, Kinan tidak ingin bertegur sapa lagi dengan Randy.


"Sekarang temani aku, aku ingin memberikan hadiah ini untuknya." Ujar Randy.


"……………"


"Kau sakit?" Tanya Randy pada Kinan.


"Tidak...... Apakah dia sangat spesial untukmu?" Tanya Kinan.


"Ya, dia sangat spesial untukku. Dia yang selalu ada untukku selama ini..." Ujar Randy.


"Kau mencintainya?" Tanya Kiaan.


"Sangat, aku sangat mencintainya... sampai kapanpun... mungkin sampai aku tidak adapun perasaan ini tidak akan berubah." Ujar Randy.

__ADS_1


Degg...... Lalu kenapa kau memintaku untuk menikah denganmu jika ada wanita lain yang kau cintai?? -Batin Kinan.


__ADS_2